Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Dalang


__ADS_3

***


Masih dengan bang Johan yang kini telah menampakan diri nya di hadapan pria bersetelan hoodie, bahkan sampai saat ini bang Johan pun belum bisa mengenali siapa pria yang ada di hadapan nya saat ini. pria yang sejak tadi terus saja mengumpati diri nya, dan entah ada dendam apa pria ini dengan diri nya.


" Gue udah keluar, apa mau lo dan lo siapa ?." ujar bang Johan yang kini telah berdiri tegak di hadapan pria itu.


" Wah .. ternyata si pengecut akhirnya muncul juga .. ha .. ha .. " ujar pria bersetelan hoodie dengan tertawa tak jelas. entah apa yang di tertawa kan nya, lucu saja tidak.(😥)


Melihat pria di depan nya ini tertawa tak jelas membuat bang Johan bergidik ngeri,


' Wah .. jangan - jangan nih orang lagi kesurupan kuntilanak kali yaa, tertawa engga jelas. eh .. kalo kuntilanak kan tertawa nya .. hi .. hi .. bukan .. ha .. ha .. terus nich orang kenapa, apa stres kali ya .. '


Ujar bang Johan dalam hati, dengan sedikit memundurkan langkah nya. karna ngeri juga kan kalo bener kesambet, mana diri nya bukan ustadz lagi.


" Kenapa lo mundur, takut lo sama gue ?." ketika diri nya melihat bang Johan memundurkan langkah nya.


" Gue kaga takut ama lo, gue cuma ngeri aja ngelian lo ketawa kaga jelas. ngeri kalo lo kesambet setan kuntilanak." ujar bang Johan santai.


" Kurang ajar lo ..! "


" Bug .."


" Bug .."


" Bug .."


Tanpa aba - aba pria bersetelan hoodie itu langsung menyerang bang Johan dengan membabi buta, diri nya sangat marah saat bang Johan mengatakan bahwa si pria tengah kesurupan.


Kedua nya saling jotos dan saling tendang, bahkan darah segar pun keluar dari bibir kedua nya yang pecah, saat jotosan dan pukulan yang di hantamkan kedua nya mengenai sasaran.


" Lo memang bajingan Johan .. ! gara - gara lo hidup gue kaga jelas, lo memang bedabah .. !" dengan terus mengumpat serta menyerang bang Johan, seperti ada dendam pribadi antara diri nya dengan bang Johan.


" Bug .."


" Bug .."


" Eh .. bego ngomong apa lo .. ! gue aja kaga kenal ama lo, muka lo aja kaga jelas, apa lagi hidup lo .. ! ngapain lo nyalahin gue ..!!" ujar bang Johan yang tak terima saat diri nya di persalahkan seseorang yang tak di kenal nya itu.


" Bedebah lo Johan .. ! Lo bilang kaga kenal gue. lo lihat muka gue baik - baik .. !." ujar si pria dengan melepaskan topi serta tudung hoodie yang melekat pada kepala nya.


"Sorry bro, gue masih normal. jadi, kaga perlu liat muka lo baik - baik, gue kaga bakalan jatuh cinta ama lo. gue kaga jeruk makan jeruk. "

__ADS_1


" Cihh .. "


" Lo ..." bang Johan tak menerus kan perkataan nya setelah melihat dan mengenali wajah pria di depan nya saat ini.


" Ingat kan lo sekarang sama gue, gara - gara lo, gue di pecat dari kesatuan, dan gara - gara lo juga gue di penjara. bahkan nyokap gue meninggal semua karna lo ..! lo emang bajingan Johan ..!!!." si pria masih saja terus menguarkan umpatan nya.


" Eeh .. cacing kremi, asal lo tau aja .. ! lo yang udah bikin hidup lo ancur, kenapa lo nyalahin gue .. ! enak aja lo main salahin orang, dan untuk nyokap lo yang meninggal. itu emang udah takdir bego .. ! emang gue Tuhan apa, yang bisa ngatur hidup mati manusia." kali ini bang Johan pun tersulut emosi, setelah diri nya mengetahui siapa pria yang ada di hadapan nya.


Pria yang saat ini ada di hadapan bang Johan adalah Rayyan, pria yang berprofesi sama dengan bang Johan sekaligus rekan kerja bang Johan di kesatuan. diri nya di pecat dan bahkan di jebloskan kedalam sel, karna terlibat kasus penyeludupan barang - barang ilegal. seperti yang di lakukan nya saat ini.


" Kalo bukan lo yang bongkar rahasia gue, engga mungkin hidup gue kaga jelas. dan nyokap gue mungkin aja masih hidup, " ujar nya yang masih saja kekeh menyalahkan bang Johan dengan apa yang terjadi pada diri nya.


" Wah .. emang si cacing kremi perlu holly day kali yach .. itu otak perlu di refres biar seger. meski gue jelasin juga lo kaga bakal ngerti, soal nya tuch otak emang perlu di kuras, dan ganti ama yang baru." kali ini bang Johan lebih santai menanggapi pembicaraan mantan rekan nya itu.


" Banyak bacot lo .."


" Dor .."


" Aaahhh ..."


Dengan memegang bahu kanan nya yang kini terlihat mengeluarkan darah segar, yang menandakan bahwa saat ini diri nya terkena tembakan.


Melihat apa yang di lakukan sang adik, membuat bang Johan tertegun. bagai mana tidak, jika saja sang adik tidak cepat bertindak. mungkin kali ini diri nya akan terbang ke nirwana, bahkan di saat diri yang masih berstatus jones.


Saat ini anggota black tim telah berhasil melumpuhkan seluruh pria kekar bersetelan hitam. yang sengaja di perintakan untuk menjebak dan membunuh para anggota black tim. setelah melakukan aksi nya Khalifah kini berjalan mendekati Willam.


" Cklek .." suara ongkangan senjata dan kini telah mendarat di pelipis William.


" Katakan ..."


Melihat apa yang di lakukan Khalifah seluruh anggota pun terkejut kecuali Robbet, karna diri nya mengetahui mengapa Miss nya itu menodongkan senjata nya pada William. tak ada yang berani bersuara, karna saat ini sorotan tajam dari kedua mata Khalifah, bagaikan sebuah mata pisau yang tajam yang ingin mencabik orang yang menjadi incar nya.


" I'am sorry miss ..." ujar Willam dengan lirih dan kepala yang tertunduk.


Jika para anggota yang lain masih belum mengerti, dan apa lagi saat ini Willam justru mengatakan permohonan maaf pada Khalifah. tapi lain hal nya dengan pria bersetelan hoodie, justru si pria itu kini tengah tersenyum sinis, karna diri nya mengerti bahwa wanita di depan Willam itu telah mengetahui rahasia nya.


" Lo memang pantas mampus .. ! percuma nyokap gue pelihara lo dari kecil. kalo lo kaga guna kaya sampah. anjing aja di pelihara, masih bisa guna buat majikan nya. sedang kan lo ..! lo emang manusia tak tau terimakasih ..."


" Dor .."


" Aaahhhh ... dasar cewek gila .. !"

__ADS_1


" Dor ..."


" Aaahhh ... "


" shut up .. !!." ujar Khalifah dengan nada membentak dan sorot mata yang ingin mencabik musuh nya itu.


Melihat sorot mata devil dari Khalifah membuat pria itu langsung menutup rapat mulut nya. diri nya benar - benar tidak menyangka bahwa gadis imut di depan nya saat ini adalah seorang gadis psikopat. kini diri nya hanya mampu terdiam menahan nyeri pada bahu dan kedua kaki nya yang baru saja menjadi sasaran tembakan gadis imut psikopat di depan nya.


Sedang kan anggota black tim, kini hanya terdiam mematung di tempat nya masing - masing. ini lah sosok mengerikan yang ada pada diri Khalifah selama ini, karna jika melihat raut wajah yang di miliki seorang Khalifah, sungguh sangat tidak mungkin jika si imut itu mampu menjadi gadis yang mengerikan.


" Katakan .." kini sasaran telah berganti pada William, yang tengah terduduk setelah salah satu kaki nya di tembak.


Mendengar perkataan Khalifah, dengan menarik nafas berat akhirnya William mengatakan apa yang terjadi, dan apa hubungan diri nya dengan pria yang bernama Rayyan.


Ternyata Rayyan adalah kakak sepupu dari William, dari kecil William memang di asuh oleh sang tante, yang tak lain adalah mama Rayyan. sebab kedua orang tua Willam telah meninggal karna kecelakaan pesawat. dan sejak kecil pula Rayyan memang tidak terlalu menyukai William. sebab sang mama lebih menyayangi William yang notabene nya adalah seorang anak yang cerdas dan membanggakan.


Sampai pada suatu ketika, saat Rayyan terlibat kasus penyeludupan, sampai masuk sel bahkan di pecat secara tidak hormat dari kesatuan. hal itu yang membuat sang mama shoch dan terkena serangan jantung lalu meninggal. itu mengapa Rayyan selalu menyalahkan orang lain dengan apa yang terjadi pada diri nya. ( saraf kali ya ..😥)


Tidak hanya sampai di situ, William pun menjelas kan bahwa sang kakak telah menyadap ponsel serta seluru alat yang ada pada William. itu sebab nya Rayyan bisa mengetahui jika William adalah anggota black tim. dan itu pula lah yang menyebab kan beberapa bulan yang lalu markas black tim sempat di serang.


William pun menjelaskan bahwa saat ini sang adik tengah menjadi tawanan musuh, sebagai jaminan barter dengan rencana penjebakan pada anggota black tim. awal nya William terpaksa menuruti semua perkataan Rayyan, tapi setelah sampai pada tempat yang menjadi terget.


William langsung mengalihkan aksi nya, dengan mengirim virus pada penyimpanan data black tim, agar dengan demikian black tim dapat menghancurkan seluruh data nya dan mengetahui siapa dalang penjebakan itu. meski harus mengorbankan diri nya sendiri. hal itu di lakukan nya agar anggota tidak menjadi korban, seperti yang terjadi beberapa bulan yang lalu.


" Tapi mereka semua telah melarikan diri miss, dengan membawa adik saya sebagai jaminan. dan ini semua data yang selama ini saya dapat kan, dan di situ juga terdapat letak markas besar mereka yang berada di paris. " dengan menyerahkan sebuah sim card pada Khalifah.


Setelah mendengar apa yang di katakan William, Khalifah pun langsung mengambil sim card yang di berikan William. karna sejak awal Khalifah memang sudah menduga bahwa William dan Rayyan hanya sebagai alat, sebab dalang yang benarnya adalah musuh yang saat ini tengah melarikan diri menuju paris.


" Okey .. Thankyou Will, I now you .." ujar Khalifah yang kini memberikan isyarat pada Robbet dan Toni untuk menolong kedua nya.


" Apa yang kita akan lakukan saat ini Miss ?." kali ini bang Johan bertanya pada sang adik.


" kita beraskan kekacauan yang ada. setelah itu biar aku, Robby, dan Jenny yang akan menyelidik mereka terlebih dahulu." ujar Khalifah.


" Miss apa kita akan ke paris ?." kali ini Jenny bertanya dengan sumringah.


" Hhmm .." dengan berdehem Khalifah menjawab pertanyaan Jenny.


" Wah ... paris I'am coming .." ujar Jenny berteriak.


***

__ADS_1


__ADS_2