Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Permintaan berkunjung


__ADS_3

***


Hari berganti hari dimana hampir dua minggu sudah Khalifah bersama keluarga nya, tidak terasa hari ini tepat di mana Khalifah harus kembali kota B. kembali harus berpisah dengan keluarga besar nya untuk mengemban tugas sebagai dokter militer di KESDAM ( kesehatan daerah militer ).


" Ayah, bunda eneng pamit yaa ... jaga kesehatan bunda sama ayah, dan doa kan eneng selalu. " sambil memeluk kedua orang tua nya bergantian, tak lupa Khalifah menyalami tangan ke dua nya dengan takzim dan mengecup punggung tangan ayah serta bunda.


" Iya neng, eneng di sana juga sehat - sehat, jangan lupa istirahat, makan yang teratur, dan yang paling penting sholat jangan sampai di tinggal kan. " ujar sang bunda mengingat kan putri nya. walau pun berat sang bunda harus rela untuk berpisah kembali dengan sang putri demi tugas yang memeng harus di laksanakan nya sebagai abdi negara.


Selama ini Khalifah memang sangat jarang untuk berkumpul dengan keluarga bahkan dalam satu tahun saja Khalifah hanya akan berkumpul dengan keluarga sekitar dua minggu saja. dan sisa nya Khalifah habiskan dengan menjalani tugas nya sebagai abdi negara.


" Iya, apa yang bunda kata benar. jangan hanya karna tugas, sampai mengabaikan diri sendiri, bagaimana akan menolong dan menjaga orang lain kalo menjaga diri sendiri saja tidak mampu ?. " ayah pun membenarkan ucapan sang istri sekaligus memberikan nasehat untuk putri nya.


" Insya Allah yah, bun, eneng akan ingat pesan dari ayah dan bunda. tolong sampai kan salam eneng untuk keluarga yang lain." ujar Khalifah menambah kan, semalam sebelum keberangkatan nya pagi ini keluarga besar memang sudah berkumpul sekaligus acara berpamitan Khalifah yang akan kembali ke tempat nya bertugas.


" Iya, nanti Insya Allah bunda akan sampai kan, hati - hati di jalan, dan kabari bunda kalo eneng sudah sampai. " dengan merangkul bahu putri nya menuju mobil yang akan mengantar kan sang putri ke bandara.


" Insya Allah bun .. " sambil masuk ke dalam mobil.


" Dah bunda , dah ayah .. " melambaikan tangan pada kedua orang tua nya. dan di balas hal yang sama oleh bunda dan ayah dengan senyum paksaan karna harus berpisah dengan putri bungsu.


Setelah menepuh waktu satu jam perjalanan dari rumah utama menuju bandara, dan di sini lah Khalifah berada di ruang tunggu di bandara untuk menunggu pesawat yang akan mengantarkan nya ke tempat tujuan. dan tak menunggu lama pesawat pun lepas landas dari kota kelahiran nya menuju kota tempat kelahiran sang bunda.


" Allhamdulilah ... akhirnya sampai juga . " setelah melakukan perjalanan hampir dua jam lebih, dari bandara kota B menuju daerah di mana tempat Khalifah menjalankan tugas sebagai dokter militer, di sini lah Khalifah berada di dalam kamar yang hanya berukuran 3 kali 3 dengan. kasur busa dan satu lemari berukuran sedang. sungguh sangat berbanding terbalik dengan penampilan kamar nya yang berada di rumah utama, yang tentu saja memiliki berbagai sangat fasilitas mewah.


" asstagfirullah, jadi lupa kan buat kasih kabar bunda kalo sudah sampai ." karna lelah nya setelah melakukan perjalanan Khalifah sempat merebahkan diri di atas kasur busa yang sudah satu tahun lebih di tinggal kan nyadan sempat lupa untuk mengabari bunda tercinta, Khalifah pun bergegas mencari ponsel nya yang ada di dalam tas untuk segera menghubungi sang bunda.


" Tut ... tut ... tut ..." nada sambung pada ponsel berbunyi tanda sambungan telpon terhubung, dan setelah terhubung.


"Assalamualaikum bun, eneng sudah sampai, baru aja sampai di rumah dinas. eneng juga mau langsung beres - beras rumah . " ujar Khalifah memberi kabar pada sang bunda.


" Wa'alaikumus sallam , alhamdulilah kalo eneng sudah sampai. ya udah kalo eneng mau beres - beres, tapi jangan lupa istirahat sama makan ya .. eneng sudah sholat zuhur ?. " bunda pun kembali mengingatkan putri nya.

__ADS_1


" Iya bun, nanti setelah beres - beres eneng akan langsung istirahat. kalo makan sama sholat, allhamdulilah sudah bun, tadi sempat mampir saat di perjalanan dari bandara. kalo gitu eneng tutup dulu yaa bun, assalamualaikum .. " setelah terdengar jawaban salam dari sang bunda Khalifah pun mematikan sambungan telpon nya.


Dengan sisa - sisa tenaga yang di miliki nya, Khalifah segera membersihkan rumah dinas yang sempat di tinggal kan selama satu tahun. walau pun ada petugas yang di minta tolong untuk membersihkan nya akan tetapi tetap saja harus di bersihkan kembali.


Hari berganti hari sudah sebulan setelah pembicaraan masalah perjodohan yang sudah di rencana kan oleh uwa Khalifah. untuk memenuhi amanah dari almarhum aki yang akan menikah kan salah satu cucu perempuan nya dengan cucu dari sahabat aki. dan sampai saat ini pun Khalifah belum memberikan jawaban nya, bersedia atau justru menolak perjodohan tersebut.


Almarhum aki adalah seorang ustad di daerah tempat tinggal nya. aki hanya mampu mengajar mengaji di mesjid atau di teras depan rumah nya, bahkan aki harus membuat tenda di depan rumah nya saat banyak santri yang ingin mengaji dengan aki. tidak hanya itu saja aki tidak pernah memungut biaya sepeser pun sebagai imbalan nya mengajar, bahkan jika ada yang ingin membayar jasa nya saja aki selalu menolak dengan alasan bahwa kelak aki akan meminta bayaran tersebut di padang masyar.


Itu lah mengapa Khalifah mendirikan pondok pesantren di tanah kelahiran sang bunda, karna Khalifah hanya ingin memberikan sarana untuk aki mengajar serta sarana bagi anak - anak yatim dan kurang mampu untuk menimbah ilmu tanpa harus terkendala biaya. jika dulu ponpes hanya memiliki santri puluhan saja tapi tidak untuk saat ini. ponpes yang di beri nama Darul Istiqomah saat ini sudah berkembang pesat.


jika dulu ponpes hanya memiliki santri puluhan saja tapi tidak untuk saat ini, jumlah santri bahkan lebih dari 3000 ribu santri. yang tergabung antara santri putra dan santri putri yang sedang menimbah ilmu di ponpes Darul Istiqomah, dengan di dukung fasilitas serta sarana dan prasarana pendidikan yang sangat moderen serta para pengajar yang kemampuan nya sudah di uji dan memang pantas untuk mengajar.


Di malam hari saat setelah melaksanakan sholat isya,. " dret ... dret ... dret ... " getaran dari ponsel milik Khalifah yang berada di atas tempat tidur yang menandakan ada seseorang yang menghubungi nya , dan saat di lihat pada layar ponsel kontak sang uwa lah yang menelpon.


" Assalamualaikum .. iya uwa ada apa ?. " ujar Khalifah sesaat setelah menggeser tombol hijau pada layar ponsel nya.


" Wa'alaikumus sallam neng, eneng lagi apa ?apa uwa mengganggu ?. " uwa pun bertanya, karna uwa tau keponakan nya itu terlampau sibuk itu, kadang membuat nya sedikit tidak enak apa bila mengganggu.


" Neng, eneng kapan ada waktu luang ? kalo ada, apa bisa eneng datang ke rumah uwa ? ada yang ingin uwa bicara kan dengan eneng . " uwa asep pun mengutarakan tujuan nya saat menghubungi Khalifah.


" Ada apa uwa ? apa ini masalah serius ?." ujar Khalifah kembali bertanya karna penasaran, mengapa sang uwa sampai menyuruh nya datang. biasa nya jika ada masalah dengan yayasan sang uwa hanya memberi tahu nya melalui ponsel saja tanpa menyuruh nya untuk datang secara langsung.


" Iya ini penting neng, kalo eneng ada


waktu, tolong secepat nya datang ke rumah uwa. karna uwa tidak nyaman kalo harus membicarakan nya melalui telpon. sekalian juga eneng lihat yayasan, sudah hampir tiga tahun lebih, eneng belum pernah melihat perkembangan yayasan. " ujar sang uwa yang seperti nya pembicaraan kali ini benar lah sangat penting.


" Baik lah uwa, Insya Allah akhir pekan ini eneng akan datang, sekalian menginap. " Khalifah pun memutus kan untuk datang di akhir pekan dan menginap di rumah sang uwa, agar tidak terlalu tergesa - gesa jika memang ada masalah yang serius yang harus di bicarakan.


"Baik lah kalo begitu, uwa tunggu kedatangan eneng akhir pekan ini. ya sudah kalo begitu uwa mati kan dulu sambungan telpon nya, ada tamu yang sedang menunggu uwa, assalamualaikum neng. " setelah mendengar jawaban salam dari keponakan nya uwa pun mematikan sambungan telpon nya. dan kembali menemui tamu nya yang sang sejak tadi menunggu.


Sedangkan di sisi lain Khalifah semakin di buat penasaran, ada apa gerangan sampai sang uwa meminta nya datang secara langsung ke rumah, bahkan sang uwa sampai merasa tak enak jika berbicara melalui ponsel .

__ADS_1


sungguh pikiran Khalifah pun kini melayang dan hanya mampu menerka - nerka masalah penting apa yang akan di bicara kan sang uwa dengan nya. dengan rasa penasaran yang tak kunjung reda Khalifah memilih untuk segera tidur. dan membiarkan rasa penasaran nya yang mungkin akan terjawab dua hari lagi.


Saat ini tepat pada hari yang di janji kan oleh Khalifah untuk mengunjungi kediaman uwa nya untuk membicarakan hal penting yang hingga saat ini masih mengganggu fikiran nya. Khalifah pun berangkat setelah waktu asar setelah mengikuti pelatihan dengan menggunakan angkot.


Jika ada yang bertanya mengapa Khalifah menggunakan angkot dan kenapa tidak menggunakan mobil ? jawaban nya adalah Khalifah memang tidak memiliki mobil di tempat diri nya bertugas, dirinya lebih nyaman menggunakan angkot jika akan berpergian. sebenarnya uwa sempat menawarkan Khalifah untuk di jemput, hanya saja Khalifah langsung menolak karna tidak ingin merepotkan sang uwa.


Dan setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam dari rumah dinas nya, Khalifah pun sampai di kediaman uwa Asep. karna Khalifah memang bertugas selama ini di daerah yang sama dengan uwa Asep. kediaman uwa Asep sendiri bersebelahan dengan ponpes dan asrama santri putri sedang kan asrama putra berada di belakang kediaman uwa Asep.


" Assalamualaikum ... " ketika Khalifah sampai di kediaman uwa Asep dan langsung mencium tangan uwa Halimah penuh takzim.


"Waakaikumus sallam neng ..." langsung di sambut senyuman serta pelukan dari uwa Halimah dan langsung membawa nya masuk ke dalam rumah.


" kok sepi uwa, emang pada kemana ?. " ujar Khalifah bertanya pada uwa Halimah saat melihat keadaan rumah yang sepi saat ini.


Uwa Asep adalah kakak tertua bunda, bunda dan uwa Asep hanya dua bersaudara. uwa asep sendiri menikah dengan uwa Halimah dan di karuniai dua putra dan satu putri. anak pertama A'a Ahmad (34) dan telah memiliki keluarga, anak kedua A'a Fadil ( 27 ) , dan putri ketiga teteh Arum (24) yang saat ini baru saja menyelasaikan pendidikan nya di Al - azhar kairo mesir.


" Uwa eneng sedang mengisi pengajian di desa sebelah, bersama A'a Fadil dan teh arum, sedang kan A'a Ahmad sedang mengajar bersama istri teh hana. " ujar uwa Halima menjelaskan.


" Oh ... teh arum sudah pulang ya uwa ? kapan ?. " Khalifah pun kembali bertanya.


" Teteh Arum pulang dua hari yang lalu, karna masa pendidikan nya sudah selesai. eneng mau minum apa biar uwa bikin kan. " ujar uwa Halimah menawarkan koponakan nya minuman.


" Engga usah repot - repot uwa, nanti biar eneng ambil sendiri saja di dapur. eneng mau langsung mandi saja, soal nya gerah tadi habis ada kegiatan pelatihan, dan langsung ke mari jadi belum sempat mandi sama sholat asar juga. " ujar Khalifah meminta izin pada uwa Halimah.


" Ya sudah, eneng masuk aja ke dalam kamar teteh. mandi langsung sholat asar dulu, sambil menunggu uwa eneng kembali. " mempersilah kan sang keponakan masuk kamar untuk membersihkan diri.


Khalifah pun masuk ke dalam kamar dan segera membersihkan diri nya dan setelah nya langsung menunaikan sholat asar. setelah menunaikan sholat asar yang sedikit terlambat, Khalifah lebih memilih untuk merebahkan diri di tempat tidur yang ada di dalam kamar.


Khalifah masih berfikir jika tidak permintaan sang uwa untuk meminta nya datang maka Khalifah mungkin tidak akan datang ke tempat yang sudah hampir tiga tahun lebih tidak pernah di kunjungi nya . alasan nya adalah kesibukan Khalifah lah yang benar - benar menyita waktu kebersamaan nya dengan keluarga. tidak bisa selalu bersama bukan berarti Khalifah tidak menyayangi keluarga besar nya. justru Khalifah sangatlah respek dengan keluarga nya hanya kesibukannya lah ysng membuat Khalifah tidak bisa bersama keluarga dari sang bunda meski tinggal di daerah yang sama.


***

__ADS_1


__ADS_2