Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Gadis Tarsan


__ADS_3

***


Waktu saat ini telah menunjukan pukul 20.00 malam, Khalifah dan Jenny tengah sibuk di kamar masing - masing seusai ke dua nya makan malam. jika Khalifah menyibukan diri dengan mengaji, lain hal nya dengan Jenny. diri nya tengah sibuk dengan ponsel pintar nya berselancar di dunia maya.


" Tet ... tet ... tet ..." bunyi bel di depan rumah Khalifah berbunyi. Khalifah yang mendengar bel rumah nya berbunyi, segera keluar dari kamar untuk melihat siapa yang bertamu ke rumah nya.


" cklek ." pintu utama pun terbuka dan berdiri lah dua sosok manusia berbeda gender dan berbeda usia, di depan pintu utama rumah nya.


" Assalamualikum neng ..." salam kedua nya saat melihat Khalifah yang membuka kan pintu.


" Wa'alaikumus sallam ... teh Arum, A'a fadil. ayo ... masuk ." ujar Khalifah mempersilah kan kedua nya untuk masuk ke dalam rumah nya, dengan membuka pintu rumah lebar.


" Makasih neng. " ujar ke dua nya, masuk ke dalam rumah. dengan a'a Fadil yang menutup kembali pintu rumah dengan rapat.


" Ayo duduk."


" Iya ". sambil mengambil posisi untuk duduk di sofa ruang tamu.


" Teh, uwa engga tau kan, kalo teteh sama A'a ke mari ?."


" Iya, abah engga tau kalo kita ke sini, karna tadi, kita izin keluar mau beli jajan di luar." ujar Arum. yang saat ini duduk di berdampingan dengan Khalifah.


" Iya nich neng, gara - gara abah engga boleh tau, kita jadi tukang bo'ong kan. padahal bo'ong itu dosa, apa lagi bo'ong sama orang tuan. Asstagfirullah ... ampuni hamba ya Allah. " ujar A'a fadil menimpali pembicaraan kedua adik nya itu.


" Yeey ... siapa suruh A'a bo'ong sama uwa ? kalo engga mau di bilang bo'ong, pulang dari sini tinggal beli aja jajanan. beres kan ? lagian eneng engga mau uwa jadi khawatir sama eneng." ujar Khalifah pada sang kakak.


Selama Khalifah di rumah sakit, Khalifah sempat memberitahu kan tentang keadaan yang di alami nya kepada kedua kakak nya, kecuali tentang kejadian penembakan.


" Iya ya ... kenapa engga kepikiran sich, kalo kita beli jajanan beneran. kan, kita engga di hitung bo'ong donk. Ya Allah cancel aja dosa nya, kan engga jadi bo'ong sama abah." ujar Fadil dengan menadahkan kedua tangan nya.


" A'a Fadil, emang ada gitu, dosa yang pakai cancel ?." Arum pun bertanya pada kakak ke dua nya itu, yang terkenal rada gesrek.

__ADS_1


" Ada, ini bukti nya A'a." ujar Fadil dengan enteng.


" Tau ahh ... neng, apa abah juga engga boleh tau kalo eneng sudah pindah ke sini ?." Ujar Arum bertanya pada sang adik.


Belum sempat Khalifah menjawab pertanyaan Arum, terdengar bunyi pintu kamar tamu terbuka.


" Cklek. " mendengar pintu kamar terbuka ketiga nya langsung menoleh, Keluar lah sesosok wanita dengan setelan baju tidur kimono seksi dan transparan.


" Asstagfirullah ... ya Allah ada tarsan." melihat apa yang di kena kan Jenny a'a Fadil langsung menutup kedua mata nya dengan ke dua tangan nya.


Tidak hanya a'a Fadil saja yang terlihat shock, akan tetapi Arum pun tak kalah shoch. melihat sesosok wanita yang keluar dari dalam kamar tamu dengan penamilan yang sangat seksi. karna apa yang di kena kan Jenny saat ini, membuat seluruh bentuk tubuh nya terekspos dan terlihat sempurna, dengan kulit putih mulus tanpa cela. sungguh ciptaan Tuhan yang sangat sempurna.


" Miss, di mana ada tarsan ?." Jenny yang


penasaran pun justru mendekat, dengan celingak - celinguk untuk mencari tarsan yang di maksud a'a Fadil.


Mendengar pertanyaan Jenny, Arum dan Khalifah pun langsung dengan reflek menunjuk ke arah diri nya. sedang kan Jenny yang di tunjuk pun justru semakin bingung.


" Jenn, lihat penampilan mu ?." ujar Khalifah pada Jenny.


Sedang kan untuk a'a Fadil, diri nya masih menutup kedua mata nya dengan rapat, bahkan tanpa terasa badan nya pun ikut gemetar. apa lagi, saat di dengar nya gadis tarsan itu semakin mendekat, semakin ketakutan lah diri nya.


Jenny yang mendengar Khalifah untuk melihat penampilan nya pun, langsung melihat pada diri nya. dalam fikir nya apa yang yang salah dengan diri nya saat ini ? karna diri nya masih memakai baju yang lengkap.


" Maksud nya ... gue tarsan gitu ?."


" Hmmm ..." ujar Khalifah tanpa banyak bicara.


" Enak aja bilang gue tarsan ? mana ada tarsan secantik dan seseksi gue." ujar Jenny yang justru kesal dan langsung menatap a'a Fadil dengan tatapan sengit.


Sedangkan yang di tatap saja, masih mematung dengan dua mata yang tertutup rapat. tanpa ada niat untuk membuka kedua mata nya.

__ADS_1


" Jenn, dalam islam perempuan di wajib kan menjaga kehormatan nya, dengan menutup sempurna aurat nya. sedangkan untuk para lelaki, di wajib kan untuk menunduk kan dan menjaga pandangan nya. itu sebab nya, saat ini a'a Fadil sedang menjaga pandangan nya, agar tetap bisa menjaga kehormatan mu sebagai perempuan. " ujar Khalifah menjelaskan pada Jenny yang terlihat masih bingung.


" Iya mba, wanita itu sempurna dengan apa yang ada pada diri nya saat ini. jadi, tak perlu memperlihatkan nya kepada semua orang, agar kita terlihat sempurna. kita hanya cukup menjaga kesempurnaan yang Allah ciptakan dan mensyukuri nya. menjaga kehormatan dengan menutupi aurat salah satu nya." ujar Arum menambahkan karna terlihat Jenny yang masih kurang faham.


" Tunggu dulu, maksud nya baju yang gue kenakan sekarang gitu ?."


" Iya, sekarang cepat ganti baju mu. kasihan a'a fadil dari tadi menutup mata nya, tuch lihat ... badan nya aja udah gemeteran gitu." ujar Khalifah menggoda, setelah melihat kondisi sang a'a.


" Iss ... masa gitu aja gemetar sich." ujar Jenny menggerutu, dengan berlalu pergi dari hadapan ke tiga nya.


Tanpa banyak bicara jenny pun langsung masuk kembali ke dalam kamar nya, untuk mengganti baju apa yang di pakai nya.


" neng, si gadis tarsan itu udah pergi yach ?." ujar a'a Fadil celingak - celinguk mencari si gadis tarsan, setelah mendengar bunyi pintu kamar tamu terbuka. yang menandakan si gadis tarsan sudah masuk kembali ke dalam kamar tamu, yang letak nya berdampingan dengan ruang tamu.


" Iya." ujar Khalifah.


" Allhamdulilah ... ya Allah ampuni hamba ya Allah, mata hamba benar - benar sudah berdosa. gini amat yach ... gara - gara bo' ong sama abah nich .." ujar Fadil.


" Hayo ... a'a harus tanggung jawab loh. karna udah lihat yang bukan mahrom, mana yang dilihat ciptaan Allah yang paling sempurna lagi." ujar Arum menggoda sang kakak.


" Iss ... tanggung jawab apa ? lagian abang cuma lihat badan nya yang putih doang, engga nyentuh. ops ..." ujar Fadil keceplosan karna tanpa sadar diri nya sempat memperhatikan tubuh Jenny.


" Assatagfirullah ... " ujar Khalifah dan Arum beristigfar secara bersamaan.


" Iihhh ... a'a, berarti a'a Fadil memperhatikan mba nya donk ?." ujar Arum yang gemas dengan perkataan a'a nya itu.


" He ... he ... he ... bukan memperhatikan rum. tapi, mungkin rizky anak sholeh." ujar Fadil tanpa rasa bersalah.


Mendengar apa yang di kata kan Fadil, kedua nya pun langsung menggeleng - gelengkan kepala. ketiga nya pun kembali melanjutkan obrolan yang sempat terhenti, yang di sebabkan oleh kedatangan gadis tarsan.


***

__ADS_1


__ADS_2