Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Penjemputan


__ADS_3

***


Masih dengan Khalifah dan Jenny yang berada di dapur, setelah mendapatkan alarm dari alat yang terpasang di jam tangan kedua nya, kini kedua nya pun bergegas keluar dari dapur. dan saat melewati ruang tengah dan ruang tamu, kedua nya pun langsung mengerutkan kening saat mendapati keadaan rumah yang sepi seperti tak berpenghuni.


Saat kedua nya berada di luar, alangkah terkejut nya kedua nya. saat melihat para tamu dan seluruh keluarga telah berkumpul di area depan pesantren. entah ada kejadian apa hingga membuat seluruh penghuni rumah dan tamu undangan berpindah tempat.


Kedua nya pun langsung menghampiri, ke arah kerumunan para undangan dan keluarga.


" Ada apa ya teh ?." Jenny pun mencoba bertanya pada Khalifah.


" Iiss .. kamu salah tempat Jenn, kalo nanya sama aku." ujar Khalifah yang merasa tak masuk akal dengan pertanyaan Jenyy.


Seharus nya Jenny tahu bahwa sejak tadi, diri nya selalu berada di dekat nya. kenapa masih bertanya sesuatu yang sama - sama kedua nya pun tak mengetahui nya.


" Ye .. siapa tau aja, teteh punya indra ke enam, jadi bisa tau kejadian masa depan." kembali Jenny berucap.


Mendengar perkatan Jenny, Khalifah hanya diam saja. tak ada niat diri nya untuk menimpali perkataan gadis di samping nya itu, yang saat sebelas dua belas dengan a'a Fadil nya itu. kini tatapan nya di arahkan nya ke arah kerumunan para tamu dan keluarga.


" Ada apa yah ?." khalifah langsung mendekati sang ayah, dan bertanya apa yang sedang terjadi.


" Ada sebuah helikopter mendarat di lapangan belakang area pesantren. entahlah .. siapa yang mendarat kan helikopter itu. yang jelas, abang serta a'a sedang mencek nya. " ujar sang ayah memberitahukan pada putri nya itu.


Mendengar apa yang di katakan sang Ayah, Khalifah dan Jenny pun langsung saling pandang. kedua nya langsung mengangguk kan kepala, dan tanpa banyak bicara kedua nya langsung mengerti dengan kedatangan sebuah helikopter di area pesantren. kedua nya langsung berlalu pergi menuju ke arah belakang area pesentren.


" Neng .. mau ke mana ?." ujar sang bunda saat melihat kedua putri nya itu berlalu pergi begitu saja.


" Eneng mau lihat dulu bun .." dengan berlari menuju area lapangan belakang ponpes.


" Iiss ... tuch anak dua, bener - bener yach." bunda pun mengerutu melihat kedua nya berlari.


" Kenapa sich bun ... dari tadi kok, mau nya marah - marah mulu." ujar ayah yang melihat sang istri tengah menggerutu.


" Itu putri ayah, selalu saja bikin tensi darah bunda naik. lihat aja penampilan kedua nya, yang satu udah kaya mau orang ke pemakaman. dan lihat yang satu lagi, udah kaya orang yang habis olah raga engga mandi ." kali ini bunda mengeluarkan jurus ocehan nya pada ayah.

__ADS_1


Mendengar ocehan sang istri ayah hanya tersenyum. karna saat ini, diri nya seperti mempunyai dua putri yang masih remaja. yang selalu mendapatkan ocehan dan omelan dari sang bunda karna tingkah ke dua nya.


Saat ini bunda dan ayah sudah menganggap Jenny seperti putri bungsu nya. apa lagi setelah Jenny menceritakan perjalanan hidup nya dan keluarga, membuat bunda dan ayah merasakan terenyuh dengan kehidupan Jenny. maka kedua nya pun sepakat, bahwa saat ini Jenny adalah putri ke lima kedua nya. walau pun Jenny bukan di lahirkan dari rahim bunda, tapi Jenny telah lahir dari hati bunda. kasih sayang bunda serta ayah sama seperti ke empat anak nya, tak akan membedakan Jenny dengan ke empat anak kandung nya.


" Sudah lah bun .. bukan kah saat ini, bunda merasakan kalo kita mempunyai dua putri yang masih remaja. biar lah kedua nya seperti itu. karna nanti, saat kedua nya telah menikah, kita tidak akan dapat mengulang momen - momen yang menyenangkan saat ini bun .." ujar ayah pada bunda.


" Ayah benar, bunda merasa bahwa kedua nya memang lah dua gadis yang masih remaja, walau pun remaja yang usang." ujar bunda tersenyum, mengingat tingkah kedua putri nya itu.


Melihat sang istri yang tersenyum, ayah pun ikut tersenyum. diri nya berharap semoga seluruh keluarga nya selalu di berikan kebahagian dunia akhirat.


Sedang kan saat ini, Khalifah dan Jenny sudah berada di area belakang pesantren. dari kejauhan kedua nya dapat melihat dengan jelas sebuah helikopter yang mendarat tepat di lapangan area pesantren.


Sebuah helikopter yang kedua nya kenali, yang pasti saat ini, helikopter di depan nya itu tengah mendapatkan misi penjemput pada ke dua nya. dan tak jauh dari helikopter itu berada, kedua kakak laki - laki khalifah kini tengah terlibat pembicaraan serius dengan salah satu penumpang.


Melihat Khalifah dan Jenny yang mendekat ke arah ke tiga nya. serta saat melihat sosok Khalifah yang mendekat, pria itu langsung bersikap hormat pada nya. melihat apa yang di lakukan pria itu, Khalifah pun membalas hal yang sama. pria itu pun mengeluarkan ponsel di saku nya dan memberikan nya pada Khalifah.


Mengerti apa yang di maksud pria di depan nya itu, Khalifah pun langsung mengambil ponsel yang di berikan pada nya. dan langsung menghubungi seseorang. setelah berbicara beberapa saat, Khalifah langsung mematikan ponsel dan mengembali kan nya pada si pria.


" Tunggu 15 menit ." dengan nada yang tegas Khalifah berkata pada pria di hadapan nya itu.


" Baik neng, neng pergi bersiap lah dulu. abang akan jemput bunda dan ayah." dengan cepat berlalu pergi dari hadapan sang adik.


Sedangkan Khalifah dan Jenny pun tanpa banyak bicara, langsung menuju kediaman kedua nya untuk bersiap. kurang dari sepuluh menit kedua nya pun sudah kembali menuju lapangan belakang pesantren. saat kedua nya tiba, seluruh keluarga pun sudah berkumpul, termasuk kedua pengatin yang baru saja menikah.


Bahkan saat ini Arum tengah menangis dipelukan sang suami, diri nya merasa tak rela jika kedua saudari nya itu pergi di hari pernikahan nya. begitu pula dengan bunda dan ummi Halimah, kedua wanita paruh baya itu seakan berat melepaskan kepergian ke dua gadis itu untuk bertugas secara mendadak. bahkan ke dua nya sampai mendapat kan jemputan.


Penampilan ke dua gadis itu sungguh membuat decak kagum seluruh mata yang memandang ke arah kedua nya. bagai mana tidak, penampilan kedua nya saat ini bagai kan bidadari pencabut nyawa.


Dengan wajah cantik yang di miliki kedua nya, serta setelan seragam hitam lengkap dengan hijab dan tak lupa senjata yang bergantung di leher serta di pinggang ke dua nya. membuat kedua nya patut mendapatkan julukan si cantik yang mematikan.


Setelah kedua nya mendekat, Khalifah pun langsung pamit pada ayah dan bunda


" Bun, yah .. eneng pamit dulu yach, jaga kesehatan bunda dan ayah, dan selalu doa kan eneng." dengan memeluk erat tubuh sang bunda.

__ADS_1


" Hati - hati, dan pulang lah dengan selamat. dan jangan lupa .. ! kepulangan kali ini, kalian harus bawa calon mantu buat bunda." ujar bunda dengan santai, walau pun derai air mata mengalir di kedua pipi nya.


" yee elah bunda .. kita mau tugas, bukan mau cari'in mantu buat bunda." kali ini justru Jenny lah yang menimpali perkataan sang bunda.


" Bunda engga mau tau Jenn .. pulang nanti, kalian harus bawa calon mantu buat bunda. kalo engga .. ! bunda akan pasang iklan perjodohan buat kalian berdua." ujar bunda pada kedua anak gadis nya itu.


" Okey deal bun, jangan kan pasang iklan, di lelang saja kita berdua engga masalah." melihat waktu yang tidak memungkin kan lagi untuk berdebat, akhir nya Khalifah menyetujui ide sang bunda.


Mendengar perkatan Khalifah membuat Jenny memelototkan mata nya pada Khalifah. bagai mana mungkin kedua gadis itu rela untuk di lelang oleh sang bunda. dengan menendang pelan kaki teteh nya, Jenny pun berbisik.


" Teh, yang benar aja. entar kalo kita di lelang beneran sama bunda gimana ?." ujar Jenny pada Khalifah.


Sedang kan Khalifah sendiri lebih memilih menunjukan jam di tangan nya pada Jenny. agar diri nya tidak membuat perdebatan yang akan membuang banyak waktu kedua nya. melihat itu Jenny pun langsung mengerti dan langsung memilih diam.


" Okey kalo begitu, jangan salah kan bunda kalo saat kalian kembali nanti. kalian sudah sah menjadi seorang istri." kali ini justru sang bunda menantang kedua putri nya itu.


" Intrupsi bun .. " kali ini Fadil membuka suara nya dengan mengangkat tangan nya ke atas, seperti seoarang anak Sd yang ingin bertanya.


" Bun ... bunda boleh lelang putri bunda satu saja, sedang kan putri bungsu bunda. a'a sedang meminta nya lewat jalur langit. " ujar Fadil dengan enteng.


" Wahh ... bagus kalo begitu, berarti tinggal putri bunda yang di bawah umur ini saja yang perlu bunda lelang." sambil tersenyum manis pada kedua putri nya.


" Bun .. Jenny masih laku, engga harus sama dia bun .." kali ini Jenny memelas pada bunda dan menghindari penggilan ustadz gesrek pada Fadil, melihat semua keluarga yang sedang berkumpul.


" Deal bun .." ujar Khalifah dengan meraih tangan sang bunda untuk bersalaman.


" Teh ..." belum sempat Jenny melanjutkan kata - kata, Khalifah langsung melirik tajam pada Jenny. dan langsung membuat Jenny terdiam.


Setelah berpamitan dengan seluruh keluarga, kedua nya langsung menuju kearah helikopter itu mendarat. dan sebelum Khalifah menaiki helikopter, diri nya sempat merogoh saku celana nya, dan memberikan sesuatu yang berbentuk kertas pada Arum.


Setelah memberikan sesuatu pda Arum, tanpa banyak kata Khalifah dan Jenny langsung menaiki helikopter yang saat ini menjeput nya kedua nya. dan memberikan lambaian tangan pada seluruh keluarga, yang saat ini tengah memandang ke arah kedua nya.


Melihat kedua nya telah memasuki helikopter seluruh keluarga pun langsung menjauh, karna saat ini helikopter akan bersiap untuk mengudara. dan kini hanya untaian doa lah yang mengiringi kedua gadis yang saat ini tengah pergi dengan beban tugas di pundak kedua nya.

__ADS_1


***


__ADS_2