Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Rencana Jenny


__ADS_3

***


Ketika azan subuh berkumandang dari mesjid pesantren, kini ustadz Reyhan telah rapi dengan setelan koko serta sarung yang menempel pada tubuh nya, dan tak lupa pula peci yang saat ini bertengger di kepala nya. diri nya berniat untuk pergi ke mesjid pesantren untuk sholat berjamaah.


Sedang Khalifah saat ini justru tengah rapi dengan selimut yang menyelimuti hampir seluruh tubuh nya, dengan dengkuran yang halus keluar dari bibir nya.


Melihat sang istri yang masih tertidur pulas, membuat ustadz Reyhan tersenyum dan mendekat ke arah tempat tidur. ustadz Reyhan pun mendudukan diri nya di tempat tidur di samping sang istri. di usap nya pipi lembut sang istri dengan perlahan, agar wanita yang kini telah menjadi istrinya itu terganggu dengan tidur pulas nya.


" Neng, ayo bangun udah azan subuh." ujar ustadz Reyhan dengan lembut.


" Hhhmm ..." dengan mengeliatkan badan nya di balik selimut, dan tanpa berniat membuka kedua mata nya yang masih tertutup rapat.


" Neng .. ayo bangun." dengan mengelus rambut sang istri, dan masih dengan nada suara yang lembut.


" Iya bun .. lima menit lagi ya ..." dengan kembali mengeratkan selimut di tubuh nya.


Ustadz Reyhan yang mendengar perkataan sang istri, sungguh sangat gemas di buat nya. bagaimana bisa istri nya itu mengira bahwa diri nya adalah bunda Nissa. seolah sang istri tidak sadar dengan suara yang membangun kan diri nya.


" Neng .. ayo bangun, mungkin eneng bisa menunda waktu sholat. akan tetapi, waktu kematian tak akan pernah bisa ditunda." kali ini dengan mengangkat tubuh Khalifah dengan perlahan, yang masih berbalut selimut ke kamar mandi.


" Aaahhhh ..." karna saking terkejut nya, Khalifah langsung berteriak. saat merasakan tubuh nya yang melayang, bahkann dengan nyawa yang masih belum sepenuh nya sadar.


" Huss ... jangan teriak, entar di kira eneng di apa - apain lagi sama mas. walau pun memang udah di apa - apain. he ..he .." ustadz Reyhan terkekeh geli sekaligus malu dengan perkataan nya barusan.


Dengan perlahan ustadz Reyhan meletakan tubuh Khalifah yang masih berbalut selimut di atas kloset duduk di kamar mandi. Khalifah yang kini telah sadar pun, langsung terdiam beberapa saat. diri nya saat ini tengah memandang lekat wajah pria yang telah mengangkat tubuh nya ke kamar mandi.


Cup


Satu kecup lembut di kening di berikan oleh ustadz Reyhan pada istri nya itu. saat melihat sang istri justru bengong dengan menatap ke arah wajah nya.


" Kenapa bengong ? cepatan mandi, apa perlu mas bantu mandi nya ?." dengan tersenyum ustadz Reyhan menggoda sang istri.


" Iss .. engga perlu, eneng masih bisa mandi sendiri kok. apa mas Reyhan akan ke mesjid ?.!" dengan kembali mengeratkan selimut yang menutupi tubuh polos nya itu, Khalifah bertanya pada suami nya itu.

__ADS_1


"Iya, mas mau sholat di mesjid. engga apa - apa kan, kalo mas tinggal ?." ujar ustadz Reyhan pada sang istri.


" Iya, engga apa - apa kok ."


" Ya sudah kalo begitu, cepatan mandi, terus sholat subuh. mas tinggal dulu yah .. karna sebentar lagi akan iqomah. dan satu lagi, mungkin setelah dari mesjid, mas akan mampir ke asrama pengajar untuk mengambil barang - barang mas." kembali ustadz Reyhan berujar pada sang istri.


" Hhmm .." dengan deheman serta anggukan kepala Khalifah mengiyakan perkataan ustadz Reyhan.


Setelah mengatakan hal itu dan melihat anggukan kepala sang istri, ustadz Reyhan pun langsung mengecup kembali pipi lembut sang istri. dan dengan berlahan berlalu pergi untuk bersiap ke mesjid menunaikan sholat subuh berjamaah.


Sedangkan Khalifah sendiri kini tengah membersihkan diri nya, dan setelah selesai Khalifah pun langsung menunaikan sholat subuh di kamar seorang diri.


***


Sedang kan di lain tempat, lebih tepat nya di apertemen Jenny, dan saat ini jenny pun tengah menunaikan Sholat Subuh di kamar apertemen milik nya.


" Tet .. tet .. tet .." terdengar dari arah depan apertemen Jenny suara bel apertemen nya berbunyi.


" Siapa sich subuh - subuh kaya gini udah bertamu ? kaga tau waktu banget sich jadi tamu." dengan masih mengenakan mukena nya serta bibir yang terus menggerutu, Jenny pun beranjak untuk melihat siapa tamu yang tak tahu diri itu.


" Clek." terdengar pintu apertemen terbuka.


Kini terlihat seorang wanita paruh baya dengan mengenakan pakaian sangat seksi, kini tengah berdiri di hadapan Jenny dengan tersenyum manis pada nya.


" Ngapain momy kemari ?." ujar Jenny dengan sedikit ketus pada wanita yang ada di hadapan nya itu.


" Omg ... !! ada apa dengan mu Jenn ? dan kenapa hanya wajah mu saja yang terlihat ? apa kamu sakit ?."


Melihat putri nya itu hanya memperlihatkan wajah nya saja, membuat wanita yang di panggil Jenny dengan sebutan momy itu menjadi histris. karna selama ini, diri nya tak pernah tau apa yang di kenakan oleh Jenny saat ini adalah mukena.


" Iss .. brisik mom ! what are you doing here ?." masing dengan nada yang ketus, Jenyy berujar pada sang momy.


" Iiss .. dasar anak jahara, momy datang pagi - pagi bukan nya di suruh masuk, malah di tanya ngapain." tanpa peduli dengan perkataan putri nya itu, diri nya langsung saja masuk ke aperteman sang putri dan duduk di sofa ruang tamu.

__ADS_1


Melihat apa yang di lakukan sang momy membuat Jenny hanya menghela nafas nya, diri nya sangat faham betul dengan kedua orang tua nya itu. kedua nya hanya akan menemui Jenny di saat kedua nya tengah membutuhkan Jenny.


" To the poin aja mom, apa yang momy ingin kan dari Jenny ?." setelah menutup pintu aperteman nya, dan mendudukan diri di sofa yang berhadapan dengan sang momy.


" Jenn, kamu udah hampir satu tahun lebih engga ketemu momy. apa kamu engga kangen dengan momy dan dady ?." ujar sang momy yang kini menatap wajah putri satu - satu nya itu.


" bullshit ... baru saja satu tahun, kemana aja momy and dady dari dulu ? bahkan dulu saat Jenny masih membutuhkan kalian. kalian bahkan seperti jailangkung, yang datang dengan seenak hati dan pergi pun tak pamit." dengan sedikit sinis Jenny berujar pada sang momy.


" Okey, Iam sorry. momy minta maaf, tapi semua itu momy dan dady lakukan karna kami sangat menyayangi kamu. bukan kan selama ini kamu tidak pernah kekurangan apa pun, bahkan semua nya yang kamu inginkan selalu terpenuhi. lalu apa masalah nya sekarang, kenapa kamu seolah - olah memusuhi momy dan dady ?." dengan masih menatap lekat wajah putri nya itu.


" Cih ... terpenuhi momy bilang ..! apa yang momy maksud harta yang menumpuk dan jabatan yang tinggi yang selalu momy dan dedy bangga - banggakan itu ? asal momy tau .. ! Jenny justru membenci semua itu. karna yang Jenyy ingin kan selama ini adalah kasih sayang dan perhatian kalian yang tak pernah Jenny dapatkan. apa momy tau, usia berapa Jenny pertama kali nya menstruasi ?." kali ini Jenny justru menatap tajam wajah sang momy.


Selama ini Jenny memang terkesan memusuhi kedua orang tua nya, bahkan sejak remaja Jenny keluar dari rumah utama dan memilih untuk tinggal sendiri di aperteman milik nya. akan tetapi, sebenar nya itu hanya sebuah pelampiasan kekecewaan nya saja selama ini kepada kedua nya.


Mendengar perkataan serta tatapan tajam dari sang putri, membuat sang momy langsung terdiam. diri nya tau bahwa sang putri memang sejak remaja lalu, selalu memusuhi diri nya.


" Huh .. sekarang kata kan apa mau momy ?." kali Jenny kembali berujar, setelah melihat keterdiaman sang momy.


" Dady meminta Jenny untuk datang di acara makan malam keluarga di rumah malam ini." kali ini momy membuka suara nya, dan mengatakan tujuan nya datang menemui putri nya itu.


Mendengar perkataan sang momy, Jenny sudah mengetahui apa yang di rencanakan kedua orang tua nya itu. diri nya tahu makan malam itu hanya lah sebuah kedok saja, dan rencana sesungguh nya adalah pasti sebuah perjodohan bisnis. dan itu telah Jenny ketahui sejak beberapa tahun yang lalu. hanya saja, Jenny memang selalu menghindar dari acara makan malam yang dia adakan di rumah utama.


" Baiklah .. Jenny akan datang, dan sebaik nya momy segera pulang. karna Jenny ada urusan saat ini." dengan berlalu begitu saja dari hadapan sang momy, Jenny berucap.


" Beneran sayang ? kamu akan datang ?." dengan wajah yang sumringah, sang momy berujar pada Jenny.


" Hhhmm .." hanya dengan deheman Jenny mengiyakan perkataan sang Momy, sebelum kembali masuk ke dalam kamar nya.


" Okey, momy tunggu sayang .. Yes, akhirnya .." dengan full senyum momy Jenny pun beranjak dari duduk nya dan bersiap pergi dari aperteman sang putri.


" Iis .. tuch anak, untung anak kandung, coba kalo bukan, udah aku kutuk jadi bebek kali. masa sama momy nya sendiri engga ada manis - manis nya. udah dingin macam beruang kutub, muka datar macam triplek untungnya cantik. " dengan berlalu pergi sambil menggerutu kesal pada tingkah putri nya itu.


Sedangkan di dalam kamar, Jenny kini tengah tersenyum penuh arti. diri nya kini tengah merencanakan sesuatu pada kedua orang tua nya itu. dan kali ini rencana nya tentu akan membuat malu keluarga besar nya itu. dirinya tak peduli jika rencana nya ini dapat membuat nama baik keuarga nya akan tercoreng.

__ADS_1


" Tunggu dad, mom, apa yang akan Jenny lakukan kali ini. " ujar nya dengan menatap langit yang mulai mengeluarkan cahaya nya.


***


__ADS_2