Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Bab 82


__ADS_3

***


Setelah memutuskan untuk menjalankan planning B, Khalifah langsung menutup segala akses yang berhubungan dengan dirinya. bahkan Khalifah pun mengeluarkan chip yang tertanam dalam tubuh nya selama menjadi anggota Black tim agar keberadaan nya tak dapat di ketahui.


Meski beresiko dan membahayakan nyawa nya sendiri, akan tetapi dirinya harus menyelesaikan misi kali ini. karna bagi Khalifah ini merupakan misi terakhirnya sebagai anggota Black tim, karna setelah ini dirinya benar - benar akan memutuskan untuk mengundurkan diri dan lebih fokus pada keluarga nya terutama sang suami.


Selama sepekan Khalifah benar - benar fokus pada misi, bahkan dirinya tidak melakukan komunikasi dengan siapa pun termasuk sang suami. dan kini keberadaan sang dokter militer cantik itu pun tak di ketahui oleh siapa pun termasuk sang kapten dan sang atasan.


' Bos, malam ini kapal akan segera merapat di pelabuhan.' terdengar seseorang tengah menelpon.


....


' Baik bos, segera laksanakan.' ujar si pria langsung menutup ponsel yang di gunakan nya.


Sedangkan di sisi lain, saat ini Khalifah tengah mendengarkan obrolan yang di lakukan kedua nya melalui penyadap yang sempat di letakan nya pada ponsel si pria.


" Hmm .. malam ini, semoga saja si brengsek itu muncul." gumam nya.


Mudah memang jika hanya mencari bukti kejahatan mereka, akan tetapi tak mudah jika harus mencari bukti siapa otak dalang yang sebenarnya. karna selama hampir dua tahun ini Black tim memang banyak mengumpulkan bukti transaksi yang di lakukan mulai dari penyeludupan senjata, obat - obatan terlarang, hingga perdagangan manusia.


Hanya saja ketua mereka terlalu licik dan cerdas, hingga sangat sulit untuk mencari bukti tentang kejahatan yang di lakukan nya. apalagi dalam Black tim sendiri ada penghianat yang selalu memberikan informasi pada para mafia itu. hingga sang otak dalang pun selalu lolos dari setiap penangkapan.


Dan malam ini jika dirinya beruntung maka Khalifah akan mendapatkan tangkapan besar. karna menurut informasi yang di dapatkan nya, selain transaksi yang akan di lakukan di pelabuhan, para mafia kelas kakap itu juga akan mengadakan pertemuan di sebuah Villa yang terletak di area hutang di daerah perbukitan.


Malam pun menjelang, dengan persiapan yang cukup Khalifah pun bergerak untuk menjalankan misi. sebelum dirinya menuju Villa yang akan menjadi tempat pertemuan para mafia itu, Khalifah terlebih dahulu mengirimkan pesan singkat pada sang kapten tentang kegiatan transaksi yang akan di lakukan malam ini di pelabuhan.


Letak Villa yang di kelilingi hutan serta jurang membuat akses menuju Villa memang tak mudah untuk di lalui, sedangkan akses utama menuju Villa sudah dapat di pastikan jaga ketat oleh beberapa kelompok pria berpakaian serba hitam dengan tubuh yang kekar dengan senjata lengkap.


Di beberapa sudut jalanan dan hutan terdapat pula CCTV pemantau yang terpasang, tak lupa pula beberapa anjing - anjing penjaga yang siap menerkam siapa saja yang berani masuk kawasan nya. dan hal itu tentu saja membuat siapa pun yang ingin menyusup tentu akan berfikir ulang.


Tepat pukul sebelas malam Khalifah telah sampai di area hutang yang mengelilingi Villa. tidak hanya di kelilingi hutan yang lebat, bahkan untuk memasuki area hutan Khalifah harus berputar arah menuju aliran sungai dengan yang arus nya sangat deras.


Dengan berjalan pada sisi sungai yang sangat licin membuat Khalifah sangat berhati - hati, bahkan jika dirinya tidak beruntung maka dirinya lah yang justru akan terjatuh ke sungai dan terseret arus sungai dengan bebatuan yang siap menghadang tubuh nya.


Hampir dua jam lebih Khalifah harus berjalan di tepi sungai dan hutan. hingga sampailah dirinya pada salah satu tebing yang menghubungkan langsung ke arah belakang Villa. akan tetapi untuk sampai menuju Villa, Khalifah harus memanjat tebing terlebih dahulu yang di hadapan nya.


Dengan kemampuan yang di miliki nya memanjat tebing tentu hal yang mudah baginya, akan tetapi jika itu di lakukan pada siang hari. tapi kali ini, dirinya harus memanjat tebing pada malam hari, dan dengan pencahayaan yang sangat minim dan tentu saja hal ini tidaklah mudah.


Setelah memutuskan untuk beristirahat sejenak dengan mengawasi medan yang akan ditempuh nya. akhir nya Khalifah pun bersiap dengan peralatan yang telah di siapkan sebelum nya.


" Huh ... Bissmillah ." ucap nya sebelum dirinya mencoba memanjat, tak lupa Khalifah berdoa dan berpasrah diri kepada Allah apa pun yang akan terjadi pada nya nanti.


Khalifah bukanlah wanita yang mudah menyerah, pantang bagi nya menyerah sebelum mencoba. meski dengan suatu hal yang terlihat mustahil, karna bagi Khalifah selama dirinya berjalan di jalan yang benar maka tak ada suatu hal yang mustahil jika Allah telah berkendak.

__ADS_1


Dengan tenaga yang tersisa dan dengan keahlian yang di miliki nya, sedikit demi tubuhnya pun kini telah menaiki tebing.


Sett ...


" Allahu akbar .." gumam nya, saat kaki yang menopang tubuhnya kali ini terpeleset.


Kali ini dengan susah payah Khalifah mencoba bertahan pada kedua tangan yang mencekram kuat pada akar pohon. bahkan mencoba mencari pijakan kembali pada bebatuan yang dapat di raih nya.


Sungguh kali ini tenaga nya pun hampir terkuras habis, dengan tubuh yang lemah bahkan kini hampir di seluruh tubuh nya terdapat luka goresan juga lebam akibat ranting kayu dan bebatuan tebing.


" La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin, laa haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim." dari bibir nya yang lihat pucat Khalifah terus menggumamkan doa - doa memohon pertolongan pada sang maha pencipta.


" Allahu Akbar .." dengan sekali sentak, kini dirinya berhasil menggapai pucak tebing dan berusaha menaikan tubuh nya ke atas.


" Huh .. huh .. huh .. Allhamdulilah ya Allah .." dengan tarikan nafas yang kasar Khalifah mengucapkan syukur atas keberhasilan nya.


Setelah memulihan sedikit tenaga nya, Khalifah pun kembali melanjutkan tugas nya. kini dirinya telah berada tepat di area belakang Villa. dan dari tempat nya saat ini, Khalifah dapat melihat sedikit aktifitas yang terjadi di Villa dengan beberapa kendaraan yang telah terparkir di area depan Villa.


Kini dengan berlahan dirinya pun bergerak mencari posisi yang aman dan lebih strategis untuk mengawasi kegiatan yang di lakukan di Villa.


Syuuutt ...


" Yes .. good job neng." ujar nya bersorak pelan saat melihat tembakan nya tepat sasaran.


Sebuah tembakan berupa peluru karet yang kini telah tertempel pada sebuah dinding kaca Villa yang mengarah pada sudut ruang tamu. dan dalam hitungan detik karet itu pun langsung melumer mengeluarkan sebuah kamera yang langsung terhubung pada jam yang di kenakan nya.


" Tunggu, bukankan ini si mata empat. apa yang di lakukan nya di sana ?" ujar nya dengan mengerutkan kening.


Khalifah pun langsung mengenali dua di antara nya, dirinya pun masih terus mengawasi aktifitas yang terjadi di ruang tamu Villa itu. bahkan ada beberapa koper berisi uang serta obat - obatan terlarang.


Melihat hal itu Khalifah pun tak ingin membuang waktu, dirinya pun langsung mengambil foto dari kelima nya dengan wajah yang terlihat sangat jelas, bahkan intraksi dari kelima nya pun tak luput dari sesi foto nya beserta barang bukti yang ada.


" Ooohh .. ternyata si brengsek ini rupa nya yang menjadi ular di Black tim. dasar banjingan tengik !! pantas saja para cecunguk ini sering lolos." umpat nya.


Sungguh Khalifah sudah tak mampu lagi menahan kekesalan nya, saat melihat pria yang di kenali nya sedang tersenyum bahagia bahkan dirinya bersalaman dengan salah satu pria yang di duga ketua mafia yang di menjadi incaran Black tim selama ini.


Bagaimana dirinya tidak marah jika orang yang selama ini di percaya oleh semua anggota Black tim justru seekor ular besar berkepala manusia licik. si mata empat atau yang biasa di panggil dengan pak Yan adalah asisten pribadi dari si tua bangka. seseorang yang selalu di hormati dan di segani oleh para anggota Black tim setelah si tua bangka.


Kini Khalifah pun langsung menghubungkan hasil pengintaian nya pada sang kapten dan Jenny. dirinya juga langsung meminta bantuan pada kedua dan anggota Black tim yang lain untuk segera melakukan penangkapan dengan bukti yang ada.


" Sial .."


Karna rasa penasaran nya yang tinggi dengah percakapan mereka, Khalifah pun dengan hati - hati mencoba untuk mendekat ke arah Villa. bahkan dirinya mencoba untuk melompati pagar gawat yang di aliri oleh aliran listrik.

__ADS_1


" Wooiii ... siapa dia sana !!." hardik salah satu penjaga saat melihat bayangan Khalifah yang ingin melompati pagar.


" Siitt .." umpat nya, dan segera berlari.


" Ada penyusup .. ! "


" Ada penyusup ..!."


Teriakan dari beberapa penjaga membuat suara menjadi gaduh sekaligus tegang. bahkan kini beberapa anjing penjaga pun langsung di kerahkan.


" Maaf bos, ada penyusup." lapor salah satu penjaga.


" Brengsek !! bagaimana bisa ada penyusup masuk di kawasan ku ! cepat tangkap penyusup itu, dan bunuh !!." ujar salah satu pria yang saat ini terlihat sangat menyeramkan.


" Siap bos." ujar nya dengan segera berlalu dari hadapan sang bos.


Setelah kepergian salah satu penjaga nya, mereka pun memutuskan untuk ikut melihat ke arah belakang Villa yang di duga saat ini di masuki oleh penyusup.


" Bagaimana ini pak Riko ? bagaimana bisa ada penyusup ? bukankah anda telah menjamin bahwa tempat ini aman." ujar pak Yan dengan wajah yang tampak khawatir.


" Anda tenang saja, saya jamin penyusup itu tak akan bisa bertahan." ujar nya dengan yang wajah datar.


" Baiklah saya akan percaya, tapi ingat ! jangan sampai pertemuan kali ini sampai terbongkar." ujar pak Yan dengan menghela nafas nya.


" Saya akan jamin." ujar nya.


Sedangkan di sisi lain Khalifah Kini tengah di buru bagaikan hewan buruan oleh para pria berbaju hitam, bahkan keadaan Villa pun semakin mencekam dengan suara tembakan dan gogongan anjing yang terus mengarah kepada nya.


Dor ..


Dor ..


Dor ..


Gug .. gug .. gug ..


Kali ini langkah kaki nya pun harus terhenti saat berada di pinggiran tebing, apalagi lengan serta kaki kiri nya kini terkena tembakan. inilah yang di namakan maju kena mundur pun kena, jika harus melawan dengan kondisi nya saat ini sudah dapat di pastikan dirinya akan mati.


Dan sebalik nya jika dirinya memilih untuk mundur, kemungkinan besar justru akan mengantarkan nya lebih cepat menuju alam kubur. ya salam .. apa yang harus di lakukan nya saat ini. kini dirinya pun di buat bingung dengan pilihan yang kemungkinan besar dengan hasil yang sama. yaitu is dead.


Dor ...


" Ahhh ... Allahu akbar.".

__ADS_1


Satu tembakan yang mengarah ke tubuh nya mampu membuat diri tersadar sekaligus dengan tubuh yang melayang jatuh ke arah jurang hanya kalimat syahadat yang sempat di ucapkan nya sebelum tubuh nya terhempas ke sungai dengan arus yang deras.


***


__ADS_2