Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Perpisahan Dan Pertemuan


__ADS_3

***


Hari berganti hari bulan berganti dengan bulan, tidak terasa tepat pada hari ini adalah hari terakhir Khalifah bertugas sebagai dokter militer di desa perbatasan.


Khalifah harus kembali bertugas sebagai dokter militer di kesehatan daerah militer ( KESDAM ) yang ada di kota B di daerah kelahiran sang bunda.


Jika ada pertemuan maka ada pula perpisahan begitu pula yang di rasakan oleh warga desa dan para prajurit yang menjalankan tugas nya di desa perbatasan ini. banyak warga desa yang merasa sedih saat para prajurit akan kembali kota nya masing - masing bahkan tidak sedikit pula warga yang menangis.


Keberadaan para prajurit di desa tersebut tentu banyak berpengaruh bagi warga desa. karna selama satu tahun berada di desa tersebut banyak sarana dan prasaran desa yang di bangun berdasarkan gagasan dan ide dari para prajurit secara bergotong royong,


Keberadaan base camp kesehatan juga menjadi peran aktif dalam membantu warga desa. karna base camp kesehatan di dirikan tidak hanya melayani para prajurit nya saja sebagai pasien. akan tetapi base camp juga melayani warga desa yang membutuhkan secara suka rela tanpa di pungut biaya.


" Selamat jalan bu dokter, semoga Allah selalu berikan kesehatan untuk bu dokter dan rekan - rekan bu dokter lainnya. dan tak lupa kami juga berterima kasih atas segala bantuan yang kami terima, selama dokter dan rekan - rekan dokter bertugas di desa kami, semoga di lain waktu dan kesempatan kita bisa bertemu lagi. " ujar ibu kades yang mewakili para warga dengan memeluk erat tubuh dokter Khalifah saat di adakan nya acara perpisahan dengan warga desa.


" Insya Allah bu, atas izin dari Allah kita bisa bertemu kembali di lain waktu. saya mewakili rekan - rekan yang lain ingin berterima kasih yang sebanyak - banyak nya, karna kami sudah di terima di desa ini dengan baik dan dengan tangan yang terbuka. serta tak lupa pula kami memohon maaf yang sebesar - besar nya, apabila selama kami bertugas di sini ada kata - kata dan perilaku kami yang kurang berkenan di hati para warga. maka kami dengan segala kerendahan hati, memohon maaf yang sebesar - besar nya pada seluruh warga tanpa terkecuali ." ujar Khalifah sambil membalas pelukan ibu kepala desa.


Saat akan berpisah hanya kata - kata terima kasih dan saling meminta maaf lah yang terucap agar noda hitam di hati akan hilang dan luntur saat seseorang meminta maaf dan dengan balasan memaafkan. karna sejati nya manusia adalah tempat nya salah dan dosa jadi jangan pernah malu dan gengsi meminta maaf selama masih merasa menjadi manusia.


Banyak pula warga yang memberikan bingkisan sebagai kenang - kenangan dan ada pula yang memberikan hasil kebun dan hasil pertanian warga.


Tiba keberangkatan Khalifah dan rekan - rekan, tidak lupa mendoa kan para warga desa. jika saat ini Khalifah akan berpisah dengan warga desa yang hampir satu tahun ini bersama nya maka Khalifah juga akan kembali bertemu dengan keluarga yang telah menanti nya selama hampir satu tahu pula.

__ADS_1


ya Allah berkahilah hidup saudara dan


saudari hamba yang seiman yaitu para warga


desa serta berikan lah kepada mereka kesehatan dan keselamatan dunia akhirat.


Setelah menempuh waktu beberapa jam perjalanan, tiba lah Khalifah di depan rumah bak istana. ya istana dari keluarga Al - fariz pengusaha sukses batu bara. " Assalamu alaikum ... bunda, ayah anak gadis pulang ." suara teriakan dari Khalifah ketika memasuki ruang tamu bahkan suara Khalifah sampai memenuhi seluruh ruangan.


" wa' alaikumus sallam ... " jawab seluruh penghuni rumah yang kebetulan saat itu sedang berkumpul di ruang keluarga. ada ayah, bunda, serta ketiga saudara beserta para ipar dan tak lupa pula para keponakan yang ikut hadir menanti kepulangan aunty mereka.


" Pede banget anda mengaku anak gadis, yang ada anak gadis kadaluarsa itu baru benar. " ujar abang rizky mencibir sang adik, abang rizky adalah saudara ke tiga Khalifah.


" yey ... sirik aja, lagian suka - suka eneng lah." tak kalah senis Khalifah menyela sang abang. sambil menyalami satu persatu penghuni rumah kecuali kakak ipar laki -laki nya, Khalifah memilih menangkupkan tangan nya di dada.


Sedangkan yang lain hanya bisa menggeleng kan kepala dan tersenyum melihat tingkah kedua bersaudara yang tidak sadar dengan umur. begitulah seorang Khalifah sifat nya yang kekanak - kanakan serta manja hanya di perlihatkan nya apa bila berkumpul dengan keluarga. sungguh berbeda apa bila Khalifah sudah keluar dari kediaman Al - fariz.


" abang duluan tuch bun, udah hampir satu tahun juga engga ketemu apa engga kangen ama adenya yang imut ini ?. " ujar Khalifah sambil mengedip - ngedipkan kedua mata nya bertingkah sok imut pada sang abang.


" huek " sang abang pun bertingkah ingin muntah ketika melihat kelakuan absurd sang adik.


" bang ... ingat istri abang lagi hamil, mau tuch muka nya kaya si eneng ?." ujar si teteh fatimah menimpali obrolan ke duanya. teteh fatimah adalah saudari ke dua Khalifah.

__ADS_1


" Iihh, amit - amit teh jangan sampe dech. lagian ini kan anak nya abang sama ais masa iya malah mirip si eneng. " ujar si abang sambik menepuk - nepuk pelan jidat nya.


" kenapa A'a kalo anak kita mirip sama eneng ? ais justru malah kepengen anak kita nanti mirip sama aunty nya. kan, wajah eneng baby face imut - imut gitu. " ujar aisya istri si abang yang sekarang sedang hamil 6 bulan.


mendapatkan dukungan dari para sang teteh Khalifah mengeluarkan senyuman ejekan sambil berkata dengan percaya diri pada sang abang. " tuch dengerkan, apa eneng bilang, kalo eneng itu memang imut. "


" Astagfirullah ais, nyebuttt .. masa iya anak kita harus mirip eneng sich. ais lupa yaa kalo anak kita kan cowok ? kalo mirip eneng entar melehoy donk , amit - amit cabang bayi. " ujar si abang sambil mengusap perut buncit sang istri.


" Ya Allah ... A'a bukan gitu maksud ais .. ! maksud ais kan wajah nya, buka prilaku nya ... ! ujar ais kesal pada sang suami.


"kok jadi kesal sama A'a sich, kan tadi ais sendiri yang bilang pengen anak kita mirip eneng. lagian berapa umur eneng masih di bilang imut ?."


" Iiss, abang lupa ya kalo umur eneng baru 19 tahun, kenapa masih bertanya ?. " Khalifah berujar dengan nada yang kesal karna Khalifah akan sensitif apa bila sudah menyangkut umur.


" wah ... wah ... si jubaidah lagi amnesia sama umur sendiri. bun, cepetan bawa anak yang kata nya gadis imut ini ke rumah sakit. mungkin saja saat tugas kemaren, tuch pala nya ke pentok. jadi, sampai lupa sama umur. entar engga nikah - nikah kalo engga ingat sama umur sendiri yang hampir expired. " ujar abang yang semakin ingin menjahili sang adik.


" huss, abaanngg ... " ujar penghuni rumah secara bersamaan dan dengan tatapan tajam pada si abang. sedang kan yang di tatap hanya nyengir tanpa dosa dan Khalifah sendiri hanya menatap kesal.


Acara temu kangen pun berlanjut dengan obrolan santai keluarga hingga acara makan malam. akan tetapi tetap tak luput dari perdebatan si anjing dan si kucing.


Setelah jam yang menunjukan jam sembilan malam mereka pun membubarkan diri untuk segara beristirahat. karna A'a ilham, teteh fatimah, serta abang rizky sudah berkeluarga jadi mereka memilih untuk tidak tinggal di rumah utama bersama ayah dan bunda. jadi, mereka memilih pulang ke rumah masing - masing yang tidak terlalu jauh hanya sekitar 20 menit dari rumah utama.

__ADS_1


Sebenar nya anak - anak ayah Fariz memang telah memiliki hunian pribadi termasuk dengan Khalifah, hanya saja hunian pribadi Khalifah berada di luar daerah lebih tepat nya di daerah kelahiran sang bunda.


***


__ADS_2