
***
Setelah kepergian kedua gadis yang sempat membuat keheboh seluruh penghuni pesantren. kini keluarga, para tamu serta seluruh santri telah kembali melakukan aktifitas mereka yang sempat tertunda.
Walau pun hingga saat ini masih ada saja yang membicarakan kedua nya. kedua gadis yang sempat membuat decak kagum dari semua orang yang memandang. tidak hanya peras kedua nya yang menjadi bahan pembicaraan. akan tetapi, penampilan serta profesi kedua nya tak kalah hangat menjadi buah bibir para tamu, khusus nya para emak - emak, yang mungkin saja ada yang ingin membuat lamaran pada kedua gadis itu.
Sedangkan saat ini Arum pun telah kembali ke kamar nya, dengan kedua mata yang sembab. bakan air mata nya seolah enggan untuk berhenti mengalir dari kedua sudut mata nya. bahkan hingga saat ini sang suami masih tetap setia di samping Arum.
" Dek berhenting donk nangis nya. tuch lihat, mata adek udah sebesar telur." entah sudah beberapa kali gus Fahmi membujuk sang istri untuk menghentikan tangis nya.
" Iiiiya, hik .. hik .. tttapi aair mmata nya engga mmau berhenti .. hik .. hik .." dengan terbata - bata Arum pun berucap pada suami nya.
Mendengar perkataan sang istri, gus Fahmi sampai di buat gemas melihat nya. saking gemas nya, gus Fahmi sampai mendarat kan sebuah kecupan singkat di pipi sang istri. sedang kan Arum, langsung mematung saat mendapatkan kecupan dari sang suami.
" Mas gemas lihat nya, dari tadi nangis terus. tuch kan .. langsung diam. kalo tau begini, udah dari tadi mas sun." ujar gus Fahmi dengan tersenyum manis pada sang istri.
Sedangkan Arum hanya mampu menunduk kan kepala nya, apa lagi saat ini wajah nya terasa memanas, serta degup jantung yang tak beraturan. membuat diri nya menjadi salah tingkah di hadapan sang suami.
Gus Fahmi yang melihat tingkah sang istri pun, semakin tersenyum. dan untuk menghilangkan rasa canggung pada sang istri, gus Fahmi pun bertanya sekaligus mengalihkan perhatian sang istri yang masih tertunduk malu.
" Oh iya .. emang kertas apa yang di berikan neng Khalifah pada adek tadi ?." setelah melihat keterdiaman Arum.
" Oh .. iiitu, Arum juga tidak tau mas. Arum belum sempat lihat soal nya." dengan mengeluarkan lipatan kertas pemberian Khalifah dari saku gamis yang di kenakan nya. dan memberikan nya pada gus Fahmi.
__ADS_1
Gus Fahmi pun langsung menerima dan membuka kertas berlipat dua itu. saat kedua nya melihat di balik lipatan kertas itu. ternyata isi nya adalah dua tiket umroh kelas bisnis serta cek yang bernilai dua ratus juta. melihat hal itu kedua nya pun langsung tertegun dengan apa yang kedua nya lihat saat ini.
" Iiini maksud nya apa dek ?." ujar gus Fahmi pada istri nya.
" Arum juga engga tau mas."
" Kalo begitu coba adek tanya dulu sama bunda Nissa, maksud nya neng Khalifah ngasih ini sama adek apa ?."
" Iya mas." ujar Arum tanpa bantahan.
Arum pun beranjak dari tempat duduk nya untuk menemui sang bunda, dengan membawa kertas yang tadi sempat di buka diri nya dan suami. ketika melihat bunda yang sedang berada di dapur bersama ummi, Arum pun langsung mendekati kedua nya.
" Bun ... " Arum pun memanggil bunda Nissa.
" He ..he .. bunda Nissa, sibuk engga ?." dengan cengengesan Arum kembali bertanya.
" Engga, bunda engga sibuk. ada apa Rum ?." kali ini bunda yang menjawab pertanyaan Arum.
" Ini lho bun, sebelum pergi eneng kasih ini ke Arum. tapi, ini maksud nya apa ? Arum engga ngerti bun." dengan menyodorkan lipatan kertas pemberian Khalifah pada bunda.
Bunda pun menerima kertas yang di sodorkan Arum pada nya, dan langsung membuka lipatan kertas tersebut. melihat itu bunda hanya tersenyum, sedang ka ummi Halimah langsung shock ketika mengetahui isi di balik lipatan kertas tersebut.
" Ini rizky dari Allah untuk Arum, dan Allah menitip kan rizky ini melalui eneng. pergi lah bersama gus Fahmi suami Arum, serta pakai lah uang ini untuk uang saku kalian bardua." ujar bunda menjelaskan pada Arum dengan tersenyum.
__ADS_1
" Bun .. eneng engga salahkan kasih ini buat Arum." Arum yang masih belum percaya pun masih saja bertanya pada bunda.
" Bener dek Nissa, apa neng engga salah ? apa mungkin ini akan di berikan pada dek Nissa tapi ketuker." ujar ummi Halimah membenarkan perkataan sang putri.
" Isya Allah ini engga ketuker, eneng memang memberikan ini untuk Arum. sebagai hadiah pernikahan Arum dengan gus Fahmi." kembali bunda meyakin kan kedua nya.
" Bun .. hik .. hik .. hik .. terimakasih bun, terimakasih karna sudah melahirkan seorang adik sekaligus teman untuk Arum. maaf kan Arum, yang sudah membuat eneng dan bunda kecewa hik .. hik .. " kembali Arum menangis haru di pelukan bunda Nissa.
" Allhamdulilah ya Allah ... terimakasih dek, dan selamat untuk dek Nissa, sudah melahirkan serta mendidik seorang putri seperti eneng, teteh bangga dengan dek Nissa." ujar ummi Halimah dengan menetes kah air mata haru nya.
" Arum ngomong apa ? tak ada yang kecewa dengan Arum. ingat ..! Jodoh dan Takdir adalah rahasia dan ketentuan yang sudah Allah atur. doa kan saja yang terbaik untuk eneng. dan untuk teteh, ini juga berkat didikan kalian. eneng memang lahir dari rahim saya, tapi teteh dan a'a Asep lah yang selalu mengajarkan eneng lebih banyak dari pada saya." ujar bunda dengan senyuman dan linangan air mata yang keluar dari sudut mata nya.
Ketiga nya pun kini tengah menangis haru, menyimpan rasa bangga di hati masing - masing. bangga pada sosok gadis yang kini tengah pergi untuk mengemban tugas di pundak nya. seorang gadis yang betul - betul menjadi kebanggaan seluruh keluarga, bahkan kini menjadi kebanggaan seluruh santri di pesantren.
Begitu pula dengan seorang pria yang kini tengah duduk di tempat tidur. sosok itu adalah gus Fahmi, saat sang istri menemui sang bunda. gus Fahmi sebenar nya mengikuti langkah sang istri di belakang, hanya saja diri nya tak berani untuk mendekat. diri nya juga mendengar dengan sangat jelas semua perkataan bunda pada istri nya.
Dengan duduk termenung, gus Fahmi kembali merasakan rasa bersalah pada Khalifah. sosok gadis yang terlahir dengan ke sholehan, berdiri kokoh dengan ketaqwaan, serta tertunduk dengan keimanan. itu lah sosok Khalifah yang saat ini ada di pandangan gus Fahmi.
Ya Allah, lindungi lah dimana pun dia (Khalifah) berada. jauhan kan lah dia dari segala marabahaya, hamba memang bukan lah yang terbaik untuk diri nya. akan tetapi, doa terbaik hamba akan selalu mengiringi langkah nya.
Seuntai doa, gus Fahmi mohonkan pada sang pencipta. meminta agar gadis yang telah di buat nya kecewa, selalu mendapatkan bahagia.
Sedangkan kini di luar rumah, abah sedang kedatangan sesosok tamu. tamu yang tak pernah abah sangka akan kehadirin nya, tamu yang awal nya justru ingin abah sanding kan dengan putri nya. kini telah berdiri dengan tertunduk di hadapan abah, berdiri dengan penuh hormat dan takzim pada abah.
__ADS_1
***