
***
Jika saat ini bunda dan uwa Asep akan kembali merencanakan perjodohan sang putri. maka di lain tempat kini Khalifah tengah berdiri di balkon hotel dengan memandangi ikon kota paris yang terkenal di seluruh Negara.
Negara yang terkenal dengan menara Eiffel - nya ini merupakan destinasi wisata yang banyak menyimpan kecantikan, keindahan hingga keromantisan. selain keindahan tempat wisatanya, paris juga di juluki sebagai kota cinta atau city of love. sejak dulu hingga sekarang banyak orang menyatakan cinta pada pasangan nya atau melamar pasangan nya di kota paris.
" Huh ... " ******* pelan keluar dari bibir tipis Khilifah saat ini.
Saat ini Khalifah masih memikirkan tentang pembicaraan diri nya dengan sang bunda, dan kembali masalah perjodohan lah yang kedua nya bicarakan. beda nya, jika sebelum nya sang uwa yang melakukan perjodohan pada nya, yang berakhir dengan penolakan yang di terima Khalifah. akan tetapi, kali ini justru sang bunda lah yang melakukan perjodohan pada putri nya itu.
" Cklek , Assalamualaikum ... " ujar Jenny yang baru saja masuk ke dalam kamar.
" Eh .. teteh ke mana ?." kembali Jenny berujar saat diri nya tidak menemukan Khalifah di dalam kamar.
Jenny pun langsung memeriksa kamar mandi. akan tetapi, Jenny pun tak menemukan keberadaan Khalifah. diri nya berjalan ke arah pintu balkon hotel, dan terlihat lah sosok Khalifah yang tengah berdiri termenung dengan memandangi ikon kota paris.
" Lagi ngapain teh ?." ujar Jenny, dengan mendekati ke arah Khalifah.
" Asstagfirullah Jenn, kamu ngagetin aja. sejak kapan kamu masuk kamar ?."
" Baru, karna teteh asyik ngelamun. jadi engga denger aku masuk ngucapin salam."
" Iya kah ?." ujar Khalifah dengan bingung, karna diri nya benar - benar tak mendengar Jenny masuk dan memberikan salam.
" Iya, karna teteh lagi asyik melamun. gimana kalo yang masuk bukan Jenny ? emang teteh lagi ngelamunin apa sich ?." ujar Jenny bertanya pada Khalifah. apa yang di fikirkan teteh nya itu saat ini.
" Huh .." hanya helaan nafas saja yang mampu keluar dari bibir tipis Khalifah. entah berapa kali Khalifah melakukan hal yang sama saat ini.
" Teh ..." melihat keterdiaman Khalifah membuat Jenny justru semakin penasaran.
" Bunda sudah lelang teteh Jenn, dan seperti nya kali ini, bunda sudah menentukan target calon mantu nya itu." ujar Khalifah dengan nada lirih, dengan arah pandangan yang tak pernah lepas pada menara Eiffel yang berdiri kokoh serta mengeluarkan sejuta pesona nya di malam hari seperti saat ini.
" Emang bunda sudah ngomong sama teteh ? kalo bunda udah nemuin calon mantu nya ?." kali ini Jenny sudah mulai mengerti, kenapa sang teteh termenung saat ini. dan ternyata ini masalah jodoh sang teteh.
" Hhmm .." hanya dengan deheman Khalifah menjawab pertanyaan teteh nya itu.
" Teh .. terus apa masalah nya ? bukan nya sebelum nya teteh sudah mengiyakan perkataan bunda saat kita akan pergi bertugas saat itu. lagian Jenny yakin dengan pilihan bunda, dan insya Allah kalo emang jodoh pasti sah juga. "
__ADS_1
" Masalah nya, bukan pada pilihan bunda Jenn. karna aku juga yakin dengan pilihan bunda. hanya saja, aku masih kurang yakin dengan diri ku sendiri Jenn. aku takut belum bisa menjadi seorang istri yang baik dan seorang istri yang di inginkan suami." kali ini Khalifah mengeluarkan apa yang di rasakan nya saat ini.
" Teh, ini menurut Jenny yah .. teteh cukup menjadi istri yang di butukan saja oleh suami, tak perlu menjadi istri yang di inginkan oleh suami. jangan pernah berubah hanya karna keinginan manusia, karna keinginan manusia itu tak akan pernah terpuasakan, hanya karna kita berubah seperti yang di inginkan pasangan kita." kali ini Jenny menjadi sosok yang bijak, yang mampu mambuat Khalifah tertegun dengan perkataan nya.
" Kamu benar Jenn, manusia itu tak akan pernah puasa hanya dengan satu keinginan saja. jika keinginan nya terwujud, maka diri nya pasti akan mengingin kan yang lain. hal itu terjadi karna manusia memang di ciptakan memiliki nafsu, yang kadang nafsu itu lah yang membuat manusia tidak bersyukur atas semua pemberian yang telah Allah berikan pada nya. dan nafsu itu pula yang mampu menyesatkan umat manusia. jika kita berperang melawan musuh, itu jauh lebih baik dari pada kita melawan nafsu yang ada pada diri kita. karna nafsu tak berbentuk dan tak terlihat, latas dengan apa kita memerangi nya. hanya dengan iman dan ketaqwaan lah kita mampu mengendalikan nya, sebab nafsu tidak untuk di hilangkan tapi untuk di kendalikan. terimakasih Jenn, sudah mengingatkan teteh."
Jenny yang mendengar semua perkataan Khalifah pun hanya menganggukan kepala nya saja, sebagai tanda bahwa diri nya mengerti dan Faham dengan semua yang Khalifah sampai kan pada nya. setelah menyelesaikan obrolan nya, kedua nya pun memutuskan untuk beristirahat. karna saat ini dingin nya malam sudah menusuk tubuh kedua nya.
Sedangkan di tanah air, lebih tepat nya di kediaman abah Asep. saat ini tengah terjadi pembicaraan serius antara abah dan Reyhan serta tak lupa pula ada bunda dan ummi Halimah yang turut menyaksikan pembicaraan kedua nya.
Setelah semalam bunda memutuskan akan mencoba menjodohkan Khalifah dengan Reyhan, maka hari ini abah langsung memanggil Reyhan untuk menemui nya di kediaman abah. karna abah sangat setuju dengan keputusan sang adik. setidak nya dengan begitu, abah masih bisa menjalan kan rencana diri nya dengan sahabat nya yang ingin menjodohkan anak - anak mereka.
" Jang .. abah mau tanya, saat ini apa ujang tengah dekat atau menjalani ta'aruf dengan seorang akhwat ?." ujar abah memberikan pertanyaan pada Reyhan sesaat setelah kedatangan Reyhan di kediaman abah.
deg
" Mmaksud nya abah ?." ujar Reyhan dengan terbata saat mendengar pertanyaan sang abah.
" Maksud abah, apa ujang sudah memiliki tambatan hati saat ini ?." abah pun menjelaskan maksud dari perkataan nya.
" Belum bah." dengan kepala yang tertunduk Reyhan menjawab pertanyaan abah.
" Kalo sekarang insya Allah masih belum bu." dengan masih menundukan kepala nya Reyhan pun menjawaban perkataan bunda.
" Baik lah kalo begitu, jika memang saat ini ujang belum memiliki tambatan hati. apakah ujang keberatan jika abah ingin mengenalkan ujang dengan seseorang ?." ujar abah pada Reyhan.
" Maksud abah ta'aruf bah ?." Reyhan pun kini mulai mengerti ke mana arah pembicaraan abah kali ini.
" Iya, apa ujang keberatan ?." kembali abah berujar.
Reyhan yang mendengar perkataan sang abah pun sedikit ragu, diri nya memang pernah mengagumi seseorang. hanya saja, diri nya tak tau siapa dan di mana gadis yang di kagumi nya itu berada. kekaguman pada pandangan pertama, bahkan walau hanya sorot mata nya saja.
" Jang .. abah tidak memaksa, jika ujang keberatan." melihat keterdiaman Reyhan abah kembali membuka suara nya.
" Maaf abah, jika boleh tau siapa gadis yang akan di kenalkan dengan ujang ?." diri nya penasaran siapa gadis yang akan di kenalkan abah pada diri nya.
" Dia Nur Khalifah Putri Al- fariz, putri bungsu dari adik perempuan abah, sekaligus keponakan abah." abah pun langsung memberi tahu siapa gadis yang akan abah kenalkan dengan Reyhan.
__ADS_1
Deg
Deg
Saat ini degup jantung Reyhan langsung berdegup tak beraturan. Reyhan sungguh tak percaya bahwa diri nya akan diperkenalkan dengan putri dari keluarga Al- fariz. seorang putri yang terlahir dari pengusaha sukses, sekaligus keponakan dari abah.
Sejak dulu tak ada yang tak mengenal keluaraga Al- fariz . pengusaha sukses yang begitu dermawan serta salah satu dari keluarga Al- fariz adalah pemilik dari yayasan Darul Istiqomah tempat diri nya menimba ilmu sekaligus mengajar saat ini.
Yayasan Darus Istiqomah tidak hanya mendirikan tempat belajar dan mengajar saja bagi para santri. akan tetapi, yayasan Darul Istiqomah memiliki berbagai sarana seperti klinik kesehatan, pusat perbelanjaan, hingga pusat pertanian. yang di kelola langsung oleh para santri dan alumi santri.
" Maaf abah, apa abah tidak salah mengenalkan keponakan abah dengan ujang ?." entah kenapa, Reyhan merasa tidak layak untuk seorang putri dari keluarga Al- fariz.
Reyhan terlahir dari keluarga yang sangat sederhana. almarhum abah Reyhan hanya seorang guru mengaji, sedangkan ummi Reyhan sehari - harinya berjualan kue, dengan menjajakan kue buatan nya itu berkeliling kampung. Reyhan memiliki seorang adik perempuan, yang saat ini tengah menimba ilmu di pesantren yang sama di tempat diri nya mengajar.
" Apa maksud ujang dengan salah ? abah tidak mengerti." kali ini abah menanyakan maksud dari perkataan Reyhan.
" Abah kan tau bagai mana kondisi keluarga ujang. ujang merasa seperti tidak pantas saja bah." dengan kepala yang semakin menunduk serta jari - jari yang saling bertautan.
Mendengar perkataan Reyhan, maka ketiga nya pun sudah mengerti maksud dari perkataan nya. apa lagi saat melihat kondisi Reyhan saat ini, terlihat jelas bahwa saat ini diri nya sangat gugup dan rendah diri di hadapan ketiga nya.
" ujang ngomong apa, tidak ada di dunia ini yang pantas menilai seseorang, selain sang pencipta. selama masih berstatus hamba Allah, maka selain Allah tak ada satu hamba Nya yang boleh menilai hamba Nya yang lain. entah baik atau pun buruk, serta pantas tidak nya seorang hamba, hanya Allah lah yang mampu menilai seluruh ciptaan Nya. ujang mengerti kan maksud abah ?" ujar abah pada Reyhan.
" Insya Allah, ujang mengerti bah." ujar nya dengan suara yang lirih.
" Sekarang abah bertanya pada ujang, apa ujang menerima tawaran abah ?."
" Ujang akan ikut kata abah, apa pun itu, insya Allah ujang ridho bah." ujarnya yang memilih mengikuti apa pun yang di putuskan oleh abah.
" Apa ujang yakin, mengikuti keputusan abah ?." abah bertanya sekali lagi pada Reyhan.
" Insya Allah bah ."
" Baiklah kalo begitu, maka nanti ba'da isya ujang datang lagi kemari. karna saat itu, abah akan membarikan keputusan abah pada ujang. maka nanti ujang harus siap dengan segala keputusan abah." ujar abah pada Reyhan.
" Insya Allah bah, ujang akan siap." ujar Reyhan pada abah.
Setelah pembicaraan selesai, Reyhan pun undur diri untuk kembali ke pesantren. sedang di kediaman abah setelah mendengar keputusan Reyhan yang menyerahkan semua nya pada abah, kini keadaan rumah pun mulai sibuk. mengatur segala keperluan yang akan di butuhkan nanti.
__ADS_1
***