Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Kekacauan


__ADS_3

***


Masih di mesion di kediaman tuan Alex, saat setelah mendengar pengakuan dari Jenny. membuat suasana di mesion, lebih tepat nya di ruang tamu yang ada di mesion menjadi tegang. bagaimana tidak, terlihat jelas dari raut wajah tuan Alex tersimpan kemarahan yang masih berusaha di tahan nya.


Sedang mommy Jenny, saat ini telah terkulai lemas di sofa ruang tamu. saat ini pikiran sangat kacau, bagaimana bisa putri nya itu mengaku sedang hamil dengan sangat santai, bahkan di saat diri nya belum menikah. bahkan kedua tamu tuan Alex pun saat ini tak kalah terkejut dengan pengakuan putri dari tuan Alex itu.


" Pih, papi serius mau jodohin Regan sama cewek murahan kaya gitu.?" dengan nada


setengah berbisik, Regan bertanya pada papi nya itu.


" Papi juga engga tau kalo dia hamil, lagian kalo papi tau, engga mungkin juga kan papi jodohin kamu sama perempuan ****** itu." ujar tuan Dion pada putra nya itu dengan hal serupa.


" Jenny .. ! tolong jelaskan pada daddy apa yang kamu katakan .. !" kali ini dengan nada meninggi daddy Alex bertanya pada Jenny.


" Apa pendengaran daddy bermasalah ? bukan kah perkataan Jenny sudah sangat jelas ? Jenny menolak perjodohan ini, karna saat ini Jenny tengah mengandung." masih dengan nada yang santai Jenny berucap pada daddy nya itu.


Tak ada perasaan takut sedikit pun dalam diri Jenny, walau pun diri nya menyadari jika sang daddy tengah menahan amarah nya saat ini.


Mendengar perkataan Jenny, sungguh saat ini amarah tuan Alex sudah tidak dapat tertahan kan lagi, dengan langkah lebar tuan Alex mendekati putri nya itu dan tanpa aba - aba.


Plak


Satu tamparan keras kini mendarat di pipi mulus Jenny, bahkan saking keras nya tamparan sang daddy membuat sudut bibir Jenny pecah dan mengeluarkan darah. sedangkan Jenny, kini hanya tersenyum mengejek ke arah daddy nya itu. tak ada sepatahkan pun yang terucap dari bibir Jenny saat ini.


Masih dengan santai Jenny pun beranjak dari tempat duduk nya, dan tanpa menghiraukan yang lain, Jenny langsung menuju kearah pintu utama masion.


" Mau kemana kamu Jenny ?." kali ini nada bicara tuan Alex kembali meninggi.


Bahkan lebih tepat nya membentak putri nya itu, saat melihat Jenny yang berlalu pergi begitu saja dari hadapan nya.


" Maaf tuan Alex, saya rasa saya sudah tidak punya urusan lagi di sini. jadi untuk apa saya harus tinggal di sini ?." Jenny berucap tanpa menatap ke arah daddy nya itu.


" Dasar anak kurang ajar, di mana sopan santun mu ? dan siapa ayah dari bayi haram itu ?." dengan suara yang menggelegar tuan Alex berujar pada Jenny.


Sedang kedua tamu tuan Alex kini hanya duduk manis di sofa, tengah asyik memperhatikan drama pertengkaran antara ayah dan anak perempuan nya, tanpa berniat melerai atau menyela perdebatan kedua nya.


Sedangkan mommy Jenny saat ini hanya duduk lemas tanpa mampu mengeluarkan sepatah kata pun, diri nya sempat shock saat menyaksikan sang suami dengan begitu mudah nya melayangkan tangan nya wajah putri nya itu. akan tetapi, kondisi tubuh nya saat ini tak cukup mampu mencegah tindakan kasar sang suami.


" Jangan pernah berbicara sopan santun di hadapan Jenny ..! apakah selama ini daddy dan mommy pernah mengajarkan Jenny bagaimana sopan santun ? apakah pernah dadfy dan mommy mengajarkan nya pada Jenny ..!! " kali ini tatapan tajam pun Jenny arahkan pada daddy nya itu.

__ADS_1


Mendengar perkataan sang putri membuat tuan Alex langsung terdiam, diri memang mengakui bahwa selama ini telah banyak melewatkan tumbuh kembang putri nya itu. selama ini tuan Alex berfikir jika putri nya itu selalu bahagia dengan bergelimang harta. dan tanpa di sadari nya justru itu membuat Jenny membenci keadaan nya.


Melihat ketediaman kedua orang tua nya, kini Jenny kembali melangkah kan kaki nya. akan tetapi, baru saja beberapa langkah Jenny berjalan suara daddy itu kembali terdengar.


" Apakah pria di pesantren itu adalah ayah dari bayi yang kau kandung itu Jenn ?." ujar tuan Alex pada putri nya itu.


Mendengar perkataan tuan Alex, Jenny hanya mengacuhkan nya saja. tanpa berniat untuk menyela perkataan daddy nya itu. sedangkan tuan Alex kembali geram dengan tingkah Jenny, yang membuat amarah kembali memuncak.


" Daddy akan ratakan pesantren itu, jika memang benar pria itu yang menghamili mu ..!"


Mendengar ancaman tuan Alex pada nya, membuat amarah Jenny kali ini sungguh tak mampu di tahan nya lagi. dengan membalikan tubuh nya bahkan kini tatapan tajam di arahkan nya pada daddy saat ini.


" Ingat tuan Alex yang terhormat .. ! satu helai saja anda menyentuh pesantren itu ..! maka jangan salahkan saya, jika saya akan hancurkan seluruh kehormatan dan perusahaan keluarga besar Alexander ..!" ujar Jenny dengan tatapan tajam yang mengerikan.


Melihat tatapan tajam Jenny bahkan mampu membuat tuan Alex saja sempat memundurkan langkah nya. diri nya tak menyangka hanya dengan tatapan saja Jenny mampu mengitimidasi diri nya. sungguh tuan Alex saat ini seperti tak mengenali putri nya itu.


Tidak hanya tuan Alex saja yang merasa terintimidasi dengan tatapan Jenny. akan tetapi, kedua tamu nya pun tak kalah menciut saat tatapan itu bertemu tanpa sengaja dengan tatapan kedua nya.


Setelah mengatakan perkataan yang berisikan acaman pada tuan Alex, kini Jenny kembali melanjutkan langkah untuk pergi meninggalkan mesion dengan senyuman kemenangan. karna saat ini diri nya telah puas dan berhasil mempermalukan keluarga Alexander.


Melihat kepergian putri nya itu, tentu membuat kemarahan dari tuan Alex kembali memuncak. apa lagi kini, putri nya itu telah berani memberi ancaman pada nya yang notabene nya seorang pengusaha terkenal yang sangat di segani di kalangan bisnis.


Prang


" Ini semua salah mu mom .. ! kau yang tak pernah ada waktu untuk Jenny .. ! hingga membuat diri nya menjadi anak pembangkang dan kurang ajar ..!" masih dengan nafas yang menggebu, yang menandakan amarah tuan Alex benar - benar memuncak.


Mendengar perkataan suami nya itu, mommy Jenny pun hanya mampu menghela nafas nya. tanpa berniat membela diri atau pun membantah perkataan sang suami. kondisi nya saat ini benar - benar sangat shock dengan pengakuan kehamilan putri tunggal nya itu. saat ini diri nya hanya terduduk lemas dengan menundukan kepala nya.


" Ehem .. maaf tuan Alex, sebaik nya kami permisi dulu. dan maaf, mungkin perjodohan ini tidak dapat saya lanjutkan lagi. karna saya tidak ingin menikah kan putra saya dengan seorang wanita bekas pria lain, apa lagi dengan kondisi hamil." kali ini tuan Dion membuka suara nya. di tengah kekacauan yang di buat oleh Jenny, putri dari tuan Alex sendiri.


" Benar om, saya juga tidak ingin menikah dengan wanita murahan. yang bahkan dengan gampang nya menyerahkan tubuhnya untuk di nikmati para lelaki." ujar Regan menimpali perkataan papi nya itu.


Mendengar perkataan yang merendahkan putri nya itu, membuat tuan Alex pun yang belum selesai melampiaskan amarah nya kini langsung saja mendatangi para tamu nya itu.


Bug


Bug


Tanpa banyak bicara dan aba - abah tuan Alex pun langssung memberikan bogem mentah pada wajah Regan, karna telah berani mengatakan putri nya adalah wanita murahan.

__ADS_1


" Aaww .. "


" Apa yang kau lakukan tuan Alex ?." dengan cepat tuan Dion menghalau tuan Alex agar tidak kembali memberikan bogeman pada wajah tampan putra nya itu.


" Putra mu yang kurang ajar ..! berani nya dia mengatakan putri ku murahan ..! apa kau bosan hidup ..!" dengan menunjuk kearah wajah Regan, yang saat ini tengah meringis menahan sakit pada wajah nya.


" Apa yang salah dengan perkataan putra ku ? karna apa yang dikatakan oleh nya semua adalah kebenaran ..! putri mu memang wanita ******, bagaimana bisa diri nya dengan begitu mudah mengaku tengah hamil dengan pria yang belum menjadi suami nya ." dengan sinis tuan Dion berujar pada tuan Alex.


Mendengar perkataan tuan Dion, tuan Alex kembali mengepalkan tangan nya dengan erat. sungguh diri nya tak terima jika putri tunggal nya itu di hina. akan lebih baik jika diri nya saja yang di hina, tapi tidak dengan putri nya.


Bug


Kali ini sasaran bogem mentah nya pun tertuju pada wajah tuan Dion, bahkan akibat bogeman nya itu membuat tubuh gempal tuan Dion tersungkur.


" papi ..! " ujar Regan terkejut dengan apa yang terjadi pada papi nya itu.


" Pergi dari mesion ku sekarang juga .. ! dan ingat ..! semua perjanjian kontrak kerja sama kita batal aku batalkan." ujar tuan Alex dengan tatapan tajam.


" Cih .. kau kira aku takut jika kontrak itu batal ? justru kau yang berhati - hati .. ! karna aku akan membalas semua perlakuan pada ku, aku akan menghancurkan mu. ingat itu ..!" ujar tuan Dion mengancam, dengan berlalu pergi dari masion.


Melihat kedua tamu nya pergi, tuan Alex kini hanya mampu menghela nafas berat nya. dan mencoba meredakan amarah nya, dan tanpa di sadari nya saat ini sang istri tengah tak sadarkan diri di sofa.


Setelah berhasil meredakan amarah nya tuan Alex pun melangkah meninggalkan ruang tamu. akan tetapi, baru saja beberapa langkah diri nya sadar jika ada yang aneh pada istri nya yang tengah duduk di sofa ruang tamu.


" Mom, apa yang kau lakukan. cepat istrahat lah ini sudah malam." ujar tuan Alex masih terdiam di tempat nya berdiri.


Saat tak ada sahutan dari sang istri, akhir nya tuan Alex pun berbalik arah menghampiri istri nya itu. dan saat diri nya mendekat, baru lah tuan Alex sadar jika istri nya itu tengah pingsan.


" Mom .. mom .. mommy sadarlah ." dengan menepuk pelan wajah sang istri.


" Bi .. bi Wati .. " dengan suara yang menggelegar tuan Alex memanggil salah satu art di mesion milik nya.


" Iiiya tuan .."


Mendengar suara tuan yang menggelegar, buat bi Wati tergopoh - gopoh menghampiri keberadaan tuan nya saat ini. dan saat melihat apa yang terjadi membuat bi Wati bertanya pada tuan nya itu.


" Nyonya kenapa tuan ?."


" Nyonya pingsan bi, tolong bantu saya untuk menyadarkan nyonya." dengan mengangkat tubuh sang istri masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Jika saat ini di masion tengah terjadi kekecauan akibat ulah Jenny, bahkan mengakibatkan sang mommy saat ini tak sadarkan diri. maka lain hal nya dengan Jenny, justru saat ini tengah tertidur lelap di tempat tidur, tanpa merasa bersalah sedikit pun.


***


__ADS_2