
"Kenapa kau suruh dia pergi?" tanya Violet kesal.
"Aku yang akan mengantarkanmu."
"Tidak perlu. Aku akan mencari taksi lagi." ucap Violet sambil berlalu berjalan meninggalkannya. Baru tiga langkah kaki Violet tangannya ditarik, membuat Violet kembali mundur dan menabrak tubuhnya.
"Jangan membantahku. Tanganmu sangat dingin. Aku khawatir kamu sakit. Aku yang akan mengantarmu, dan jangan membantah. Aku tidak suka kamu bantah disaat seperti ini." ucapnya sambil memandang tajam mata Violet.
"Tapi aku bisa sendiri." Violet masih berusaha meyakinkannya meskipun tubuhnya terasa begitu lemah.
"Jika kamu bersikeras aku akan menggendongmu masuk kedalam mobilku." ancamnya serius.
"Aah.. tidak perlu. Baiklah aku ikut." Violet beringsut melepaskan dirinya dari dekapan orang itu.
"Ayo!" ajaknya sambil berjalan menggandeng tangan Violet menuju mobilnya.
Dia bukakan pintu mobil bagian depannya untuk Violet kemudian berjalan berputar dan duduk dikursi kemudi.
Dia menoleh, memandang Violet yang tampak lelah dan pucat. Kemudian ia mendekatkan badannya kedepan Violet membuat wajah mereka sangat dekat. Tubuh Violet menegang saat mereka berdekatan seperti itu, bahkan Violet menahan nafasnya.
"Bernafaslah! Aku hanya ingin memasang ini." ucapnya sambil memegang safetybelt dan memasangkannya.
Dia kembali ketempat duduknya dan Violet bisa kembali bernafas.
Selama perjalanan Violet hanya diam. Tubuhnya terasa sakit dan lelah, membuatnya enggan berbicara dan memilih diam.
"Perjalanan masih cukup lama karena macet. Kamu tidurlah dulu." perintahnya yang langsung diiyakan oleh Violet dengan menganggukkan kepalanya.
Setelah berkutat dengan kemacetan mobil
itu berhenti disebuah appartemen elit.
Dia merebahkan tubuh Violet yang sedang tertidur itu diranjang king size miliknya.
Dipandanginya wajah Violet yang pucat.
"Tolong datang keappartemenku dan bawa obat demam atau semacamnya." pintanya pada seseorang melalui panggilan telfonnya.
__ADS_1
.....
"Bukan aku. Nanti akan tau sendiri. Usahakan datang dengan cepat. Bawa infus juga, sepertinya dia dehidrasi atau entah apa aku tidak tau. Yang pasti sangat mengkhawatirkan."
....
"Baiklah. Terima kasih. Kutunggu."
Dia menutup telfonnya dan pergi untuk mandi, meninggalkan Violet yang tidur terlelap.
Seorang wanita cantik masuk kedalam kamar dimana Violet tengah berbaring.
Wanita itu memeriksa Violet dengan seksama.
"Bagaimana keadaannya?"
"Dia sangat lemah. Sebaiknya dibawa kerumah sakit supaya mendapatkan perawatan lebih intensif."
"Apa tidak bisa dirawat disini saja? Aku akan menjaganya. Jika perlu kirimkan satu perawatmu untuk menjaganya disini."
"Itu solusi bijaksana."
"Kemari aku akan menunjukkan caranya!"
Wanita itu memasang selang Infus ditangan Violet. Begitu lelah dan nyenyaknya tidur Violet bahkan ia tidak bangun saat tangannya dimasukkan jarum infus.
"Terima kasih."
"Aku akan kembali besok. Rawat dia dengan baik."
"Pasti." jawabnya kemudian menutup pintu appartemennya.
_ * * * _
Virgia kembali mendatangi kantor pusat keamanan.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Gia dengan cepat.
__ADS_1
"Dokter Virgia benar sudah terverivikasi jika kartu akses anda sedang digunakan perjalanan menuju Bumi. Jadi kemungkinan besar ada orang lain menggunakan kartu akses milik anda."
"Saat ini sudah berapa jauh perjalanannnya?"
"Sudah sampai di Bumi, kapal sudah berlabuh kemarin siang. Dan kapal sudah meninggalkan pelabuhan."
Seketika wajah Virgia pucat pasi.
"Ada apa ini?" tanya Mark menggagetkan Gia.
"Pangeran Mark, kapan kau kembali?"
"Aku baru saja sampai. Ada apa? Kenapa wajahmu tegang seperti itu"
"Pangeran Mark tolong ikut denganku." pinta Virgia kemudian berjalan diikuti Mark dibelakangnya.
Mereka sampai diruangan Virgia.
Virgia berbicara selayaknya teman saat berdua.
"Mark, kamu pergi terlalu lama. Banyak hal terjadi disini. Sekarang semua menjadi kacau."
"Kacau bagaimana?" tanya Mark binggung.
"Dengarkan aku, aku akan menceritakan garis besarnya saja.
Tetua Xierus menjodohkan Kaisar dengan Putri Xie dan untuk menghormatinya Kaisar menerima perjodohan itu dengan syarat akan menguji kelayakan Putri Xie untuk menjadi permaisuri. Violet pada akhirnya mengetahui perjodohan itu. Dan dia mempertaruhkan nyawanya untuk mengambil seluruh pusat energi dingin ditubuh Kaisar. Violet berhasil tapi dirinya berubah menjadi pucat dan beku. tubuh dan rambutnya memutih, manik matanya berubah kebiruan. Setelah itu dia membohongi Ling jika ingin bermeditasi dan tidak ingin diganggu selama satu hari penuh. Ternyata selama satu hari penuh itu dia mempersiapkan dirinya untuk melarikan diri.
Kami disini mengerahkan semua orang untuk mencarinya, saat ini adalah hari keempat dia melarikan diri. Kemarin aku kehilangan kartu aksesku, setelah dilacak ternyata kartu aksesku digunakan untuk perjalanan ke Bumi. Aku khawatir jika yang menggunakan kartu aksesku adalah Violet." Gia menceritakannya dengan isakan tangis tapi masih bisa diterima jelas olah Mark.
"Apakah Kaisar sudah tau masalah ini?"
"Belum. Kaisar saat ini tidak ingin ditemui siapapun kecuali orang yang membawa berita keberadaan Violet. Bahkan sebenarnya kemarin adalah hari terakhir ujian Putri Xie tapi diundur dan akan dilaksanakan bersamaan dengan keputusan Kaisar mengenai kelayakannya sebagai permaisuri."
"Aku akan menghubungi kapal Induk agar menyampaikan pesan pada Lisa, Mike dan Suzu untuk memastikan apakah Violet sudah kembali kerumahnya atau belum."
Virgia menganggukkan kepalanya, hatinya sedikit lebih tenang dengan adanya Mark.
__ADS_1