
***
Sepekan sudah setelah ijab qobul di lakukan, akan tetapi, kedua nya sampai saat ini belum melakukan komunikasi apa pun. Reyhan memang tak mengetahui banyak tentang sang istri, baik itu wajah sang istri bahkan hingga nomor ponsel sang istri pun tak di ketahui nya.
Reyhan terlalu malu jika terlalu banyak bertanya tentang sang istri pada abah dan keluarga, diri nya hanya mengikuti saja apa yang di putuskan oleh abah dan tanpa banyak bertanya. Reyhan hanya mengetahui jika istri nya itu putri dari keluarga Al- fariz sekaligus keponakan abah Asep yang bernama Nur khalifah putri al- fariz, berprofesi sebagai dokter militer yang saat ini sedang menjalankan tugas nya kota di paris.
Sampai saat ini Reyhan masih belum berani untuk sekedar bertanya, kapan istri nya itu akan kembali. karna setelah ijab qobul di laksanakan, keesokan hari nya seluruh keluarga Al - fariz pun telah kembali ke kalimantan.
" Ting .." suara pesan singkat yang ada di ponsel Reyhan berbunyi.
Saat ini Reyhan tangah bersantai di area asrama pengajar dengan beberapa pengajar lain nya.
Melihat nomor baru yang masuk pada ponsel nya dan mengirim kan sebuah pesan singkat, membuat Reyhan mengerutkan kening nya. rasa penasaran pun membuat Reyhan membuka pesan itu.
" Assalamualaikum .. ya zauji ." isi pesan singkat yang diterima oleh Reyhan.
Melihat pesan singkat yang ada pada ponsel nya, membuat Reyhan semakin mengerutkan kening nya. apa lagi salam itu di tujukan pada diri nya, karna rasa penasaran yang semakin kuat, membuat Reyhan memberikan balasan pesan pada nomor yang sama.
" Wa'alaikumus salam .. maaf ini siapa ?."
Tak lama setelah pesan singkat balasan yang di kirimkan Reyhan, kini pesan singkat pun kembali masuk pada posel Reyhan.
" seorang wanita yang rela meninggalkan kedua orang tua nya untuk mu, seorang wanita yang rela menghabiskan sisa hidup nya untuk mengabdikan diri untuk mu, dan seorang wanita yang ingin mencari keridhoan ilahi hanya bersama dengan mu."
Deg
Deg
Jantung Reyhan langsung berdegup tak beraturan saat diri nya membaca pesan yang kembali di kirimkan pada ponsel nya. yang ada di fikiran nya saat ini, benarkah pengirim pesan itu adalah istri nya. seorang istri yang hingga saat ini belum pernah di lihat nya dan seorang istri yang belum pernah di dengar suara nya.
__ADS_1
Hanya sebuah pesan saja sudah mampu membuat degup jantung nya tak beraturan, bahkan tubuh nya terasa kaku, serta wajah nya yang terasa panas.
" Lho ustadz Reyhan kenapa ? ustadz sakit ? kenapa muka nya sampai merah begitu ?." ujar salah satu pengajar dengan nada khawatir pada Reyhan, saat diri yang tak sengaja melihat wajah Reyhan yang memerah.
" Saya baik - baik saja ustadz Nassir." ujar Reyhan bersemu malu, saat diri nya terlihat salah tingkah serta gugup.
" Kalo begitu saya ke kamar dulu ustadz, Mari .. Assalamualaikum." dengan tergesa - gesa Reyhan pun langsung beranjak menuju kamar asrama nya.
" Ehh, si ustadz Reyhan kenapa ? jadi kaya terburu - buru gitu ?." kali ini pengajar yang lain membuka suara nya saat melihat kepergian Reyhan yang terkesan terburu - buru.
" Ya mana ku tempe, tahu aja engga ." ujar ustadz Nassir menimpali perkataan teman sejawat nya itu.
Sedang Reyhan yang saat ini telah berada di dalam kamar asrama nya. kini kembali membuka dan membaca pesan yang di kirimkan seseorang. seseorang yang mampu mambuat diri nya salah tingkah hanya karna sebuah pesan di kirimkan nya, bahkan mampu membuat Reyhan tersenyum dengan pesan yang di kirimkan.
" Apakah benar ini Nur kahlifah putri al- fariz binti Muhammad al - fariz ?."
Pesan yang berisikan sebuah pertanyaan dari Reyhan di kirimkan nya pada nomor yang sama. Reyhan hanya ingin memastikan apakah benar yang mengirimkan nya pesan itu adalah sang istri.
Sungguh demi apa pun Reyhan kali ini seakan hilang kata - kata setiap kali membaca isi pesan singkat dari sang istri. entah seperti apakah istri nya itu, hanya karna pesan singkat saja sudah mampu membuat Reyhan tak mampu berkata - kata.
" Kau hadir bagai dalam mimpi, mimpi terindah yang telah Allah persiapkan untuk ku. terimalah aku sebagai penyempurna ibadah mu, bimbinglah aku menjadi istri sholehah mu. karna aku tak ingin hanya menjadi wanita mu di dunia, tapi aku ingin menjadi wanita mu yang kekal di surga.' Ana uhibbuka fillah'.
" Bruk .." Reyhan sampai menjatuhkan ponsel nya saat membaca pesan sang istri kali ini.
Sungguh saat ini Reyhan ingin menggantung kan diri saja di pohon cabe, diri nya benar - benar tak sanggup membaca pesan singkat yang di kirimkan sang istri. bahkan ungkapan yang di tulis di akhir pesan, membuat seluruh tubuh Reyhan bergetar.
Selama ini Reyhan memang banyak menerima kekaguman dari lawan jenis, bahkan tidak sedikit pula yang mengirimi nya surat. hanya untuk mengambil perhatian dan hati dari seorang Muhammad Reyhan. akan tetapi, belum ada satu pun surat atau pun wanita yang mampu membuat jantung Rayhan berdebar hingga saat ini. kecuali wanita yang pernah di tolong nya beberapa bulan yang lalu, dan tanpa diri nya tahu bahwa wanita itu kini justru telah resmi menjadi istri nya.
" Apa siap menjadi makmum saya, apa siap menerima kekurangan saya. karna mungkin saya tidak sesuai dengan suami idaman mu."
__ADS_1
Setelah beberapa menit Reyhan mampu mengendalikan diri nya, Reyhan pun kembali membalas pesan singkat sang istri. entah mengapa hanya mengirimkan pesan singkat saja, Reyhan butuh waktu beberapa menit. dan tak berselang lama, pesan itu kembali terkirim di ponsel nya.
" Insya Allah ya zauji, aku siap menjadi makmum dalam setiap ibadah mu, aku siap menjadi pelengkap dalam setiap kekurangan mu, dan aku telah siap menerima jodoh yang Allah kirim kan pada ku. rindhoi lah setiap langkah kaki ku, karna ridho mu adalah ridho penciptaku. karna doa mu yang ku butuhkan dan setia mu yang aku harapkan. salam rindu dari istri mu, Nur khalifah putri al- fariz Assalamualaikum .. "
Itu lah pesan yang terakhir yang di kirimkan sang istri pada nya. akan tetapi, senyuman Reyhan justru tak berakhir begitu saja.
" Ya Allah lutut ku kenapa terasa lemas gini yah .. kaya kurang makan aja. jantung ku juga kenapa degup nya sangat kencang. wah .. jangan - jangan bisa jantungan kalo kaya gini."
ujar Reyhan dengan mengelus - ngelus dada nya.
" Cklek " terdengar bunyi pintu kamar yang terbuka, dan masuk lah ustadz Nassir.
" Ehh .. kenapa ustadz ?." ujar ustadz Nassir yang melihat Reyhan mengelus - elus dada nya.
" Entah lah ustadz, degup jantung saya tak beraturan. bahkan lutut saya juga lemas. "
kini Reyhan pun memberi tahu apa yang di rasakan nya.
" Apa ustadz Reyhan terkena rematik yah .. biasa nya kan kalo kebanyakan makan yang hijau - hijau atau mandi malam bisa cepat kena rematik." kini ustadz Nassir memberikan pendapat nya.
" Emang saya sapi ustadz banyak makan hijau - hijauan, saya juga engga pernah mandi malam." Reyhan pun kembali berujar.
" Iya yah .. ngapain juga ustadz Reyhan mandi malam - malam, kan engga lagi junub."
ujar ustadz Nassir.
" Uhuk .. uhuk .. uhuk .. uhuk .."
Entah kenapa perkataan ustadz Nassir justru membuat Reyhan terbatuk - batuk seketika. bahkan saking kuat nya batuk itu membuat rem blong pada saluran irigasi Reyhan bocor. dengan cepat Reyhan pun berlari menuju kamar mandi, sebelum saluran itu benar - benar jebol.
__ADS_1
Sedangkan ustadz Nassir hanya bisa melongo melihat tingkah Reyhan, diri nya berfikir apa yang salah ?.
***