Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Mencari Makna Cinta 9


__ADS_3

Mereka mengurai pelukannya setelah masing-masig merasa puas menumpahkan rasa sakit dihati mereka.


"Violet kamu tau apa ini?" Kay menunjukkan kotak berwarna biru yang berada diatas karpet mahalnya.


Violet menganggukkan kepalanya,


"Perhiasan dari ibumu."


"Vi, kamu meninggalkan ini dikamar saat kamu pergi."


"Aku tidak bisa menerimanya Kay."


"Ini milikmu Vi. Jika aku sudah memberikan sesuatu pada seseorang pantang bagiku untuk dikembalikan. Sebagaimana jika aku menerima dari seseorang pantang ku kembalikan. Jadi ambillah. Anggap saja ini kenang-kenangan dariku. Jika suatu saat kamu mengingatku ada ini yang menemanimu." Kay membuka kotak tersebut dan memakaikannya pada Violet.


"Maaf Vi, aku telah mengacaukan hidupmu. Selama aku hadir didalam hidupmu, hanya kenangan buruk yang ku buat. Aku ingin setidaknya ini satu-satunya kenangan baik yang kutinggalkan." ucap Kay dengan suara bergetar.


"Kay, aku mencintaimu." Violet langsung menyerang Kay dengan mencium bibir Kay dengan rakus. Kay memilih diam membiarkan Violet melepaskan perasaan yang sejak tadi ia tahan. Sesekali Kay mengimbangi posisi Violet.


Violet melepaskan ciumannya dengan nafas terenggah-enggah.


Kay menakup kedua pipi Violet dan memandangi wajah Violet.


"Violet, jika kamu benar mencintaiku ijinkan aku tetap tinggal disisimu."


Violet menggelengkan kepalanya.


"Kamu keras kepala Vi!"


"Aku tidak ingin kecewa lagi Kay!"


"Tidak semua yang kita inginkan akan kita dapatkan dengan mudah Vi."


"Aku tidak ingin menyakiti diriku sendiri dan orang lain."


"Tapi kamu sekarang sedang melakukannya Violet!"


Tiba-tiba tubuh Violet kembali mengiggil dan bibirnya memucat.


"Kay dingin sekali." ucap Violet sambil merapatkan kedua tangannya.


Seketika Kay menjadi panik dan memeluk Violet.


"Violet, maafkan aku. Ayo kita masuk. Disini anginnya terlalu kencang." Kay menggendong Violet menuju kantor tempat istirahatnya.


Kay membaringkan Violet di ranjang yang sama saat pertemuan keduanya dengan Violet kamudian memeluknya dengan erat hingga mereka berdua sama-sama tertidur.


Kay terbangun dan melihat wajah Violet sudah kembali normal. Kemudian melihat jam tangannya sudah menunjukkan jam 11:00 PM. Kay merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya untuk menelfon Mark.


"Dimana Mark?"


.....

__ADS_1


"Ajak Lisa serta, aku dan Violet dikantor."


.....


"Dia baik-baik saja. Mungkin dia lelah jadi ketiduran. Cepat kemari!" Kay langsung mematikan sambungan telfonnya dengan Mark.


Kay kembali menfokuskan matanya pada Violet.


"Maafkan aku Vi. Lagi-lagi aku menyakitimu. Mungkin memang benar ucapanmu jika bersamaku itu hanya akan membuatmu sakit dan menderita. Aku akan pergi dari hidupmu Violet, tapi berjanjilah jika kamu akan bahagia." Kay mengecup Kening Violet sangat lama kemudian kembali memandangi wajah Violet yang tertidur pulas. Kay ingin melihat Violet sepuas-puasnya saat ini.


Satu jam kemudian Mark dan Lisa sudah sampai ditempat Kay dan Violet berada.


"Apa dia sakit?" tanya Lisa khawatir melihat Violet tertidur begitu pulas.


"Tidak. Dia hanya pulas tertidur. Jangan khawatir."


"Syukurlah." Lisa menghela nafas lega.


"Lisa, Violet memintaku untuk pergi dari hidupnya. Aku akan pergi untuk kebahagiaan dan ketenangan hidupnya. Jika nanti dia bangun katakan padanya aku sudah pergi untuk menepati janjiku. Lisa, aku sangat mencintainya tapi jika aku terus memaksanya untuk bersamaku itu hanya akan menyakitinya maka aku akan melepaskannya agar terbebas dan meraih kebahagiaannya sendiri." Lisa hanya terdiam mendengarkan penjelasan Kay.


Kay kemudian mengalihkan pandangannya pada Mark,


"Siapkan keberangkatanku secepatnya!"


Mark menganggukkan kepalanya.


"Mark dan kamu, Lisa. Tetap tinggallah disini jaga dia. Aku akan pergi dengan Mike."


Selesai dengan ucapannya Kay langsung pergi tanpa kembali menoleh kebelakang. Kay tau jika dirinya kembali menoleh pada Violet maka dirinya semakin tidak akan mampu meninggalkannya.


Violet mengeliat sebelum benar-benar membuka matanya. Violet menatap langit-langit kamar yang dia kenali bukanlah kamarnya. Tangannya meraba tangan yang melingkar diatas perutnya dan mengira itu adalah tangan Kay. Violet terkejut dan segera mendorong tubuh yang sedang terlelap disampingnya.


Brruuuggghh...


"Awwwww... sakit!" suara Lisa memekik kesakitan.


Violet terkejut ternyata yang tertidur tertutup selimut itu adalah kakaknya, Lisa.


"Kak Lisa? Ngapain disitu?" tanya Violet binggung.


"Kan kamu dorong sampai jatuh! Segala nanya!" gerutu Lisa sembari bangkit dari lantai.


"Maksudku kenapa kakak bisa tidur disebelahku?"


"Ya mau tidur dimana lagi? Sofa itu dipakai Mark!" Lisa mengarahkan dagunya pada Mark yang tengah terlelap tidur disofa.


"Maksudku bagaimana kalian bisa berada disini?"


"Oh itu? Karena Kay yang meminta kami datang!" jawab Lisa dengan wajah kesal kembali keatas ranjang.


"Lalu dimana dia sekarang?" tanya Violet mulai panik.

__ADS_1


"Sudah pergi dari sejak kami datang."


"Pergi kemana?"


"Pulang."


Violet kecewa mendapat jawaban dari Lisa.


"Kenapa dia pulang tanpa membangunkanku untuk berpamitan? Dasar musang!" maki Violet dengan kesal.


"Semalam kamu tertidur sangat lelap, dia tidak tega membangunkanmu." terang Lisa.


Violet menghela nafas,


"Vi dia bilang dia akan menepati janjinya padamu untuk pergi." bisik Lisa lembut.


"Tapi kenapa harus dengan cara seperti ini? Kenapa dia tidak membangunkanku?" mata Violet mulai basah lagi, dan suara Violet yang cukup keras membuat Mark terbangun.


Lisa merapatkan tubuhnya dengan Violet, lalu merain kepala Violet dan menyandarkan dibahunya.


"Jika dia membangunkanmu maka dia akan lebih sulit melakukannya Vi. Kamu yang memintanya untuk pergi bukan? Jadi jangan menangisi keputusanmu."


"Kak ayo antar aku menemuinya. Dia belum mengatakan perpisahan denganku!"


"Sssttt... Vi, dia sudah melakukannya semalam denganmu. Sudah, tenangkan dirimu. Kamu harus siap menerima semua ini, karena ini semua kehendakmu Violet.


Tangis Violet meledak seketika.


Setelah peninggalan Kay, Violet menangis selama berhari-hari. Tapi ada Chamdra yang selalu berada disampingnya.


_* * * _


Lima bulan kemudian.


Setelah melalui proses persiapan yang panjang maka datanglah hari pernikahan Lisa dan Mark akan digelar dua hari lagi. Violet tidak mau tinggal diam, dirinya ikut serta mempersiapkan pernikahan kakak tercintanya. Orang tua Lisa juga pulang dari Belanda, dan orang tua Mark ikut hadir dalam acara pernikahan putra satu-satunya mereka yang akan digelar di Bumi sebelum nanti juga akan digelar di Neptunus.


"Bun, ayah kemana kok dari tadi ngumpet terus?" tanya Violet sambil membawa satu cup es krim.


"Ayah lagi ngobrol sama pacarmu tuh." jawab Bunda sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Violet.


"Bun, kami belum pacaran."


"Kenapa belum? Bunda lihat dia tampan, penyanyi terkenal, baik, sopan, kalem, dan dewasa. Cocok sama anak Bunda yang cantik ini." Bunda mencubit pipi kiri Violet dengan gemas.


"Violet,-" Violet tidak melanjutkan ucapannya, teringat pada Kay.


"Kenapa sayang? Kamu takut?" tanya Bunda dengan penuh kasih sayang.


"Bukan begitu Bunda. Violet dengan Chandra lebih nyaman sebagai teman."


"Tapi sepertinya dia tidak begitu."

__ADS_1


"Violet sedang berusaha membuka hati Violet untuk dia Bunda."


"Bagus. Cepat susul kakakmu untuk menjadi pengantin." Lagi-lagi Bunda menggoda Violet.


__ADS_2