
"Sayang, aku tidak tenang berlama-lama disini bersama Violet. Sepertinya tempat ini hanya akan membawa masalah dan kesulitan untuk Violet." ucap Lisa dalam dekapan Mark.
"Aku paham dengan kekhawatiranmu. Tapi semua ada aturan yang tidak bisa kita langgar sayang. Atau nanti justru semakin mempersulit semuanya."
"Bagaimana jika kita kembali secepatnya? Tidak perlu menunggu pernikahan Feng dan Putri Xie."
"Sayang, Feng tidak memiliki siapa-siapa lagi selain aku dan adiknya, Suzu. Bagaimana mungkin aku tidak ada hadiri pernikahannya?"
"Heeeefffhhh... " Lisa menghela nafas dan melepaskan dirinya dari pelukan Mark.
"Bagaimana jika Violet pulang sendiri? Bisa ditemani Virga dan beberapa pengawal terbaik?"
"Apa itu akan aman?"
"Selama ini belum pernah terjadi ada masalah dalam hal perjalanan antara Neptunus ke Bumi atau sebaliknya. Satu-satunya masalah adalah saat Violet menyusup dan menyamar dengan akses ID Virgia."
"Mestinya aku tidak mengajak serta Violet kesini." air mata penyesalan Lisa mengalir.
Mark meraih kedua pundak Istri mungilnya.
"Sayang, jangan berkata seperti itu. Aku akan membicarakan ini dengan Kaisar. Semoga saja mendapatkan solusi untuk masalah ini. Kamu tenangkan diri disini."
Lisa mengangguk menurut ucapan suaminya. Disusul dengan dekapan hangat tangan kokoh milik Mark.
...****************...
"Yang mulia pangeran Mark meminta untuk menghadap." ucap seorang penjaga Istana.
Kaisar menganggukkan kepalanya.
Tidak lama kemudian Mark masuk.
"Kalian keluarlah." titah Kaisar pada pelayan dan prajurit yang berada didalam ruangan itu.
Tinggal Kaisar, Mark, serta kasim Jeong.
Kaisar berdiri dan berjalan kearah Mark
"Ada apa?"
"Aku ingin mendiskusikan masalah Violet."
"Hemm... Kemari." Kaisar berjalan menuju tempat lain didalam ruangan itu yang telah dipenuhi dengan bantal empuk serta meja berisikan berbagai minuman dan buah-buahan diikuti Mark dan Kasim Jeong.
"Ada apa dengannya?"
"Istriku Lisa, sangat mengkhawatirkan adiknya. Sampai sekarang dia bahkan tidak mau makan karena terus memikirkan adiknya."
__ADS_1
"Bukankah dia sudah aman bersamaku? Aku sendiri yang menjamin keamanannya."
"Aku tau, aku sudah berusaha menenangkan istriku tapi justru dia meminta untuk kembali ke Bumi secepatnya."
"Apa? Kenapa?" Kaisar terkejut mendengar penuturan sepupunya.
"Dia melihat Violet mendapatkan banyak masalah selama disini. Dan terlebih dia sekarang tau bahwa Ariexa mengincarnya."
Kaisar terdiam sejenak,
"Bagaimana menurutmu kasim Jeong?"
"Yang Mulia, Putri Ariexa memang berada didalam planet Neptunus namun pengawalnya berada diluar sana. Yang hamba khawatirkan adalah jika ada yang tau bahwa Putri Violet melakukan perjalanannya kembali ke Bumi maka mereka bisa saja melakukan hal-hal yang justru bisa membahayakannya."
"Itu juga yang ku khawatirkan." Kaisar kembali melihat wajah Mark yang tampak binggung.
"Mark, kau juga harus hadir dalam pernikahan Feng dan Putri Xie. Akan sangat tidak baik untuk hubunganmu dan Feng jika kamu tidak ada disaat pernikahannya."
"Aku mengerti itu. Tapi aku tidak bisa membiarkan Istriki terus menerus mengkhawatirkan adiknya seperti ini."
"Hemm baiklah. Nanti malam datanglah ke Istana dalamku hanya bersama dengan Istrimu."
...****************...
"Kau baik-baik saja?" Kay memberikan secangkir teh hangat kepada Violet.
"Tidak. Aku rasa ini adalah kewajibanku. Aku akan menepati janjiku padamu Vi. Aku akan selalu melindungimu. Dari bahaya apapun."
"Apakah kamu yakin ini akan aman?"
"Tentu saja. Tidak ada yang tau kepergian kita."
"Terima kasih."
"Jangan ucapkan itu. Aku melakukannya karena memang aku ingin."
"Maksudmu?" Violet menatap Kay dengan tatapan yang begitu penuh dengan pertanyaan dan harapan.
"Maksudku aku ingin memastikan keselamatanmu hingga sampai dirumahmu." Kay mengalihkan pandangannya.
"Sekarang minum teh itu dan beristirahatlah."
"Kau mau kemana?"
"Aku akan kebilik lain. Supaya kamu bisa lebih nyaman."
"Kamu menghindariku?"
__ADS_1
"Tentu saja tidak Violet. Jika aku menghindarimu maka sekarang aku tidak akan berada dihadapanmu. Heemm...?"
"Soal yang terjadi waktu itu,-" Violet tidak melanjutkan ucapannya.
"Aku minta maaf Vio atas kelancanganku. Aku berjanji tidak akan mengulanginya. Aku akan berusaha dengan semua kemampuanku untuk lebih bisa menahan diriku padamu."
Jawaban Kay seperti sembilu bagi Violet. Rasanya sakit sekali, begitu sakitnya membuat dada Violet seketika terasa sesak.
"Aku yang bersalah. Aku yang menghianatimu. Aku yang tidak pernah mau mendengarkan penjelasanmu. Aku yang... Hiiixxzz... " tangis Violet pecah.
Kay segera mendekat pada Violet.
"Sssttt... jangan menangis. Aku tidak menyalahkanmu. Sungguh... Hanya saja aku yang juga belum bisa merubah posisimu dihatiku." Kay mengelap air mata Violet.
"Takdir ini tidak pernah memihak kepadaku. Apa salahku sampai harus mengalami hal seperti ini berulang kali?" tangis Violet semakin menjadi.
"Violet, menangislah jika memang itu bisa membuatmu menjadi lebih baik."
Violet memeluk erat Kay sedangkan Kay hanya terdiam tanpa membalas pelukan Violet. Violet benar-benar menumpahkan banyak. air matanya dalam pelukan Kay.
"Kenapa tidak membalas pelukanku?" tanya Violet penasaran.
"Violet, aku tidak ingin membuat kesalahan yang bisa membuatmu kembali marah padaku." jawab Kay jujur.
"Apa aku melakukan ini padamu termasuk selingkuh?"
"Hah? Apa maksudmu?"
"Bodoh! Apa aku memeluk pria lain selain kekasihku bisa dikatakan selingkuh?"
"Aku tidak tau Vi. Karena aku tidak pernah menghianati kamu sedikitpu dari hatiku sampai saat ini."
"Dan akulah yang menghianatimu. Akulah penghianat yang sebenarnya. Maafkan aku." Violet segera melepaskan pelukannya.
Violet merasa hina sekali dengan ucapan Kay meskipun ucapan Kay bukan untuk menyindir apalagi menghinanya.
"Vi kamu tidak seperti itu. Aku percaya kamu bukanlah wanita seperti itu."
"Bagaimana aku bukan penghianatnya? Aku mencintaimu tapi aku menerima pria lain sebagai kekasihku, lalu aku tetap mencintaimu dan ingin selalu didekatmu padahal aku adalah kekasih pria lain?"
Kay terdiam. Kehilangan kata-kata untuk membantah atau menengangkan Violet.
"Pergilah. Aku ingin sendiri." ucap Violet lemah.
"Tapi Vi,"
"Ku mohon."
__ADS_1
"Baiklah. Panggillah aku jika kamu membutuhkanku. Jika beberapa jam kedepan kamu tidak memanggilmu maka aku yang akan kemari. Tenangkan dirimu, kamu adalah yang terbaik Vi... Jangan salahkan ataupun merasa rendah terhadap dirimu." Kay kemudian pergi meninggalkan Violet yang masih terduduk.