
"Sayangku, aku ingin berjalan-jalan melihat istana Neptunus ini. Temani aku yaa!" pinta Ariexa dengan bergelayut manja dilengan kanan Yuan.
"Tetap diam disini saja sampai ada perintah dari Kaisar."
"Kaisar? Hey sayang, dia hanyalah putramu. Dan pasti dia wajib untuk menghormatimu. Memangnya kenapa jika kita hanya berjalan-jalan disini. Aku bosan."
"Katakan padaku! Apa yang kau rencanakan?" tanya Yuan menyingkirkan tangan Ariexa dari lengannya.
"Tidak ada. Ayolah sayang!" pinta Ariexa lagi sembari meniup telinga Yuan. Seketika Yuan serasa tersihir, terasa sulit untuk mengendalikan dirinya sendiri.
"Baiklah. Tapi jangan lama."
"Aku janji." jawab Ariexa dengan wajah sumringah.
Keduanya keluar dari dalam kamar yang telah disiapkan oleh Kaisar khusus untuk mereka. Namun baru beberapa langkah keluar keduanya dihadang oleh prajurit penjaga Istana.
"Maaf tuan dan nyonya anda tidak diijinkan meninggalkan tempat ini tanpa seijin Kaisar maupun Pangeran Mark."
"Kurang ajar! Kalian tidak tau dengan siapa kalian berbicara?" tanya Ariexa murka.
"Maafkan kami nyonya, kami hanya menjalankan perintah dari baginda Kaisar."
"Kami hanya akan berkeliling Istana. Kami bosan berada didalam."
"Jika begitu Nyonya bisa terlebih dahulu menunggu baginda ataupun pangeran Mark datang."
"Kau,-"
"Kalian tidak mengenalku?" tanya Yuan yang sejak tadi diam.
"Tuan tentu hamba mengenal anda. Tapi sumpah kami sebagai prajurit Neptunus adalah taat dan tunduk kepada perintah baginda Kaisar."
"Baiklah panggil putraku kesini!"
"Maaf tuan hamba tidak berani. Silahkan tuan dan nyonya kembali."
"Kurang ajar! Kalian prajurit rendahan bahkan telah lancang kepada kami?" Ariexa semakin murka.
"Mereka tidak berbuat lancang terhadap anda bibi. Memang itulah tugas mereka. Mereka melakukan tugasnya dengan baik untuk menjaga planet Neptunus ini." Suara Mark menggagetkan Ariexa dan Yuan.
"Salam paman Yuan. Bibi Arriexa." Mark membungkukkan setengan badannya memberikan hormat.
"Kebetulan kau datang. Aku dan suamiku akan pergi berjalan-jalan, tapi kenapa dihadang prajurit rendahan itu?"
__ADS_1
"Maaf bibi, sekali lagi mereka hanya menjalankan tugas sesuai dengan perintah baginda Kaisar. Dan Kaisar melarang Paman ataupun Bibi untuk keluar dari sini selama beberapa hari kedepan."
"Apa? Kenapa?"
"Kejadian antara bibi Ariexa dan Putri Violet kemarin adalah masalah serius yang menjadi perbincangan diseluruh Istana. Kaisar ingin meredam berita ini agar tidak ada pihak yang dirugikan."
"Tidak masuk akal!" desis Ariexa.
"Itu saja yang ingin kusampaikan paman, bibi. Silahkan kembali dan beristirahat. Pelayan dan prajurit disini akan membantu mengurus semua keperluan kalian. Aku permisi dulu." Mark membungkuk kembali memberi hormat kepada Yuan dan dibalas anggukan kepala Yuan yang tampak lemah.
...****************...
Kay berdiri didepan pintu ruangan Violet karena sudab lima jam sudah berlalu, namun Kay belum juga mendapati Violet mendatangi ataupun memanggilnya.
tokk... tokk... tookkk...
"Vio, boleh aku masuk?"
Sesaat diam tidak ada jawaban. Ken mengulanginya sampai tiga kali sebelum akhirnya Kay memutuskan untuk masuk tanpa ijin.
Tampak Violet duduk sembari memeluk dan wajahnya menunduk, ia sembunyikan diantara kedua Lututnya.
Kay duduk tepat berada dihadapan Violet.
Violet perlahan mengangkat wajahnya yang tampak masih sembab karena terlalu lama menanggis.
"Kay,-" panggil Violet dengan suara serak.
"Iya Vi, kenapa?"
"Apa aku salah jika aku ingin bahagia bersama dengan orang yang kucintai?"
"Tentu saja tidak Vi. Itu hak semua orang." Kalau begitu bawa aku kembali ke Neptunus. Aku tidak ingin kembali ke Bumi. Di sana kita menikah dan bahagia." pinta Violet.
Kay terdiam, hatinya terasa sakit mendengar permintaan Violet. Dirinyapun ingin, sangt ingin tapi Kay sadar tidak akan ada kebahagiaan dan kedamaiam hati yang didapat dengan cara yang salah.
Kay beberapa menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Violet yang sudah tampak putus asa hanya bisa menunggu dan. pasrah dengan keputusan Kay.
Kay meraih tangan Violet, dan mengenggamnya dengan hangat seakan menyalurkan perasaannya pada Violet.
"Violet, jika aku mengatakan bahwa aku tidak akan pernah mencintai seseorang sebagaimana aku mencintaimu apa kamu akan percaya?" tanya Kay dengan keseriusan tanpak diwajahnya.
Violet mengangguk sebagai jawabannya.
__ADS_1
"Kau memang harus percaya Vi karena itulah kebenarannya. Aku sangat ingin memilikimu, membawamu ke Neptunus, menikahimu, dan memciptakan kebahagiaan kita bersama. Tapi akupun menyadari saat ini kau sedang terikat sebuah hubungan. Aku bukan menolakmu atau tidak mencintaimu tapi aku menghormati dia yang memiliki ikatan denganmu. Aku tidak ingin mencurimu dari dia. Jika memang takdir tergambar jodoh diantara kita maka aku ingin saat itu kau benar-benar tidak sedaang memiliki ikatan dengan pria manapun. Aku sudah merenung dan menyadari kesalahanku terhadapmu kemarin. Aku tlah berdosa pada kalian, maka itu aku tidak mau mengulangnya."
"Jadi kau menolakku?" tanya Violet melemah dengan bibir bergetar.
"Violet, percayalah aku tidak akan pernah menentang hati nuraniku. Dan menolakmu bertentangan dengan hati nuraniku. Tapi aku ingin menghormati sesuatu yang memang harus ku hormati. Percayalah padaku aku ingin menjaga kehormatanmu dengan ini."
"Jika kau memang menginginkanku kenapa harus banyak alasan? Aku bisa menghilang dan Chandra tidak akan menemukan kita di Neptunus." Violet mulai kembali tidak bisa mengendalikan emosionalnya.
"Violet, segala sesuatu ketika kita sudah berani mengambil sebuah keputusan maka kita harus memperjuangkan keputusan itu untuk tetap bertahan sampai kita tau apakah kita berhasil atau tidak. Pun begitu dengan hubunganmu dan Chandra. Kau sudah membuat keputusan bersamanya maka perjuangkanlah agar tidak akan pernah ada penyesalanmu dimasa depan nanti. Jika berhasil maka itu adalah buah dari perjuanganmu. Dan jika gagal maka kamu mendapatkan 2 hal. Yaitu pelajaran dan pengalaman dari perjuanganmu, dan kamu bisa mendapatian penghormatan atas dirimu sendiri karena kamu telah berjuang."
"Bagaimana jika berhasil? Apa yang akan kau lakukan?"
"Aku akan terus memastikan kau bahagia."
"Lalu bagaimana kamu mendapatkan kebahagiaanmu sendiri nanti?"
"Dengan melihatmu bahagia hingga diujung waktu hidupmu."
"Kay, aku tidak rela jika hanya aku yang bahagia sedangkan kau hanya menontonku. Aku ingin bahagia bersamamu."
"Violet. Percaya padaku! Aku selalu bahagia terlebih aku tau sampai saat ini bahkan kau masih mencintaiku. Tapi aku tidak berhak berbangga atau cintamu. Ada yang lebih berhak daripadaku."
"Kay, jika suatu saat aku gagal, bagaimana?"
"Jika kau gagal setelah berjuang berarti kau lulus dan lebih kuat dari saat ini." Jawab Kay meyakinkan Violet.
...****************...
Teeett... teeettt... teeettt...
"Yaa bentar!" Cecil segera lari membuka pintu.
"Chandra?" Cecil terkejut begitu melihat sosok yang ada didepan pintu.
"Ya iyalah ini aku. Siapa lagi?" jawab Chandra langsung nyelonong masuk ke appartemen Erick yang saat ini hanya dihuni Cecil.
"Nih makan!" Chandra berbalik dan menyerahkan sekotak pizza dan salad pada Cecil yang mengintil dibelakangnya.
"Buat aku?"
"Iyalah, emang ada orang lain lagi?"
Cecil menggelengkan kepalanya dengan cepat.
__ADS_1