
***
Masih di tempat yang sama, yaitu di kediaman uwa Asep. saat ini uwa Asep tengah membicarakan tentang kelanjutan perjodohan yang akan di jalani oleh teteh Arum dan juga gus Fahmi.
Sedangkan Khalifah hanya menjadi pendengar saja, diri nya tidak ingin terlalu ikut campur masalah perjodohan sang teteh. di tengah keseriusan dalam pembicaraan, tiba - tiba saja terdengar bunyi sirine dari sebuah mobil dan di ikuti beberapa mobil lain nya di belakang.
Mendengar sirine yang semakin mendekat membuat seluruh penghuni rumah menghentikan pembicaraan nya, dan mencoba untuk keluar agar mengetahui apa yang sedang terjadi saat ini.
" Ada apa ini ?." ujar abah bingung setelah mendapati beberapa mobil polisi yang terparkir di depan area pesantren yang ada di sebelah rumah nya.
" Abah, biar Fadil saja yang lihat." ujar fadil, dan langsung di beri anggukan kepala oleh abah.
Sedang kan yang lain nya masih terdiam di teras depan rumah uwa, saat ini mereka hanya memperhatikan dari kejauhan tanpa ada niat untuk mendekat. tak berselang lama Fadil pun kini telah kembali dengan berlarian menuju ke rumah abah.
" Ada apa nak ?." belum sempat Fadil sampai ke teras rumah, ummi Halimah langsung bertanya pada sang putra.
Ummi Halimah benar - benar di buat penasaran dengan apa yang terjadi saat ini. karna kini di depan area pesantren telah berkumpul hampir seluruh pengajar. sebenar nya bukan ummi Halimah saja yang merasa penasaran. akan tetapi, yang lain pun sama.
" Abah, pak polisi mengatakan, bahwa saat ini ada buronan yang kabur. dan di perkirakan buronan itu telah memasuki area pesantren sejak sore tadi. "
" Asstagfirullahaladzim ..." mereka pun serentak mengucapkan istighfar, saat mendengar berita yang di sampai kan oleh Fadil.
Tidak lama dari kejauhan terlihat dua anggota kepolisian tengah berjalan ke arah rumah uwa dengan di ikuti tiga orang pengajar di pesantren.
" Assalamualaikum ... " ujar ke lima nya mengucap kan salam setelah mendekat di depan teras abah.
__ADS_1
" Wa' alaikumus salam .." seluruh penghuni rumah uwa pun langsung menjawab salam.
" Maaf pak kiai, jika kedatangan kami membuat ketidak nyamanan di area pesantren ini. " salah satu anggota polisi yang menemui abah pun langsung angkat bicara.
" Bisa tolong jelas kan pak, ada apa ini sebenar nya ?." dengan raut wajah panik sekaligus penasaran abah meminta penjelasan pada pak polisi.
" Begini pak kiai, semalam kami menyergap markas sindekat obat - obat terlarang. saat kami ingin menangkap gembong sindikat itu, ternyata, dua di antara nya telah berhasil lolos dari penangkapan. dan setelah di telusuri sejak tadi malam hingga sore tadi, ada kemungkin, bahwa kedua sindikat itu sedang bersembunyi di lingkungan pesantren ini. kami juga membawa beberapa cctv sebagai barang bukti. " ujar pak polisi itu menjelaskan, dan langsung menyerahkan barang bukti yang di maksud pada abah.
Melihat itu Khalifah dan yang lain nya pun mendekat pada abah, untuk melihat barang bukti yang di berikan pak polisi pada abah.
saat setelah melihat beberapa bukti itu, abah langsung menghela nafas nya yang terasa berat. saat ini diri nya benar - benar sangat Khawatir akan keselamatan seluruh santri nya yang ada di ponpes.
Melihat itu, Khalifah langsung mengerti dengan kondisi uwa nya. diri nya langsung memberi kan kode pada a'a nya Ahmad untuk membawa abah beserta ummi Halimah masuk ke dalam rumah. diri nya tidak ingin sampai terjadi sesuatu pada kesehatan sang uwa.
Melihat kode yang di berikan sang adik, a'a Ahmad pun langsung mengerti, diri nya langsung membawa sang abah dan ummi untuk masuk ke dalam rumah. a'a Ahmad juga langsung menenangkan sang abah, bahwa insya Allah semua akan baik - baik saja.
" Baik lah mba, tapi maaf, apa mba nya ini putri pak kiai ? maksud saya, apa mba nya yang menggantikan pak kiai saat ini ?." ujar pak polisi. karna melihat auranyang di keluarkan Khalifah, membuat penasaran kedua polisi tersebut.
" Dia adalah keponakan dari abah saya, sekaligus pemilik asli dari yayasan yang di kelola oleh abah saya."
Belum sempat Khalifah menjawab, Fadil telah terlebih dulu menjawab pertanyaan pak polisi.
mendengar hal itu pak polisi dan beberapa pengajar yang ada pun langsung tertegun, termasuk Jenny dan gus Fahmi yang saat ini masih ikut menyaksikan kejadian yang terjadi di pesantren saat ini.
" Oh ... baik lah kalo begitu bu, kami akan melaksana kan tugas kami dengan baik, dan sesui dengan prosedur yang ada. kami juga akan ikut menjamin tentang keselamatan seluruh santri di ponpes ini." ujar pak polisi itu ketika mengetahui indentitas Khalifah yang sebenar nya.
__ADS_1
" Baik lah kalo begitu pak, nanti a'a Ahmad yang akan mewakili abah saat ini, beliau adalah putra pertama dari pengasuh ponpes ini." ujar Khalifah.
" Baik lah bu, kalo begitu kami permisi dulu, Assalamualaikum ..." kedua polisi itu memberi salam.
" Wa'alakumus salam ..." Khalifah dan yang lain nya pun menjawab salam kedua nya.
Setelah mengucapkan salam kedua polisi itu pun berlalu pergi dari hadapan Khalifah, untuk segera melakukan tugas mereka dan sekaligus merencana kan strategi penangkapan pada burunan. dengan tetap menjaga keselamatan para santri saat ini.
Sedangkan ketiga pengajar itu pun masih berdiri mematung dengan menundukan kepala nya, ketiga nya masih belum beranjak pergi. tak berselang lama a'a Ahmad pun keluar dari dalam rumah, karna saat ini Arum berserta istri a'a Ahmad lah yang menenang kan abah dan ummi.
" Bagai mana neng ? apa yang di katakan pak polisi ?. " a'a Ahmad pun bertanya pada sang adik.
" A'a Ahmad tolong bantu para polisi saat ini, karna kita belum tau di area mana buronan itu bersembunyi. cek semua cctv di seluruh ponpes, agar memudah kan kita mengetahui keberadaan kedua nya. jangan bertindak gegebah, karna keselamatan para santri harus yang paling utama." Khalifah langsung memberi intruksi pada sang kakak.
" Baik lah neng. " ujar a'a Ahmad.
Jenny dan yang lain nya masih saja terdiam mendengar kan intruksi sang pemilik pesantren. selama ini para pengajar memang tidak pernah mengetahui siapa sosok pemilik pesantren tempat mereka menimba ilmu sekaligus mengajar. sosok yang selalu di bangga kan oleh abah kiai, sosok yang selalu rendah hati, serta sosok dermawan pada setiap anak yatim.
Dan saat ini, tengah berdiri di hadapan mereka, seorang gadis cantik yang mampu membuat para adam ketar - ketir ketika melihat nya. sungguh di luar ekspetasi, selama ini mereka mengira jika sang pemilik yayasan tempat mereka mengajar adalah lelaki paru baya. bukan seorang gadis cantik yang tengah berdiri di hadapan mereka saat ini.
Begitu pula dengan gus Fahmi, diri nya tak kalah terkejut dengan apa yang di katakan Fadil pada pak polisi tadi. diri nya memang telah mengetahui, jika abah hanya sebagai pengelola sekaligus pengasuh dari yayasan ponpes Darrul Istiqomah, bukan sebagai pemilik asli.
Karna di tiap acara yang di adakan di ponpes atau pun di luar ponpes, abah selalu meminta doa bersama yang di tunjukan nya pada sang pemilik yayasan. saat ini gus Fahmi sangat lah mengerti, kenapa saat itu seluruh keluarga abah sangat lah kecewa pada nya, bahkan abi dan ummi nya pun sangat marah saat kepulangan mereka dari rumah abah pada saat itu.
Dan ini lah jawaban nya, seorang gadis yang selalu menutupi identitas asli nya, seorang gadis yang benar - benar tidak hanya mempunyai kekayaan materi yang bergelimang. akan tetapi, seorang gadis yang justru mempunyai kekayaan hati yang tak ternilai harga nya. sungguh, memang diri nya lah yang tidak pantas untuk bersanding dengan seorang Khalifah. seharus nya saat itu Khalifah lah yang menolak diri nya.
__ADS_1
Mungkin saat ini Allah memang telah menyiapkan Jodoh untuk Khalifah sang dokter militer, jodoh yang terbaik yang akan Allah kirimkan pada sosok Khalifah.
***