Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Musuh Dalam Selimut


__ADS_3

***


Masih dengan anggota black tim yang saat ini menatap tak percaya, bagai mana mungkin salah satu anggota nya kini menjadi sandera para musuh. apa yang sebenar nya terjadi, apa mungkin si munafik yang mereka cari selama ini ada di dalam anggota mereka sendiri.


Bagitu banyak pertanyaan yang ada di benak mereka masing - masing, dan kali ini tak ada yang mengeluarkan suara nya. mereka hanya mampu terdiam, sedikit berpikir apa yang sebenar nya terjadi. jika sudah keadaan seperti ini, tentu saja sangat berbahaya jika sampai sedikit melakukan kesalahan.


Sedangkan bang Johan saat ini, tengah menahan amarah nya. dengan wajah yang merah padam serta rahang yang mengeras, bang Johan sungguh merasa tidak tahan. jika harus menunggu lebih lama lagi, apa lagi kini anggota nya telah jadi tawanan.


" Jangan gegabah bang." kali ini Khalifah harus terpaksa membuka suara nya, diri nya sangat faham. bahwa saat ini sang abang sedang menahan amarah nya, dan itu bisa saja bang Johan akan melakukan kesalahan, yang justru berakibat fatal.


" Terus mau sampai kapan abang akan bersembuyi ? apa sampai kepala si william itu bocor ?." ujar bang Johan dengan nada yang sangat kesal pada Khalifah.


Mendengar perkataan bang Johan, kali ini Khalifah hanya menghela nafas nya. dengan cepat diri nya mematikan sambungan pada anggota nya yang lain. dan hanya menghubungkan diri nya dan bang Johan saja saat ini. karna Khalifah yakin, bahwa ada musuh dalam selimut kali ini. itu sebab nya diri nya langsung mematikan penghubung antara para anggota, karna saat ini Khalifah menaruh curiga pada anggota nya sendiri.


" Bang dengarkan eneng, saat ini abang jangan gegabah. karna eneng ngerasa, kalo di tim kita ada yang tidak beres. dan ingat .. !! jangan mati kan penghubung abang dengan anggota lain, abang cukup ulur waktu 10 menit. biar eneng yang selidiki. cukup abang berdehem saja sebagai tanda saat ini, karna saat ini eneng sudah mematikan saluran penghubung pada anggota yang lain. abang mengerti kan ?. " ujar Khalifah memberikan intruksi nya pada bang Johan.


" Hhmmm ..." ujar bang Johan berdehem sebagai isyarat pada sang adik.


Mendengar deheman dari bang Johan yang mengerti akan maksud nya, kali ini Khalifah langsung bergerak. saat ini Khalifah langsung bergerak menuju arah Benny, karna saat ini Benny yang memegang kendali sepenuh nya dalam misi kali ini. jadi, akan lebih berbahaya jika Benny yang menjadi musuh dalam selimut di anggota nya.


Setelah sampai pada tujuan, Khalifah berjalan pelan menuju arah Benny. diri nya ingin memastikan siapa dalang penjebakan kali ini.


" Cklek .. " suara senjata yang di arah kan Khalifah tepat pada pelipis Benny yang saat ini tengah sibuk dengan tugas nya, hingga diri nya tak menyadari akan kedatangan Khalifa.


" Miss, aaapa yang kau lakukan ?."


" Aku yang seharus nya bertanya, apa yang kau lakukan ? dan kenapa semua nya bisa terjadi seperti ini ? jangan bilang ...." Khalifah tak menerus kan kata - kata nya, kini hanya mata nya yang sedang menyorot tajam ke arah Benny.


Melihat sorot mata yang tajam dari Khalifah, membuat Benny bergedik ngeri. diri nya sangat faham betul seperti apa karakter seorang Khalifah. bahkan dengan sorot mata nya yang tajam, Khalifah mampu mengetahui sesuatu yang tersembunyi pada lawan nya.


" Miss, coba miss perhatikan. ini alasan nya, kenapa saya belum dapat memberitahukan apa yang sedang terjadi." ujar nya dengan menyodorkan leptop yang ada di pangkuan nya pada Khalifah.


Khalifah pun langsung mengarahkan pandangan nya pada layar leptop di depan nya, tanpa menurunkan todongan senjata nya pada Benny. setelah melihat apa yang terjadi pada layar lepton Benny, kini Khalifah langsung menurun kan todongan senjata nya.

__ADS_1


" Butuh berapa lama ? waktu kita kurang dari lima menit. " ujar Khalifah dengan nada tegas dan sorot mata yang masih tajam.


" Dua menit miss, ...."


" Kerja kan..!!."


Belum sempat Benny melanjutkan kata - kata nya Khalifah langsung memotong perkataan Benny. setelah melihat apa yang terjadi pada layar leptop Benny, Khalifah langsung memastikan bahwa Benny tidak terlibat.


Jelas terlihat pada layar leptop Benny, bahwa saat ini Benny tengah berusaha mengaman kan seluruh data di leptop nya. dengan memperkuat security pada penyimpanan data sekaligus akun yang di gunakan nya untuk menyerang balik. saat ini banyak virus yang mencoba masuk sistem pengamanan Benny, bahkan virus itu sengaja di kirim untuk merusak seluruh sistem yang Benny buat.


" Butuh batuan ?." ujar Khalifah pada Benny.


" No, thankyou." ujar Benny mantap, karna Benny masih bisa menghandle semua nya.


" Cari tau apa yang sebenarnya terjadi Ben. dalam waktu lima menit, kabar kan pada ku." kini Khalifah kembali berucap pada Benny.


" Okey, miss."


" Lakukan dengan cepat tugas mu Ben, dan matikan alat penghubung mu dengan anggota yang lain nya, kecuali pada ku. " ujar Khalifah dengan berlalu pergi dari hadapan Benny.


" Yes, miss." dengan arah pandangan yang tak pernah lepas dari layar leptop yang berada di pangkuan nya.


Khalifah langsung menyambungkan alat penghubung diri nya dengan Benny, dan tak lupa Khalifah juga kembali menyambukan nya dengan Jenny.


" Miss, kenapa tidak bisa terhubung dari tadi ? apa miss baik - baik saja ? sekarang apa yang harus kita lakukan ?." ujar Jenny yang membrondongkan Khalifah dengan banyak pertanyaan.


" Jenn aku akan jawab pertanyaan mu, pertama aku baik - baik saja, ke dua aku sengaja mematikan penghubung pada anggota yang lain. dan ke tiga lakukan misi penyelamatan dengan bang Johan saat ini, bang Johan dengarkan kata eneng ?." ujar Khalifah pada kedua nya, melalui alat penghubung antar anggota.


" Yes, miss .. !! " ujar Jenny tegas.


" Ok. " ujar bang Johan singkat.


Sedangkan Robbet dan Toni kini hanya diam mematung di tempat, kedua nya tidak dapat bergerak saat ini. karna belum ada intruksi langsung dari Johan atau pun Khalifah. apa yang harus kedua nya lakukan, kedua nya sebenar nya binggung. kenapa hingga kini belum ada pergerakan pada black tim, apa lagi saat ini musuh sudah melepaskan tembakan nya pada salah satu anggota black tim yang di tawan nya.

__ADS_1


" Clear Miss." ujar Benny pada Khalifah, saat ini Benny hanya terhubung dengan Khalifah. diri nya mematikan penghubung pada anggota yang lain, sesui dengan perintah dari Khalifah.


" Katakan ..! " ujar Khalifah tegas, tapi terdengar sangat tidak sabar.


" Willam ." hanya itu yang mampu di katakan oleh Benny, diri nya tidak ingin mengatakan yang lain.


" Good, Hancur kan Ben ..!! " Khalifah langsung memberi perintah.


" Yes miss." Benny yang mengerti apa yang di maksud oleh Khalifah, langsung mengerjakan perintah.


Mendengar apa yang di katakan oleh Benny, kini Khalifah langsung menyambungkan alat penghubung diri nya dengan Toni dan Robbet.dan setelah terhubung Khalifah langsung memberi perintah untuk melakukan misi penyelamatan.


Robbet dan Toni yang mendengar perintah dari Khalifah, langsung melaksanakan tugas tanpa berkata apa pun.


" Dasar pengecut ..!! keluar lo johan .. !! bedebah .. ! apa perlu gue tembak kepala rekan lo .. ! okey kalo itu mau lo, gue engga main - main ama lo." ujar pria bersetelan hoodie yang sempat melepaskan tembakan pada kaki William.


Sedang kan Willam kini hanya bisa pasrah, jangan kan untuk melawan, untuk berdiri saja diri nya betul - betul lemas saat ini. apa lagi dengan luka tembak pada kaki nya, membuat diri nya hanya mampu terduduk.


" Gue akan hitung sampai tiga Johan .. ! dan kali ini gue engga main - main. 1 ... 2 ..."


" Dor .. dor .. dor .." bunyi tembakan beruntun terdengar.


" Bruk .. bruk .. bruk .. " satu demi satu para pria bertubuh kekar yang ada di belakang pria bersetelan hoodie itu berjatuhan.


" Dor ... dor .. dor .." bunyi tembakan pun kembali terdengar, namun kali ini mulai saling tembak dari kubu yang berlawanan. dan teriakan kesakitan pun mulai terdengar saat peluru yang di tembakan terkena sasaran.


" Bedebah kau Johan .. ! keluar kau bajingan .. ! jangan jadi pengecut." ujar pria bersetelan hoodie, yang terus saja mengumpat pada bang Johan.


Entah ada dendam apa antara bang Johan dengan pria bersetelan hoodie itu. yang jelas, diri nya selalu mengumpat terus sejak tadi. dan hanya pada bang Johan saja lah pria itu berteriak, bukan pada anggota yang lain.


" Aku sudah keluar, apa mau mu ? " ujar bang Johan. kini bang Johan memang telah berada di hadapan pria itu. setelah Khalifah dan rekan nya yang lain menyerang para pria kekar yang mendampingi pri bersetelan hoodie itu sejak tadi.


***

__ADS_1


__ADS_2