Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Takdir


__ADS_3

***


Masih di kediaman abah, setelah proses ijab qobul di laksanakan, kini seluruh keluarga masih berkumpul di kediaman abah.


" Akhirnya .. si gadis di bawah umur sudah sah .. sah .. menjadi seorang istri." ujar bang Rizky dengan suara yang sangat lantang, bahkan membuat seluruh penghuni rumah terkejut mendengar nya.


" pluk " Saking kesal nya bunda dengan suara nyaring dari putra nya itu, bunda sampai melemparkan dompet nya pada putra nya.


" Aduh ... eh, allhamdulilah rizky anak soleh." setelah melihat benda apa yang di lemparkan sang bunda pada nya.


" Iya ambil saja, bunda ikhlas, tapi gajih kamu selama setahun bunda potong." saat bunda melihat putra nya itu hendak membuka dompet nya.


" Alamak .. enak di bunda engga enak di aku donk, lagian isi nya pasti duit receh semua. dengan membuka isi dompet sang bunda, dan melihat isi di dalam nya.


" Tuch .. kan, ya Allah bun .. gini amat isi dompet bunda. cuma 50 ribu, mana uang receh semua lagi. sungguh ayah buka suami yang baik untuk bunda. ayah kan pengusaha, apa tidak malu ngasih istri cuma 50 ribu ? bun .. cari suami yang lain saja." ujar bang Rizky dengan enteng pada bunda.


Sedang kan ayah yang mendengar perkataan putra nya itu, langsung memicingkan mata nya. diri nya sungguh sangat kesal dengan perkataan yang begitu enteng dari putra nya itu, yang meminta sang istri mencari suami lain.


" Abang jangan macam - macam, berani abang ngajarin istri ayah ajaran sesat. ayah akan pecat abang jadi putra ayah, mau .. ! dengan sorot mata yang masih tajam pada putra nya itu.


" Hati - hati dengan kedua singa yang ada di depan kita saat ini, jika singa jantan akan mengeluarkan jurus pemecatan pada anak - anak nya. maka singa betina pun tak kalah seram, dengan jurus ampuh seribu ocehan." ujar bang Rizky yang berbisik pada Reyhan yang ada di samping nya.


" Bang, kuping ayah masih normal. jadi ayah masih bisa dengar apa yang abang bisikan pada adek ipar abang. jangan ajarkan Reyhan ilmu sesat abang itu, karna ayah tak ingin menatu ayah menjadi gesrek seperti abang." ujar ayah pada bang Rizky.


" Betul ... betul ... betul ..." kali ini a'a Fadil mengambil kesempatan untuk membalas bang Rizky.


" Wah .. sekarang di keluarga kita tinggal satu lagi donk yang jones. uwa, kenapa engga sekalian aja nikahkan a'a Fadil ? " bang Rizky tak ingin kalah dalam hal ledekan.


" Maaf bang, a'a akan tetap menunggu jalur langit. walau pun masih delay, tapi a'a akan sabar dan ikhlas menanti jodoh a'a yang Allah persiapkan. karna menikah itu adalah separuh perjalanan ketakwaan ke pada Allah dan sunnah dari Rasulullah." kata - kata bijak kini keluar dari ustadz Fadil.


" Injeh ustadz ..." ujar bang Rizky dengan menundukan badan nya pada Fadil.


Melihat tingkah kedua nya tak henti - henti nya seluruh penghuni rumah tersenyum. bahkan suasana keakraban pun sangat lah terasa, Reyhan yang pada awal nya merasa canggung pun kini sedikit mulai sedikit merasa nyaman.


" Jangan dengar kan kedua nya nak Reyhan, karna kedua nya memang perlu di ruqyah." ujar ayah dengan santai.

__ADS_1


" Iss ayah, tega bener sama anak sendiri. masa iya, abang yang ganteng nya melebihi artis Rizky aditya, harus di ruqyah sich." ujar bang Rizky cemberut.


" Bang, teteh tau sekarang. mungkin saat Allah menciptakan abang, Allah lagi kesel, maka nya bentukan abang seperti itu. nah .. kalo yang di samping abang, Allah menciptakan nya lagi seneng, maka nya jadi makhluk ciptaan Allah yang sempurna." kali ini teteh Fatimah berkelekar.


Mendengar perkataan teteh Fatimah, bang Rizky pun langsung kesal. bagai mana tidak, diri nya yang seorang pria saja mengakui pahatan sempurna pada wajah sang adik ipar. apa lagi para kaum hawa, sudah dapat di pasti mereka akan mengagumi paras yang di miliki oleh pria yang kini telah resmi menjadi adik ipar nya itu.


Kini waktu pun telah berlalu, setelah melaksanakan ijab qobul dan di tutup doa serta jamuan makan. kini seluruh keluarga telah kembali ke kamar nya masih - masing untuk beristirahat. sedangkan Reyhan kini diri nya pun telah kembali ke asrama pengajar, setelah sebelum nya diri nya pamit pada seluruh keluarga serta ummi Khadijah.


Sebelum Reyhan kembali ke asrama pengajar, ummi Khadijah sempat memberikan nasehat pada Reyhan. diri nya mengingatkan Reyhan agar menjadi sosok suami yang benar - benar bertanggung jawab dunia akhirat pada istri nya. karna sejati nya mendidik, menuntun, serta melindungi istri merupakan tanggung jawab terbesar suami yang di saksikan Allah. dan kelak akan Allah pertanyaan kan pertanggung jawaban itu pada suami.


Sesampai nya di asrama Reyhan pun membersihkan tubuh nya terlebih dahulu, setelah nya baru lah diri nya membaring kan tubuh tegap nya di tempat tidur. rasa tak percaya masih di rasakan Reyhan hingga saat ini. diri nya masih belum percaya sepenuh nya, bahwa saat ini diri nya telah resmi menjadi seorang suami. suami dari seorang gadis yang sungguh tak pernah Reyhan fikirkan selama ini.


**


Di lain tempat dan di waktu yang berbeda pula, tepat nya di kota paris ibu kota prancis.


" Tok .. teh .. tok .. teh .." suara ketokan dan teriakan kini telah memenuhi kamar tidur milik Khalifah. sedang kan si empu nya kamar kini tengah tertidur dengan sangat nyaman di tempat tidur nya.


"Iiss .. ada apa, si Jenny teriak - teriak. " dengan berusaha bangun dari tempat tidur nya, dengan nyawa yang masih belum terkumpul sepenuh nya.


" Ada apa sich Jenn, sore - sore udah main teriak aja." ujar Khalifah, yang kini jusru ingin meneruskan tidur nya yang sempat terganggu oleh Jenny.


" Waduh .. tidur lagi ?." ketika melihat Khalifah yang kini membungkus seluruh tubuh nya dengan selimut.


" Iiss teteh bangun dulu ..." sambil menarik selimut yang di gunakan Khalifah.


" Ya Allah Jenny .. ada apa ? aku ngantuk, tadi malam kamu tau sendiri kan aku baru tidur jam berapa ? ini semua gara - gara bang Johan sialan ..! " kali Khalifah bang mengumpat sang abang, yang membuat diri harus tidur setelah sholat subuh.


Semalam Khalifah dan bang Johan memasuki sebuah bar, untuk menjalan kan misi pengintaian pada salah seorang yang kedua nya jadikan target. dan kedua nya pun menyamar sebagai sepasang kekasih, agar tak mencurigakan terget.


Dan saat Khalifah menjalan kan misi nya, mengintai target lebih dekat. justru bang Johan tengah asyik pedekate dengan seorang bule, yang mengakibat sang abang tak sengaja menegak minuman beralkohol dan menyebabkan bang Johan mabuk.


Hal itu lah yang membuat Khalifah murka pada abang nya itu. bahkan Khalifah harus mengurusi bang Johan yang terus saja berulah. hingga menjelang subuh baru lah bang Johan tertidur dengan tenang.


" He .. he .. engga teteh lempar aja sekalian si kapten dari balkon kamar, biar sekalian nyungsep tuch kepala nya." Jenny tak bisa membayangkan bagaimana repot nya Khalifah mengurusi sang kapten saat mabuk. jangan kan mabuk, yang tidak mabuk saja mampu membuat orang repot.

__ADS_1


" Iya, biar sekalian koit." ujar Khalifah yang mendengus kesal.


" Ada perlu apa ?." kali ini Khalifah membenar kan posisi nya, dan ingin mendengarkan tujuan Jenny yang datang ke kamar nya.


" Alamak , hampir lupa kan. teteh masih belum lihatkan ? vidio yang di kirimkan teteh Fatimah ?."


" Belum ."


" Mangka nya ini lihat dulu, dan lihat siapa pria yang kini telah resmi menjadi suami teteh saat ini." dengan menyodorkan ponsel milik nya pada Khalifah, yang telah mempersiao kan vidio yang akan Khalifah tonton.


Tanpa berbicara Khalifah langsung mengambil ponsel yang di sodorkan Jenny dan langsung menonton vidio yang berhasil di kirim kan oleh teteh Fatimah.


" Bukan kah pria itu seperti tidak asing ?." setelah melihat Khalifah yang sangat intens menatap pria yang kini telah resmi menjadi suami nya itu.


Deg


Deg


Deg


Jantung Khalifah saat ini berdegup cukup kencang, entah perasaan apa yang saat ini tengah di rasakan nya. apa lagi saat memandang wajah suami nya itu, membuat Senyum manis Khalifah terbit begitu saja di bibir nya.


" Ustadz oppa." ujar Khalifah memberikan kembali ponsel Jenny, dan kembali merebah kan tubuh nya untuk kembali melanjutkan tidur nya.


Jenny yang masih belum sepenuh nya mengerti dengan Khalifah, memilih untuk kembali ke kamar nya. saat melihat teteh kini kembali memejam kan kedua mata nya. diri nya tak ingin mengganggu istirahat sang teteh saat ini.


Sedangkan Khalifah saat ini justru tak dapat kembali memejamkan kedua mata nya, sesaat setelah Jenny keluar dari kamar nya. Khalifah benar - benar tak menduga, perkataan nya beberapa bulan yang lalu pada sopir taksi ternyata saat ini menjadi kenyataan.


Apakah ini sungguh sebuah takdir, masih ingat jelas di ingatan nya saat itu di pulau B. saat diri nya dan Jenny harus singgah di sebuah mesjid untuk menghindari musuh yang mengejar kedua nya.


Ya saat itu, Khalifah dengan latang berkata pada sang supir taksi yang membawa nya. bahwa suami nya tengah menunggu diri nya di mesjid dan akan mengantarkan nya menuju bandara. dan siapa sangka bahwa pria itu benar - benar ada dan mengantarkan diri nya menuju bandara. dan lebih tak di duga pula, bahwa saat ini pria itu telah resmi menjadi suami nya. sungguh takdir Allah adalah sesuatu ketetapan Allah yang tak pernah di ketahui makhluk nya.


Sungguh alur yang telah Allah tetapkan tak dapat di duga oleh fikiran manusia. entah bagai mana takdir itu berjalan yang jelas manusia hanya mampu menjalani dengan kesabaran dan keikhlasan. percaya lah bahwa takdir Allah adalah yang terbaik untuk hamba nya.


***

__ADS_1


__ADS_2