
***
Setelah pertemuan yang mendebarkan antara ustadz Reyhan dan sang istri, kini kedua nya tengah berada di sebuah mobil yang sama. karna sesaat setelah kajian berakhir, Khalifah meminta sang suami untuk ikut pulang bersama dengan nya.
Di dalam sebuah mobil pojero sport berwarna silver, kedua nya hanya terdiam. bahkan sejak lima belas menit mobil melaju di jalanan beraspal, masih belum ada kata sapaan yang keluar dari kedua nya. jika saat ini Khalifah lebih fokus pada jalanan saat mengemudikan mobil nya, maka lain hal nya dengan ustadz Reyhan. diri nya justru lebih fokus untuk menenangkan debaran jantung nya yang saat ini berdebar tak karuan.
Entah mengapa duduk bersebelahan dengan sang istri di dalam kendaraan yang sama mampu membuat jantung nya kembali berdebar tak karuan. apa lagi saat diri nya mencuri padang pada sang istri yang saat ini tengah fokus mengemudikan kendaraan nya, mampu membuat ustadz Reyhan menjadi salah tingkah dengan kecantikan sang istri.
Sedangkan Khalifah yang sejak tadi menjadi objek pandangan sang suami, hanya mampu tersenyum simpul dalam hati. Khalifah bukan nya tak menyadari jika sejak tadi sang suami terus mencuri pandang ke arah nya. diri nya hanya ingin melihat seperti apa tingkah sang suami bila berada dekat dengan dirinya. dan ketika melihat sang suami yang menjadi salah tingkah membuat Khalifah benar - benar gemas sendiri.
" Assamualaikum ustadz .."
Kali ini Khalifah membuka suara nya, masih fokus mengemudikan mobil dengan arah pandangan yang masih di arahkan pada jalanan. setelah hampir lima belas menit keheningan menyelimuti di antara kedua nya.
" Wa'alaikumus salam ..." jawaban singkat dari ustadz Reyhan terdengar di gendang telingah Khalifah.
Mendengar jawaban salam dari sang suami membuat Khalifah menolehkan pandangan nya ke arah samping, lebih tepat nya pandangan itu di arahkan nya pada seseorang yang kini tengah duduk di samping nya saat ini.
" Allhamdulilah ... akhirnya di jawab juga salam dari eneng." ujar Khalifah dengan memberikan senyuman yang sangat manis bak gula.
' Subnahanallah ... ya Allah, bagai mana bisa senyuman nya begitu manis. neng .. jangan senyum terus, a'a engga kuat kalo eneng tersenyum manis seperti itu.'
Monolog ustad Reyhan di dalam hati, saat melihat senyuman sang istri. bahkan saat ini, ustadz Reyhan kembali menundukan kepala nya.
" Kok diam ustadz ?." kembali Khalifah berujar saat tak ada sahutan dari sang suami.
" Huh .." dengan sedikit menghela nafas nya, mencoba meredakan deberan jantung nya.
" Saya bingung mau ngomong apa, apa lagi kalo eneng senyum. saya jadi deg deg kan." ujar ustadz Reyhan mencoba mengungkapkan perasaan nya pada sang istri.
" He .. he .. masa iya eneng harus manyun di depan suami. kan senyum itu ibadah, apa lagi senyum nya sama suami sendiri. pahala nya berlipat ganda yang eneng dapat." dengan kekehan Khalifah berujar pada sang suami.
Mendengar kata suami yang keluar dari bibir Khalifah membuat ustadz Reyhan tersipu malu. entah kenapa hanya sebuah kata suami, membuat ustadz Reyhan merasa telah di akui oleh sang istri.
Ustadz Reyhan sempat khawatir jika sang istri tak ingin mengakui nya sebagai suami. apa lagi dengan notabene nya, sang istri bukan lah dari kalangan biasa seperti diri nya. ustadz Reyhan hanya tak ingin membuat sang istri malu dan kecewa, hanya karna diri nya sebagai suami.
" Ceiiittt .." Khalifah mendadak mengerem mobil nya, tepat di jalanan yang terlihat sepi.
Sebenar nya Khalifah sudah dapat membaca raut wajah dari suami nya itu, seperti ada beban dalam diri nya. dan kali ini Khalifah ingin memastikan, ada apa dengan sang suami.
Sedangkan ustadz Reyhan, melihat mobil yang tiba - tiba berhenti langsung memandang ke arah sang istri, diri nya bingung kenapa sang istri menghentikan mobil di tempat yang sepi. Khalifah pun langsung berbalik menghadapkan tubuh nya ke arah sang suami, bahkan dua mata jernih nya langsung memandang kedua bola mata sang suami.
" Jawab pertanyaan eneng ustadaz ?." dengan nada yang tegas dan dengan raut wajah yang serius.
Deg
Deg
Entah kenapa saat ini aura yang keluar dari sang istri membuat ustadz Reyhan membeku, diri nya kembali terdiam setelah mendapatkan sorot mata yang jenih dan tenang, nada bicara yang tegas namun sopan, serta raut wajah yang serius namun penuh dengan kelembutan.
__ADS_1
" Eneng siapa nya Ustadz Reyhan ?."
" Istri ."
" Kalo mobil keluaran daihatsu yang seperti ini apa nama nya ?."
" Hhhm .. engga tau neng, kan saya bukan salesman showroom mobil.
" Ais .. bukan google dech."
"Iya." dengan mengambil ponsel di saku baju koko nya.
" Xenia neng."
" Bukan, yang lebih kecil.
" Hhmm .. ayla."
" Nah itu maksud nya, terus kalo bahasa inggris nya pemandangan apa ?."
" View."
" Pinter nya suami eneng ... kalo kedua kata itu di gabungin.
" Xenia, ayla, View.
' Haduhh ... gini amat punya laki ustadz, mau gombalin aja susah banget sich. monolog Khalifah dalam hati, dengan menepuk pelan jidat nya.
" Ayla view." ujar nya sambil mengerutkan kening nya karna bingung.
" I love you too " dengan memandang ke arah wajah ustadz Reyhan dengan tersenyum manis.
Mendengar perkataan sang istri membuat ustadz Reyhan terdiam sesaat, diri nya masih belum mengarti dan binggung.
" Coba ulang yang baru saja ustadz katakan tadi." melihat keterdiaman sang suami Khalifah mengerti jika, suami nya itu masih belum mengerti.
" Ayla view ..." ujar nya, tapi kali ini ustdaz Reyhan langsung tersipu malu. saat diri nya menyadari apa yang di katakan nya.
" I LOVE YOU TOO." dengan menekan setiap kata yang keluar dari bibir nya.
Sedangkan ustadz Reyhan langsung menundukan kepala nya. diri nya sungguh di buat mati gaya oleh sang istri.
Cup
Tanpa banyak kata Khalifah memberikan kecupan pada kening sang suami.
" Jangan terlalu banyak beban fikiran, aku menikah karna aku ingin beribadah, aku tau ibadahku belum cukup untuk amalku, atas izin dari Allah beribadahlah bersamaku, dengan kau menjadi imamku, hingga yang kurang akan tercukupi karna dirimu." dengan memandang intens wajah sang suami.
Deg
__ADS_1
Deg
' Ya Allah ... tolong, tolong hamba .. jeritan hati dari dari ustadz Reyhan.
Saat ini kedua nya tengah terdiam dengan saling memandang, terpaku karna keadaan, serta meresapi setiap perkataan.
" Tok .. tok .." terdengar suara ketukan pada kaca mobil, dan membuat kedua nya tersentak.
Ketika kedua nya melihat ke arah kaca mobil, ternyata saat ini telah berdiri dua orang pria dengan setelan seragam hansip. melihat itu ustadz Reyhan langsung membuka kaca mobil di sebelah nya.
" Iya ada apa ya pak ?." ujar ustadz Reyhan dengan nada yang sopan.
" Maaf mas, kenapa mobil nya berhenti di tempat sepi ? dan apa yang sedang mas nya serta mba nya lakukan di tempat ini ?."
Dengan raut wajah curiga serta nada bicara yang tegas, lebih tepat nya mengintrogasi pasang yang saat ini tengah parkir di tempat yang sepi.
Khalifah yang mendengar perkataan dari pria itu, tanpa banyak kata langsung menyerahkan ponsel nya pada kedua nya. melihat Khalifah yang menyodorkan ponsel nya membuat kedua nya bingung.
" Lihat lah ...!" kali ini Khalifah berujar dengan nada tegas nya.
Mendengar perkataan Khalifah, kedua nya langsung mengambil ponsel yang di sodorkan dan melihat apa yang ada di layar ponsel itu. dan setelah kedua nya melihat, kedua nya pun jadi salah tingkah. karna sempat menduga yang tidak - tidak pada Khalifah dan ustadz Reyhan.
Kedua hansip itu memang sempat menduga bahwa pasangan yang berada di dalam mobil itu, adalah pasangan yang ingin berbuat mesum. akan tetapi, kecurigaan kedua nya langsung terpatahkan dengan bukti nyata. bahwa pasangan yang berada dalam mobil itu adalah pasangan sah secara hukum dan agama.
" He .. he .. apa mobil nya mogok mas ?." ujar salah satu hansip bertanya dengan cengengesan karna malu.
" Tidak pak, kita berhenti karna kelelahan saja. setelah melakukan perjalanan." kali ini ustadz Reyhan yang memberi penjelasan pada kedua nya.
" Oh .. baik lah kalo begitu mas. maaf kalo kita mengganggu istrahat mas sama mba nya. kalo begitu kami permisi, Assalamualaikum .."
" Wa'alaikumus salam .." ujar ustadz Reyhan menjawab salam dari kedua hansip yang kini telah berlalu pergi.
" Hais .. belum juga apa - apa, udah pengen di gerebek aja sama hansip." ujar Khalifah dengan menggerutu kesal.
Mendengar perkataan yang bernada kekesalan membuat ustadz Reyhan tersenyum. apa lagi saat melihat wajah cemberut sang, membuat diri nya gemas.
" Itu salah eneng, kenapa berhenti di tempat sepi kaya gini. sudah pastikan kita di kira pasangan mesum." ujar ustadz Reyhan dengan mencubit pelan pipi Khalifah karna gemas.
" Cie .. cie .. udah berani aja nyubit pipi eneng." ujar Khalifah menggoda sang suami.
" Eehh .. maaf, saya engga sengaja." ujar usyadz Reyhan dengan kiku. karna tanpa sadar tangan nya telah berani menyentuh pipi mulus sang istri.
" He .. he .. tenang, ustadz Reyhan udah eneng kasih label halal. jadi, mau ustadz apakan juga semua nya halal kok." dengan mengedipkan mata nya pada sang suami.
" Saya rasa kita jalan sekarang saja neng, lama - lama jantung saya berhenti mendadak kalo eneng gombalin terus. " dengan wajah yang memerah karna salah tingkah, setelah mendengar perkataan Khalifah yang mampu membuat fikiran nya traveling ke mana - mana.
Mendengar perkataan sang suami, akhir nya Khalifah menghidupkan kembali mobil yang du kendarai nya itu, dan dengan perlahan mengijakan kaki pada pedal gas. agar mobil yang di tumpangi kedua nya berjalan.
***
__ADS_1