Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Menjadi Istri Ke Dua


__ADS_3

***


Masih berada di kediaman abah, saat ini jelas terlihat ketegangan dari keluarga abah kecuali Khalifah. apa lagi saat ini Khalifah masih belum mengeluarkan satu patah kata pun dari bibir tipis nya.


" Maaf sebelum nya pak, apakah bapak tau jika saya sudah beristri ? ." kali ini ustadz Reyhan membuka suara nya. saat di lihat nya sang istri yang justru menyandarkan punggung nya di sandaran kursi dengan santai.


" Iya, saya baru mengetahui nya tadi. saat abah Asep mengatakan nya pada kami."


ujar pak Cahyono pada ustadz Reyhan.


" Maaf pak, lantas kenapa bapak masih mengatakan hal itu pada istri saya ? jika bapak tahu saya sudah beristri. " Ustadz Reyhan sampai mengerutkan kening nya, karna bingung entah seperti apa pemikiran pria paruh baya yang di depan nya saat ini.


" Karna putri saya yang menginginkan nya, dan putri saya tidak masalah jika harus menjadi istri yang kedua." dengan nada yang sangat santai, pak Cahyono berujar pada ustdz Reyhan.


' Wah ... jangan - jangan ini orang udah kena penyakit mental kali ya..'


Khalifah masih saja bermonog dalam hati. saat mendengar perkataan pria paru baya di depan nya.


Untuk saat ini Khalifah, abah, dan ummi hanya diam saja, ketiga nya tak ada yang mengeluarkan satu patah kata pun. dan entah apa yang difikirkan ketiga nya. yang jelas, saat ini hanya ustadz Reyhan lah yang bersuara.


" Maaf sekali pak, tapi saya yang keberatan, saya tak ada berniat untuk berpoligami, karna saya pasti tidak akan mampu. selain itu, saya tidak akan menyakiti perasaan istri saya, sekali lagi saya mohon maaf. " ustadz Reyhan kembali berujar dengan mengenggam erat tangan sang istri, dan sekekali memandang ke arah nya.


" Apa kurang nya saya ustadz Reyhan, hingga ustadz Reyhan begitu mudah nya menolak saya ?." kali ini ustadzah Nurul membuka suara nya, saat mendengar penolakan dari ustadz Reyhan.


" Ustadzah Nurul tak memiliki kekurangan. hanya saja, saya tak ingin menyakiti hati istri saya, karna saya mencintai dan menginginkan nya. dan cukup diri nya saja yang hadir di hidup saya, karna saya tak ingin yang lain."


Dengan semakin menggegam erat tangan sang istri, bahkan pandangan serta senyuman yang manis kali ini di arahkan nya pada sang istri yang ada di samping nya.


" Ustadz Reyhan, saya yakin ustadz mampu untuk berpoligami. ustadz Reyhan jangan khawatir, saya tidak akan meminta nafkah lahir pada ustadz. jadi ustadz Reyhan cukup memberikan nafkah batin saja untuk saya. dan biar nafkah lahir ustadz Reyhan tetap untuk istri pertama ustadz. " ujar ustadz Nurul yang tetap kekeh ingin menjadi istri kedua dari ustadz Reyhan.


' Busyet .. nich cewek, udah minta nafkah batin aja ama laki gue. hello .. gue bini nya aja masih belum di apa - apain, asal lo tau .. !sabar neng .. sabar ..'


monolog Khalifah, dengan menahan geram serta kesal.


" Ustadzah Nurul, ini bukan cuma masalah nafkah saja. akan tetapi, ini masalah tanggung jawab saya sebagai suami, saya yang merasa tak sanggup. satu istri saja belum tentu saya mampu membimbing dan mendidik nya dengan baik, apa lagi dua. dan satu hal lagi, satu istri saja belum tentu merasa adil, apa lagi dua istri. saya buka nabi yang bisa adil, dan tentu sebagai sesama wanita ustadzah Nurul memahami hal itu. " masih dengan kesabaran, ustadz Reyhan memberikan pengertian.

__ADS_1


" Apa yang di katakan ustadz Reyhan itu benar, tanggung jawab seorang suami bukan hanya memberi nafkah saja. akan tetapi, mendidik, membimbing, dan melindungi itu juga merupakan tanggung jawab suami yang kelak akan Allah pertanyakan di akhirat. apa lagi jika suami berpoligami, karna keadilan pada kedua istri jauh lebih di utamakan." kali ini abah pun memberikan pemahaman serta pejelasan nya.


" Abah, saya juga sudah mengatakan hal yang sama pada putri saya, dan memberitahukan konsekuensi nya. akan tetapi, putri saya kekeh ingin menjadi yang kedua. jadi jika tidak kita coba, kita tidak tahu. jadi maksud saya, biar mereka mencoba nya terlebih dahulu. dan saya juga akan menjadi donatur tetap di yayasan abah." ujar pak Cahyono pada abah.


Mendengar perkataan pak Cahyono kali ini, mampu membuat Khalifah tersenyum simpul. kali ini secara tidak langsung lelaki paruh baya di depan nya ini sedang memamerkan harta nya.


" Apa yang di katakan suami saya benar abah, dan nak Reyhan juga tak perlu lagi bekerja jika menjadi manantu kami. dan untuk istri pertama nya pun kami siap untuk menanggung nafkah nya." kali ini istri pak Cahyono lah yang membuka suara nya.


Sungguh keluarga di hadapan nya ini mampu membuat Khalifah hilang kesabaran nya. tanpa banyak kata, Khalifah langsung merogoh ponsel nya yang ada di saku gamis dan menelpon seseorang.


Baru saja abah akan mengeluarkan suara nya, akan tetapi terhenti seketika saat Khalifah menelpon seseorang.


" Assalamualaikum Bang .. "


" Wa'alaikum salam, ada apa neng ?." ujar abang Rizky saat tau sang adiknya lah yang menelpon.


Deg


Jantung Reyhan kembali berdegup, saat sang istri tengah menghubungi sang kakak. siapa yang tidak mengenal keluarga Al.- fariz, bahkan pengaruh dari keluarga Al - fariz tidak hanya di kalangan bisnis saja, akan tetapi juga di kalangan pemerintahan.


Deg


Deg


Mendengar perkataan Khalifah pak Cahyono pun langsung terdiam, dan langsung menatap ke arah Khalifah.


" Maaf sebelum nya, jika perkenalan diri saya agak terlambat. dan perkenalkan nama saya Nur khalifah putri al - fariz, saya putri ke empat dari Muhammad al- fariz, saya juga keponakan dari abah Asep. dan satu lagi saya pemilik resmi dari yayasan Darul Istiqomah, dan perlu anda ketahui yayasan kami tidak membutuhkan donatur, karna yayasan kami mampu berdiri sendiri." dengan gaya yang sedikit arogan dan angkuh Khalifah memperkenal kan diri nya. karna sombong pada orang yang sombong itu pahala.


deg


Tidak hanya pak Cahyono saja yang di buat terkejut dengan fakta yang di katakan oleh Khalifah. akan tetapi, ustadz Reyhan pun tak kalah terkejut nya. diri nya sungguh terkejut dengan kebenaran bahwa sang istri lah pemilik yayasan yang selama ini tempat nya menimba ilmu dan mengajar.


" Maaf saya pak Cahyono, kalo saya belum mengatakan jika istri dari ustadz Reyhan adalah keponakan saya sekaligus pemilik yayasan Darul Istiqomah." kali ini abah pun berujar dengan santai.


Dan tak lama ponsel milik pak Cahyono pun bergetar di dalam saku celana nya.

__ADS_1


" Ya hallo, apa ... ! baiklah." Ponsel pun di mati kan begitu saja.


" Ada apa yah ?." ujar sang istri saat tiba - tiba melihat raut wajah gusar dari suami nya itu.


" Mmmaaaf nona Khalifah, maaf kan atas kelancangan atas kedatangan kami. dan maafkan pula keinginan bodoh putri kami, saya berjanji bahwa putri kami tidak akan melakukan hal bodoh itu lagi." ujar Pak Cahyono pada Khalifah dengan raut wajah Malu, dan frustasi saat ini.


" Yah .. ayah ngomong apa sich ..! bukan ayah sudah setuju kalo aku nikah sama ustadz Reyhan." ujar ustadzah Nurul dengan ketus.


" Diam .. ! sebaik cepat minta maaf dengan Nona Khalifah, sekarang .. !." dengan nada suara nyaring dan membentak pada ustadzah Nurul.


" Ayah apa - apaan sich .. ! aku engga ada urusan dengan dia .. ! dan aku juga engga salah ..! ngapain minta maaf ..!! ." kali ini justru dengan nada yang naik satu oktaf ustadzah Nurul balik membentak sang ayah dan dengan menunjuk ke arah Khalifah.


" Kau ...! belum sempat pak Cahyono meneruskan kata - kata nya abah langsung menyela.


" Tenang pak, istigfar, sabar dulu. tidak baik jika kita mengikuti amarah. neng ..." dengan melirik sang keponakan yang ada di sebelah nya.


" Huh .." Khalifah menghela nafas nya.


" Baiklah, mungkin saya akan memikirkan kembali tentang penarikan saham. akan tetapi, tidak dengan kontrak kerja nya. satu hal yang harus anda tahu, jangan pernah menyembongkan harta yang sejati nya hanya ujian untuk kita. karna di atas langit masih ada langit. satu lagi tolong kata kan pada putri anda, tunggu sampai saya mati, baru saya akan mengizinkan suami saya menikah kembali. dan maaf saya harus permisi, selamat malam." ujar Khalifah dengan nada yang sangat dingin, dan dengan sorot mata sangat tajam. membuat siapa saja yang melihat bergedik ngeri, dan hal itu yang di rasakan oleh pak Cahyono.


Setelah mengatakan hal yang ingin di katakan nya, Khalifah pun langsung berdiri dari tempat duduk nya dan langsung pamit pada sang uwa. kali ini diri nya bahkan mengabaikan sang suami, dan pergi begitu saja setelah pamit.


Melihat sang istri yang pergi begitu saja, membuat ustadz Reyhan pun langsung bergegas pamit dan ingin mengejar sang istri. walau pun ustadzah Nurul sempat menghalangi kepergian nya, tapi ustadz Reyhan tak peduli. dengan langkah lebar ustadz Reyhan mengejar sang istri.


Sesampai nya di kediaman sang istri, ustadz Reyhan pun langsung masuk dan menuju kamar yang ada di lantai atas. akan tetapi, ketika diri nya masuk, ternyata keadaan kamar kosong. dan hanya pintu menuju arah balkon saja yang terbuka.


Ustadz Reyhan pun langsung menuju pintu balkon, dan di lihat nya sang istri yang saat ini tanpa mengenakan hijab berdiri sisi pagar balkon dengan mata yang terpejam. dengan rambut panjang hitam berkilau indah, bahkan ustadz Reyhan di buat terpana dengan keadaan Khalifah saat ini.


" Neng .." dengan mendekat ke arah sang istri, bahkan ustadz Reyhan memberanikan diri untuk memeluk sang istri dari arah belakang dan melingkarkan kedua tangan nya di perut rata sang istri.


" Maaf, kalo mas udah nyakitin perasaan eneng. demi Allah, mas tak ingin membuat eneng sakit hati." dengan mengeratkan pelukan nya pada perut rata sang istri, dan menumpukan kepala nya di bahu sang istri.


Sedangkan Khalifah hanya diam saja, saat ini Khalifah hanya mencoba meredam amarah nya. yang sejak tadi hampir saja tak bisa mengendalikan nya . Khalifah hanya takut amarah nya yang tak terkendali akan mampu membayakan orang lain.


Akan tetapi, saat di pelukan sang suami, Khalifah langsung merasakan kenyamanan. bahkan amarah nya pun berangsur - angsur mereda begitu saja. jika biasa nya Khalifah akan mencari pelampiasan saat amarah nya tak mampu di kendalikan, tapi kali ini hanya dengan sebuah pelukan sang suami mampu membuat diri nya tenang.

__ADS_1


***


__ADS_2