
***
Pernikahan adalah separuh perjalanan ketakwaan kepada Allah dan sebagian dari sunnah Rasulullah. pernikahan juga merupakan ibadah terpanjang dan terlama, karena dengan menikah engkau akan menyempurnakan separuh dari agama dan kehidupan mu. menikah menyatukan dua jiwa menjadi satu fikiran, dan menyatukan dua hati menjadi satu perasaan.
Setelah beberapa hari yang lalu Reyhan mendapatkan pesan singkat dari sang istri. Reyhan mulai merasakan sesuatu yang berbeda pada diri nya. ada yang sulit untuk Reyhan tafsirkan dengan perasaan nya saat ini, ada rasa rindu pada sosok wanita yang kini telah halal menjadi istri nya, sosok istri yang diri nya sendiri pun tak tau seperti apa, ada rasa takut jika sang istri akan kecewa pada nya, dan ada rasa yang mendebarkan jika nanti kedua nya akan berjumpa.
" Assalamualaikum ... " suara salam langsung mengagetkan lamunan Reyhan, yang saat ini tengah berada di teras mesjid pesantren.
" Wa'alaikumus salam .. eh, ustadz Fadil. " ujar Reyhan menjawab salam dari ustadz Fadil yang saat ini telah menjadi kakak sepupu nya itu.
" Ustadz Reyhan kenapa melamun ? jangan melamun ustadz, kemaren ayam tetangga saya mati, karna melamun." ujar ustadz Fadil berkelekar.
" Berarti ayam punya ustadz Ahmad donk yang mati, kan tetangga ustadz Fadil, cuma ustadz Ahmad." ujar ustadz Reyhan menimpali pembicaraan ustadz Fadil.
" Eh .. iya juga yach .. saya kan engga punya tetangga selain a'a Ahmad. alamak .. kalo sampai a'a Ahmad tau saya mendoakan ayam nya mati, bisa ngamuk dia. mudahan a'a Ahmad engga dengar yah .." dengan mata celingak celinguk mencari - cari sosok yang di takuti nya selain abah.
Melihat tingkah ustadz Fadil membuat ustadz Reyhan hanya mampu menggelengkan kepala nya saja. karna ini lah kelebihan dari putra kedua abah Asep, selalu mampu membuat lawan bicara nya mengusap dada untuk sabar serta menggelengkan kepala karna tak wajar.
" Tapi kenapa ustadz Reyha termenung ? apa jangan - jangan .. cie ... cie .. pasti lagi kengen sama istri ya ..." dengan nada menggoda ustdaz Reyhan.
Mendengar perkataan ustadz Fadil, Reyhan hanya tersenyum simpul. diri nya merasa malu, apakah terlihat jelas di wajah nya saat ini, bahwa diri nya tengah memikirkan sosok wanita yang kini telah halal untuk di fikirkan nya itu.
" Wah .. senyum mu sungguh mengalihkan perhatian ku ustadz." dengan melirik ke arah samping mesjid
" Maksud nya ?." ujar Reyhan tak mengerti.
" Tuch ..." kali ini Fadil menunjuk ke samping mesjid.
Terlihat beberapa santriwati yang tengah tersenyum - senyum bak artis yang tengah berjalan di karpet merah bahkan ada pula yang sampai melongo melihat senyuman ustadz idola para santriwati di ponpes. karna mesjid tempat kedua nya berada saat ini berbatasan langsung dengan asrama putri. sehingga para santri putri akan dapat melihat teras mesjid dengan leluasa.
" Itu mata tolong di kondisikan, saya tau kalian mengagumi ustadz Reyhan yang tampan, bahkan menjadi idola di ponpes ini. tapi ingat .. ! saya juga tak kalah tampan dengan ustadz Reyhan. jadi, jangan pandangi kami dengan mata mata berdosa kalian." kali ustadz Fadil berujar pada santriwati yang memandang ke arah kedua nya.
" He .. he .. he .. maaf ustadz, mata kami tidak berdosa, karna saat ini mata kami sedang memandang ciptaan Allah yang sempurna. bukan kah jika mengagumi ciptaan Allah, berarti kita mensyukuri nikmat yang Allah berikan pada kita ?." ujar salah satu santriwati pada kedua nya.
" Itu benar, saya juga tau kalo kami ciptaan Allah yang sempuran. tapi tolong, jangan pandangi kami seperti itu. karna saya merasa risih, saya merasa seperti buah pisang saja jika di pandangi terlalu berlebihan." kembali ustadz Fadil berujar.
" Waahh .. ustadz tega bener, masa kami di kira monyet sich ustadz." ujar para santri dengan raut wajah yang cemberut.
" Yang bilang kalian monyet siapa ? saya kan cuma bilang kalo saya risih dengan pandangan kalian yang seperti sedang memandang makanan saja. sebaik nya kalian cepat masuk, sebelum ustadzah Anna akan melihat kalian." kali ini ustadz Fadil memberi perintah pada santri nya itu.
" Iya ustadz .. " ujar para santri itu serempak.
" Ustadz Reyhan, jika senyum mu mampu mengalihakan perhatian ustadz Fadil. maka senyum mu juga mampu mengalihkan dunia kami. jangan terlalu banyak senyum ustadz, karna kami tidak ingin terkena penyakit diabetes, hanya karna senyum mu yang manis."
__ADS_1
" Brak .."
" Brukk .."
Setelah mengatakan hal itu para santri langsung berlari bagaikan kilatan petir, apa lagi saat melihat kedua mata ustadz Fadil yang melotot pada mereka.
" Haduhh .. di gombalin ama para boncil." ujar ustadz Fadil dengan menepuk jidat nya.
Sedang ustadz Reyhan hanya tersenyum saja, karna diri nya telah terbiasa dengan bermacam gombalan dari pada santri nya. bahkan di tempat diri nya mengajar sebagai dosen pun, Reyhan kerap di jadikan bahan gombalan dari para mahasiswi nya. selain menjadi seorang pengajar di ponpes ustadz Reyhan juga sebagai dosen pengajar di salah satu Universitas yang ada di kota B.
" Asstagfirullah .." dengan nada yang terkejut.
" Ada apa ustadz ?." Melihat ustadz Fadil yang terkejut, membuat ustadz Reyhan pun ikut terkejut. apa lagi dengan suara ustadz Fadil yang melingking.
" Alamak .. bisa di gantung di bawah pohon mangga saya sama abah, saya kan di suruh cari ustadz Reyhan karna ada amanah dari abah." kali ini ustadz Fadil baru menyadari tujuan diri nya menemui ustadz Reyhan.
" Amanah apa ustadz ?." dengan kening yang berkerut, ustadz Reyhan pun bertanya pada ustadz Fadil.
" Abah minta tolong ustadz Reyhan untuk menggantikan abah mengisi kajian di kampung sebelah. karna saat ini abah sedang tidak sehat, sedang a'a Ahmad dan ustadz Taufik sedang menghadiri undangan rapat di kantor Dinas." ustadz Fadil pun menyampaikan amanah dari abah.
Mendengar amanah yang di berikan abah pada nya, ustadz Reyhan pun sedikit keberatan. masalah nya dirinya merasa belum pantas apa bila menggantikan abah mengisi kajian.
Jika hanya seminar di kampus, mungkin ustadz Reyhan akan menerima nya.
karna yang hadir tentu hanya mayoritas mahasiswa saja. akan tetapi, jika diri nya mengisi kajian, sudah dapat di pastikan jamaah yang hadir adalah ibu - ibu dan bapak - bapak.
Bukan niat hati untuk menolak, hanya saja diri nya takut, jika nanti penyampaian yang di berikan nya tidak sesuai. apa lagi diri nya menggantikan sosok abah yang sangat di hormati dan di segani di masyarakat.
" Maaf Ustadz, saya juga tidak bisa menggantikan abah saat ini. karna saya akan mengurus perizinan barang di pusat perbelanjaan pesantren. ustadz Reyhan jangan khawatir, karna abah sudah menghubungi salah satu pihak jamaah di sana dan memberitahukan kondisi abah saat ini. mereka juga sudah menyetujui, jika menantu abah yang menggantikan abah mengisi kajian." ustadz Fadil kembali berujar.
" Maaf ustadz, saya bukan nya menolak amanah abah. tapi, saya ragu tidak bisa mengisi kajian dengan baik. saya takut akan mempermalukan abah." kali ini ustadz Reyhan menyampaikan alasan diri nya ragu menggantikan abah.
" Abah sendiri yang telah menunjuk ustadz Reyhan secara langsung, berarti abah juga sudah mengetahui kemampuan dari ustadz Reyhan, dan saya yakin dengan pilihan abah. sebaik nya ustadz Reyhan segera bersiap, karna sebentar lagi acara kajian akan segera di mulai. pergi lah bersama ustadz Nassir, karna tadi saya telah meminta ustadz Nassir untuk menyiapkan mobil sekaligus menemani ustadz Reyhan untuk pergi mengisi kajian." Ujar ustdaz Fadil pada ustdaz Reyhan.
" Baiklah ustadz, saya akan menggantikan abah mengisi kajian. kalo begitu saya permisi terlebih dahulu untuk bersiap, Assalamualaikun ..."
" Wa'alaikumus salam .."
Setelah mendengar perkataan ustadz Fadil, akhir nya ustadz Reyhan menyetujui untuk menggantikan abah mengisi kajian. dan diri nya di dampingi oleh ustadz Nassir.
Setelah sampai di tempat kajian, kedua nya pun langsung memasuki area mesjid yang menjadi tempat kajian itu di gelar. saat kedua nya turun dari mobil, kedua nya pun langsung di sambut dengan sangat ramah oleh bebarapa jamaah pria dan langsung mempersilahkan kedua nya untuk memasuki mesjid. mendapat sambutan yang sangat ramah dan sopan dari jamaah, dengan senyuman serta anggukan sopan, kedua nya pun langsung memasuki mesjid.
Kedatangan kedua nya sontak saja menjadi perhatian dan sorotan para jamaah, apa lagi dengan wajah yang di miliki kedua nya membuat kekaguman tersendiri bagi jamaah, khusus nya jamaah wanita. bahkan dari arah para jamaah wanita kini mulai terdengar beberapa teriakan para boncil.
__ADS_1
" Ustadz senyuman mu mencuri perhatian ku ..."
" Ustadz aku pada mu ..."
" Ustadz mau donk di culik .." begitulah bunyi - bunyi teriakan dari para boncil.
Mendengar teriakan dari para jamaah, membuat kedua nya hanya mampu tersenyum dan menundukan kepala nya. apa lagi saat ini kedua nya telah duduk di depan, dan itu semakin membuat para jamaah wanita semakin puas memandangi wajah kedua.
Akhirnya acara pun di mulai, dengan pembukaan yang di bawakan oleh seorang pembawa acara, di lanjutkan pembacaan ayat suci al-quran, serta sambutan dan terakhir yaitu ceramah yang di sampaikan oleh ustadz Reyhan.
Selama ustadz Reyhan memberikan penyampaian ceramah nya, selama itu pula perhatian seluruh jamaah wanita hanya tertuju pada nya. dengan gaya penyampaian Rayhan yang terbilang santai dan sedikit di bumbui candaan, justru membuat para jamaah menjadi lebih paham dan mengerti dengan isi ceramah yang di sampaikan nya. tidak hanya itu, di akhir ceramah pun ustadz Reyhan memberikan waktu untuk sesi bertanya jika ada yang kurang memahami apa yang di sampaikan nya.
" Assalamualaikum ustadz, kira - kira ustadz Reyhan sudah ada yang punya belum yah ?." ujar salah satu jamaah wanita bertanya pada ustadz Reyhan.
Dan tentu saja pertanyaan itu membuat riuh seisi mesjid, bahkan tak sedikit pula yang menanti jawaban dari ustadz yang memiliki wajah bak aktor korea itu.
" Maaf mba, itu bukan pertanyaan." ujar pembawa acara.
" lho .. itu kan bertanya, bukan kah tadi di suruh bertanya ?." kini si wanita pun kembali berucap.
" Maksud saya, isi pertanyaan nya itu tentang tema ceramah hari ini, bukan pertanyaan pribadi ." kali ini si pembawa acara pun mulai sewot.
" Tidak apa - apa mas, saya akan jawab. terimakasih atas pertanyaanya, dan Allhamdulilah saya sudah mempunyai bidadari di dunia dan di syurga, insya Allah. ujar ustadz Reyhan dengan tersenyum.
mendengar jawaban yang di berikan oleh ustadz Reyhan tentu membuat para jamaah wanita banyak yang patah hati, bahkan tak sedikit dari mereka yang ingin menjodohkan anak gadis nya dengan ustadz Reyhan.
Akan tetapi, justru jawaban yang di berikan ustadz Reyhan membuat ustadz Nassir terkejut. karna setahu diri nya, bahwa ustadz Reyhan memang belum menikah.
' Apa ustadz Reyhan bercanda kali ya .. tapi dari raut wajah nya, apa yang di katakan ustadz Reyhan memang benar. tapi kapan ustadz Reyhan menikah ? dengan siapa ?.' monolog ustadz Nassir dalam hati.
" Sudah di jawab kan mba. baik lah, lanjut ke jamaah yang paling belakang, silah kan mba." kini pembawa acara mempersilahkan salah satu jamaah wanita, untuk kembali bertanya.
" Assalamualaikum ustadz Reyhan, perkenalkan nama saya Nur khalifah putri al- fariz binti Muhammad al- fariz.
Deg
Deg
Deg
Reyhan yang mendengar nama dari jamaah wanita di depan nya langsung mengangkat kepala nya, dan kini arah pandanganya pun di arahkan pada sosok wanita cantik dan imut yang kini telah berdiri dengan tersenyum manis pada nya.
" Saya baru saja menikah ustadz, tapi saya belum sempat melihat wajah dari suami saya. akan tetapi, saat saya bertemu dengan suami saya. banyak sekali wanita yang tertarik bahkan mengagumi suami saya. yang ingin saya tanyakan, apa kah boleh saya cemburu ustadz ?."
__ADS_1
Dada nya mulai bergemuruh, tubuh nya kaku bahkan mulut nya langsung tertutup rapat saat mendengar pertanyaan dari sang istri. kini sosok wanita yang beberapa minggu lalu telah resmi menjadi istri nya, telah berdiri di hadapan nya dengan tersenyum manis di pertemuan pertama kedua nya.
***