
Tubuh Lisa terjatuh, kakinya terasa begitu lemas sehingga tidak kuat menopang tubuh mungilnya setelah Suzu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban ketidak tauannya dimana keberadaan Violet sekarang.
Suzu membantu Lisa dengan memegangi tubuhnya. Kemudian memapahnya untuk duduk dikursi yang tidak jauh dari mereka berdua.
"Kak Lisa maafkan aku. Aku belum mengetahui dimana adikmu sekarang. Tapi aku berjanji untuk menemukannya."
"Cepat cari dia Suzu bagaimanapun caranya." Lisa yang sudah berderai air mata, panik dan binggung memikirkan keberadaan adiknya.
"Ayo kita cari bersama." Lanjutnya kemudian.
"Iya kak, kakak ikut aku. Tapi aku mohon kakak yang tenang supaya aku bisa berkonsentrasi nanti."
"Baiklah ayo cepat." Lisa memaksakan dirinya untuk kuat demi menemukan keberadaan Violet.
_ * * * _
"Dimana ranselku? Aku ingin menghubungi kakakku. Dengan begitu dia tidak akan khawatir padaku." tanya Violet sambil menggunyah buah yang disuapkan oleh Chandra.
"Tidak perlu. Nanti aku akan menemui kakakmu dan mengatakan jika kamu bersamaku. Jika perlu aku akan mengajaknya kesini. Kamu tenang saja, aku akan melayanimu selama masa pemulihan ini. Apapun yang kamu minta akan kulakukan."
"Terima kasih. Kamu begitu baik padaku, padahal dulu aku sering memakimu."
"Tidak masalah. Justru aku sekarang merindukan makianmu dulu." goda Chandra.
"Kau,-! Dasar!" Violet tidak melanjutkan ucapannya, hanya membolakan matanya sebagai isyarat kekesalan hatinya.
"Jangan marah dulu. Kamu boleh marah dan memakiku lagi tapi setelah sehat dan punya cukup energi. Bagaimana? Setuju?"
"Kami benar-benar menyebalkan. Aku tidak mau makan lagi." Violet merajuk, memalingkan pandangannya dari Chandra.
__ADS_1
"Iya maaf. Baiklah jika kamu ingin marah dan menakiku sekarang tidak apa-apa tapi sedikit-sedikit saja supaya kamu tidak boros menggunakan energimu." Chandra masih iseng menggoda Violet.
"Kamu ! Pergi sana ! Bikin jengkel aja." Violet memajukan bibirnya dengan menggembungkan pipinya. Menjadikan wajahnya terlihat manja dan kekanakan.
"Hahahaaa..." Chandra tidak bisa menahan tawanya karena gemas dengan ekspresi wajah Violet.
"Baiklah aku akan pergi untuk menemui kakakmu dulu. Kamu baik-baiklah disini. Jika kamu butuh apa-apa panggillan Tika, dia adalah ART ku dan sudah ku minta dia untuk 24 jam standby selama kamu disini. Okee?"
Violet melupakan kekesalannya, wajahnya berubah menjadi penuh kebahagiaan mendengar ucapan Chandra yang akan mencari kakaknya.
"Baiklah, Hati-hati dan cepat kembali membawa kakakku." pesan Violet.
"Hemm..." Chandra menganggukkan kepalanya kemudian melangkah pergi.
_***_
Ini adalah hari ke empat kaisar mengurung dirinya didalam kamar. Kaisar enggan keluar, karena hanya dikamar ini dia masih bisa mencium sisa-sisa aroma tubuh Violet.
Sudah tiga hari dirinya enggan untuk makan. Setiap makan justru perutnya terasa mual dan memuntahkan kembali makanannya. Wajah Kaisar tampak pucat karena kurang makan dan tidak tidur.
"Violet, marahlah padaku, makilah aku seperti dulu tapi jangan tinggalkan aku seperti ini." air matanya mengalir.
"Lihat Violet, aku menangis. Kamu! Kamu adalah satu-satunya wanita yang bisa membuatku menangis setelah ibuku. Lihat Violet aku begitu rapuh kehilanganmu! Dihadapan bangsa manusia Bumi dan rakyatku aku adalah seorang yang kuat, dan berkuasa. Tapi dihadapanmu saja aku menjadi lemah." Kaisar terus meratapi penyesalannya.
Kaisar bangkit dari duduknya ditepi ranjang. Lalu berjalan ke meja rias dengan cermin diatasnya, dimana Violet biasa bercermin disitu setelah mandi.
"Salam yang mulia. Pangeran Mark datang ingin bertemu." suara penjaga melaporkan kedatangan Mark.
"Cepat suruh dia masuk!" titahnya.
__ADS_1
Mark masuk kedalam ruangan itu. Mark menyaksikan bagaimana keadaan Kaisar yang kacau dengan wajah pucatnya.
"Mark, dia pergi meninggalkanku. Cari dia, atau kamu yang menyembunyikannya lagi?" Kaisar bergegas mendekati Mark dan segera mencecarnya.
"Saya sudah tau kemana dia pergi. Tapi belum menemukannya. Dia menghilang."
"Benarkah? Katakan Mark! Katakan dimana dia?" tanya Kaisar dengan tidak sabar.
"Seperti kedatangannya dulu. Dia datang dengan menyelinap dan pergi dengan menyelinap."
"Menyelinap? Apa maksudmu?"
"Dia kembali ke Bumi dengan menyelinap dikapal induk yang membawa hewan serta tumbuhan 5 hari lalu. Dia berhasil menyelinap dengan menggunakan akses milik Virgia." terang Mark.
Mendengar penuturan Mark, Kaisar hanya bisa terdiam sulit percaya bagaimana Violet bisa menerobos akses keamanan yang begitu ketat.
"Jadi dia sudah sampai di Bumi?"
"Benar. Tapi setelah turun dari kapal yang mengangkutnya, jejaknya hilang. Sampai kabar terakhir yang ku dapat beberapa jam lalu, dia belum kembali kerumahnya."
"Lalu dimana dia?"
"Entahlah. Akan lebih sulit jika kita disini sedang yang kita cari ada disana. Jika diijinkan maka aku akan kembali lagi ke Bumi dan ikut serta dengan Mike dan Suzu mencarimya."
"Aku akan ikut denganmu."
"Kau harus menyelesaikan dulu semua masalahmu disini. Ada alasan kenapa Violet pergi. Jadi selesaikan dulu apa yang membuat Violet pergi."
"Akan ku atur segera."
__ADS_1
"Selain itu pastikan kepergianmu akan aman. Kau harus melalui pemeriksaan kesehatanmu."
"Aku akan mempersiapkannya dari sekarang. Kamu pergilah dengan pesawatku dan cari dia sampai ketemu. Aku akan segera menyusulmu." ucap Kaisar.