
***
Mendengar kata sah dari mesjid, kini seluruh penghuni rumah abah pun bersiap. karna seluruh tamu yang mengikuti acara ijab qobul di mesjid, akan berpindah ke kediaman abah, untuk menyantap hidangan yang telah di siapkan oleh tuan rumah.
Sedang kan untuk kedua pengantin, ini adalah waktu yang mendebarkan bagi kedua nya. karna saat ini kedua nya akan di pertemukan dalam keadaan sah secara hukum agama dan hukum Negara. dengan begitu, maka ini merupakan pertama bagi kedua nya untuk bersentuhan secara fisik.
Sedangkan bagi kedua gadis yang tengah di hukum oleh sang bunda, kini kedua nya tengah berdiri di pojokan kamar Arum. mungkin untuk saat ini kedua nya merasa sedikit lebih aman.karna tadi kedua nya terselamat kan oleh kata sah dari para saksi yang menyaksikan ijab qobul gus Fahmi.
Terdengar dari kejauhan rombongan dari keluarga gus Fahmi mendekat ke kediaman abah. dan saat ini ayah beserta keluarga yang lain yang bertugas untuk menyambut tamu yang datang. begitu pula dengan gus Fahmi yang kini tengah di iring menuju kamar Arum.
Sesampai nya di kamar, gus Fahmi langsung memandang Arum yang saat ini tengah duduk di tempat tidur dengan menunduk kan kepala nya. terlihat jelas bahwa saat ini Arum tengah gemetar, apa lagi langkah demi langkah dari gus Fahmi kini kian mendekati diri nya.
Setelah tepat di hadapan Arum gus Fahmi pun langsung menyodorkan tangan kanan nya ke arah Arum. dan Arum yang melihat itu pun segera meraih tangan suami nya itu dan mencium punggung tangan gus Fahmi meski dengan tangan yang gemetar. sedangkan gus Fahmi mengangkat tangan kiri nya dan meletakan nya di kepala Arum, serta memanjat kan doa.
Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltaha 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ' alaih.
Artinya : ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan diri nya yang Engkau tentukan atas diri nya. Dan aku berlindung kepada- Mu dari kejelekan nya yang Engkau tetapkan atas diri nya.
Setelah memanjatka doa, gus Fahmi pun mencium kening Arum dengan sedikit ragu. dan berbisik di telinga Arum.
" Assalamualikum .. ya zaujati." ujar gus Fahmi dengan di iringi senyuman saat melihat raut wajah sang istri yang bersemu malu.
__ADS_1
" Wa wa'alaikumus salam gus .." Arum membalas salam dari gus Fahmi suami nya, dengan suara yang sangat pelan dan hampir tak terdengar.
Semua yang menyaksikan kedua pengatin itu pun di buat baper, tak kecuali kedua gadis yang saat ini tengah berdiri di pojokan kamar Arum, yang saat ini sedang menjalani hukuman sang bunda.
Tak ada yang menyadari kehadiran kedua nya di kamar itu termasuk gus Fahmi, kecuali Arum dan bunda. yang memang bunda lah yang meminta kedua nya untuk berdiri di pojok kamar Arum. untuk menemani Arum sekaligus menjalani hukuman sang bunda.
" Wah ... bunda sangat kejam teh. kita berdua di suruh menyaksikan secara live keuwuan kedua pengatin itu. ya Allah ... kirim kan satu pria untuk hamba, karna saat ini jiwa jomlo hamba sedang meronta." ujar Jenny dengan mengadahkan kedua tangan nya tinggi untuk berdoa.
" Tenang Jenn ... kalo kamu siap sekarang juga, a'a Fadil pasti siap menghalal kamu." ujar Khalifah dengan berbisik di telinga Jenny, karna diri nya tidak ingin jika suara kedua nya sampai mengganggu aktifitas kedua pengatin di hadapan mereka.
" Iiss .. kenapa selalu si ustadz gesrek itu yang di kirim ke gue."
" Otak nya yang kurang se ons." ujar Jenny spontan.
" Wah .. gitu -gitu a'a Fadil lulusan terbaik dari kairo lho .. masa iya otak nya bisa kurang se ons sich ?."
" Ya .. mungkin aja kan, pas di kairo otak nya memang full. nah .. pas pulang ke Indonesia, nyakut dach tuch otak yang se ons di pesawat. jadi, pas sampai sini otomatis kurang kan." ujar Jenny dengan santai.
" Kalian berdua lagi ngobrolin apa ? asyik bener di pojokan ? lagi mojok neng ? lah .. laki nya mana ? he .. he .. he .. " ujar bang Rizky yang kini tiba - tiba muncul di depan kamar.
Mendengar perkataan bang Rizky kini semua mata pun langsung tertuju pada kedua gadis yang sedang berdiri di pojokan kamar. bahkan penampilan kedua nya tak kalah jadi perhatian semua penghuni kamar saat ini.
__ADS_1
Melihat semua mata kembali tertuju pada kedua nya, membuat Khalifah dan Jenny menundukan kepala karna malu, apa lagi dengan penampilan kedua nya. karna bunda tidak mengizikan kedua nya memperbaiki atau mengganti apa yang di kenakan kedua nya saat datang tadi.
" Dasar abang durjana, kaga lihat adek nya udah kena damprat sama singa betina, lah .. ini malah di bikin jadi tontonan gratis." ujar Khalifah menggerutu.
" Abang teteh .. emang sungguh kejam, sekejam ibu tiri teh." Jenny pun langsung menimpali perkataan Khalifah.
Melihat kedua gadis yang di kenal nya itu ada dalam kamar sang istri, membuat Fahmi langsung menatap kedua nya. bahkan Fahmi sampai mengerutkan kening nya saat melihat apa yang di kenakan kedua nya.
Dengan gerakan mata gus Fahmi memberi kode pada Arum untuk bertanya pada istri nya apa yang terjadi. melihat kode suami nya Arum pun tersenyum, Arum menggerakan bibir nya tanpa suara. yang arti nya kedua nya tengah di hukum oleh sang bunda. mengerti gerakan bibir sang istri, Fahmi langsung tersenyum, dengan pandangan yang kini di arah kan nya pada kedua gadis di depan nya saat ini.
" Ada apa bang ?." kini a'a Fadil lah yang muncul, karna tadi abah sempat menyuruh nya untuk memanggil gus Fahmi.
" Noh .. lihat gadis tarsan a'a plus gadis di bawah umur." bang Rizky tak henti nya membuat kedua gadis itu kesal.
" Assatagfirullah ... ya Allah neng .. kenapa tuch jilbab miring begitu, habis kena badai. nah .. ini juga si gadis tarsan, salah kostum mba .. ini pernikahan, bukan pemakaman." ujar Fadil pada kedua gadis yang ada di hadapan kedua nya.
Sedangkan Khalifah dan Jenny, kedua nya hanya menundukan kepala nya semakin dalam. jangan kan untuk menjawab celotehan kedua kakak gesrek nya itu, mengangkat kepala nya saja, kedua nya tidak mampu.
Saat ini jika ada kantong doraemon, maka kedua nya lebih memilih masuk ke dalam nya dan menghilang. sungguh hari ini merupakan hari yang sangat memalukan bagi kedua nya. apa lagi kini semua nya tengah tersenyum bahkan terkekeh melihat penampilan Khalifah dan Jenny. sungguh hukuman bunda lebih kejam dari pada hukuman fisik yang pernah di jalani kedua nya.
***
__ADS_1