
***
Waktu saat ini menunjukan pukul 20.00 malam. setelah melakukan persiapan yang matang Khalifah beserta Jenny pun keluar dari ruang rawat dengan memakai setelan gamis berwarna hitam lengkap dengan kerudung beserta cadar.
" Wihh .. lo keren jenn, sumpah gue jadi kaga kenal ama lo. " ujar Beni berkelekar. setelah melihat penampilan rekan wanita nya itu.
" Ben .. siap - siap aja lo, bakal borong satu butik baju muslimah buat Jenny. " ujar Anton menimpali perkataan Beni.
" Tenang aja bro, dompet gue kaga bakal tipis, kalo cuma satu butik doang. " masih dengan nada yang sombong tentu nya.
" Adek siap kan ?." ujar abang johan yang melihat penampilan sang adik.
" Isya Allah siap bang. " Khalifah pun berkata dengan tegas, agar sang abang tidak terlalu khawatir.
" Ingat dek .. ! alat yang adek pakai langsung terhubung dengan seluruh anggota. jadi, jika ada bahaya eneng langsung saja tekan. satu lagi, jika ada musuh usah kan untuk menghindar, karna keadaan adek belum mampu melawan mereka. adek ngertikan maksud abang ?. " sebenar nya tanpa di jelaskan pun Khalifah sudah faham, akan tetapi kondisi sang adik lah yang membuat diri nya khawatir.
" Iya bang, eneng ngerti. " ujar Khalifah hanya bisa mengiyakan sang abang. karna Khalifah mengerti dengan kekhawatiran sang abang terhadap diri nya.
" Jenn, gue titip ade gue sama lo. ingat .. ! jangan bertindak gegabah, saat ini mereka sudah menyebar di mana - mana. usahakan, jangan sampai ada kontak senjata dengan mereka. saat ini kita belum ada perintah dari si kakek untuk menyerang balik, saat ini kita hanya di perintahkan untuk bertahan. lo ngerti kan maksud gue ?. " jika tadi sang adik yang mendapatkan wejangan. kali ini giliran Jenny lah yang mendapat kan nya.
" Yes ser , I now. " singkat padat dan jelas, jawaban yang di berikan Jenny pada sang kapten.
" Good. " dengan jari jempol yang di angkat, tanda sang kapten senang dengan jawaban sang rekan.
" Pergi lah .. Robet sudah memesankan taksi untuk kalian, karna pukul 22.00 jadwal keberangkatan kalian. kami akan tetap memantau dari kejauhan. jadi, kalian berdua tenang saja. " kali ini Anton yang bersuara, saat di lihat nya waktu telah menunjukan pukul 20.30 malam.
Akhir nya Khalifah dan Jenny pun berangkat menuju bandara dengan menggunakan taksi yang telah di pesankan oleh rekan anggota black tim. awal perjalanan tak ada yang mencurigakan, sampai di tengah - tengah perjalanan. sang supir berkata jika ada mobil yang mengikuti mereka sejak keluar dari klinik.
" Maaf ukhty seperti nya kita sedang di ikuti. sebab mobil di belakang tidak mau mendahului kita. walaupun saya sudah mempersilahkan nya. " ujar sang supir mulai curiga.
Mendengan hal itu Khalifah dan Jenny pun langsung berbalik ke belakang, siapa yang mengikuti mereka. awal nya kedua nya mengira bahwa itu mobil rekan anggota yang mengawasi kedua nya. akan tetapi itu tidak berlangsung lama saat kedua nya melihat salah satu dari penumpang mobil di belakang mengarah kan pistol ke arah mereka. melihat itu kedua nya pun menyuruh sang supir untuk mempercepat kendaraan nya.
" Pak boleh bertanya, di depan kira - kira ada mesjid tidak ? dan kalo bisa tolong percepat laju kendaraan nya saya sudah tidak tahan ingin ke kamar mandi. " dengan nada yang tenang Khalifah bertanya pada sang supir. diri nya tidak ingin melibatkan sang supir terlalu lama, akan sangat berbahaya.
" Ada ukhty, tapi masih lumayan jauh. bagai mana jika di pom bensin saja ? jika uhkty sudah tidak tahan. di depan sana ada pom bensin tidak terlalu jauh, dari pada harus ke mesjid. " ujar sang supir memberitahukan serta memberi saran pada Khalifah.
" Tidak pak, saya lebih nyaman jika di mesjid saja. tapi tolong percepat saja kendaraan nya." masih dengan keadaan tenang, karna Khalifah tidak ingin membuat sang supir panik.
" Baik lah uhkty. " supir itu pun mempercepat kendaraan yang di kemudikan nya.
__ADS_1
Sedang kan Khalifah dan Jenny masih terus melihat ke arah belakang. untuk memastikan jika mobil musuh terus mengikuti mereka.
ketika memasuki area mesjid Khalifah dan Jenny pun segera keluar dari pintu mobil, dan langsung masuk menuju ke dalam mesjid.
Sebelum Khalifah sudah memberikan tips pada sang supir dan menyuruh nya untuk segera pergi. awal nya, sang supir bingung karna diri nya di pesan untuk mengantarkan penumpang ke bandara. tetapi kenapa sang penumpang menyuruh nya untuk pergi saat sampai mesjid, sedangkan perjalanan menuju bandara masih jauh.
Khalifah beralasan jika diri nya akan menunaikan Sholat terlebih dahulu, serta diri nya pun mengatakan bahwa sang suami menunggu di mesjid dan yang akan mengantarkan nya menuju bandara. mendengar itu supir pun mengerti, dan berlalu pergi setelah menerima tips dari Khalifah.
" Miss apa yang kita lakukan sekarang ?. " ujar Jenny pada Khalifah karna saat ini kedua nya sudah duduk di dalam mesjid.
" Saya justru ingin mengislam kan kamu Jenn. " ujar Khalifah yang saat ini duduk berselonjor dengan memandang ke arah Jenny. saat ini Khalifah merasakan sakit pada luka bekas operasi pada pinggul nya. sebenar nya Khalifah belum boleh banyak bergerak pasca operasi, karna bisa saja jahitan pada luka nya itu kembali terbuka.
" Miss, jangan bercanda di saat seperti ini. " ujar Jenny yang merasa bahwa atasan nya itu bercanda di waktu yang tidak tepat. karna saat ini Jenny benar - benar tegang, melihat mobil musuh yang telah terpakir di depan area mesjid.
" Jenn, kamu percaya dengan kuasa Allah ?. "
bukan nya menanggapi perkataan Jenny Khalifah malah mempertanya kan kepercayaan Jenny tentang kuasa Allah.
Sebenar nya Khalifah tau saat ini kondisi kedua nya sangat lah tidak menguntungkan. dengan keadaan diri nya yang lemah, serta keadaan Jenny yang saat ini sangat tegang. itu sebab nya diri nya ingin terlihat santai, karna saat ini Khalifah sedang berada di rumah Allah jadi diri lebih tenang dan tanpa beban sedikit pun.
"Saya percaya bahwa kuasa Tuhan itu pasti ada. hanya saja saat ini, saya saja yang tidak memiliki Tuhan. " ujar Jenny sambil menundukan kepala nya.
Mendengar hal itu Jenny hanya terdiam. bingung harus menjawab seperti apa, karna selama ini diri nya hidup sendiri tanpa ada didikan dan kasih sayang kedua orang tua nya. kedua orang tua lebih memilih sibuk dengan urusan masing - masing.
Tak ingin memikirkan keluarga nya terlalu lama, Jenny segera berdiri dari duduk nya dan sedikit merapatkan diri ke arah dinding mesjid untuk melihat pergerakan musuh yang masih saja berada depan mesjid.
" Maaf uhkty apa yang sedang ukhty lakukan ?. " ujar seorang pemuda yang usia nya di perkirakan dua puluhan, tinggi, berbadan tegap serta tidak lupa wajah cantik bak aktor korea. dengan memakai baju koko berwarna coklat senada dengan sarung yang di kenakan nya, dan tak lupa peci berwarna hitam yang bertengger di kepala nya.
" Ooopppaaa ....." dengan spontan Jenny pun berteriak, entah karna diri nya terkejut hingga tanpa sadar diri nya menyebutkan panggilan pada aktor korea tersebut.
" Assatagfirullah " sambil mengusap - usap dada nya. pemuda itu terkejut mendengar wanita yang di sapa nya justru berteriak, diri nya juga bingung dan menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal saat si wanita berteriak ke arah nya dengan memanggil oppa.
Tidak hanya pemuda itu saja yang di buat terkejut oleh teriakan Jenny, akan tetapi Khalifah pun tak kalah terkejut nya. bahkan Khalifah sempat mengira bahwa Jenny terkena tembakan peluru dari musuh.
Melihat yang di lakukan pemuda itu Jenny hanya terkekeh geli, diri nya memang terkajut.
saat sedang serius memperhatikan musuh, tiba - tiba saja ada yang menyapa.
" Maaf ustad oppa, he .. he .. " ujar Jenny dengan terkekeh.
__ADS_1
" Maaf ukhty jika saya sempat mengagetkan ukhty. saya hanya ingin bertanya, kenapa uhkty mengendap - endap seperti itu ? apa ada yang mengganggu ukhty ?. " setelah menormalkan kembali denyut jantung nya karna terkejut. kembali pria itu bertanya pada wanita yang ada di depan nya.
" Ustad oppa lihat itu, " sambil menunjukan jari nya ke arah musuh. " mereka orang jahat yang ingin mencelakan kita ustad." ujar Jenny memberi tahu pemuda itu.
" Siapa mereka ? kenapa mereka ingin mencelakakan uhkty ?. " ujar pemuda itu dengan terus melihat ke arah depan area mesjid. diri nya dapat melihat dengan jelas dua orang pria berbaju serba hitam dengan tubuh yang kekar serta di penuhi tato.
" Entah lah. " singkat jawaban yang di berikan Jenny, karna diri nya tak mungkin memberi tahukan yang sebenar nya.
" Terus ukhty - ukhty ini akan ke mana ?. " pemuda itu kembali bertanya, saat pertanyaan sebelum nya jawab dengan singkat.
" Bandara." diam sesat seperti ingin mengingat sesuatu, dan " ya Tuhan .. " diri nya kembali berteriak ketika sadar bahwa jadwal penerbangan nya tinggal 20 menit lagi.
" Miss, bagai mana ini ? jadwal keberangkatan kita tinggal 20 menit lagi. bagai mana cara nya kita akan sampai bandara ? sedang kan kedua hama itu, masih saja menjadi security di depan sana. " ujar Jenny bingung.
Belum sempat Khalifah berbicara, pemuda itu langsung menawar kan diri untuk menolong.
" maaf ukhty, jika uhkty tidak keberatan biar saya dan teman saya yang mengantar kan uhkty ke bandara. "
" Baik lah, tolong antar kan kami sekarang juga menuju bandara. karna teman saya dalam kondisi terluka." dengan nada bicara yang setengah berbisik Jenny langsung mengiyakan tawaran pemuda itu pada nya.
" Baik lah, tunggu sebentar saya akan memberi tahu kan teman saya terlebih dahulu." setelah nya pemuda itu berlalu dari hadapan Jenny.
Setelah semua menyetujui, mereka berempat pun keluar dari mesjid menuju arah parkiran mobil. dan ketika ke empat nya akan memasuki mobil.
" Tunggu dulu, maaf kami ingin memeriksa kedua wanita itu." ujar salah satu pria berbadan kekar, yang sejak tadi seperti security yang berjaga di depan mesjid.
" Eh, gendruwo, lo kira bisa main buka aja ini penutup wajah. asal lo tau ini cewek lagi ngidam, lo mau di gebuk sama laki nya yang manis itu ?. " ujar Jenny dengan sengit.
Mendengar perkataan Jenni barusan, Khalifah dan pemuda yang di tunjuk Jenni membulatkan mata nya, bahkan teman dari pemuda itu pun di buat melongo.dan kini mata pria kekar itu menelisik kedua nya. karna yang di maksud Jenny wanita hamil dan suami itu adalah Khalifah dan pemuda itu.
" Benar kan pak ustad oppa ?. " ujar Jenny mencari pembelaan pada pemuda itu, dengan mengedip - ngedipkan kedua mata nya agar pemuda itu mengiyakan perkataan nya.
" Ah .. iiiya, dia adalah istri saya pak, kebetulan saat ini dia lagi hamil. " dengan terbata - bata dan gugup pemuda berbicara.
Setelah cukup lama menelisik ke empat orang yang ada di depan nya. pria kekar itu akhir nya lalu pergi dari hadapan mereka setelah diri nya merasa yakin bahwa itu bukan orang yang di cari nya.
Sedangkan Khalifah dan Jenny akhir nya lolos dari pengejaran musuh. setelah mendapat kan bantuan dari pemuda yang tak di kenal oleh ke dua nya.
Setelah sampai bandara kedua nya bergegas memasuki ke dalam bandara karna jadwal keberangkatan ke dua nya tinggal sepuluh menit lagi. tentu nya setelah mengucapkan terima kasih kepada kedua pria yang menolong mereka.
__ADS_1
***