
***
Setelah acara syukuran yang di adakan di rumah abah selesai, kini satu persatu tamu yang hadir pun telah pamit. saat ini yang tertinggal hanyalah keluarga inti dari abah dan beberapa santri yang ikut membantu di kediaman abah.
Kini keluarga abah dan bunda Nissa tengah berkumpul di ruang tengah, bahkan saat ini Arum yang tengah mengandung pun handir bersama sang suami yaitu gus Fahmi.
" Wah .. wah .. abang engga nyaka, ternyata aa Fadil berhasil dapatin cewek tarsannya yah ... tapi, kalo boleh tau aa Fadil pakai pelet apa'an ? he .. he .. " siapa lagi yang berucap kalo buka si usil abang Rizky.
" Asstagfirullah ..."
Kini serempak penghuni rumah pun beristigfar setelah mendengar perkataan bang Rizky yang nyeleneh, bahkan saat ini bunda Nissa langsung menatap tajam ke arah sang putra dan hanya mendapat balasan cengiran dari bang Rizky. lain hal nya dengan Khalifah yang saat ini justru terlihat bingung dengan respon seluruh keluarga nya yang beristigfar.
" Entar dulu ! apa hubungan nya pelet makanan ikan sama aa Fadil yang dapatin Jenny ? apa Jenny sama aa Fadil mau buat tambak ikan yah .. ? " dengan menatap ke arah sang abang yang duduk tepat di depan nya, Khalifah berujar dengan kening yang berkerut karna bingung.
Setelah mendengar perkataan Khalifah, kini semua keluarga justru tersenyum. bahkan saat ini ustadz Fadil justru terkekeh mendengar perkataan sang adik sepupu.
" He .. he .. bener neng, emang engga ada hubungan nya pelet ikan sama aa Fadil yang dapetin Jenny. he .. he.. " kali ini ustad Fadil berujar dengan terkekeh.
" Abang malu dek, punyak adek kok oon nya kebangetan sich.Ya Allah ya karim .. sungguh terlalu !! adek ipar, piara baek - baek yee .. cewek modelan kaya onoh." ujar bang Rizky dengan nada kesal pada sang adik.
" Iiss .. abang apa'an sich !! masa iya eneng di piara ? emang eneng hewan apaan ? lagian eneng engga oon yach .. tega bener jadi abang, masa adek nya sendiri di kata'in oon. " dengan mengerucutkan bibir nya lucu, Khalifah berujar pada sang abang.
" Maaf teh, tapi untuk kali ini, Jenny juga sependapat dengan abang Rizky. Jenny jadi malu teh, ngakuin teteh sebagai atasan Jenny sekarang. apa jangan - jangan .. saat kita latihan fisik, kepala teteh sempat terbentur kali yach ..." ujar Jenny spontan.
Kali ini Jenny justru menambah kekesalan sang teteh, bahkan saat setelah mendengar perkataan Jenny. khalifah langsung mengarahkan pandangan nya pada Jenny dengan tajam.
" He .. he .. pis." dengan mengangangkat dua jari nya, kini Jenny langsung menyembunyikan wajah nya di balik tubuh sang suami.
" Udah - udah, kalian ini senang banget yach bikin putri bunda yang belum cukup umur, eh .. bunda ralat dech, sekarang kan udah cukup umur. kan' udah dapat pawangnya he .. he .. " ujar bunda Nissa yang di akhiri dengan kekehan.
" Sebenar nya bunda niat engga sich, bela' in eneng ? iiss ..." dengan beranjak dari duduk nya dan langsung pergi begitu saja.
" Ee .. eh .. mau kemana neng ?." ujar bang Fadil yang melihat sang adik pergi begitu saja.
" Pulang .." ujar Khalifah singkat.
Melihat Khalifah yang pergi begitu saja, justru membuat sang bunda terkekeh. apalagi saat melihat beberapa benda sang putri yang masih tergeletak begitu saja.
Sedangkan ustadz Reyhan justru merasa tak enak dengan tingkah sang istri, apalagi saat sang istri yang pergi begitu saja tanpa mengucapkan salam.
" Bun, maafin istri Reyhan ya bun.. maaf juga kalo Reyhan belum bisa jadi suami yang baik untuk eneng." dengan menundukan kepala nya karna merasa bersalah dengan sikap sang istri.
" Nak Reyhan engga perlu minta maaf, Insya Allah bunda yakin nak Reyhan sudah menjadi suami yang baik untuk putri bunda. bunda kenal seperti apa putri bunda, jadi nak Reyhan tenang saja. he .. he .." bunda Nissa berujar pada sang menantu, bahkan di akhir perkataan nya bunda Nissa terkekeh.
__ADS_1
" Tenang bro .. bentar lagi juga balik tuch anak. jaaa ..."
Baru saja bang Rizky ingin meneruskan kata - kata nya, kini Khalifah sudah kembali masuk ke rumah sang uwa.
" kenapa neng ? " kali ini justru sang ayah yang mengeluarkan suara nya.
" Lupa salim ... " meski masih dengan wajah yang cemberut, Khalifah akhirnya salim dengan kedua orang tua nya serta sang uwa.
Melihat apa yang di lakukan sang adik, membuat seluruh penghuni rumah menahan tawa nya. inilah sisi lain dari seorang Khalifah, meski diri nya seorang dokter militer yang terkenal dengan kecerdasan serta ketegasan nya. akan tetapi, bagi keluarga diri nya tetap lah seorang putri sekaligus seorang adik yang manja dan kekanak - kanakan.
" Mangkanya jadi orang jangan suka ambekan, jadi lupakan .. he .. he .." bang Rizky pun kembali berujar, saat sang adik menyalami diri nya.
" Auh ah .. gelap." masih dengan nada yang ketus, Khalifah berujar pada abang nya itu.
" Alamak .. emang gelapkan, soal nya ini sudah malam. kalo terang, ya siang lah .."
" Bangggg ...." kali ini ayah langsung menegur sang putra, apa lagi saat melihat putri nya itu terlihat sangat kesal.
Mendapat teguran dari sang ayah membuat bang Rizky hanya mampu membalas dengan cengiran kuda nya. meski di rasa diri nya masih belum puas, dan ingin terus menggoda sang adik. sedangkan Khalifah langsung menjulurkan lidah nya pada sang abang, apalagi saat diri nya mendapatkan pembelaan dari sang ayah.
Melihat sang istri yang pamit, ustadz Reyhan pun melakukan hal yang sama. diri nya pun segera menyalami kedua mertua nya serta abah Asep dan penghuni rumah yang lain nya, yang sejak tadi selalu tersenyum bahkan terkekeh dengan tingkah sang istri.
Setelah berpamitan dan menyalami seluruh keluarga Khalifah pun berlalu, baru saja diri nya sampai di depan pintu rumah. kembali sang abang mengeluarkan suara nya.
" Wa'alaikumus salam abangggg ... " ujar Khalifah dengan terus berjalan ke luar rumah, tanpa ingin kembali lagi untuk mengucapkan salam dengan benar.
Khalifah merasa malu, jika diri nya harus kembali lagi. maka Khalifah pun bergegas untuk barlalu pergi dari rumah sang uwa. apalagi saat diri nya menjadi bahan bullyan sang abang.
Melihat sang istri yang berlalu pergi, ustadz Reyhan hanya mampu tersenyum dengan menundukan kepala nya, entah mengapa diri nya justru merasa gemas dengan tingkah sang istri.
" Assalamulaikum .." ujar ustadz Reyhan saat diri nya pamit dari rumah abah Asep.
" Wa' alaikumus salam ..."
Setelah kepergian Khalifah dan ustadz Reyhan, keluarga pun memutuskan untuk beristirahat di kamar masing - masing. begitu pula dengan keluarga dari bunda Nissa, karna di kediaman abah Asep, bunda Nissa memang memiliki kamar pribadi.
Sedangkan bang Rizky beserta anak dan istri nya Aisya lebih memilih menginap di kediaman aa Ahmad yang letaknya berada bersebelahan dengan kediaman sang uwa.
Begitu pula dengan pengatin baru yang saat ini telah berada di dalam kamar. jika ustadz Fadil terlihat gugup dan canggung, maka lain hal nya dengan Jenny. justru saat ini Jenny terkesan santai berada di dalam kamar ustadz Fadil.
" Clek .." pintu kamar mandi terbuka.
Kini keluarlah Jenny dari balik pintu kamar mandi dengan mengenakan piama kekurangan bahan yang terlihat seksi, bahkan hampir seluruh tubuh mulus nya terekspos dengan nyata. dengan langkah santai Jenny mendekat ke arah tempat tidur tanpa memperdulikan sekitar.
__ADS_1
Sedangkan ustadz Fadil yang melihat Jenny mengenakan piama terbuka hanya mampu mematung, tubuh nya terasa kaku, bahkan keringat dingin pun keluar dari setiap pori - pori tubuh nya. dengan tubuh yang gemetar diri nya tak henti - henti nya mengucapkan istigfar.
" Ustadz kenapa ?." ujar Jenny saat melihat sang suami yang mematung di tempat nya dan bergumam tidak jelas.
mendengar tak ada sahutan dari sang suami, membuat Jenny mendekat ke arah ustadz Fadil. akan tetapi melihat hal itu, justru membuat ustadz fadil langsung menutup kedua mata nya, bahkan kini bukan hanya istigfar saja yang di baca nya. akan tetapi, Al-fatihah, Al- ikhlas, Al- falaq, An'nas dan ayat kursi pun tak luput dari bacaan nya, bahkan dengan suara lantang.
Mendengar apa yang di lakukan sang suami, membuat Jenny mendengus kesal. bagaimana tidak, jika suami lain akan terpesona dan akan memuji pasangan nya di malam pertama mereka. maka hal itu tidak berlaku pada Jenny, karna justru saat ini Jenny merasa bahwa diri nya sedang di ruqyah oleh sang suami.
Plak
Dengan sangat kesal Jenny langsung memukul bahu sang suami, diri nya benar - benar tak bisa mengendalikan kekesalan nya saat ini. niat hati ingin merasa di puji, tapi justru kesabarannya lah yang di uji.
" Allahu akbar ... " ustadz Fadil langsung terkejut, saat menerima pukulan di bahu nya yang lumayan perih.
" Engga sekalian ustadz Fadil baca Al - quran saja, biar malam ini kita bisa Khatam qur'an." ujar Jenny dengan nada yang penuh akan kekesalan dalam diri nya.
" Eehh ..." ustadz Fadil pun langsung tersadar.
" Ahhh .. sebentar, Jenny ambilkan qur'an dulu dan sekalian berganti pakaian dengan gamis saja." kali ini Jenny langsung berlalu pergi dari hadapan sang suami.
Setelah sadar dengan apa yang di lakukan nya saat ini, membuat ustadz Fadil pun langsung bergegas mendekati sang istri yang hampir saja masuk kembali ke kamar mandi dengan membawa gamis di tangan nya.
" Mmaaf dek, sssaya ... saya masih belum terbiasa melihat adek memakai baju yang sangat terbuka seperti ini. jujur saja .. ini pertama kali nya bagi saya, melihat wanita mengenakan baju seperti ini ." ujar ustadz Fadil dengan menundukan kepala nya.
Jenny yang mendengar perkataan sang suami, hanya mampu menghela nafas nya. ada rasa lega dan kecewa yang timbul secara bersamaan di hati nya. lega karna memiliki suami yang betul - betul terjaga kehormatan serta pandangan nya dari wanita yang bukan mahrom. akan tetapi, Jenny juga merasa kecewa saat apa yang di harapkan nya tidak sesui dengan ekspektasi.
" It's okey, ustadz tak perlu minta maaf. Jenny yang salah, karna Jenny memang belum bisa menjadi seperti istri yang ustadz Fadil inginkan. jadi, Jenny yang minta maaf. maaf .. kalo apa yang Jenny kenakan saat ini, telah mengotori pandangan ustadz." ujar Jenny yang saat ini justru langsung membuka pintu kamar mandi.
Mendengar apa yang di katakan Jenny, justru membuat ustadz Fadil semakin merasa bersalah. dengan keberanian ekstra dan kekuatan super men, diri nya langsung memeluk erat tubuh Jenny dari belakang.
Tubuh Jenny pun langsung terpaku di tempat, bahkan detak jatung nya pun berdetak sangat cepat. ada rasa nyaman dan hangat ketika Jenny mendapatkan pelukan dari sang suami. jujur saja Jenny bukan wanita yang suci, yang tak pernah mengenal pelukan bahkan ciuman dari lawan jenis.
Sebelum Jenny memutuskan menjadi mualaf pergaulan Jenny selama ini memang terbilang bebas, hanya saja untuk melakukan hal yang melewati batas. Jenny memang sangat menjaga nya, diri nya tak ingin kehormatan nya yang selalu di di jaga nya itu di berikan pada pria yang tak sesui dengan hati dan keyakinan nya.
Jenny memang wanita malam, wanita yang menggemari hiburan dan hiruk pikuk nya dunia malam, berfoya - foya tidak jelas hanya untuk mengisi kejenuhan dan kehampaan hidup yang di rasakan nya.
Setelah mengenal Khalifah lah, Jenny baru memiliki sudut padang yang berbeda, diri nya merasa memiliki tujuan dalam hidup setelah mengenal sosok sang teteh. dan diri nya baru menyadari bahwa dunia hanyalah landang tempat kita bertanam, sedangkan akhirat adalah tempat di mana hasil itu kita dapatkan.
Dunia ini pada hakikatnya adalah penjara bagi orang - orang beriman, dan surga bagi orang - orang yang tak beriman. karna kehidupan di dunia ini singkat, dan apa yang ada di dunia semua nya hanyalah sebuah titipan bahkan pinjaman dari Allah. maka sebelum terlambat, kembalikan lah semua pada Allah, sebelum kita benar - benar kembali kepada Nya.
***
Ayo dukung terus karya saya ya ..βΊοΈ maaf kalo masih kurang memuaskan..π jangan lupa like, komen, and kalo berkenan sedekah hadiah juga boleh kok ..π
__ADS_1