Jodoh Kaisar Neptunus

Jodoh Kaisar Neptunus
Mencari Makna Cinta 4


__ADS_3

Sementara itu diruang rawat Violet masih dalam dekapan Kay.


"Terima kasih sudah menjaganya selama tidak ada aku." Ucap Kay tulus begitu melihat Chandra hanya menatap lurus keluar jendela. Kay bisa melihat bagaimana mimik kecewa dan cemburu dari wajahnya.


Chandra enggan menjawab, meskipun telinganya cukup baik mendengar ucapan tulus dari Kay.


"Bagaimanapun aku ingin tetap memperjuangkan dia. Jika kamu memiliki keinginan yang sama, sebaiknya kita melakukannya dengan sportif. Biar dia yang nanti akan menentukan pilihannya. Siapapun yang akan dia pilih nanti kita harus rela dan menghormati keputusannya. Bagaimana?"


"Cih! Katamu sportif? Tidak taukah saat ini yang kamu lakukan benar-benar menunjukkan sikapmu yang tidak sportif." cibir Chandra sesaat setelah melirik mereka.


"Aku memeluknya untuk menghangatkan dia!"


"Dari tadi kamu terus memeluknya. Bagaimana jika sekarang giliran aku yang memeluknya?"


"Jangan!!!"


"Terbuktikan? Sportif itu hanya basa basi bibirmu saja!"


"Tubuhmu tidak cukup hangat untuknya!"


"Bagaimana kamu tau jika belum ku coba?"


"Dia tidak akan mau kau peluk. Bukankah dia selalu menyebut namaku? Itu berarti dia menginginkan akulah yang mendekapnya." jawab Kay dengan keegoisannya.


"Cih! Gila Rasa kamu! Itu karena Violet tidak sadar saja. Jika sadar aku yakin dia kan kembali mengusirmu seperti kemarin!"


"BERISIK!!!" suara Violet berteriak lantang.


"Vi, kau sudah sadar?" Chandra berjalan mendekati bangsal.


Violet yang merasa terganggu dengan suara mereka perlahan membuka matanya, melihat Chandra dengan ekspresi wajahnya yang menegang, setelah itu baru pandangannya beralih pada Kay yang masih setia mendekapnya.


"K-Kau! Apa yang kamu lakukan. Lepaskan dan turun dari ranjangku!" Violet dengan kasar melepaskan pelukan Kay, kemudian mendorongnya sampai jatuh.


Brruuugghh... Suara ubuh Kay terjatuh dan membentur lantai.


"Awww... Violet kamu kok tega mendorongku sampai jatuh?" Kay mencoba bangkit sambil meringgis.


"Itu tidak sebanding jika dibandingkan dengan sikap kurang ajarmu padaku! Mau apa kamu disini? Pergi!" usir Violet sambil menunjuk pintu.


"Mau apa? Aku kesini memelukmu karena kamu selalu mengigau memanggil namaku. Kamu sendiri yang mengeluh kedinginan dan baru diam ketika ku peluk." jelas Kay dengan tanpa merasa bersalah.


"Banyak alasan! Jangan mengada-ada. Tidak sudi aku dipeluk kamu." sungut Violet.


"Tanyakan saja padanya kalo tidak percaya! Kamu sekarang bisa memakiku karena hangat setelah kupeluk." Kay memberi kode mengarahkan dagunya pada Chandra yang terdiam menyaksikan perdebatan mereka.


Violet menoleh pada Chandra dan menganggkat kedua alisnya.


"Dia berbohong Vi! Tadi sudah kusuruh dia melepaskan pelukannya malah dia semakin memelukmu." jawab Chandra sengaja memancing supaya Kay habis dihajar Violet.


"Hey! Kau jangan suka mengadu domba! Violet, dia berbohong! Aku memelukmu karena kamu yang meminta." Kay membela diri.

__ADS_1


"Aku memintamu memelukku? Apa itu masuk akal?"


"Tapi begitulah kenyataannya Vi! Eh bodoh kamu jelaskan yang sebenarnya terjadi tadi! Jangan mengadu domba?" Kay melotot pada Chandra.


Chandra hanya tersenyum mengajek.


"Pergi kamu dari sini!" usir Violet dengan wajah memerah.


"Tapi Vi,-"


"PERGI!"


"Udah sana pergi. Udah diusir juga masih kekeh aja disini." Chandra ikut mengusir.


"Kau! Awas saja aku akan membalasmu!" Kay menunjuk wajah Chandra dengan kesal.


"Violet, kamu sudah sadar?" tiba-tiba suara Lisa menghentikan perdebatan mereka bertiga.


Lisa menghampiri Violet, memeriksa sebentar tubuh Violet yang tidak lagi pucat, dan bibirnya sudah tidak membiru lagi.


"Kamu baik-baik saja? Ada yang sakit nggak?"


"Nggak kok kak." Violet memeluk manja kakaknya.


"Ada apa tadi ribut-ribut?" Lisa memandang Kay dan Chandra bergantian.


"Gara-gara dia tuh!" Chandra memandang Kay.


"Sudah-sudah. Kalian berdua selalu ribut. Pikir sedikit soal kesehatan Violet. Apa tidak bisa menurunkan ego kalian sedikit saja? Sudah dewasa tapi masih seperti anak kecil." omel Lisa membuat Kay dan Chandra terdiam.


Mark yang melihat semua adegan itu hanya tersenyum.


"Baru kali ini ada yang berani memarahi Kaisar. Hanya Violet dan kesayanganku, Lisa." batin Mark.


_* * *_


Satu minggu kemudian.


Mark sudah berdamai dengan Lisa, namun Violet dengan Kay masih ada belum terlihat akan ada tanda-tanda perdamaian diantara mereka. Begitupun dengan Chandra dan Kay yang sama-sama masih saja menjadikan pertemuan sebagai ajang perdebatan.


Pagi hari Violet tengah asyik menikmati air dikolam renang belakang rumahnya ditemani Chandra yang duduk dikursi yang berada dipinggir kolam.


Violet berenang menepi, mendekat pada Chamdra.


"Minum?" Chandra menawarkan segelas jus pada Violet.


Violet tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Chandra mengambil jus jambu yang ada dimeja sebelahnya kemudian membawanya pada Violet yang enggan keluar dari kolam.


"Vi, kulihat sekarang kamu semakin membaik."

__ADS_1


"Benar. Terima kasih selalu ada untukku." Violet tersenyum pada Chandra.


"Vi, jika kamu tidak keberatan aku ingin bertanya sebenarnya kamu kemarin sakit apa? Kenapa dokter tidak bisa mendiagnosa penyakitmu?"


Air muka Violet mendadak berubah,


"Aku tidak ingin mengingatnya lagi."


"Emm baiklah. Maafkan aku ya sudah membuatmu kehilangan mood."


"Tidak masalah. Lain kali tolong jangan mengungkitnya."


"Aku berjanji." Chandra mengangkat jari, telunjuk dan jari tengahnya.


Dari kolam renang Violet melihat bayangan Kay dan Mark masuk kedalam rumahnya. Mark disambut oleh Lisa dengan pelukan.


Violet seketika menarik tengkuk Chandra dan menariknya hingga tercebur kedalam kolam renang.


Chandra dan Violet kemudia bercanda dan tertawa bersama dengan saling menyipratkan air ke wajah lawannya.


KAISAR KAY POV


Pagi ini aku merasa rindu sekali dengan pujaan hatiku, Violet. Kubersihkan tubuhku dengan guyuran air dari shower. Lalu kupilih baju yang terbaik untuk menemuinya. Ada harapan bersar didalam hatiku jika Violet sudah memaafkanku, dan hari ini aku akan menjelaskan semua kesalah pahaman yang terjadi antara Aku, Violet, dan Putri Xie.


"Mark, kita kerumah Violet." ajakku dengan semangat.


"Tidak kekantor?"


"Tidak! Aku tidak kekantor selama setahun tidak akan membuatku bangkrut. Tapi jika aku tidak bertemu dia aku akan rugi besar selama hidupku."


Kulirik ada senyum dari bibir Mark.


"Mark, kabari kekasihmu itu supaya kamu tidak menjadi obat nyamuk jika aku berdua dengan Violet."


Mark kembali tersenyum kemudian menelfon kekasihnya, Lisa.


Dua hari lalu Mark menceritakan mengenai hubungan mereka berdua. Dan aku merestuinya karena Mark berkata akan serius dengan hubungannya. Bahkan Lisa meminta pernikahan untuk disegerakan. Tentu saja Mark harus mengatakannya padaku, karena Mark akan mengajak Lisa untuk menemui orang tuanya di Neptunus. Dan tanpa ijinku tidak akan ada manusia yang bisa masuk kedalam wilayah kekuasaanku.


Lisa menyambut kami dengan senyum ramah. Wanita baik dan bijaksana, tidak salah Mark memilihnya.


"Sayang." Lisa berlari menghampiri kami. Kemudian tanpa malu dia memeluk Mark tepat dihadapanku.


"Dimana Violet?" tanyaku menyela aktifitas mereka melepaskan rindu.


"Di kolam renang dengan Chandra." jawab Lisa melempar senyumnya padaku.


"Dia lagi. Aku akan kesana."


Kemudian ku langkahkan kakiku menuju kolam renang yang berada dibelakang rumah mereka.


Untuk sesaat aku menepis kekhawatiranku tentang Violet berdua dengan seorang laki-laki yang memiliki hasrat besar untuk memilikinya.

__ADS_1


Namun kenyataannya tidak seperti yang kuharapkan. Kulihat bagaimana mereka berada didalam air bersama. Sangat jelas bagaimana tawa bahagia dari wajah Violet saat bersamanya.


__ADS_2