Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Tanggung Jawab


__ADS_3

***


Setelah mendengar semua penjelasan dari Jenny saat Khalifah menemui nya di ruang perawatan. kini yang ada dalam fikiran Khalifah saat ini, bagaimana cara nya diri nya mampu menggagalkan rencana perjodohan tuan Alex.


Khalifah sebenarnya tidak ingin terlalu ikut campur dengan masalah yang ada pada keluarga Alexander. hanya saja, diri nya tak ingin sang adik mendapatkan pria yang kurang tepat, pria yang justru menjauhkan Jenny dari Allah.


Khalifah hanya ingin Jenny yang sudah di anggap sebagai adik perempuan nya itu, mendapatkan pria yang mampu membimbing nya terus di jalan Allah. seorang pria yang benar - benar mampu menjadi imam dalam setiap ibadah Jenny, seorang pria yang mampu menerima segala kekurangan dan kelebihan Jenny.


Apa lagi saat Khalifah tau, bahwa tuan Alex menjodohkan Jenny hanya demi bisnis, bukan karna ingin menjadikan sebuah pernikahan sebagai sarana untuk beribadah, dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.


" Bagaimana keadaan aa Fadil mas ?" ujar Khalifah bertanya pada ustadz Reyhan.


Saat ini di ruangan perawatan Khalifah hanya tinggal ustadz Reyhan yang menemani sang istri. sedangkan uwa Asep dan ustadz Ahmad telah kembali saat suara azan asar berkumandang dari mesjid pondok pesantren.


" Allhamdulilah .. keadaan ustadz Fadil saat ini sudah jauh lebih baik." ujar ustadz Reyhan, sesaat setelah diri nya menjalankan sholat asar berjamaah di mesjid pondok pesantren.


" Allhamdulilah .. syukurlah kalo begitu. setidaknya anggap saja itu perjuangan aa Fadil sebelum mendapatkan jodoh he .. he .." ujar Khalifah yang justru terkekeh.


" Neng yakin mau menjodohkan ustadz Fadil dengan Jenny ?." dengan duduk di kursi di samping brankar sang istri.


" Emang nya kenapa mas ?."


" Tapi bagaimana dengan tuan Alex ? eneng tau sendiri kan kalo ayah dari Jenny pasti engga bakalan setuju. mas takut aja kalo sampai apa yang di katakan ustadz Ahmad beneran terjadi neng." terlihat jelas raut wajah ustadz Reyhan yang menunjukan kekhawatiran saat ini.


" Mas tenang aja, tuan Alex engga bakalan berani berbuat macam - macam kok. lagi pula menurut eneng, itu hanya ungkapan amarah dan kekecewaan seorang ayah saja. jadi, mas Reyhan engga perlu khawatir." ujar khalifah menenangkan.


Karna apa yang di lihat Khalifah dari raut wajah tuan Alex saat itu memang sebuah amarah dan kekecewaan dari seorang ayah saja. apa lagi Jenny merupakan putri satu - satu nya dari tuan Alex, tentu saja tuan Alex akan murka saat mengetahui sang putri tengah mengandung di luar nikah.

__ADS_1


" Tapi neng .. jelas - jelas saat itu tuan Alex menodongkan pistol nya pada ustadz Fadil. mas tidak bisa membayangkan neng, bagaimana jadi nya ustadz Fedil saat benar - benar menjadi suami sekaligus menantu dari keluarga Alexander. menurut mas, keluarga Alexander itu seperti keluarga mafia neng." ujar ustadz Reyhan, dengan masih menunjukan raut wajah khawatir.


" He .. he .. emang mas Reyhan tau, apa itu mafia ? lagian mas, dalam dunia bisnis khususnya seorang pengusaha sukses, bodyguard dan senjata itu sudah biasa. jadi, engga semua keluarga yang punya bodyguard atau senjata itu keluarga mafia." ujar Khalifah yang justru terkekeh saat sang suami mengatakan keluarga Jenny adalah keluarga mafia.


" Emang gitu ya neng, jadi keluarga Jenny bukan keluarga mafia ya ? tapi tetap saja neng, mas tetap khawatir dengan ustadz Fadil. apalagi saat melihat aksi Jenny tadi, ya Allah ..."


" Keluarga Jenny keluarga pengusaha mas, dan kalo untuk Jenny, insya Allah eneng yakin aa Fadil mampu menjadi pawang nya. he .. he .."


Saat mendengar Khalifah yang terkekeh, kini pandangan ustadz Reyhan justru menatap lekat ke arah sang istri. apalagi saat ini banyak pertanyaan yang timbul dalam benak nya tentang istri nya itu. tidak hanya merasa sang istri yang terlihat santai dengan pembicaraan tentang senjata, tapi aksi sang istri pun tak kalah menjadi pusat perhatian nya.


Dan saat sang istri yang membawa Jenny ke dalam gudang, membuat ustadz Reyhan menjadi penasaran dengan apa yang di lakukan kedua gadis itu. apalagi saat pintu gudang di buka, kedua nya dalam kondisi tidak baik - baik saja.


" Jangan pernah mencari tahu apa yang sebenarnya tak harus mas Reyhan tau, cukup lihat eneng yang ada di hadapan mas Reyhan sekarang. karna apa yang ada di belakang, semua nya pasti ada alasan." ujar Khalifah, dengan membalas tatapan dari ustadz Reyhan.


Mendengar perkataan sang istri membuat ustadz Reyhan tertegun. apalagi saat melihat tatapan sang istri, membuat ustadz Reyhan merasa bahwa ada suatu rahasia besar pada istri nya itu, yang sebenarnya diri nya tak boleh mengetahui nya.


" Insya Allah .." dengan memberikan sebuah senyuman manis pada suami nya itu.


" Jangan kebanyakan senyum neng, mas Reyhan entar bisa diabetes kalo di kasih yang manis terus he .. he.."


Mendengar perkataan manis dari sang suami bukan nya membalas, tapi justru kini Khalifah menatap ke arah pintu ruang rawat nya. dan tanpa aba - aba, Khalifah langsung melemperkan sendal nya ke arah pintu.


" Brak .."


" Asstagfirullah ..." terdengar seseorang yang mengatakan istigfar dari arah luar.


" Maka nya jangan suka nguping jadi orang, Masuk !." ujar Khalifah dengan santai.

__ADS_1


Sedangkan ustadz Reyhan sendiri begitu takjub dengan kepekaan sang istri, yang mengetahui jika ada seseorang yang menguping pembicaraan kedua nya.


" Cklek " suara pintu terbuka.


" He .. he .. piss neng, jangan marah neng."


Setelah pintu ruang rawat terbuka, kini muncul sosok tengil ustadz Fadil dengan mengangkat jari tengah dan jari telunjuk nya.


" Wahh .. apa masih kurang itu lukisan di wajah ? kalo masih, eneng masih mampu kok buat nambahin."


" Ya Allah neng .. tega banget jadi adik, kalo ini di tambahin, bakalan hilang donk ketampanan aa Fadil." ujar ustadz Fadil, dengan berjalan mendekat ke arah brankar pasien.


" Iss .. buat apa tampan, kalo sampai sekarang masih jones. tapi aa fadil tenang saja, karna eneng adik yang baik hati. maka eneng minta untuk aa Fadil menikahi Jenny. biar aa Fadil engga jadi jomblo ngenes lagi."


" Assatagfirullah .. demi Allah neng, aa Fadil engga pernah tanam saham di perusahaan Jenny. jangankan tanam saham, baru mau kasih lamaran proposal aja aa Fadil udah di tolak mulu. haisss ..." dengan mengusap kasar wajah nya, ustadz Fadil terlihat frustasi.


" Yang bilang aa Fadil buntingin Jenny siapa ? enengkan cuma bilang aa Fadil harus nikahin Jenny. lagian yakin apa, aa Fadil engga mau nikahin Jenny ?." kali ini dengan nada mengejek Khalifah berujar pada kakak sepupu nya itu.


" Ya kalo nikahin Jenny sich aa Fadil mau neng, mau banget malah. kalo memang benar si pria bleguk yang nanam saham itu tidak mau bertanggung jawab, maka aa Fadil siap dan ikhlas kok menikahi Jenny sebagai bentuk tanggung jawab. tapikan, aa Fadil engga bisa nikahin Jenny sekarang neng, setidak nya sampai Jenny melahirkan, barulah aa Fadil akan menikahi Jenny. walaupun harus babak belur lagi untuk mendapatkan restu dari tuan Alex." terlihat jelas keseriusan dari wajah ustadz Fadil saat berucap pada Khalifah.


" brak .." terdengar suara pintu rawat terbuka.


" Nikahin gue sekarang juga kalo gitu, karna lo memang harus tanggung jawab."


Deg ..


***

__ADS_1


__ADS_2