
***
Waktu terus berjalan hingga kini jam telah menunjukan pukul 08.00 pagi. cuaca yang cerah menyapa pagi ini setelah hampir semalaman desa di guyur hujan deras serta angin kencang.
Begitu pula dengan suasana hati keluarga pasien, karna sekarang pasien yang sempat di nyatakan kritis semalam sudah berangsur - angsur membaik bahkan sekarang sudah sadar. tidak hanya kondisi sang ibu yang di nyatakan membaik tapi juga kondisi sang baby pun sudah mulai aktif bergerak meski tidak terlalu intens.
Tidak jauh berbeda dengan yang di rasakan para tim medis yang melakukan tindakan operasi semalam. bahkan saking senang nya mereka langsung serempak melakukan sujud syukur atas kesadaran pasien. bagaimana pun keberhasilan tindakan operasi tergantung pada keselamatan dan kesembuhan pasien itu sendiri.
Bahkan Radit yang sempat tidak sadarkan diri setelah tindakan operasi semalam, sampai melakukan selebrasi dengan jungkir balik setelah mengetahui pasien sadar. Radit bahkan tidak malu saat tingkah nya di lihat langsung oleh para rekan medis serta keluarga pasien dan mereka hanya tersenyum melihat tingkah absurd sang dokter. Radit benar - benar merasakan beban yang di rasakan sejak semalam langsung terangkat.
" Allhadulilah ya Allah ... akhir nya beban gue terangkat juga, gue dari semalam kaya engga bisa nafas tau engga ? belum lagi kaki gue gemetar, plus lemas banget kaya orang yang engga makan seminggu, bahkan gue sampai tepar. untung aja udah selesai tuch operasi, coba kalo belum selesai, gue udah tepar duluan. gue engga bisa bayangin bro .. bahkan mungkin selain di pecat gue, bisa langsung jadi pasien yang di operasi sama bu letnan. " Radit berujar setelah sesaat keluar dari ruangan pasien.
" Lo kira gue engga ? gue juga sama bro cuma gue berusaha ngontrol kesadaran gue aja biar tetap sadar. " ujar Angga
" Sama pak saya juga, bahkan saat bu dokter melakukan sayatan pada perut pasien, badan saya langsung gemetar, bahkan saya sampai menahan nafas. walau pun ada rasa takjup saat sang baby di keluar dari rahim sang ibu, tapi tetap saja badan saya masih gemetar. mungkin, bagi bapak berdua udah terbiasa lihat operasi, karna anda berdua kan dokter militer yang sudah terbiasa melihat kondisi pasien darurat, tapi tidak bagi saya yang hanya dokter gigi. bahkan sampai sekarang pun saya masih gemetar kalo ingat. " ujar dokter Tomi mengeluarkan semua yang di rasakan nya semalam saat operasi berlangsung.
" Ehh bro lo nyindir gue ? " ujar Radit sensi setelah mendengar omongan dokter Tomi. " emang lo kira semua dokter militer tiap hari menangani pasien di medan tempur apa ? yang luka - luka karna tembakan, yang kaki nya putus karna bom. asal lo tau aja, engga semua dokter militer bisa berada dalam keadaan seperti itu. contohnya gue, selama gue jadi dokter militer gue paling mentok nangani pasien malaria. itu masih mending, bahkan gue lebih sering nangani pasien kudisan. jadi gue sama kaya lo, mangka nya gue langsung tepar, lo sich mending engga tepar kaya gue. " ujar Radit sewot.
Mendengar nada yang sewot dari Radit Angga pun langsung tertawa. " Ha ... ha ... ha ... sabar bro, sensi amat jadi cowok."
__ADS_1
" Bukan gitu bro, harga diri gue kaya jatuh aja dari langit ke tujuh, terhempas kan ke dasar bumi. masa iya, gue yang notaben nya seorang prajurit, plus dokter militer pula harus tepar setelah melakukan operasi, terus apa kata dunia bro ? lo sich mungkin udah biasa lihat yang begituan, kan lo pernah ikutan jadi relawan saat di suriah. nah, kalo gue ? " ujar Radit yang masih sewot.
" Maaf pak, kalo kata - kata saya menyinggung bapak, saya engga bermaksud demikian. sekali lagi saya minta maaf. " ujar dokter Tomi. sang dokter gigi itu pun merasa bersalah karna mungkin perkataan nya tadi menyinggung dokter Radit.
Mendengar dokter Tomi yang meminta maaf dokter Angga pun menyela. " udah dok, engga apa - apa, engga usah merasa bersalah gitu. dia mah emang gitu orang nya, sensian kaya cewek yang lagi datang bulan. " ujar dokter Angga sambil tersenyum mencoba menghilangkan rasa bersalah pada dokter Tomi.
" Anjrit lo Ngga ... lo kata gue cowok melehoy apa ? udah ah, cari sarapan aja yoo .. cacing diperut gua udah nyanyi dari tadi. " ujar Rasit sambil berjalan santai meninggal kan keduan nya.
Maka ketiga nya pun akhir nya pergi ke warung makan sederhana yang letak nya bersebelahan dengan ruang praktek dokter Tomi. saat ketiga nya sedang asik makan terdengar suara helikopter berdengung dari kejauhan, bahkan suara nya pun kian mendekat dan berancang - ancang untuk mencari posisi mendarat di lapangan. kebetulan lapangan tersebut tidak jauh dari tempat ketiga nya makan.
Melihat salah satu unit helikopter yang akan mendarat ketiga nya langsung keluar dari warung, Angga dan Radit langsung mengenali jenis helikopter EC725 dengan misi pengamanan dan penyelamatan dari prajurit AU.
Tak lama berselang lama Khalifah keluar dari ruangan ketika mendengar suara helikopter mendarat. Pagi tadi setelah tindakan operasi di nyatakan selesai, sekitar pukul 05.00 pagi dan setelah nya Khalifah langsung bergegas menjalan kan kewajiban nya sebagai umat muslim.
Khalifah juga menghubungi sang kapten untuk meminta bantuan dan menjelaskan apa yang terjadi semalam pada sang kapten, maka berkat batuan sang kapten lah helikopter penyelamatan pun datang.
Melihat sang atasan keluar ketiga nya pun segera menghampiri untuk mengetahui apa tujuan kedatangan satu unit helikopter milik prajurit AU, khusus nya Angga dan Radit yang tahu betul misi dari helikopter yang akan mendarat tersebut.
Belum sempat Radit dan Angga bertanya pada sang atasan, Khalifah langsung memberi perintah pada kedua nya. " Tolong angkat pasien, saya sudah persiap kan semua nya kita akan berangkat sekarang juga menuju rumah sakit kota. " setelah Khalifah memberikan perintah, baru lah kedua nya faham bahwa tujuan salah satu helikopter tersebut untuk membawa pasien ke rumah sakit kota.
__ADS_1
Walau pun pasien sudah bisa di katakan membaik bahkan telah melalui masa kritis nya, akan tetapi pasien harus segera mendapatkan observasi lanjutan dari dokter spealis kandungan untuk menghindari dampak dari tindakan operasi. walaupun operasi di katakan berhasil akan tetapi pemeriksaan lanjutan akan lebih baik di lakukan oleh dokter yang ahli di bidang nya dan dengan peralatan medis yang memadai.
" Siap laksanakan ." ujar kedua nya untuk segera melakukan perintah.
Setelah semua siap mereka pun segera berangkat menuju ke rumah sakit kota dengan jalur udara. karna sangat tidak mungkin mereka membawa pasien paska operasi melalui jalur darat apa lagi dengan keadaan jalan setelah di guyur hujan semalaman.
Ketika sampai di rumah sakit Khalifah selaku dokter yang bertanggung jawab penuh pada pasien nya langsung menemui dan menjelaskan secara detail ke pada dokter yang bertanggung jawab di rumah sakit.
Setelah di lakukan pemeriksaan menyeluruh pada pasien tak ada di dapatkan kesalahan dalam operasi semua di lakukan sesuai dengan prosedur operasi. setelah semua urusan dengan pihak rumah sakit selesai Khalifah pun segara pamit untuk kembali ke base camp dan tak lupa juga Khalifah pamit pada keluarga pasien.
" ibu dan bapak maaf, saya harus pamit dulu. saya akan kembali bertugas di base camp, tugas saya di sini telah selesai dan untuk selanjutnya sudah saya serahkan pada dokter di rumah sakit ini. jika ada sesuatu, ibu dan bapak bisa langsung menghubungi dokter yang bersangkutan. " ujar Khalifah berpamitan pada keluaga pasien.
" Bu dokter saya tidak pernah lelah untuk berterima kasih pada bu dokter, karna saya tidak tahu harus membalas semua pertolongan bu dokter terhadap anak dan cucu saya dengan cara apa ? semua berkat bu dokter, anak dan cucu saya bisa selamat. " ujar ibu dari pasien bahkan memang sejak awal sang ibu selalu mengucapkan terima kasih pada Khalifah, dan dengan berderai air mata sang ibu pun memeluk Khalifah sang dokter cantik yang telah menyelamatkan putri dan cucu nya.
" Ibu, bukan saya yang menyelamat kan anak dan cucu ibu, tapi atas kehendak dan kuasa Allah lah anak dan cucu ibu selamat. saya hanya perantara yang Allah kirim kan ke keluarga ibu. karna saya tak punya kuasa apa pun, hanya Allah lah yang punya kuasa hidup mati seseorang." Khalifah berujar sambil membalas pelukan sang ibu.
Setelah semua urusan di Rumah sakit selesai mereka pun kembali ke base camp kesehatan. untuk kembali menjalan kan tugas sebagai abdi negara mempertahan kan kedaulatan NKRI.
***
__ADS_1