Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Bodygard Dadakan


__ADS_3

Setelah melalui banyak drama perjalan, akhir nya Khalifah dan Jenny pun sampai di bandara di kota B. sesampai nya di bandara Jenny sempat melihat Khalifah yang sedikit meringis menahan sakit, sambil memegang luka bekas operasi yang ada di pinggul nya. hal itu menandakan, bahwa saat ini Khalifah sedang tidak baik - baik saja.


Melihat itu Jenny pun panik, dengan cepat diri nya membuka cadar yang di kenakan Khalifah. dan benar saja, ketika cadar telepas, terlihat keringat dingin membasahi seluruh wajah Khalifah. bahkan muka nya pun telihat sangat pucat, bagai kan tubuh yang tak di aliri darah.


" Miss, kita harus segera ke rumah sakit. keadaan miss saat ini sungguh tidak baik - baik saja, saya takut terjadi sesuatu dengan miss. " terlihat jelas di raut wajah Jenny bahwa diri nya sangat panik dengan kondisi Khalifah saat ini.


" Tenang lah Jenn, aku masih mampu menahan nya. aku tidak akan mati hanya karna luka bekas operasi ini. jadi, tenang lah .." ujar Khalifah.


Meski merasakan yang sakit luar biasa pada pinggul nya, Khalifah masih berusaha menenang kan Jenny, yang di lihat nya saat ini begitu panik karna mengkhawatir kan diri nya. Khalifah pun menyetujui saran Jenny, untuk membawa diri nya pergi ke rumah sakit.


Dengan menggunakan mobil yang sudah di siapkan untuk menjemput ke dua nya di bandara. ke dua nya pun langsung menuju ke rumah sakit terdekat, karna memang kondisi Khalifah mulai melemah.


Dua puluh menit perjalanan sampai lah mereka di salah satu rumah sakit yang ada di kota B. tak ingin menunggu lebih lama Jenny langsung membawa khalifah keruang UGD, yang ada di rumah sakit tersebut.


" Suster, tolong cepat tangani temen saya." ujar Jenny saat kedua nya memasuki ruang UGD.


Melihat kondisi Khalifah yang memucat serta berjalan dengan tertatih - tatih, suster langsung dengan sigap menengani Khalifah. apa lagi setelah tau Khlifah merupakan pasien pasca operasi, membuat para tim medis pun dengan sigap melakukan pertolongan pada Khalifah.


Setelah hampir tiga puluh menit di tangani di ruangan UGD, akhir nya kondisi Khalifah pun berangsur - angsur membaik, dan sudah bisa di pindahkan ke ruangan perawatan.


Di sini lah Khalifah berada, terbaring di ranjang pasien di ruangan perawatan VIV dalam keadaan tertidur. setelah dokter menyuntikan obat pereda nyeri pada diri nya, sehingga Khalifah tidak terlalu merasakan kesakitan pada luka bekas operasi yang sempat mengeluar kan darah, padahal luka bekas operasi itu baru saja mulai mengering.


Malam pun berganti, kini keadaan Khlifah pun sudah lebih baik, walau pun diri nya masih terbaring di ranjang pasien.


" Jenn, hubungi anak buah mu, kita akan berangkat ke rumah uwa ba' da magrib." ujar Khalifah yang kini duduk bersandar pada tanjang pasien.

__ADS_1


" Miss, apa tidak sebaik nya di tunda dulu saja pertemuan nya. kondisi miss saat ini masih rawan, bahkan luka bekas operasi nya pun, kembali basah. karna miss yang terlalu banyak bergerak." ujar Jenny yang kurang setuju dengan pertemuan keluarga yang akan di hadiri oleh Khalifah.


" Jenn, seandai nya saja aku tak berjanji, mungkin aku tak akan memaksa kan diri. bagi ku pantang mengingkari janji yang telah aku buat sendiri, selama aku masih hidup. " ujar Khalifah.


" Tapi, miss ... " belum sempat Jenny melanjutkan kata - kata nya Khalifah langsung memotong nya.


" Jenn, aku janji, di sana nanti aku akan berbaring di kamar saja, dan kau juga boleh ikut. aku tidak akan bergerak ke mana - mana.


bagai mana ?. " Khalifah mencoba untuk bernegosiasi dengan Jenny.


" Baik lah , aku setuju. tapi ingat, kau harus menuruti semua perintah ku. jangan pernah membantah nya, karna aku tidak ingin sampai terjadi sesuatu pada mu. karna jika sampai itu terjadi, maka peluru pistol abang mu akan melubangi kepala ku. " ujar Jenny dengan sorot mata serius memandang ke arah Khalifah.


Melihat itu Khalifah pun menganggukan kepala nya, tanda diri nya setuju apa yang di katakan oleh Jennya. karna Khalifah tau, Jenny bukan tipe orang yang bermain - main dengan perkataan nya. selama empat tahun bergabung, Khalifah sangat mengerti seperti apa karakter dari Jenny.


Hari pun mulai senja, dan petang pun mulai menyapa. di mana sebagaian umat muslim menghadap sang pencipta untuk berdoa. begitu pula dengan Khalifah, meski dalam posisi duduk, diri nya tetap melaksanakan sholat. sakit tidak menjadi penghalang untuk diri nya tetap taat pada sang pencipta.


" cklek, " pintu kamar mandi pun terbuka, dan muncul lah sosok Jenny dengan setelan hoodie serba hitam, tak lupa topi yang senada pun bertengger di kepala nya. melihat penampilan Jenny pun Khalifah di buat melongo.


" Jenn, apa kau akan menjadi bodygard ku dengan penampilan seperti itu ?. " ujar khalifah yang arah pandangan tak lepas dari Jenny.


" yes, " kembali jawaban singkat, padat, dan jelas yang Jenny berikan.


" Jenn, saat ini kita tidak sedang menjalankan misi. dan kita akan memasuki area pesantren, kau mengertikan maksud ku ?. " ujar Khalifah yang sedikit kesal dengan Jenng.


" Apa aku harus memakai pakaian ustdzah lagi ?. tapi, jika kita memasuki area pesantren, berarti aku memang salah kostum kali ini. baik lah, aku akan kembali menjadi ustadza, karna jika benar - benar aku menjadi istri dari seorang ustad. maka aku akan menagih janji Beni, untuk memborong baju muslimah untuk ku." Jenny pun kembali masuk kamar mandi untuk berganti pakaian.

__ADS_1


Tepat pukul 19.00, kedua nya pun sampai di kediaman sang uwa. dengan keadaan yang di paksa untuk di papah oleh Jenny, Khalifah pun hanya pasrah. karna diri nya tidak boleh membantah, jika Jenny menyetujui nya keluar dari rumah sakit.


Melihat kondisi Khalifah yang tengah di tuntun oleh seorang wanita, sang uwa pun langsung kuatir, mereka pun langsung ke luar rumah untuk menghampiri sang keponakan.


" Assalamualikum .. " Khalifah langsung memberika salam, dengan menyalami anggota keluarga yang ada.


" walaikumus sallam .. eneng kenapa neng ?." uwa Halimah langsung bertanya.


" Iya, eneng kenapa ? apa eneng sakit ? kalo eneng sakit, kenapa harus memaksakan datang ke mari ? eneng kan bisa telpon uwa, dan proses khitbah nya kan bisa di tunda dulu. " ujar uwa Asep dengan menyerbu banyak pertanyaan pada sang keponakan.


" Maaf, bisa kah pertanyaan kalian di simpan nanti saja, biar kan diri nya untuk berbaring terlebih duhulu. karna saat ini kondisi sedang tidak baik - baik saja. " Jennya sempat kesal dengan uwa Khalifah. sudah tau sang keponakan sakit bukan nya segera menyuruh masuk, tapi malah di borong pertanyaan.


" Astagfirullah, maaf neng uwa sampai lupa, uwa terlalu khawatir tadi. ayo silah kan masuk. Arum bawa eneng masuk ke kamar mu, biar eneng bisa beristirahat. " ujar uwa Asep pada sang putri.


" Baik abah. " yang langsung membantu menggandeng eneng untuk masuk ke dalam kamar nya. "


" Tidak papa uwa, maaf kalo kata - kata teman eneng kurang enak di dengar, " Khalifah memang sedikit tidak suka dengan cara bicara Jenny pada sang uwa. Khalifah merasa bahwa Jenny kurang sopan.


" Tidak apa - apa neng, apa yang di katakan teman eneng memang benar. sudah jangan banyak bicara lagi, ayo masuk dan istirahat saja di kamar. " ujar uwa Asep.


Saat Khalifah dalam beristirahat dalam kamar tak ada satu keluarga pun yang berani mengganggu nya. karna saat ini Jenny benar - benar menjadi seorang bodygard dadakan untuk Khalifah, dengan berdiri tegak di depan pintu kamar.


Sejak tadi, uwa Halimah sudah mencoba membujuk nya untuk duduk saja. tidak usah sampai berdiri di depan pintu kamar, karna mereka juga tak akan mengganggu Khalifah yang sedang beristirahat.


Jenny memang kerap bertingkah absurd, tapi di saat sedang bertugas diri nya selalu serius, diri nya tidak pernah bermain - main dalam tugas nya. kali ini, diri nya di alih tugas kan oleh sang kapten untuk menjadi bodygard sementara untuk Khalifah, selama kondisi nya yang masih tidak baik - baik saja. sang abang masih takut jika sang adik di temukan oleh musuh.

__ADS_1


***


__ADS_2