Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
BLACK TIM


__ADS_3

***


Masih di tempat yang sama yakni di rumah sakit di mana tempat saat ini Khalifah sedang di rawat. tepat nya di ruang rawat, telah berkumpul formasi lengkap dari anggota Black tim, yang di ketuai oleh Johan kakak sekaligus kapten dari black tim.


Jika ada yang bertanya pekerjaan sampingan apa yang di lakukan oleh Khalifah dan rekan - rekan nya saat ini ?. sebuah pekerjaan yang tentu saja tidak main - main, karna setiap misi yang mereka lakukan akan bertaruh dengan nyawa. bagai mana tidak, Black tim merupakan sebuah tim yang di bentuk oleh sebuah agen rahasia di bawah kepemimpinan langsung presiden. agen ini biasa di sebut dengan CIA. CIA sendiri memiliki tiga aktifitas utama, yaitu mengumpulkan informasi seputar pemerintah asing, perusahaan, dan individu.


Khalifah sendiri tergabung dalam black tim empat tahun yang lalu, semua identitas para anggota pun tersimpan rahasia. dalam ke anggotaan nya khalifah di beri wewenang dalam setiap perencanaan. kerna berkat kecerdasan yang di miliki nya, diri nya mampu mengatur berbagai macam strategi dalam setiap misi yang di akan di lakukan tim.


Black tim memiliki tujuh anggota, yang setiap anggota nya memiliki profesi yang berbeda - beda. ke tujuh anggota black tim memiliki kemampuan dan kecerdasan di atas rata - rata. baik dalam kemampuan fisik yaitu bertarung dan menembak, sedang kan untuk kecerdasan yaitu ahli dalam bidang IT. saat ini black tim memiliki misi untuk menyelidik keterkaitan pejabat negara dengan mafia asia, yaitu tentang bisnis penyeludupan obat - obat terlarang serta senjata.


" Terus apa rencana selanjut nya ?. " salah satu anggota bertanya, karna sejak tadi semua anggota belum ada yang mengeluarkan suara nya.


" Malam ini kita pergi. " ujar Khalifah mengeluarkan suara nya.


" dek, apa yang adek bicarakan ? abang kaga setuju lagian kondisi adek juga masih belum pulih. " ujar abang yang langsung menolak keinginan Khalifah.


"Terus mau sampai kapan kita di sini, apa sampai musuh datang terus kita di dor baru pergi dari sini ? ya kali eneng masih pengen hidup, belum juga nikah. " kali ini Khalifah langsung sengit membalas perkataan sang abang.


" maaf menyela miss, tapi bagai mana dengan kondisi miss sendiri ? pasca operasi sangat lah rentan. dan bahaya nya pun hampir sama ketika tindakan operasi itu di lakukan. saya rasa miss juga mengerti kan, tanpa harus saya jelas kan. " ujar Anton sang dokter bedah, sekaligus dokter yang bertanggung jawab atas tindakan operasi pada Khalifah.


"Justru karna saya mengerti dengan itu semua, mangkanya saya mengusulkan untuk pergi malam ini juga. kalian tidak perlu mengkhawatir kan kondisi saya, karna saya yang lebih mengerti tentang kemampuan tubuh saya. " Khalifah berusaha menjelaskan pada seluruh rekan nya agar mengerti.

__ADS_1


" Tapi tetep aja dek, abang khawatir. okey, kita akan pergi dari sini tapi tidak untuk malam ini. abang akan cari cara agar adek bisa keluar dari pulau ini. " ujar abang tetap kekeh pada pendirian nya.


" Abang tenang aja, insya Allah eneng akan baik - baik aja. eneng juga harus segera balik ke kota B karna besok malam setelah ba'da isya eneng harus berada di rumah uwa, ada janji dan amanah yang harus eneng tepati selama eneng masih hidup. jadi, eneng mohon abang mengerti keadaan eneng saat ini. " Khalifah benar - benar harus bisa membuat sang abang menyetujui ide nya, karna apa yang di katakan Khalifah benar. diri nya akan menjalankan proses khitbah sekaligus amanah dari almarhum aki.


" Apa eneng yakin dengan kondisi eneng saat ini ? terus dimana eneng akan di rawat setelah urusan eneng selesai ?. " kembali abang bertanya untuk memastikan. sedangkan anggota yang lain hanya menyaksikan perdebatan antara adik dan abang tersebut.


" Isya Allah atas izin dari Allah eneng yakin. eneng juga akan meminta bantuan atasan eneng, selain itu biar lah Jenny ikut dengan eneng. " ujar Khalifah.


" Tunggu dulu, apa maksud eneng atasan yang pengecut itu ? pria pengecut yang kata nya ingin mengkhitbah eneng tapi malah di tinggal nikah sama cewek lain. cih ... dasar pria beleguk. " dengan nada sinis dan berapi - api sang abang mengatakan sesuatu yang membuat sang adik langsung menatap tajam sang kakak.


" Jen, apa kamu membawa senjata saat ini ? jika iya, maka beri kan senjata itu pada ku sekarang juga.. ! karna saat ini aku ingin membuat lubang di kepala seseorang. " ujar Khalifah pada Jenni, dengan tatapan tajam yang masih di arah kan pada sang kakak.


Terbongkar sudah rahasia yang selama ini di tutupi oleh Khalifah, dan itu semua terbongkar akibat mulut jahanam sang kakak. bagai mana tidak, dari identitas diri nya yang ternyata adik sepupu sang kapten yang selama ini Khalifah tutup rapat, hingga rahasia diri nya dengan sang atasan. dan yang paling menyedikan, diri nya seolah - olah di tinggal menikah oleh kekasih nya. sungguh hancur sudah reputasi Khalifah di hadapan para anggota black tim.


" Abangggg ... !!! kali ini Khalifah betul - betul murka pada sang kakak. betul - betul membuat darah tinggi nya menjadi naik. jika saja keadaan nya saat ini prima, maka dapat di pasti kan sang abang tidak akan selamat dari amukan nya.


Sedang para anggota hanya terkekeh. selama tergabung dalam tim Khalifah adalah sosok yang tegas dan serius, bahkan untuk melihat seorang Khalifah tertawa lepas pun tak pernah. sosok Khalifah selalu pintar mengontrol emosi dan perasaan nya. kecuali, kejadian saat diri kembali mendengar suara jahanam itu, yang membuat trauma sejak kecil nya mendadak kambuh.


Setelah beberapa saat ruangan pun kembali tenang, setelah perdebatan sang abang dan Khalifah. " okey malam ini biar saya dan Jenny saja yang pergi, sisa nya boleh kembali bertugas. " ujar Khalifah setelah diri nya kembali tenang.


" dek, apa maksud ade ? bagai mana bisa kalian hanya pergi berdua saja, sedangkan musuh saat ini ada di mana - mana. " abang pun kembali protes dengan ide sang adik yang di nilai nya terlalu berbahaya.

__ADS_1


" Bang akan lebih bahaya jika kalian semua ikut mengantarkan kami, lagi pula masih banyak urusan yang belum kalian selesaikan di sini. jadi, biar lah eneng kembali dengan di temani Jenny. karna eneng sudah membuat rencana. " apa yang di katakan Khalifah memang benar, tak mungkin mereka akan pergi secara bersama. justru itu, akan jauh membahayakan nyawa mereka.


" Kata kan apa rencana ade ?." kali ini abang lebih memilih mendengarkan rencana sang adik terlebih dahulu. apa bila rencana itu tidak membahayakan bagi keselamatan kedua nya, maka kemungkinan diri nya akan setuju.dari pada membiarkan Khalifah berada di klinik yang jauh dari kata aman, karna masih daerah dengan musuh.


" Tolong belikan saya dan Jenny pakaian gamis lengkap dengan khimar panjang beserta cadar. " ujar Khalifah memeberi perintah pada rekan pria nya.


" Tunggu dulu miss, tadi miss katakan membeli gamis nya untuk kita berdua ? jadi, apa saya juga boleh memakai gamis ? karna saya kan bukan muslim. " Jenni pun sedikit ragu apa bila harus memakai gamis, apa lagi dengan kerudung yang panjang. diri nya tidak bisa membayangkan seribet apa diri nya dengan menggunakan pakaian yang hampir menutupi seluruh badan nya. apa lagi di tambah dengan cadar, bahkan membayangkan saja sudah membuat diri nya susah untuk bernafas dengan kain penutup wajah itu.


Mendengar hal itu Khalifah langsung tersenyum dengan arah pandangan yang di arahkan nya pada Jenny. melihat raut wajah keraguan yang di perlihatkan Jenny, sudah membuat diri faham apa yang di pikirkan Jenny saat ini.


" Tenang saja, memakai gamis serta khimar dan cadar tidak seburuk yang kamu fikirkan. justru kamu akan rasakan kenyamanan, serta aman. insya Allah saya jamin itu." ujar Khalifah menjelaskan pada Jenny dengan masih terus tersenyum.


" lo bakalan jadi ustadzah, tenang aja gue bakal dukung lo. satu lagi, gue akan borong baju muslimah di butik buat lo." ujar rekan pria nya yang bernama Beni.


" Iss, awas aja kalo beneran gue jadi ustadzah dan lo kaga borong semua baju muslimah di butik. habis lo sama gue ..!! " ujar Jenny dengan nada yang mengancam pada Beni.


'' Eh donat, lo kate gue kere apa ? jangan kan satu butik tuch baju muslimah, satu mal pun gue sanggup borong buat lo .. " ujar Beni dengan segala kesombongan nya yang nyata. karna Beni seorang ahli dalam bidang TI, bahkan diri nya mampu untuk membobol bank negara. jadi, bayangkan saja berapa uang yang mampu di miliki nya.


" cih .. sombong. " Jenny pun bedecih mendengar kesombongan rekan nya. walaupun diri nya tau bahwa apa yang dikata kan rekan nya adalah fakta.


" Baik lah persiap kan semua nya jangan sampai ada kesalahan apa pun, kalian mengerti ?. " ujar sang kapten memberi perintah sekaligus peringatan pada anggota nya.

__ADS_1


Sesuai intruksi dari sang kapten semua anggota pun bersiap - siap untuk melaksana kan rencana yang telah mereka susun. dengan sebuah misi penyelamatan pada Khalifah yang saat ini dengan kondisi yang masih membutuh kan perawatan pasca operasi. saat ini diri nya juga tengah di buru oleh para musuh yang ingin menghabisi nyawa nya.


***


__ADS_2