
***
Setelah satu hari mengurung diri nya di kamar akhirnya Khalifah terlihat lebih tenang. selama mengurung diri di kamar dirinya selalu berzikir walau dengan keadaan tubuh yang lemah serta ketakutan, Khalifah berserah diri dan bermunajat kepada Allah meminta keselamatan dan perlindungan kepada Nya. diri nya yakin saat ini tidak membutuh kan seorang psikolog akan tetapi hanya membutuhkan pertolongan dari Allah.
Di sore hari Khalifah mencoba untuk ke luar dari kamar untuk menghirup udara segar serta ingin sedikit ketenangan dengan berjalan - jalan di belakang villa yang berhadapan langsung dengan laut dan pantai.
" Assalamualikum miss.. " sapa salah satu rekan pria nya yang saat itu sedang santai berada di depan villa, Khalifah memang menyadari sejak keluar kamar tadi diri nya memang tidak melihat satu orang pun. bahkan keadaan villa pun terlihat sepi Khalifah memang sempat merasa bingung kemana semua orang.
" Wa'alaikumus sallam .. sendiri ? kemana semua orang ?. " ujar Khalifah menjawab salam sekaligus bertanya pada rekannya itu.
" Kapten dan tiga rekan lain nya sedang misi pengintaian, sedangkan si donat ada di kamar nya ". ujar rekan rekan pria nya menjelaskan kemana pergi rekan- rekan yang lain.
" Maaf miss ustdazah, apa anda sudah baikan ?." dengan takut serta sungkan dirinya memberani kan diri untuk bertanya.
Mendengar rekannya berbicara dengan bahasa yang formal dan terlihat sungkan Khalifah pun tersenyum. " allhamdulilah, ... saya udah lebih baik. dan maaf atas sikap saya semalam. " Khalifah meminta maaf pada rekannya atas prilaku dirinya yang kurang menyenangkan
" Allhamdulilah kalo miss ustdazah sudah baikan, saya lega mendengar nya. dan untuk masalah semalam, semua anggota memahami nya, jadi miss ustdazah tidak perlu meminta maaf." terdiam sesaat,
" Miss, kemungkinan misi kali ini memakan waktu lebih lama. " ujar rekan pria nya setelah melihat keadaan Khalifah yang sudah membaik.
Medengar hal itu Khalifah langsung mengerut kan kening nya, karna semua bukti sudah mereka dapat kan latas apa lagi. " Bukan kan bukti sudah kita dapat kan ? kenapa herus menunggu lebih lama lagi ?. " Khalifah kembali bertanya pada rekan nya.
" Kalo itu saya rasa kapten yang bisa menjelaskan, saya tidak punya wewenang. " ujar rekan nya.
" Baik lah kalo begitu, nanti malam kita akan atur ulang. hubungi semua nya untuk berkumpul, saya tunggu paling lama pukul 21.00 malam. " ujar Khalifah dengan tegas memberi perintah, Khalifah memang bukan ketua tim, tapi diri nya mempunyai wewenang penuh setiap perencanaan. bahkan diri nya mampu memberi perintah pada ketua tim.
" Okey miss. " jawaban singkat dari si pria.
Saat ini jam sudah menunjukan pukul 21.00 Khalifah dan kedua rekan sudah berada di ruang tengah, akan tetapi ketiga rekan serta sang ketua tim belum juga datang. ketiga nya pun masih menunggu, hingga tak lama suara deringan ponsel pada rekan pria nya terdengar.
__ADS_1
" Dret ... dret ... dret ... " suara ponsel pada saku celana sang rekan pria nya berbunyi.
" Hallo, okey kita bergerak sekarang. " sambungan telpon pun di tutup tanpa ada banyak pembicaraan. entah apa yang di kata oleh si penelpon yang jelas raut wajah rekan pria nya itu sungguh dalam keadaan tidak baik - baik saja.
" Ada apa ?. " Khalifah langsung bertanya, melihat raut wajah dari rekan nya tersebut.
" Tong, lo kenapa ? semua nya baik - baik aja kan ?. " belum sempat menjawab pertanyaan Khalifah rekan wanita nya pun kembali bertanya.
" Kita harus pergi sekarang. " tanpa aba - aba rekan pria nya itu bergegas masuk ke dalam kamar untuk mengambil kunci mobil.
" Why ? what happen ?. " ujar rekan wanita Khalifah yang kembali bertanya, seolah diri nya bingung dengan keadaan.
Belum sempat rekan pria nya itu menjelas kan, terdengar dari depan villa suara beberapa mobil yang datang. dan bunyi tembakan. " dor ... dor ... dor ..." suara tembakan yang di arah kan ke depan pintu villa yang tertutup.
" Sit, mereka sudah datang." ujar rekan pria nya itu, dengan mengeluarkan senjata yang di selipkan nya di balik kemeja.
" Kita lewat belakang. " rekan pria itu memberi intruksi pada Khalifah dan rekan nya.
Saat ini tak banyak yang dapat ketiga nya lakukan selain menghindar dan melarikan diri dari musuh. di tambah suara tembakan yang beruntun yang di arah kan pada ketiga nya, sudah pasti musuh yang mengincar ke tiga nya tidak lah sedikit.
Jika musuh yang di hadapi ketiga nya tidak menggunakan senjata mungkin mereka masih mampu untuk melawan, dengan keahlian bela diri ke tiga nya, akan tetepi saat ini kemampuan bela diri ke tiga sungguh tak dapat membantu. jika memaksa kan untuk menyerang dengan tangan kosong, maka tak akan lama pula isi kepala mereka bertiga lah yang akan kosong selanjut nya.
Saat para musuh telah berhasil masuk ke dalam villa, maka ketiga nya pun sudah berhasil lolos keluar melalui pintu belakang. " kejar dan bunuh meraka jangan ada yang sampai lolos ... ! " ujar salah satu pria bertubuh kekar dengan di penuhi banyak tato.
Setelah selesai memeriksa seluruh kondisi villa yang kosong dan pintu belakang yang terbuka. jelas itu menandakan jika buruan nya saat ini telah kabur, mendengar perintah dari ketua mereka beberapa bawahan nya pun langsung mengejar Khalifah dan kedua rekan nya yang kabur menujuh arah pantai belakang villa.
Suara tembakan kan pun kembali terdengar saat ketiga nya berhasil di kejar para musuh. " dor ... dor ... dor ... dor ... " melihat kondisi yang tidak menguntungkan pada ketiga nya, membuat rekan pria Khalifah pun membalas tembakan musuh dengan senjata yang di miliki nya. " dor ... dor .. dor.. " ketiga nya masih terus berlari untuk menghindar dari musuh. saat ini Khalifah betul - betul tidak berdaya untuk membantu rekan nya untuk balik menyerang musuh. karna situasi yang tidak memungkin kan untuk diri nya mengambil senjata di kamar. dan ini lah yang di sesal kan Khalifah karna diri nya tidak siap dengan senjata di kondisi apa pun sekali pun dalam kondisi yang di bilang aman.
Seberapa pun kekuatan fisik ke tiga nya akan tetapi tetap saja akan ada batas dari kekuatan tersebut, karna terlalu jauh berlari ketiga nya pun mulai kelelahan, terutama rekan wanita Khalifah yang terlihat jelas diri nya sudah tidak mampu untuk berlari.
__ADS_1
" Bruk ... " wanita itu terjatuh. melihat itu Khalifah langsung berhenti dan mencoba membantu rekan wanita nya itu.
" Pergi lah .. dan beri kan saja senjata itu pada ku, aku akan mencoba menghadang mereka." ujar wanita itu dengan pasrah karna merasa diri nya sudah tidak mampu lagi untuk berdiri.
" Eh ... pe'a ngomong apa lo barusan ? mau jadi pahlawan kesiangan lo .. ! eh ralat, ini kan malam. okey msksud nya jadi pahlawan kemalaman lo .. ! engga usah kebanyakan ngedrama dech lo, bilang aja lo minta gendong kan sama gue ? cih ... muka kaya lo udah bisa ketebak sama gue. " dan tanpa aba - aba si pria pun menarik tangan rekan wanita nya meletakan di bahu nya, dan langsung mengangkat tubuh si wanita.
" Eh ... lo apa - apaan sich kalo gini kita semua bisa mati, dan lagian mau sampai kapan lo kuat gendong gue ? mending lo sama miss lari aja, biar gue handang mereka." wanita itu sedikit tidak menyetujui dengan ide dari rekan nya.
" Brisik lo .. ! diam napa, badan lo makin berat kalo lo gerak terus." si pria pun berkata dengan nada setengah kesal.
" Berikan senjata nya." Khalifah langsung menadahkan tangan nya pada rekan pria nya untuk meminta senjata yang di miliki pria itu.
Melihat Khalifah meminta senjata nya si pria pun langsung menatap Khalifah diri nya sedikit ragu memberikan senjata yang di miliki nya. " tapi miss ..." belum selesai diri nya berbicara Khalifah langsung memotong.
" Berikan saja senjata nya, pergi lah capat menuju hutan, tunggu saya di sana, dan apa bila dalam 15 menit saya tidak muncul. maka capat lah pergi dari tempat itu, dan segera lah cari tempat yang lebih aman." dengan nada tegas dan tak bisa di bantah Khalifah memberikan perintah pada ke dua rekan nya itu. mendengar hal itu dengan berat hati rekan pria nya pun memberikam senjata nya.
" Miss, kami akan menuggu, datang lah dengan selamat. " ujar rekan pria nya dan berlalu pergi dari hadapan Khalifah karna mereka mendengar dari arah belakang musuh mulai mendekat. Khalifah hanya menganggukan kepala nya sebagai tanda mengiyakan perkataan rekan nya.
Dan benar saja tak selang lama beberapa musuh pun mendekat , Khlifah yang melihat itu langsung bersembunyi di semak - semak dan memperhatikan beberapa musuh yang akan di hadapi nya kali ini. ada sepuluh pria dengan tubuh kekar dengan bersenjata lengkap yang di bawa masing - masing dari pria itu.
Setelah memperhitungkan serangan nya Khalifah mulai menebaki beberapa musuh yang berdekatan dengan tempat persembunyian nya. " dor ..." aah " bidikan Khalifah menegenai sasaran, musuh yang ditembak pun langsung ambruk " bruk ". mendengar salah satu kawan nya yang ambruk maka para musuh pun waspada mereka langsung mencari asal bunyi tembakan yang mengenai rekan mereka.
Khalifah yang melihat itu langsung saja menembakan senjata nya " dor ".. dor ... dor ." suara tembakan yang keluar dari senjata yang di miliki Khalifah "bruk " terdengar beberapa tubuh yang langsung ambruk terkena peluru dari senjata yang di bidikan Khalifah.
Dengan segala kemampuan Khalifah diri nya berusaha dengan sekuat tenaga untuk melumpuhkan ke sepuluh pria berbadan kekar itu dengan senjata yang di miliki nya bahkan diri nya harus mengambil alih senjata para musuh jika ingin diri nya selamat. setelah mampu melumpuhkan kesepuluh musuh nya.
Khalifah pun segera pergi dari tempat itu, karna dari arah yang sama diri nya mendengar para musuh dengan jumlah yang lebih banyak. namun ketika diri nya membalikan tubuh nya tiba - tiba, " dor " suara tembakan dari salah satu pria yang sempat di lumpuh kan nya tadi ternyata masih hidup, dan langsung mengarah kan senjata nya ke arah Khalifah.
" Allahu Akbar ... " ujar Khalifah saat mengetahui diri nya tertembak.
__ADS_1
***