Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Suami Ku Ustadz Brondong


__ADS_3

***


Masih di tempat yang sama dan di waktu yang sama pula, saat ini ustadz Reyhan hanya terpaku menatap sosok wanita yang kini tengah tersenyum manis pada nya. bahkan waktu seolah terhenti seketika, seolah kini hanya mereka berdua saja. ( yang lain ngontrak dulu yaa ..☺️).


Jika ustadz Reyha terpaku menahan debaran jantung nya, lain hal dengan Khalifah. diri nya justru terlihat lebih santai, bahkan dengan genit nya Khalifah memberikan kiss bay pada suami nya itu.


" Ustadz ..! ustadz Reyhan ..! apa ustadz baik - baik saja ?." ujar pembawa acara yang melihat ustadz Reyhan tengah terpaku.


" Assatagfirullah ... " ujar ustadz Reyhan setelah sadar, bahkan beberapa kali diri nya mengusap wajah nya, agar tak terlihat tegang.


" Apa ustadz Reyhan baik - baik saja ?." kembali pembawa acara itu bertanya pada ustadz Reyhan.


" Ah .. iiiya saya baik - baik saja." ujar ustadz Reyhan dengan terbata, karna salah tingkah.


Sedangkan wanita yang sejak tadi menggoda nya justru setengah mati menahan tawa nya. bagai mana tidak, Khalifah mampu membuat sang ustadz menjadi kiku dan salah tingkah hanya karna ulah nya.


' Manis nya ustadz brondong ku .. kiiyyuut .. boleh tidak kalo ku karungin saja dan aku kurung di kamar .' Monolog Khalifah dalam hati setelah melihat tingkah suami nya itu.


" Silahkan ustadz, di jawab pertanyaan dari mba nya yang cantik." ujar pembawa acara dengan tersenyum manis pada Khalifah.


" Maaf mas .. jangan tersenyum begitu pada nya. suami nya bisa saja sedang cemburu saat ini." entah kenapa melihat pria lain tersenyum manis pada istri nya itu, membuat ustadz Reyhan seakan tak rela.


Mendengar perkataan suami nya itu, membuat Khalifah semakin gemas dengan tingkah suami nya.


" Waduh .. maaf kalo begitu, tapi kira - kira suami mba nya ada di sini yah ?." kini ini pembawa acara itu bertanya pada Khalifah.


" Ada. saat ini dia ada di hadapan saya, sedang menatap ke arah saya. tapi sayang, dia tidak ingin memberikan senyuman nya pada saya. padahal dengan wanita lain, diri nya selalu murah tersenyum. dan itu sungguh membuat saya kesal." kali ini Khalifah bener - benar ingin membuat suami nya itu mati gaya di hadapan para jamaah.


" Oh .. benar kah ? baik lah, bagi siapa yang merasa suami dari mba nya, saya persilah kan untuk berdiri." kembali pembawa acara itu berujar.


Dengan terus memindai ke arah jamaah pria yang mengikuti kajian hari ini. bahkan saat ini seluruh jamah pun di buat penasaran siapa kah suami dari wanita yang sejak tadi menjadi pusat perhatian para jamaah. hampir lima menit berlalu tak ada satu jamaah pria pun yang berdiri, dan memperlihatkan wujud nya.

__ADS_1


" Tidak usah mencari ke arah jamaah, karna sendari tadi suami nya telah berdiri di hadapan nya." kali ini suara ustadz Reyhan mampu mengalihkan perhatian seluruh jamaah kajian.


Bahkan perkataan ustadz Reyhan mampu membuat seluruh jamaah tertegun. jika benar dalam fikiran mereka saat ini, berarti ustadz Reyhan lah suami dari wanita yang sejak tadi telah menjadi pusat perhatian.


" Maksud ustadz Reyhan, mba nya istri ustadz Reyhan ?." ujar pembawa acara memastikan.


" Iya, saya suami nya, saya imam nya, dan saya pula yang bertanggung jawab atas diri nya. " masih dengan menatap sang istri, ustadz Reyhan menjawab pertanyaan yang di berikan pada nya.


' Jadi benar ustadz Reyhan beristri, wah .. jadi berita hot news di pesantren kalo begini. dan bakal jadi hari patah hati ciwi - ciwi di pesantren ini mah .. alamak mana istri nya cantik bener lagi, imut pula, kaya pengen nyubit tuch pipi. Asstagfirullah ya Allah ampuni hamba.


Kali ini ustadz Nassir bermonolog dalam hati setelah mengetahui kebenaran tentang ustadz Reyhan. dengan berkali mengucapkan istigfar karna sempat memikirkan ingin menyentuh wanita yang bukan mahrom nya bahkan justru telah bersuami.


" Wah ... ternyata istri ustadz toh. kalo begitu jawaban nya mau di sini ato di rumah saja nich ustadz. " ujar pembawa acara mencoba ingin menggoda ustadz Reyhan.


" Saya akan jawab di sini, mungkin ini akan bermanfaat juga bagi para istri lain. cemburu itu wajar selama pada porsi yang wajar pula. karna cemburu adalah salah satu bentuk cinta pada pasangan nya. akan tetapi, cemburu yang terus menerus bukan lah cinta, karna cinta butuh rasa percaya. cinta itu kebebasan, bukan untuk saling mengekang, dan cinta itu kepercayaan bukan cemburu tanpa alasan. bahkan saidah Aisyah saja, yang istri dari seorang nabi, masih merasakan cemburu pada istri - istri Rasulullah yang lain. bahkan saidah Aisyah pernah cemburu pada Khadijah yang sudah meninggal, yang belum pernah sekali pun di temui nya. karna sejati nya seorang wanita memang fitrah nya memiliki rasa cemburu, wanita mampu menutupi rasa cinta, sedih, atau bahagia bertahun lama nya. akan tetapi, wanita tidak akan mampu menutupi rasa cemburu nya walau sesat. akan tetapi, cinta pada Robb lah yang tetap harus paling utama." dengan panjang lebar ustadz Reyhan menjelaskan tentang kecemburuan seorang istri pada suami nya.


Sedangkan kini justru Khalifah lah yang di buat tertegun dengan perkataan dari ustadz brondong nya itu. ini lah sosok suami sekaligus imam dalam setiap ibadah nya. sosok yang sudah mengambil alih tanggung jawab atas diri nya, serta sosok pelindung serta pembimbing kelak menuju jannah Nya.


**


Prov Khalifah


Setelah mengetahui pria yang telah resmi menjadi suami nya adalah sosok pria yang telah menolong nya saat dalam pengejaran musuh. Khalifah hanya mampu tersenyum, sengguh rencana Allah memang sangat indah dan tak mampu di tebak.


Melalui uwa Asep, Khalifah banyak mengetahui tentang suami nya itu. bahkan Khalifah pula lah yang meminta pada seluruh keluarga agar merahasiakan semua tentang diri nya. hingga saat kedua nya bertemu secara langsung. Khalifah hanya ingin mengetahui seperti apa reaksi sang suami saat melihat nya untuk yang pertama kali.


Setelah hampir dua minggu setelah ijab qobul di lakukan, Khalifah sempat mengirimkan pesan singkat pada sang suami. melihat pesan singkat balasan dari suami nya itu, Khalifah sudah dapat membaca seperti apa kerakter seorang Reyhan.


" Neng kapan pulang ? engga kasihan sama suami di sudah hampir tiga minggu belum ketemu juga." ujar uwa saat menghubungi keponakan nya itu.


" Nanti juga bakal ketemu uwa, dan kalo masalah pulang eneng belum bisa menjanjikan apa - apa. akan tetapi, eneh akan usahakan agar cepat kembali pulang." ujar Khalifah memberitahu uwa Asep.

__ADS_1


" Ingat neng ..! eneng sekarang sudah menjadi seorang istri, eneng punya tanggung jawab pada seorang suami. jangan hanya karna pekerjaan, eneng melalaikan tanggung jawab eneng sebagai seorang istri. karna saat eneng menjadi seorang istri, maka ridho suami akan menjadi ridho ilahi. eneng ngerti kan maksud uwa ?." kali ini uwa Asep memberikan nasehat pada keponakan nya itu.


" Insya Allah uwa, eneng paham itu. doa kan eneng, agar eneng mampu melakukan semua tanggung jawab itu dengan baik. hingga suami eneng ridho pada eneng sebagai istrinya, dan Allah pun akan ridho pada eneng sebagai hamba nya." ujat Khalifah pada uwa Asep.


" Insya Allah, uwa selalu berdoa yang terbaik untuk eneng. uwa yakin eneng bisa menjadi anak, istri, sekaligus seorang ibu yang sholehah. karna baik saja tidak cukup, wanita sholehah sudah pasti wanita baik. akan tetapi, wanita baik belum tentu mampu menjadi wanita sholehah." kembali uwa Asep berujar pada Khalifah.


" Insya Allah uwa, dan nanti akan eneng kabarin lagi. kapan eneng akan pulang ." kali ini Khalifah akan merencanakan kejutan pada suami nya itu, tentang kepulangan nya ke tanah air.


" Baiklah kalo begitu, hati - hati dan jaga diri baik - baik. ingat ..! status udah beda, harus bisa menjaga amanah dengan sangat baik sekarang. ya sudah kalo begitu, uwa matikan sambangan telpon nya, Assalamualaikum. " ujar uwa Asep memperingatkan Khadijah.


" Wa'alaikumus salam."


Sambungan telpon di matikan, setelah beberapa hari uwa Asep menghubungi Khalifah. kini Khalifah telah kembali ke tanah air, dan kepulangan nya sama sekali tidak di ketahui oleh sang suami. bahkan tanpa ustadz Reyhan tahu, sudah tiga hari Khalifah berada di ponpes melihat seluruh kegiatan ustadz Reyhan.


**


Dengan bantuan Uwa Asep, maka terjadi lah pertemuan kedua nya di salah satu mesjid. sebuah mesjid yang saat ini menjadi tempat ustadz Reyhan mengisi ceramah. dan semua itu adalah ide dan skenario yang di buat Khalifah.


Dan di sini kedua nya bertemu di mesjid yang akan menjadi kenangan sekaligus saksi pertemuan pertama dari kedua insan yang telah halal.


*🎶 Jreng ..


🎶 Jreng* ..


*🎶 Pertemuan yang ku impikan .. kini jadi kenyataan .. pertemuan yang ku harapkan .. ternyata bukan khayalan ..


🎶 Sakit karena perpisahan .. kini telah terobati.. kebahagian yang hilang .. kini kembali lagi ..


Asoy .. di geboy bang .. dangdutan dulu ☺️*


***

__ADS_1


__ADS_2