Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Sah


__ADS_3

***


Hari ini adalah hari pernikahan Arum, setelah kemaren di adakan nya pengajian serta siraman di kediaman abah. dan hari ini akad pernikahan akan di laksanakan di mesjid pesantren.


Setelah sholat subuh kesibukan di kediaman abah sudah terlihat, berbagai kegiatan pun mulai di persiapkan. mulai dari persiapan penyambutan tamu undangan, persiapan makanan dan minuman, persiapan tempat akad, serta persiapan pengatin wanita.


Saat ini di sebuah kamar di kediaman abah, Arum sedang bersungut - sungut. bagai mana tidak, riasan wajah minimalis yang di ingin kan nya, tidak di setujui oleh bunda dan ummi Halimah. karna menurut bunda tidak mungkin riasan wajah pengatin sama dengan tamu.


" Bun .. ayo lah, riasan nya minimalis aja. engga usah menor bun .. " Arum masih dalam mode memohon pada bunda Nissa.


" Arum .. dengerin bunda, pokok nya kali ini jangan membantah bunda. dan engga mungkin juga mba nya bikin kamu kaya ondel - ondel. " ujar bunda yang saat ini masih mengawasi MUA yang merias wajah Arum. karna bunda tak ingin Arum merubah riasan nya.


" Iiihhh ... bunda ." dengan mengerucutkan bibir nya.


" Engga usah manyun gitu. kalo mau manyun entar malam saja sama gus Fahmi, biar sekalian tuch bibir di ciplok sama gus Fahmi." ujar bunda tersenyum melihat wajah cemberut Arum. sedang kan Arum mendengar perkataan bunda justru semakin cemberut.


" Neng .. tenang saja, riasan nya engga menor kok. akan saya buat senatural mungkin, tapi tetap elegan, biar terlihat kalo eneng nya pengentin wanita nya. biar suami nya pangling nanti kalo lihat eneng. " pengrias pun berujar pada Arum.


" Tuch .. teteh nya aja ngerti, engga usah manyun terus itu bibir. " ujar bunda.


Melihat perdebatan antara bunda dan Arum pihak MUA hanya tersenyum. sedangkan Arum kini hanya bisa pasrah dengan keinginan sang bunda.


Di lain tempat, tepat nya di kediaman Khalifah. kedua gadis di rumah itu justru tengah bersantai di ruang tengah, dengan asyik menonton si kuning, siapa lagi kalo bukan spongebob. bahkan waktu kini sudah menunjukan pukul 07.00 pagi. sedang kan acara akad akan di laksanakan pukul 08.00 pagi.


Kedua tak menyadari waktu yang terus berjalan. saat ini Jenny dengan masih memakai piama tidur panjang duduk di sofa dengan memangku toples cemilan. sedang kan Khalifah lebih memilih rebahan di sofa panjang dengan pandangan yang mengarah ke layar tv, dengan selimut yang menggulung seluruh badan nya.


Kedua nya tak menyadari jika saat ini di kediaman abah, kedua gadis itu tengah di tunggu kehadiran nya sejak tadi. bahkan Arum saja beberapa kali menghubungi ponsel kedua nya, namun tak ada yang menjawab. bagai mana akan menjawab, jika ponsel kedua nya berada di dalam kamar. sedangkan si empu nya sedang asyik tertawa di ruang tengah.


" Iiss .. mereka pada kemana sich ? awas aja ..! kalo sampai terlambat." ujar Arum bersungut pada kedua gadis yang di tunggu nya sejak tadi.


" Kenapa Rum ?." ujar Fadil yang melihat sang adik tengah gusar.


" Eneng sama mba Jenny pada kemana sich ? acara akad nya kan setengah jam lagi mau mulai. kok, belum pada datang sich ?."

__ADS_1


" Ya mana a'a Fadil tau, sudah coba di hubungi ?." ujar Fadil bertanya.


" Sudah, tapi dari tadi engga ada di angkat." kembali Arum berujar.


" Ada apa teh ?." kali ini abang Rizky yang bertanya, diri nya sempat mendengar kegusaran Arum.


Saat ini memang tengah berkumpul keluarga besar di kediaman abah, untuk menghadiri pernikahan Arum. termasuk formasi lengkap dari keluarga Al - Fariz, yang notabene nya adalah adik sekaligus keponakan abah.


" Itu bang, eneng sama mba Jenny belum muncul - muncul juga dari tadi, di hubungi ponsel nya engga ada yang di jawab." ujar Arum pada bang Rizky.


" Kemana gadis tarsan a'a Fadil sama gadis di bawah umur itu ya .. ? ." ujar bang Rizky balik bertanya.


" Bang kalo Arum tau, dari tadi Arum juga engga bakal cari'in." Arum pun kembali sewot.


" Ya sudah, teh Arum tenang saja. biar abang yang cari kedua nya." ujar bang Rizky berlalu pergi dari kamar.


" Ehh .. bang tunggu, sekalian a'a Fadil ikutan cari." Fadil pun bersiap mengikuti bang Rizky.


" Tuch anak ngomong apa'an sich ?." Fadil mengerutkan kening nya bingung.


Tidak hanya Fadil saja yang di buat bingung dengan perkataan bang Rizky. akan tetapi, Arum pun tak kalah bingung dengan perkataan dari adik sepupu nya itu.


Sampai lah bang Rizky di kediaman Khalifah.


" Assalamualaikum Neng .. Jenny ... jawab salam bang Rizky. kalo engga jawab, bang Rizky sumpahin kalian berdua cepat nikah ." dengan suara yang cempreng bang Rizky berteriak dari depan pintu utama.


Mendengar teriakan kan bang Rizky, kedua gadis itu pun langsung saling pandang. kedua nya masih saja belum sadar jika saat ini kedua nya hampir melewat kan waktu sakral Arum. Rizky yang belum mendapatkan jawaban pun kembali berteriak.


" Neng .. Jenny ... di tunggu sama bunda. kalo dalam waktu 15 menit kalian berdua engga muncul. siap - siap aja dapat amukan dari singa betina .. ! cepetan ... ! acara akad sudah mau mulai. " dengan berlalu pergi dari kediaman Khalifah.


Karna saat ini terdengar dari mesjid pengumuman bahwa keluarga dari gus Fahmi telah berkumpul di mesjid, yang menandakan bahwa acara akad nikah akan segera di mulai.


Mendengar teriakan dari bang Rizky, kini kedua gadis itu pun baru sadar. apa lagi setelah mendengar pengumuman dari mesjid bahwa keluarga gus Fahmi telah berkumpul.

__ADS_1


" Assatgfirullah ..." ujar kedua nya serempak.


" Tuiiing ... gdubrak ... bruk .. " kedua nya pun lari dengan kekuatan kilat, menuju kamar masing - masing untuk mandi dan bersiap. kurang dari 10 menit kini kedua nya pun keluar kamar dan dengan cepat menuju kediaman abah. tanpa memperhatikan seperti apa penampilan kedua nya.


" Gawat teh ... kalo begini cara nya, bunda bakal beneran pasang iklan perjodohan buat kita berdua." ujar Jenny pada Khalifah saat menuju rumah abah.


" Berdoa saja, agar singa betina itu kali ini tidak mengamuk. dan kalo sampai itu terjadi, siap - siap saja Jenn. bukan hanya pasang iklan, tapi mungkin saja kita berdua akan di lelang. " ujar Khalifah menimpali pembicaraan Jenny.


Baru saja kedua nya akan memasuki rumah abah, seluruh mata kini telah tertuju pada ke dua nya. bahkan padangan itu seperti sedang menguliti tubuh ke dua gadis yang kini tengah mematung di depan rumah. bagai mana tidak, dengan setelan serba hitam serta jilbab yang terbalik dan miring dan tak lupa sendal jepit yang melekat pada kaki kedua nya.membuat kedua nya kini menjadi pusat perhatian


Jika Jenny menggunakan setelan gamis berwarna hitam, jilbab yang terbalik, kaca mata hitam, serta sendal jepit rumahan. membuat diri nya seakan - akan sedang menghadiri pemakaman.


sedangkan Khalifah, diri nya kini tengah memakai setelan hoodie lengkap jilbab yang miring dan tak lupa sendal jepit yang melekat pada kedua kaki nya. membuat diri nya kini seakan - akan habis berolah raga.


Melihat semua mata yang tertuju ke arah kedua nya, membuat Khalifah dan Jenny kini saling pandang. kedua nya masih saja belum sadar seperti apa penampilan nya, hingga membuat seluruh mata tertuju ke pada mereka.


" Teh .. apa ada yang salah dengan penampilan kita ?." ujar Jenny berbisik sangat pelan di telinga Khalifah, diri nya sangat takut dengan pandangan sang bunda yang sangat tajam ke arah kedua nya.


" Bukan penampilan kita yang salah. tapi, ini semua gara - gara kita terlambat." Khalifah tak kalah pelan membalas bisikan Jenny.


Mendengar itu, Jenny hanya menganggukan kepala nya saja tanda mengerti. bahwa saat ini kesalahan kedua nya bukan pada penampilan. akan tetapi, keterlambatan lah yang membuat kedua nya menjadi sasaran tatapan tajam sang bunda.


Melihat kedua gadis di depan pintu yang kini tengah menundukan kepala nya. bunda dan teh Fatimah pun mendekati kedua nya. sedangkan para lelaki dan keluarga yang lain kini tengah berada di mesjid, yang ikut menyaksikan gus Fahmi mengucapkan ijab


qobul.


" Jenn .. kamu mau ke pemakaman siapa ? dan eneng juga, habis olah raga kenapa engga mandi sama ganti baju dulu." ujar teteh Fatimah dengan tersenyum geli melihat kedua gadis di depan nya saat ini.


Mendengar perkataan sang teteh, kedua nya langsung melihat penampilan nya masing - masing. dan baru lah kedua nya menyadari kesalahan apa yang membuat bunda menetap mereka dengan tatapan tajam.


Baru saja bunda ingin mengeluarkan jurus andalan nya, kini terdengar dari mesjid suara yang mengatakan sah. yang menandakan bahwa saat ini gus Fahmi telah sah menjadi suami sekaligus imam untuk Arum. sah secara hukum agama islam dan sah secara hukum Negara.


***

__ADS_1


__ADS_2