
***
Hari demi hari pun kini telah berganti, hari pun berganti menjadi minggu, dan minggu berganti menjadi bulan. tepat dua bulan sudah sejak pernikahan Arum di gelar, kini sebagai seorang istri maka Arum wajib untuk mengikuti sang suami. dan sejak kepulangan kedua nya dari tanah suci, Arum mengikuti sang suami kembali pada rutinitas nya sebagai pengajar dan penerus ponpes sang abi di kota J.
Sedangkan saat ini, Khalifah dan para anggota black tim. tengah merencanakan keberangkatan nya menuju paris, untuk misi penyelidikan. karna sebelum nya mereka harus menyelesaikan kekacauan yang ada di tanah air. bahkan black tim berhasil melakukan penyelamatan pada sandera, dan berhasil menggagalkan rencana musuh yang akan membawa sandera menuju markas besar di paris.
Lain misi maka lain pula rencana yang di gunakan, jika saat ini Khalifah merencanakan penyelidikan pada target. maka bunda pun akan melakukan misi pelelangan pada sang putri. agar misi berjalan lancar, maka bunda akan merencanakan penyelidikan nya secara langsung pada calon - calon mantu yang akan menjadi target nya kali ini.
Dan untuk kali ini bunda tak akan main - main, karna untuk melancarkan usaha nya, bunda akan turun tangan secara langsung dalam pemilihan kanidat calon mantu. bahkan bunda rela LDRan dengan sang suami hanya untuk melancarkan usaha nya itu.
Dengan di bantu sang a'a dan sang teteh, ketiga nya telah siap beraksi menyeleksi calon - calon mantu yang telah menjadi terget. sedang kan ayah hanya mampu menyetujui keinginan dan ide konyol sang istri, diri nya faham dengan kekhawatiran sang istri. apa lagi di tambah dengan kesibukan sang putri dalam pekerjaan nya, yang membuat sang putri sangat sulit untuk meluangkan waktu nya.
" Bunda yakin dengan apa yang akan bunda lakukan ?." ujar ayah sesaat sebelum keberangkatan bunda ke kota B.
" Isya Allah yah .. doa kan bunda, semoga pilihan bunda tidak salah, dan semoga saja pilihan bunda adalah yang terbaik untuk putri kita." bunda berujar pada sang suami.
" Baik lah .. tapi setelah bunda menemukan calon mantu idaman, bunda harus konfirmasi dulu dengan eneng. jika diri nya setuju, maka akan di lanjut kan. tapi jika diri nya tak setuju, maka bunda tidak boleh memaksa." kali ini ayah menasehati sang istri agar tak memaksakan kehendak nya pada sang putri jika putri nya itu tidak setuju.
" Deal .. tapi bunda akan pastikan, kalo eneng akan setuju." ujar bunda dengan percaya diri.
Mendengar perkataan sang istri ayah pun hanya menggelengkan kepala nya, diri nya sangat faham betul seperti apa yang istri. jika sang istri telah mengeluarkan kata - kata pamungkas nya, maka sudah dapat di pastikan, bahwa sang putri tidak akan mampu menolak keinginan sang bunda.
Setelah berpamitan dengan sang suami, bunda pun kini berlalu pergi menuju ke kota B. di mana diri nya akan melancarkan misi nya kali ini. bunda memang akan memilih calon mantu nya itu di area pesantren terlebih dahulu, karna bunda menginginkan mantunya yang mengerti dan faham tentang agama. dan untuk status sosial, bunda tak akan mempermasalah kan nya.
Kini bunda pun telah sampai di kediaman a'a Asep kakak satu - satu nya yang di miliki bunda. dan setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam, kini bunda tengah duduk santai di kediaman sang a'a.
" Dek Nissa yakin, kalo eneng bakal setuju ?." kali ini ummi Halimah bertanya pada adik ipar nya itu.
__ADS_1
" Sangat yakin, teteh mah tenang saja. masalah eneng itu urusan Nisaa, yang penting, kita seleksi dulu calon mantu nya. gimana mau yakinin eneng, kalo calon nya saja belum ada." kali ini bunda menghela nafas nya.
" Baik lah kalo begitu, teteh punya ide. nanti biar Ahmad sama Fadil saja yang jadi juri untuk seleksi awal. nah, kalo untuk bakat nya biar abah sama teteh saja yang nilai. terus untuk penetuan, baru dek Nissa sama dek Fariz yang maju. bagai mana ?." ujar ummi Halimah memberikan saran.
" Siep teh, Nissa setuju. terus nanti untuk wawancara nya biar Nissa sama mas Fariz saja. " ujar bunda yang langsung menyetujui ide konyol sang kakak ipar.
" Sebentar , kita ini lagi audisi idol , cari karyawan atau cari mantu sich ? kok pakai ada juri segala, seleksi awal, penilaian bakat, terus ada babak penentuan. " kali ini abah sampai mengerutkan kening nya, diri nya bingung dengan ide yang di berikan sang istri.
" Iih .. are si abah mah, kumaha atuh. nges nyaho urang lagi neangan mantu, kunaon kalah di tanya neangan idol. ( iih .. ini si abah, gimana atuh. sudah tau kita lagi cari mantu, kenapa di tanya cari idol). " kali ini jurus bahasa ummi Halimah pun keluar.
" A'a Asep ini gimana, cari mantu itu harus ada konsep nya juga. dan kali ini, a'a cukup ikutin arah dari kita saja, dan jangan protes. " bunda pun langsung menimpali perkataan ummi Halimah.
Setelah mendengar perkatan sang adik dan sang istri, abah hanya bisa menganggukan kepala nya. bukan karna abah mengerti tentang rencana kedua wanita di hadapan nya saat ini. akan tetapi, karna justru abah memang tak mengerti tentang konsep pencarian mantu yang akan di lakukan kedua nya.
Saat ini ketiga nya memang tengah mengadakan meeting dadakan yang di ajukan sang adik, setelah sesaat kedatangan nya di kediaman sang kakak. dan tentu saja, pokok pembahasan meeting kali ini tentang pencarian calon mantu untuk sang putri.
**
" Fadil, bunda minta tolong. tolong kamu kumpul kan data - data seluruh pengajar pria yang ada di ponpes ini." ujar bunda pada Fadil, sesaat setelah sarapan.
" Sekarang bun ?."
" Tahun depan."
" Engga kelamaan bun, kalo nunggu tahun depan. lagian kalo untuk tahun depan, kenapa bunda suruh sekarang ?."
" Lah .. itu udah tau, kenapa masih tanya."
__ADS_1
" He .. he .. sekarang ya bun. okey Fadil akan langsung bergerak, untuk menyelesaikan misi." ujar Fadil yang langsung berlalu pergi dari hadapan sang bunda.
Setelah hampir setengah jam, kini Fadil telah kembali. dengan membawa lembaran kertas yang ada di tangan nya yang berisi kan data - data seluruh pengajar di ponpes.
" Ini bun, ini seluruh data yang lengkap dari seluruh pengajar hingga pengasuh yayasan." dengan menyerahkan lembaran kertas hvs pada bunda.
Melihat tumpukan kertas yang berada di tangan Fadil, bunda pun menerima semua kertas yang berisikan data yang di ingin kan nya. satu demi satu kertas yang berisikan data para pengajar itu bunda amati dengan sangat teliti. sampai pada akhirnya ..
" Fadil apa kamu ingin menjadikan eneng istri kedua ? kenapa semua data yang kamu bawa kemari, isi nya data pengajar yang sudah beristri semua." ujar bunda kesal.
" Ehh .. emang kenapa bun ? itu kan data - data para pengajar yang sudah senior. jadi, memang sudah beristri. emang eneng mau di jadikan madu ya bu ?." ujar Fadil berkata pada bunda dengan santai.
" plak .. "
Tanpa aba - aba bunda langsung mengemplak tangan Fadil dengan karas, hingga membuat Fadil meringis kesakitan akibat keplakan sang bunda.
" Ssstt ... perih bun .." ujar Fadil dengan mengusap - usap tangan nya.
" Kamu itu loh, kalo ngomong asal jeplak. emang eneng segitu engga mampu nya mencari kebahagian sendiri, hingga tega merebut kebahagian wanita lain." kali ini bunda berujar dengan kesal pada ponakan nya itu.
" Sana balik, cepat cari data pengajar yang masih JOMLO, " kali ini bunda menekan kata jomlo pada Fadil, agar keponakan nya itu sedikit Faham.
" Kalo gitu data Fadil juga ya bun .. kan Fadil juga masih jomlo, Fadil juga kan pengajar."
" Ya Allah gustiiii .... kenapa hamba memiliki keponakan yang begitu sangat cerdas. sungguh kecerdasan mu membuat bunda ingin kembali mengemplak kepala mu Fadil." ujar bunda dengan nada sangat kesal.
Fadil yang melihat raut wajah sang bunda yang kesal, tanpa menunggu langsung bergegas pergi dari hadapan bunda Nissa. karna bunda Nissa bukan tipe wanita yang hanya bermain dengan perkataan nya. dari pada harus menerima keplakan yang sama, lebih baik Fadil segera kabur biar lebih aman.
__ADS_1
***