
***
Jika saat ini Jenny dan Khalifah memilih untuk istirahat. kerna hari ini kedua nya telah melalui banyak kejadian yang tak terduga, dan yang membuat kedua nya kelelahan. setelah menyelesaikan obrolan di meja makan, kedua nya pun langsung memasuki kamar masing - masing.
Akan tetapi di lain tempat, Fadil yang saat ini justru tidak bisa memejam kan kedua mata nya. entah kenapa sejak diri nya menghubungi Jenny, diri nya merasa ada yang salah dengan degup jantung nya yang tak beraturan.
Fadil masih mengingat, bagai mana diri nya kalang kabut mencari keberadaan kedua gadis yang sangat di khawatir nya itu. bahkan setelah kepergian pihak kepolisian, diri nya harus mencari kedua nya di area belakang pesantren. akan tetapi, Fadil bahkan tidak dapati ke dua nya.
Tidak menyerah begitu saja , Fadil bahkan puluhan kali menghubungi ponsel milik sang adik, walau pun ponsel sang adik tak bisa di hubungi. Fadil bahkan harus menunggu kedua nya di depan rumah sang adik berjam - jam lama nya. merasa tak ada tanda - tanda kepulangan sang adik, Fadil pun kembali ke rumah nya.
" A'a Fadil dari mana ? dari tadi a'a Fadil di cari'in a'a Ahmad. kata nya, ada yang mau di bicara kan. " ujar Arum saat melihat Fadil memasuki rumah.
" A'a Ahmad nya ke mana sekarang ? terus abah sama ummi sudah pada tidur Rum ?." bukan menjawab pertanyaan sang adik, Fadil justru balik bertanya.
" A'a Ahmad sudah pulang, kalo abah sama ummi baru aja masuk kamar. ini juga Arum mau mati'in lampu." Arum pun memberi kan jawaban pada sang kakak.
" Ohh .. ya sudah kalo begitu, a'a juga mau masuk kamar dulu."
" A'a .. a'a Fadil lihat eneng sama Jenny engga ? soal nya, dari tadi Arum engga lihat. Arum coba hubungin ponsel kedua nya, tapi engga ada yang aktif." ujar Arum memberitahukan sang kakak, tentang kekhawatiran nya pada kedua gadis yang sejak tadi pun di khawatirkan oleh Fadil.
" Arum punya nomer ponsel Jenny engga ? kalo ada, a'a Fadil boleh minta ? dan Arum istirahat saja, ini sudah larut malam. nanti biar a'a saja yang menghubungi kedua nya, karna tadi neng bilang sama a'a kalo mereka berdua sedang ada urusan. " ujar Fadil menjelaskan pada sang adik, agar sang adik bisa lebih tenang.
Fadil tau bahwa saat ini Arum pun sangat mengkhawatir kan kedua nya, itu sebab nya Fadil mengatakan jika saat ini Khalifah dan Jenny sedang ada urusan. diri nya tak ingin membuat penghuni rumah yang lain tau apa yang sebenar nya terjadi.
Setelah memberikan nomer ponsel Jenny , Arum pun langsung memasuki kamar nya untuk beristirahat. lain hal nya dengan Fadil, saat ini diri nya kembali menghubungi ponsel sang adik yang masih saja tak bisa di hubungi sejak tadi.
__ADS_1
Setelah beberapa kali gagal menghubungi sang adik, akhir nya Fadil pun terpaksa menghubungi Jenny. ini adalah kali pertama nya bagi Fadil menghubungi wanita yang bukan dari keluarga nya. bahkan Fadil harus beberapa kali menghidupkan dan mematikan ponsel nya karna ragu untuk menghubungi Jenny.
Sebenar nya Jenny memang sudah pernah menghubungi Fadil melalui ponsel. hanya saja, Fadil lah yang memang tak pernah menghubungi seorang gadis terlebih dahulu melalui ponsel. bahkan jika ada nomor wanita di ponsel nya, Fadil bahkan lebih memilih menghapus nya.
" Tut ... tut ... tut ... " nada ponsel terdengar di telinga Fadil, yang menandakan sambungan ponsel nya terhubung saat ini. dan tak berapa lama, terdengar suara seorang wanita yang mengangkat penggilan nya dengan nada yang terdengar enggan untuk mengangkat.
" Hallo .." suara gadis di sebrang yang mengangkat panggilan dari Fadil, dan hal itu sangat jelas terdengar di pendengaran Fadil.
" Assalmualaikum .. gadis tarsan, kalian di mana ?." ujar a'a Fadil membuka suara nya.
" Di rumah." ujar Jenny singkat, padat, dan jelas.
" Baik lah .. assalamualaikum. tut .. tut .. tut .."
Belum sempat Jenny mengeluarkan suara nya, Fadil telah mematikan panggilan itu secara sepihak.
Tak ingin terlalur berlarut - larut memikir kan degup jantung nya yang tidak normal, Fadil lebih memilih untuk membersihkan diri nya untuk menunai kan sholat malam. Agar diri nya kembali tenang dan dapat mengistirahat kan tubuh nya yang terasa lelah, setelah melalui kejadian yang tak di duga nya.
**
Kini malam telah berganti dengan siang, gelap pun kini telah menjadi terang. Khalifah yang telah menyelesaikan sholat subuh dan mengaji, kini lebih memilih duduk di balkon samping untuk merasakan udara pagi yang sangat sejuk.
Dengan merentangkan kedua tangan nya, serta memandang ke arah persawahan. Khalifah merasakan ketenangan dalam diri nya. apa lagi dari mesjid pesantren terdengar beberapa santri yang tengah mengaji, sungguh nikmat Allah mana lagi yang hamba nya dustakan.
" Dret .. dret .. dret .. " terdengar bunyi ponsel Khalifah yang terletak di meja tempat diri nya saat ini tengah duduk dengan santai.
__ADS_1
" Assalamualaikum ... ada apa bang ?." setelah melihat pada layar ponsel nya, bahwa kontak bang Johan lah yang menghubungi nya.
" Maaf de .. abang baru mengaktifkan ponsel abang sejak semalam. apa benar pesan yang ade kirim kan untuk abang ?."
Semalam Khalifah memang sempat mengirim kan pesan pada bang Johan, diri nya memberitahu kan tentang apa yang terjadi. dan tentang kecurigaan Khalifah saat ini, mengenai target yang akan selalu dalam pengawasan Jenny sepenuh nya.
" Insya Allah bang, eneng yakin. eneng dan Jenny akan coba mengawasi target mulai saat ini. kita lihat dalam waktu sebulan, apa saja aktifitas dari terget Khalifah saat ini."
" Baik lah .. tapi ingat .. ! harus hati - hati de, karna saat ini abang dengar, mereka telah berhasil melakukan pengiriman barang. yang beberapa bulan lalu sempat gagal." bang Johah memberikan informasi pada Khalifah.
" Berarti memang benar bang, karna apa yang tadi malam eneng dengar, bahwa terget sedang membicara kan bos besar nya. yang saat ini sedang melakukan persiapan tentang pengiriman barang. dan jika itu benar, maka target neng kali ini, akan membawa kita pada bos besar. dan itu mungkin saja adalah terget yang sama, yang selama ini menjadi target black tim. " Khalifah pun menjelaskan pada bang Johan tentang kecurigaan diri nya terhadap kedua buronan semalam.
" Baik lah .. abang akan kirim robet ke sana, jika ada hal yang mencurigakan jangan pernah untuk bergerak sendiri. dan ingat pesan abang .. ! hati - hati, jangan sampai mereka mengenali ade. serta kabari abang jika ada sesuatu." ujar bang Johan memperingatkan sang adik.
" Iya bang, eneng mengerti."
" Okey kalo begitu, abang mati kan dulu ponsel nya. kabarin abang kalo terjadi sesuatu. assalamualaikum ... "
" Wa' alaikumus salam .. "
Setelah menjawab salam dari abang Johan, panggilan pun berakhir. sedangkan Khalifah kembali memandang ke arah yang sama sejak tadi, dan kembali menghirup dalam - dalam udara yang ada di sekitar nya.
Entah sampai kapan Khalifah melakukan pekerjaan sampingan yang sangat berbahaya bagi keselamatan diri nya. jika ada yang bertanya, mengapa seorang Khalifah sampai menjadi anggota black tim ?
Jawaban nya adalah diri nya ingin melindungi seluruh keluarga besar nya saat ini. terutama keluarga al - fariz yang notabene nya adalah seorang pengusaha yang sukses. selama ini Khalifah selalu melindungi keluarga nya tanpa sepengetahuan keluarga nya itu sendiri. banyak musuh yang selalu mengincar keluarga al - fariz, tapi Khalifah selalu berhasil menggagalkan nya.
__ADS_1
***