Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Panggilan Tugas


__ADS_3

***


Setelah menjadi tontonan serta ejekan dari kakak jahanam nya, kedua gadis itu pun kini sudah di perbolehkan untuk duduk dan melakukan aktifitas yang lain. selain mengganti atau memperbaiki penampilan kedua nya.


Kedua nya masih di larang keras oleh sang bunda untuk mengganti atau hanya sekedar memperbaiki jilbab yang miring dan terbalik. dengan berpenampilan yang memalukan itu kedua nya lebih memilih untuk berada di kamar Arum, tanpa berani untuk keluar kamar.


Sedangkan gus Fahmi dan Arum sejak tadi telah keluar kamar, untuk menemui para tamu undangan yang datang dan ingin mengucap kan selamat pada kedua nya.


" Teh ... kita berdua udah kaya jadi tawanan aja yah .. dari tadi cuma ngekep di dalam kamar doang. coba kalo Arum yang ngekep dalam kamar, kan enak ada yang ngelonin." Ujar Jenny pada Khalifah. saat ini kedua nya tengah duduk selonjoran di lantai kamar Arum.


" Kamu mau ada yang ngelonin ?." Khalifah bertanya pada Jenny.


" Hhmmm ..." ujar Jenny menjawab dengan deheman.


" Ya sudah tunggu apa lagi, mumpung pak penghulu masih ada di depan. geus ken ...biar cepat halal."


" Jangan bilang kalo cowok nya si ustadz gesrek."


" Hhhmm ... " kali ini Khalifah yang berdehem menjawab pertanyaan Jenny.


" Iiss ... tapi teh, apa si Arum sudah cinta engga sich sama gus Fahmi ? secara kan kedua nya di jodoh kan."


" Ya mana aku tau Jenn .. yang Jelas, menikah dengan orang yang kita cintai itu keinginan. tapi mencintai orang yang kita nikahi itu adalah kewajiban. itu yang aku dengar dari salah satu ustadz."


" Iya sich .. kita kan engga ada yang tau hati manusia itu seperti apa. karna sedalam nya lautan masih bisa untuk di ukur. tapi kalo hati manusia mana ada yang tau, kecuali Allah." ujar Jenny menimpali.


Tiba - tiba di tengah obrolan kedua nya. " cklek " pintu kamar Arum terbuka. dan terlihat dari balik pintu kamar, Arum dan gus Fahmi yang masuk ke dalam kamar. melihat itu Jenny pun jadi salah tingkah dengan kedatangan kedua nya, sedang kan Khalifah justru terlihat biasa saja.


" Eh .. he .. he .. maaf kalo kita masih di sini, kalo gitu kita keluar saja." ujar Jenny sambil menendang pelan kaki Khalifah yang masih saja duduk berselonjor di lantai.

__ADS_1


" Kenapa ?." melihat Jenny yang menendang kaki nya, Khalifah justru bertanya.


" Iiss .. si teteh kaga peka, gini nich akibat kelamaan jomlo. emang mau sampai kapan teteh duduk di situ, mau lihat secara live adegan 21+." ujar Jenny yang gemes pada Khalifah yang di nilai nya sangat polos.


" Emang adegan 21+ itu seperti apa ? ." bukan nya berdiri dari duduk nya, Khalifah justru kembali bertanya pada Jenny dengan raut wajah yang bingung.


Mendengar pertanyaan dari Khalifah membuat Arum dan gus Fahmi menunduk kan kepala nya kerna malu. bahkan gus Fahmi hampir tersedak mendengar pertanyaan polos dari Khalifah. diri nya benar - benar tidak menyangka bahwa sosok Khalifah begitu sangat polos. bahkan diri nya sampai gemas dengan raut wajah imut yang diperlihat kan Khalifah saat bertanya.


" Teteh kalo mau tau adegan 21+, harus cari patner dulu baru bisa. dan yang pasti harus dapat lebel halal dulu." ujar Jenny menarik tangan Khalifah untuk segera berdiri dari duduk nya.


" Sebenar nya teteh yang oon atau kamu yang oon sich Jenn .. jelas - jelas tadi kamu bilang adegan, kok jadi pakai bawa lebel halal sich ? 21+ itu merek makanan atau apa sebenar nya ?." kali ini Khalifah di buat kesal dengan perkataan Jenny yang tak di mengerti oleh nya.


" Yang jelas sekarang kita pergi dulu, dan untuk masalah oon kali ini kita sebelas dua belas. permisi gus, Rum ..." ujar Jenny dengan menggeret paksa Khalifah untuk keluar kamar.


Sedangkan Arum dan gus Fahmi hanya tersenyum dengan tingkah kedua gadis yang berlalu pergi dari hadapan kedua nya. dan kini tinggal Arum dan gus Fahmi yang berada di kamar.


" Silah kan gus, kalo mau bersih - bersih dulu." Arum berujar pada gus Fahmi dengan kiku.


" Ehh .. engga kok, biasa aja. " kini justru Arum yang menjadi salah tingkah.


Melihat sang istri salah tingkah, gus Fahmi pun makin tersenyum. " baik lah saya bersih - bersih duluan, boleh pinjam handuk ?." ujar gus Fahmi pada sang istri.


" Hhmm ... " dengan anggukan kepala, Arum pun langsung membuka lemari nya untuk mengambil handuk. dan memberikan handuk bersih pada sang suami.


" syukron ya zaujati." ujar gus Fahmi berbisik di telinga Arum, dengan tangan kanan nya yang membelai kepala Arum.


Menerima perlakuan dari sang suami membuat Arum benar - benar sangat malu, dan salah tingkah. bahkan seluruh wajah nya kini terasa panas dengan degupan jantung yang tak normal seperti biasa nya. sedangkan gus Fahmi setelah berhasil menggoda sang istri, langsung memasuki kamar mandi.


Setelah membersihkan diri, kini dua nya pun langsung menunaikan sholat zuhur.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain kini Khalifah dan Jenny lebih memilih area dapur belakang untuk bersembunyi. dan untung nya kali ini, tempat persembunyian kedua nya terdapat banyak makan. tidak seperti di kamar Arum tadi.


" Allhamdulilah ya Allah .. rizky anak sholehah memang engga kemana." ujar Jenny sambil mengambil beberapa makanan yang tersedia di meja.


" Langsung ijo tuch mata, kalo udah lihat makanan." kali ini Khalifah langsung mencibir Jenny.


" Ingat yaa teh, kita hidup memang engga hanya untuk makan. tapi makan memang untuk hidup." ujar Jenny pada khalifah.


Setelah mengatakan hal itu Jenny pun langsung makan, tanpa peduli apa pun. yang jelas saat ini perut nya membutuh kan asupan makanan. di tengah asyik nya makan, tiba -tiba dari arah luar terdengar suara yang bergemuruh mendekati area pesantren.


Suara yang di keluarkan oleh baling - baling sebuah helikopter yang menuju area pesantren. suara itu semakin mendekat karna kini helikopter tersebut tengah berputar - putar di atas area pesantren, yang membuat para santri dan tamu undangan semakin gaduh.


Melihat helikopter yang berancang - ancang akan mendarat di lapangan belakang pesantren, semua santri pun berhambur menuju area belakang pesantren, dan tak ketinggal para tamu yang hadir pun langsung bergegas mengikuti para santri.


" Ada apa bah ?." ujar Fadil bertanya pada abah.


" Entah lah. dek Fariz apa kah ada rekan kita atau tamu yang datang dengan menggunakan helikopter." kini abah justru bertanya pada ayah Fariz.


" Kalo sepengetahuan saya seperti nya tidak ada a'. tapi, entah lah." ujar ayah yang tidak begitu yakin dengan jawaban yang di berikan nya.


" Yah .. biar abang saja yang coba periksa, siapa yang menggunakan helikopter itu dan ada keperluan apa." ujar bang Rizky.


" Baik lah, tapi pergi bersama a'a mu." ujar ayah pada putra nya itu.


Mendengar permintaan sang ayah, kini a'a Ilham dan juga bang Fadil langsung menuju area belakang pesantren. di mana saat ini helikopter itu akan mendarat.


Kini semua tamu bahkan seluruh keluarga pun telah keluar dari tenda, mereka penasaran siapa yang datang dengan menggunakan helikopter yang kini hampir mendarat di lapangan area pesantren.


Jika semua orang tengah riuh di luar, lain hal nya dengan kedua gadis yang kini berada di dapur. karna kedua nya saat ini tengah asyik dengan makanan nya. tanpa mengetahui apa yang terjadi.

__ADS_1


Sampai ketika jam yang di kenakan kedua berbunyi. sebuah alarm yang menandakan sebuah panggilan tugas darurat kepada ke dua nya. sebuah tugas yang harus segera kedua nya patuhi. dan sebuah tugas yang mungkin bisa membahayakan keselamatan dan nyawa kedua nya.


***


__ADS_2