Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Singa Betina


__ADS_3

***


Setelah mendengar kebenaran tentang kebohongan kehamilan sang istri membuat ustadz Fadil justru memiliki akal licik untuk memberi hukuman pada sang istri.


Akan tetapi, hukuman itu justru membuat diri nya kewalahan sendiri dalam menghadapi Jenny. hukuman yang justru membuat sang istri jauh lebih bringas bahkan diri nya di buat pasrah dan tak berdaya dengan apa yang di lakukan Jenny pada nya.


Ustadz Fadil lupa, bahwa Jenny bukalah wanita polos yang lemah. Jenny tetaplah Jenny, meski telah menjadi istri nya. dalam kamus kehidupan Jenny, diri nya tak akan pernah memberi ampun pada musuh nya, termasuk sang suami.


Sedangkan di lain tempat, tepat nya di rumah minimalis berlantai dua milik Khalifah. saat ini si empu rumah justru tengah sibuk membujuk sang istri, bahkan ustadz Reyhan beberapa kali menggaruk kepala nya yang tak gatal akibat tingkah sang istri yang ajaib.


" Neng udahan yach .. mas udah engga tahan ini .. kita udah tiga kali main, mas cape neng .." ujar ustadz Reyhan merengek pada sang istri, karna saat ini diri nya benar - benar lelah bahkan mata nya hampir tak mampu untuk menahan kantuk.


" Iis .. masa gitu aja cape. baru juga tiga kali main udah minta berhenti. lagian dari tadi kenapa engga naik - naik sich, seneng banget di bawah ? ." bukan nya menghentikan permainan, Khalifah justru mengomel tak jelas pada suami nya itu.


' Gimana mau naik orang dari tadi di suruh turun di bawah terus.' bukan nya menjawab, ustadz Reyhan justru menggerutu dalam hati.


" Sayang nya mas, cinta nya mas, besok lanjut lanjut lagi yach ... lihat, ini udah jam dua belas malam, entar kita telat bangun sholat tahajut lho .." kali ini ustadz Reyhan mencoba jurus rayuan untuk meluluhkan hati istri imutnya itu.


" Tapi eneng masih mau main mas .. eneng belum puas belum ngantuk juga. lagian mas, masa tiga kali main ular tangga mas Reyhan kalah mulu. senang banget diam di bawah terus itu pion, engga mau naik - naik ke atas apa ?." ujar Khalifah dengan menggembungkan pipi nya yang terlihat menggemaskan di mata ustadz Reyhan.


" Sayang nya mas, kita bobo yuu .. mas janji besok - besok kita main lagi yach. mas puk - puk dech, biar sayang nya mas bisa bobo." ujar ustadz Reyhan dengan menaik turunkan alis nya merayu sang istri.


Khalifah yang melihat gelagat suami nya itu hanya memicingkan mata nya, diri nya sudah dapat mencium aroma kelicikan dari sang suami saat ini. akan tetapi kali ini diri tak akan membiarkan suami nya itu lolos dengan begitu mudah.


" Tapi mas janji, puk - puk eneng biar eneng cepat bobo." kali ini dengan raut wajah yang di buat sepolos mungkin.


Mendengar perkataan sang istri, dengan semangat empat lima. ustadz Reyhan pun menganggukan kepala nya, tanpa menyadari sang istri memiliki rencana lain di balik wajah polos nya itu.


**

__ADS_1


Keesokan hari nya di pesantren, di sebuah pendopo yang memang di sediakan khusus untuk para pengajar bersantai. kini dua ustadz muda tengah terduduk dengan lemas di lantai, siapa lagi kalo bukan ustadz Fadil dan ustadz Reyhan.


Setelah mengajar kedua nya tergolek lemas di pendopo. bahkan dengan kondisi kedua nya seperti orang yang terserang demam, mengenakan baju koko yang berlapis jaket, bahkan kini sorban kedua nya melilit dengan rapi hingga menutupin seluruh leher.


" Ustadz Fadil dan ustadz Reyhan kenapa ? sakit ustadz ?." ujar salah satu pengajar yang melihat kedua nya yang terlihat lemas.


" Saya hanya kurang enak badan saja ustadz." dengan nada yang lemas ustadz Reyhan pun menjawab.


" Ke klinik saja ustadz, biar cepat di tangani oleh dokter." ujar ustadz Zafrullah menyarankan ustadz Reyhan.


" Tidak usah ustadz, saya begini juga gara - gara dokter ustadz." meski dengan menahan kantuk, ustadz Reyhan pun kambalu berucap.


Mendengar perkataan ustadz Reyhan, membuat ustdz Zafrullah mengeritkan kening nya bingun. diri tak habis fikir bagaimana bisa seorang dokter justru membuat seseorang menjadi sakit. tanpa ingin bertanya kembali, ustadz Zafrullah justru mengalihkan pandangan nya ke arah ustadz Fadil.


" Saya habis di serang, dan di gigit oleh singa betina tadi malam ustadz." ujar ustadz Fadil dengan mata yang tertutup menahan kantuk.


" Assatagfirullah ... Ayo kita ke klinik ustadz, kenapa ustadz tidak bilang dari tadi. wah .. harus cepat di obati ini ustadz." ujar ustadz Zafrullah dengan panik, bahkan kini diri nya langsung berusaha membantu ustadz Fadil bangkit dari tidur nya.


Sedangkan ustadz Fadil sendiri justru di buat bingung, otak cerdas nya bahkan belum mampu untuk mengonek kejadian yang di alami nya saat ini. karna sejak kejadian semalam, dimana diri nya menjadi santapan lezat sang istri, bahkan mampu membuat kecerasan nya hilang seketika.


Setelah sesampai nya di klinik, dokter dengan di bantu perawat pun segera memeriksa kondisi ustadz Fadil. setelah mendengar penjelasan dari para santri bahwa ustadz Fadil di serang oleh singa betina tadi malam.


Akan tetapi, dokter yang memeriksa pum sempat di buat bingung dengan kondisi ustadz Fadil yang tak mengeluarkan darah sedikit pun. bukan kan ustadz Fadil di serang oleh singa, kenapa tidak ada luka di tubuh nya.


" Maaf ustadz, bagian mana yang terluka ?." kali ini dokter pun bertanya, setelah mereka berada di bagian IGD.


" Luka ? luka apa ya dok ? Saya engga luka dok." ujar ustadz Fadil masih dengan wajah yang bingung.


" Tapi .. bukan nya ustadz di serang oleh singa, bagaimana sampai tidak terluka ?." kali ini dokter dan para perawat pun justru di buat semakin bingung sekaligus penasaran dengan jawaban yang di berikan ustadz Fadil.

__ADS_1


" Saya ..." baru saja ustadz Fadil akan kembali menjawab, kini ustadz Zafrullah justru terlihat dengan tergesa - gesa mendekat, dengan membawa ustadz Reyhan di samping nya.


" Maaf dokter, sekalian periksa juga keadaan ustadz Reyhan dok. kata nya kurang enak badan." dengan menarik paksa ustadz reyhan menuju brangkar pasien di ruangan IGD untuk di periksa.


" Saya engga apa - apa ustadz, jadi engga perlu di periksa." masih berusaha menolak tarikan dari ustadz Zafrullah.


Dengan sisa kekuatan yang di miliki nya ustadz Reyhan terus saja menolak tarikan dari ustadz Zafrullah, hingga tanpa sengaja sorban yang di kenakan ustadz Reyhan pun tertarik dan terlepas dari leher nya.


" Ya Allah ustadz .. bagaimana bisa ustadz bilang baik - baik saja, kalo leher ustadz Reyhan saja penuh bercak merah seperti ituuu .. dokter cepat tangani kedua nya, ini benar - benar mengkhawatirkan." ujar ustadz Zafrullah dengan panik.


Sedangkan ustadz Reyhan sendiri dengan cepat menutupi kembali leher nya dengan sorban, dengan raut wajah yang memerah dan menundukan kepala nya menahan malu.


' Ya Allah nenggg .. eneng sukses bikin mas sengsara sekaligus malu hari ini.' monolog ustadz Reyhan dalam hati.


Ustadz Reyhan ingat betul dengan kejadian semalam, karna tak mampu melanjutkan permainan ular tangga maka diri nya harus bisa membuat sang istri tertidur.


Hampir semalaman ustadz Reyhan menempuk - nempuk tubuh bagian belakang sang istri agar tertidur. dengan posisi yang saling berhadapan dan menahan kantuk yang mendera, ustadz Reyhan bahkan tak sadar dengan apa yang di lakukan istri nya itu pada nya.


Hingga pagi hari saat ustadz Reyhan ingin mengajar ke pesantren diri nya di buat shock, saat diri nya bercermin di kamar mandi dan melihat di area leher nya yang penuh dengan bercak merah keunguan, lebih mirip seperti tutul pada macan. bahkan tubuh nya pun terlemas karna hampir tak tidur semalaman akibat sang istri yang juga tak bisa tidur.


Sedangkan dokter dan perawatan pun hanya tersenyum geli, kini mereka pun sudah dapat memastikan apa yang terjadi pada kedua pasien nya saat ini.


' Alamakkk ... ganas juga singa betina nya ..'


' Waduhhh ... ini baru yang nama nya singa betina.'


' Ya Allah ... ini nama nya istri ku, singa betina ku.'


Begitulah celotehan dalam hati dokter dan para perawat yang bertugas, sungguh kejadian hari ini mampu membuat semua fikiran menjadi traveling ke mana - mana.

__ADS_1


***


__ADS_2