
***
Setelah mendapat izin dan restu dari tuan Alex, kini di sini lah mereka berada, di sebuah mesjid yang berada di pesantren yang akan di jadikan tempat ustadz Fadil mengucapkan ijab qobul.
" Saya Terima nikah dan kawin nya Jenny clarissa alexander binti Alexander Cristian dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar lima ratus ribu di bayar tunai."
Dengan satu tarikan nafas ustadz Fadil begitu lancar dalam mengucapkan ijab qobul di depan penghulu. bahkan kini terdengar kata sah dari para saksi.
" Sah .."
" Sahhh .."
" Allhamdulilah .. ya Allah."
Kini sah sudah Jenny menjadi makmum dalam setiap ibadah ustadz Fadil, bahkan di dalam hati ustadz Fadil tak henti - henti nya mengucapkan syukur kepada Allah. sesaat setelah ijab qobul selesai, kini ustadz Fadil pun mendekat ke arah abah.
" Ingat nak, menikah adalah ibadah terpanjang dan terlama, karna dengan menikah kamu telah menyempurnakan separuh dari agama dan kehidupan mu. jadikan pernikahan ini sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. mulai saat ini, Jenny sudah menjadi tanggung jawab mu dunia akhirat. maka jadilah suami sekaligus ayah yang bertanggung jawab terhadap keluarga, jadikan semua nya sebagai nilai ibadah mu kepada Allah." pesan abah pada ustadz Fadil, sesaat setelah doa bersama selesai.
" Insya Allah abah, syukron .. karna berkat didikan abah dan ummi, aa bisa menjadi seperti saat ini. jangan lelah untuk memberikan nasehat pada aa, apa bila kelak dalam berumah tangga, aa melakukan kesalahan." dengan bersimpuh di kaki sang abah, ustadz Fadil pun berujar.
" Ingat nak !! ini adalah awal dari perjuangan mu sebagai suami sekaligus imam dalam keluarga. karna suami mampu menjadi surga untuk istri nya, dan sebalik nya, suami juga mampu menjadi neraka bagi istri nya. dan ingat satu hal !! jangan pernah menuntut kesempurnaan dari pasangan mu, akan tetapi, jadikan kekurangan nya untuk saling melengkapi dan mampu menjadi sebuah kesempurnaan. ummi berpesan jadilah air di saat api mulai menyala, dan jadilah api disaat gelap mulai menyapa." dengan meneteskan air mata haru ummi Halimah memberikan nasehat nya pada sang putra.
" Insya Allah ummi, syukron ummi ..." bahkan saat ini ustadz Fadil tak mampu berkata - kata di hadapan sang ummi. hanya butiran bening yang kini terus meleleh dari kedua sudut mata nya.
Setelah merasa lebih tenang, kini ustadz Fadil pun beralih menuju tuan Alex yang masih terduduk di tempat nya sejak tadi. belum sempat ustadz Fadil mengeluarkan suara nya, tapi ternyata tuan Alex telah terlebih dahulu bersuara.
" Aku titip putri ku Jenny pada mu, ingat !!! jangan pernah sekali pun kamu berani - berani menyakiti nya. jika tidak ingin nyawa mu melayang !." ujar tuan Alex saat ustadz Fadil bersalaman dengan nya, bahkan masih dengan tatapan tajam yang di arahkan nya pada pria yang telah resmi menjadi menantu nya itu.
" Insya Allah tuan, saya akan melindungi dan membimbing istri saya. karna Jenny bukan hanya menjadi seorang istri, tapi dia juga akan menjadi seorang ibu dari anak - anak saya kelak." dengan mencium tangan tuan Alex dengan penuh takzim. bahkan terlihat jelas keseriusan di setiap ucapan ustadz Fadil.
Melihat apa yang di lakukan ustadz Fadil pada nya, mampu membuat tuan Alex tertegun. meski pria yang di hadapan nya itu sempat menjadi tempat samsak nya beberapa waktu yang lalu, tapi hingga saat ini pria itu justru masih saja menunjukan rasa hormat pada nya. bahkan setelah mendengar perkataan sang menantu, membuat tuan Alex sedikit lega jika putri nya itu tidak salah dalam memilih patner hidup.
" Baiklah, aku pegang perkataan mu. dan mulai saat ini panggil aku daddy sama Jenny."
" Baik tu, ah .. dd..daddy." ujar ustadz Fadil yang terlihat canggung.
' Alamak .. ini nih kalo dapat mertua bule, mana lidah kampung mau manggil daddy aja susah banget. untung engga kepanggil babi aduuh.. asstagfirullah ya Allah. kenapa engga panggil abah aja sich biar lebih gampang.' ujar ustadz Fadil bermonolog dalam hati.
__ADS_1
Jodoh memang tak ada yang tahu akan berlabu pada siapa, karna manusia hanya sekedar menjalani, tapi Allah lah yang menghendaki.
Sama hal nya dengan Jenny dan ustadz Fadil, jika melihat ke belakang, kedua nya justru terlihat seperti kucing dan anjing yang selalu berdebat dan tak pernah akur jika kedua bertemu. akan tetapi saat ini, justru kedua nys kini di persatukan dalam ikat suci sebuah pernikahan.
" Barakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fil khoir, ustadz Fadil." ujar ustadz Reyhan pada ustadz Fadil saat kedua nya bersalam.
" Amien ya Allah ... terimakasih ustadz Reyhan atas doa antum." ujar ustadz Fadil yang justru memeluk ustadz Reyhan.
" Ajarin bagaimana ustadz Reyhan mampu menaklukan singa betina kaya eneng ustadz." kali ini ustadz Fadil berbisik di telinga ustadz Reyhan.
Mendengar perkataan ustadz Fadil membuat ustadz Reyhan mengerutkan kening nya. diri nya di buat binggung dengan maksud perkataan dari ustadz Fadil pada nya .
" Maksudnya ustadz Fadil apa ?."
" He .. he .. istri ustadz Reyhan dengan istri saya kan sama - sama singa betina ustadz. ustadz Reyhan tau, bahkan istri saya sebelum nya beberapa kali menodongkan pistol ke arah saya. diri nya juga selalu mengancam akan melubangi kepala saya dengan peluru senjata nya." ujar ustadz Fadil dengan lesu. diri nya saat ini sedikit ragu, bagaimana cara menghadapi Jenny ke depan nya nanti.
" Insya Allah Jenny adalah wanita yang baik, wanita yang bisa menghormati ustadz Fadil sebagai suami. lagian tidak mungkin eneng menyarankan ustadz Fadil untuk menikahi Jenny, jika Jenny bukan wanita yang baik." kali ustadz Reyhan pun berujar.
" Apa yang ustadz Reyhan katakan memang benar, hanya saja saya mungkin akan belajar menjadi pawang dari istri saya he ..he .."
Kini seluruh keluarga ustadz Fadil pun langsung menuju ke klinik untuk menemui Jenny yang justru saat ini masih menjalani perawatan.
**
" Mom, ayo lah mom .. berhenti memoles wajah Jenny !! apa mommy ingin menjadikan Jenny biduan dangdut dengan dandanan menor seperti ini ?." ujar Jenny jengah dengan tingkah sang mommy, yang sejak tadi tak berhenti memoles wajah nya.
" Iiss .. siapa bilang ini menor, ini itu make up yang lagi tren, tau engga ? lagian pengatin itu make up nya memang harus cetar membahana, bukan nya seadaan nya." ujar sang mommy, yang masih terus melukis di wajah sang putri.
Sedangkan Khalifah yang sejak tadi memperhatikan kedua nya hanya mampu menahan tawa nya. apa lagi setelah melihat raut wajah Jenny yang pasrah tak berdaya di tangan sang mommy.
" Mommy Citra bener, kalo perlu lipstik nya kasih yang merah merona tante." ujar Khalifah mengompori mommy Jenny.
Mendengar perkataan Khalifah, membuat Jenny memelototkan kedua mata nya. diri nya tidak ingin jika sang mommy sampai terpengaruh dengan perkataan teteh nya itu.
" Tuch kan .. teteh kamu aja tau kan kalo make up nya memang harus terlihat cetar." ujar mommy menyetujui ide dari Khalifah.
Khalifah memang di perkenalkan Jenny sebagai teteh nya pada sang mommy. itu sebab nya mommy meminta Khalifah memanggil dirinya dengan sebutan mommy Citra.
__ADS_1
" Iis, mommy ngomong apa sich ? jangan dengarkan dia mom !. pokok nya Jenny engga mau tau, cukup !! atau Jenny akan hapus semua make up nya." dengan nada mengancam Jenny berujar.
Belum sempat mommy menimpali perkataan sang putri, terdengar bunyi ketukan pada pintu.
" Tok .. Tok .. Assalamualaikum .."
" Wa 'alaikumus salam ..."
Cklek .. pintu kamar terbuka.
Kini seluruh keluarga dari ustadz Fadil telah berkumpul di ruang rawat Jenny, termasuk ustadz Fadil yang masih berdiri dengan canggung yang tidak jauh dari pintu.
" Ayo nak, dekati istri mu." ujar ummi Halimah pada ustadz Fadil.
Mendengar perkataan sang ummi, ustadz Fadil pun dengan berlahan mendekat ke arah Jenny, yang saat ini tengah duduk di brankar pasien.
Kini kedua nya pun saling berhadapan, dan dengan berlahan ustadz Fadil pun meletakan tangan nya di atas kepala Jenny dan berdoa.
" Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ' alaiha, wa a' udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltahaa 'alaih."
Setelah ustadz Fadil selesai berdoa, kini Jenny pun dengan berlahan meraih tangan ustadz Fadil dan mencium punggung tangan sang suami dengan takzim. tak lupa pula ustadz Fadil pun mencium kening sang istri.
Setelah melakukan hal itu kini kedua nya pun terlihat malu - malu, bahkan kedua nya pun kini menundukan kepala nya.
" Ehem ehem, sekarang udah sah kan, jadi tinggal teteh yang akan menagih janji mu Jenn." ujar Khalifah dengan tersenyum penuh arti terhadap Jenny.
Mendengarkan perkataan Khalifah membuat seluruh penghuni kamar pun langsung melihat ke arah Jenny. mereka pun ingin mengetahui janji apa yang di ucap oleh Jenny pada teteh nya itu.
Sedangkan Jenny kini terlihat bingung dengan apa yang di katakan Khalifah.
" Janji apa teh ?." ujar Jenny bertanya dengan mengerutkan kening nya.
Mendengar pertanyaan Jenny, membuat Khalifah mendekat ke arah Jenny, dan membisikan sesuatu di telinga Jenny.
Deg
Sungguh apa yang di dengar Jenny saat ini membuat diri nya terlihat shock, bahkan dengan susah payah Jenny menghembuskan nafas nya yang terasa berat. diri nya benar - benar melupakan janji yang telah di buat nya pada teteh nya saat itu.
__ADS_1
Janji yang harus di tepati nya sesuai dengan kesepakan kedua nya. mampukah Jenny menepati janji nya itu ? ayo tetap ikuti terus ya cerita nya. jangan lupa like, sama komen juga .terimakasih ☺️🙏
***