Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Kejadian Yang Memalukan


__ADS_3

***


Sedangkan di kediaman abah setelah melaksanakan sholat zuhur dan makan siang, para wanita dari keluarga abah tengah berkumpul di teras belakang. Saat ini para wanita tengah mengadakan agenda rujakan demi mengabulkan keinginan bumil, tapi bumil yang ini bukan Jenny, melainkan Arum yang saat ini kehamilan nya tengah memasuki usia empat bulan.


" Sambal rujak buatan bunda pokok nya nampolll .. Jenny suka bun." ujar Jenny, dengan terus memasukan mangga muda yang telah di beri sambal rujak ke dalam mulut nya.


Khalifah yang sejak tadi memperhatikan Jenny, justru di buat merinding. bagaimana tidak, Jenny bahkan memakan rujak seperti orang yang sedang hamil.


" Kamu engga hamil benerankan Jenn.. ?." ujar Khalifah yang justru merasa heran saat melihat Jenny memakan dengan lahap mangga muda tanpa merasakan asam.


Mendengar pertanyaan Khalifah membuat yang lain pun langsung memandang ke arah Jenny. sedangkan Jenny sendiri langsung mengerucutkan bibir nya kesal, saat mendengar pertanyaan teteh nya itu.


" Teteh ngomong apa'an sich ! hilal nya aja masih belum kelihatan, masa udah langsung hamil aja." meski dengan raut wajah kesal, Jenny tetap menjawab pertanyaan teteh nya itu.


" He .. he .. ya sorry, abis nya dari tadi teteh lihat, kamu makan mangga muda kaya orang kesetanan. " dengan raut wajah tanpa bersalah Khalifah kembali berujar, bahkan kali diri nya sengaja menggoda Jenny.


" Dari pada yang manis - manis bikin enek plus bikin penyakit gula darah tinggi, apalagi yang rasa pahit, cukup kehidupan Jenny yang pahit, jangan di tambah yang lainnya lagi" dengan terus melahap mangga muda di depan nya tanpa henti.


" Rasa asam juga mampu memicu asam lambung naik Jenn, kalo cara makan kamu kaya gitu." ujar Khalifah dengan terus memperhatikan Jenny.


Sedangkan Arum dan yang lain nya hanya terdiam dan sekekali tersenyum dengan tingkah Jenny. baru saja Jenny akan kembali berucap dari arah pintu, gus fahmi datang dengan raut wajah cemas.


" Ada apa mas ?" kali ini Arum bersuara, saat melihat suami nya itu terlihat cemas.


" Ituuuu ... "


" Itu apa mas ? bicara yang jelas, jangan bikin panik gitu ah .." ujar Arum kembali berujar, saat di lihat nya sang suami yang tak mampu meneruskan perkataan nya.


" Ustadz Fadil dan ustadz Reyhan masuk klinik dek." tanpa menjelaskan apa penyebab kedua nya masuk klinik.


" Assatagfirullah ..."


Kali ini Arum, bunda Nissa dan ummi Halimah berucap secara bersamaan, terlihat jelas raut cemas dari ketiga nya saat mendengar berita yang di sampaikan gus Fahmi.


Sedang Khalifah dan Jenny justru mengerutkan kening nya saat mendengar bahwa suami kedua nya masuk klinik secara bersamaan. kedua nya terlihat bingung dengan kabar yang di sampaikan gus Fahmi barusan.


" Emang kedua nya masuk klinik kenapa ?." kali ini Khalifah berujar, dengan wajah yang terlihat bingung.


" Ya Allah neng ... sebenar nya eneng dokter apa bukan sich ! orang masuk klinik masih di tanya kenapa !." kali ini bunda berujar dengan nada kesal saat melihat wajah putri nya yang tak terlihat cemas.


" Ayo cepat kita ke klinik, kasihan mantu bunda." ujar bunda.


Dengan menarik tangan kedua putri nya yang masih terlihat bingung, bunda langsung bergegas menuju ke arah klinik pesantren. sedangkan ummi Halimah, Arum, dan gus Fahmi mengikuti ketiga nya di belakang.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan tidak henti - henti nya sang bunda mengeluarkan jurus ocehannya pada kedua putri nya itu, diri nya benar - bener gemas pada kedua nya saat melihat raut wajah Jenny dan Khalifah yang tak terlihat panik serta cemas dengan keadaan suami nya masing - masing.


Sesampai nya di klinik, terlihat jelas beberapa santri dan pengajar yang menunggu dengan raut wajah cemas di depan ruangan IGD.


" Bagaimana keadaan mantu saya ustadz ?". ujar bunda bertanya.


" Masih di dalam bu, masih dalam penanganan dokter." jawab salah satu pengajar dengan nada sopan.


" Apa yang terjadi ?". kali ini Jenny bertanya, setelah sejak tadi diri nya terdiam memahami situasi yang membuat nya bingung.


" Tadi sewaktu sehabis sholat zuhur, saya sempat melihat ustadz Fadil dan ustadz Reyhan yang terlihat lemas di pendopo pengajar. saya terpaksa membawa kedua nya ke klinik, karna ustadz Fadil mengatakan bahwa semalam diri nya di terkam oleh singa betina. sedangkan ustadz Reyhan sendiri memang terlihat kurang sehat, apa lagi dengan beberapa bercak merah keunguan pada area leher beliu." ujar salah satu santri yang menjelaskan seperti apa kronologi pada kedua nya.


Mendengar apa yang di katakan ustadz Zafrullah, membuat Jenny dan Khalifah hanya mampu menundukan kepala nya menyembunyikan rasa malu kedua nya. begitu pula dengan Arum dan gus Fahmi, kedua pun langsung dapat menyimpulkan apa yang terjadi pada ustadz Fadil dan ustadz Reyhan saat ini.


" Ya Allah ... bagaimana bisa Fadil di terkam singa betina ? nak Jenny, kemana Fadil semalam nak, hingga bisa di terkam singa ? apa kalian pergi ke kebun bintang tadi malam ?." ujar ummi Halimah yang terlihat panik, saat mendengar penjelasan dari salah satu santri yang membawa ustadz Fadil ke klinik.


Mendengar perkataan ummi Halimah, justru membuat Jenny semakin bingung. diri nya tak menyangka jika sang mertua akan bertanya sesuatu hal yang memalukan sebagai jawaban nya. bagaimana diri nya menjelaskan jika sesungguh nya singa betina yang di maksud adalah diri nya sendiri.


' Mampus lo Jenn .. habis lo sekarang ! gimana coba, gue mau jelasin, kalo gue yang udah nyerang anak nya semalam. lagian punya laki mulut nya kok lemes banget sich, masa cuma gara - gara semalam sampai masuk klinik segala, memalukan !!. monolog Jenny dalam hati.


" Itu ummi, ee ... ituuu .. ituuu .. " Jenny merasa bingung saat ingin menjelaskan apa yang terjadi semalam. diri nya tak mungkin menjalaskan kejadian yang sebenarnya pada ummi Halimah, apalagi di tempat umum.


" Itu apa ?." ujar ummi Halimah yang masih belum mengerti dengan maksud dari menantu nya itu.


" Sekarang coba kalian berdua Jelaskan dengan benar. Jenny, kenapa sampai aa Fadil bisa di terkam harimau betina semalam ? apa yang sebenar nya terjadi ? dan untuk eneng, kenapa bisa sampai mantu bunda terkena elergi dengan ruam merah di leher nya ? apa kalian sebagai istri tak merasa cemas dengan keadaan suami kalian ?." ujar bunda dengan nada suara yang tegas.


' Ya Allah ... bunda itu tanda cinta dari eneng bukan elergi, hadehhh .. kenapa bisa tanda cinta nya eneng jadi tontonan publik sich ! kali ini Khalifah pun membatin, saat mendengar perkataan sang bunda.


Melihat keterdiaman Jenny dan Khalifah dengan berlahan Arum pun mendekat ke arah bunda Nissa dan membisikan sesuatu pada bunda. dan setelah mendengar bisikan Arum di telinga nya, membuat bunda Nissa melebarkan senyumannya ke arah Jenny dan Khalifah.


" He .. he .. ini baru putri - putri bunda, bunda suka dengan keganasan kedua putri bunda." ujar bunda dengan mendekati kedua nya, dan mengelus pundak kedua putri nya itu.


Melihat perubahan pada bunda, membuat Jenny dan Khalifah memandang ke arah Arum, meminta penjelasan tentang apa yang telah di bisikan nya pada bunda Nissa hingga membuat bunda tersenyum lebar pada kedua nya.


" Tenang, semua nya pasti aman terkendali. tapi Arum tidak jamin dengan keadaan di dalam." dengan menatap ke arah ruangan IGD, Arum berujar dengan senyuman menggoda kedua nya.


" Cepat bertindak, sebelum kedua mantu bunda membuat para medis geger dengan keganasan kedua putri bunda he .. he .." kali ini bunda pun berujar, bahkan perkataan bunda mampu membuat Arum dan gus Fahmi terkekeh.


Mendengar perkataan bunda dan Arum membuat Jenny dan Khalifah saling pandang, dan tak berapa lama.


Burrr ...


Kedua nya pun langsung berlari menuju pintu ruang IGD.

__ADS_1


Brak ...


Kini kedua nya pun langsung mendobrak kasar pintu ruang IGD, dan tanpa permisi kedua nya pun melangkahkan kaki nya menuju ke arah suami nya masing - masing.


Sedangkan bunda dan Arum kini tertawa terbahak - bahak setelah melihat Jenny dan Khalifah yang berlari tunggang langgang ke arah pintu IGD. bahkan tawa kedua nya membuat yang lain menjadi bingung dengan apa yang terjadi.


Di dalam ruang IGD, Jenny langsung menuju arah suami nya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. diri nya sungguh di buat malu dengan tingkah suami nya itu, bagaimana bisa kejadian yang seharus nya menjadi rahasia kedua nya, saat ini justru menjadi rahasia umum. apalagi saat melihat dokter dan tenaga medis yang terus melirik ke arah nya dengan senyum yang di sembunyikan, diri nya sudah dapat memastikan bahwa mereka sudah dapat memahami apa yang sebenarnya terjadi.


' Sial .. sial .. gini amat punya laki polos nya kebangetan. awas aja entar malam ! tuch si ustadz polos bakal habis di tangan gue.' Jenny terus menggerutu di dalam hati, apalagi saat melihat wajah sang suami yang menatap ke arah nya tanpa dosa.


" Dek, kok bis ..."


Belum sempat ustadz Fadil melanjutkan perkataan nya, Jenny terlebih dahulu menyela.


" Pulang sekarang dan jangan banyak bicara !." ujar Jenny.


Mendengar perkataan Jenny yang tegas dan tatapan nya yang tajam, membuat ustadz Fadil langsung mengunci mulut nya rapat. bahkan tanpa banyak kata, ustadz Fadil langsung mengikuti sang istri yang menarik tangan nya turun dari brangkar pasien.


Sebelum melangkah pergi meninggalkan ruang IGD, Jenny membalikan tubuh nya.


" Terimakasih karna sudah merawat suami saya dok, dan maaf karna membuat dokter telah membuang tenaga karna merawat pasien konset seperti suami saya. kalo begitu saya permisi dulu, Assalamualaikum .." ujar Jenny dengan bergegas pergi tanpa mendengarkan jawaban salam, diri nya terlalu malu untuk bertahan terlalu lama di tempat itu.


Sedangkan ustadz Fadil hanya mengerucutkan bibir nya saat mendengar perkataan sang istri yang mengatakan diri nya pasien konset. diri nya hanya mampu terdiam dan mengikuti sang istri tanpa berani mengeluarkan sepatah kata pun. apalagi saat melihat tatapan tajam istri nya itu, bahkan mampu membuat seluruh bulu pada tubuh nya merinding.


Setelah kepergian pasangan suami istri putra dari pengasuh yayasan, kini drama dari pasangan pemilik yayasan akan menjadi tontonan gratis selanjutnya bagi tenaga medis yang bertugas di bagian IGD saat ini. meski merasa sungkan, tapi karna kekepoan yang telah menjadi darah daging, membuat mereka pun bertahan di tempat nya masing - masing.


Sedangkan Khalifah yang sejak tadi terdiam di tempat, hanya mampu tersenyum gentir saat melihat tatapan yang mematikan dari suami brondong nya itu. diri nya dapat mengartikan bahwa tatapan sang suami adalah sebuah acaman yang nyata bagi nya.


' Siap - siap neng, kali ini kamu bakal mati di tangan si ustadz brondong.' monolog Khalifah dalam hati.


Dengan langkah berlahan ustadz Reyhan mendekati sang istri tanpa melepaskan tatapan mematikan nya, bahkan dengan kedua tangan yang bersedekap di dada yang menandakan bahwa diri nya dalam mode yang sangat serius kali ini.


" Mas pasti kan malam ini eneng akan dapat hukuman atas perbuatan eneng semalam, dan mas juga pastikan eneng engga akan mampu keluar kamar setelah nya." dengan nada suara yang berbisik, ustadz Reyhan berujar pada sang istri.


Tanpa banyak kata, ustadz Reyhan pun langsung pergi dengan menarik tangan sang istri yang masih terkejut dengan perkataan diri nya barusan.


Deg


' Tuch kannn ... udah ketebak duluan, malam ini eneng minum obat tidur apa jamu yach ..'


Dengan mengikuti langkah sang suami, Khalifah terus berperang dengan fikiran nya, tentang apa yang akan di minum nya malam ini agar terhindar dari ancaman ustadz brondong nya itu.


***

__ADS_1


__ADS_2