
***
Kini tuan Alex beserta para bodyguard nya telah mendapatkan penanganan dari pihak medis. jika saat ini para bodyguard tuan Alex telah di rawat di klinik, lain hal nya dengan tuan Alex. diri nya lebih memilih untuk di rawat di kediaman abah Asep sekaligus ingin menenangkan diri.
Kini di kediaman abah mulai tampak kegelisahan dari raut wajah para penghuni rumah. karna sampai saat ini, belum ada tanda - tanda pergerakan dari pintu gudang yang akan terbuka. sebuah gudang yang berada tepat di samping kediaman abah.
Hingga satu jam lama nya, tak ada satu pun yang berani mendekati gudang. di mana Jenny dan Khalifah saat ini berada. entah apa yang dilakukan kedua gadis itu, yang jelas sampai detik ini kedua nya masih belum menampak diri nya.
" Ustadz Ahmad, apa tidak sebaik nya kita ketuk saja pintu gudang nya ? ini sudah hampir satu jam, saya takut terjadi sesuatu dengan kedua nya." ujar ustadz Reyhan, yang sejak tadi menampakan kegelisahan nya. dengan terus memperhatikan ke arah gudang.
" Saya juga sebenarnya khawatir ustadz Reyhan, tapi saya tidak berani berbuat banyak jika eneng telah memberi perintah. sebab, sampai detik ini juga, abah pun melarang kita untuk tidak mendekat ke arah gudang." kali ini terlihat jelas raut wajah frustasi dari ustadz Ahmad, yang khawatir dengan keadaan adik sepupu nya itu.
Mendengar perkataan ustadz Ahmad, ustadz Reyhan pun kembali terdiam. karna memang abah sendiri telah melarang siapa pun untuk mendekat ke arah gudang. entah apa yang di fikirkan oleh abah Asep, yang jelas tak ada yang berani membantah perkataan beliau.
Sedangkan tuan Alex sendiri kini hanya duduk termenung di ruang tamu di kediaman abah. diri nya masih belum percaya dengan apa yang terjadi saat ini, apa lagi setelah melihat aksi putri semata wayang nya tadi. membuat begitu banyak pertanyaan yang kini bersarang di kepala nya. apa yang sebenar nya terjadi pada putri nya itu.
" Ehem .. apa tuan baik - baik saja ?." kali ini abah Asep membuka suara nya, saat setelah melihat tuan Alex yang cukup lama termenung di ruang tamu rumah nya.
Mendengar deheman sekaligus pertanyaan dari abah, membuat tuan Alex terkejut. diri nya tak sadar jika saat ini, ada seseorang yang telah duduk di hadapan nya dengan sikap yang berwibawa serta senyuman ramah tak pernah luntur dari wajah nya.
Ada rasa sungkan dalam diri tuan Alex saat melihat abah Asep, apa lagi diri nya sempat menghajar bahkan ingin membunuh putra dari pria yang ada di hadapan nya saat ini. akan tetapi, justru sikap abah sama sekali tak menaruh amarah apa lagi dendam pada nya. justru sikap ramah, sopan dan berwibawa abah Asep mampu meluluhkan keras hati dari tuan Alex.
" Iya, saya baik - baik saja. saya ingin bertanya pada anda, apa yang sebenar nya terjadi pada putri saya ? dan apa yang kalian ajarkan pada putri saya selama dia berada di podok pesantren ini ?." kali ini tuan Alex berujar pada abah, meski masih dengan nada yang angkuh. akan tetapi, setidak nya tuan Alex masih mau berbicara baik - baik kali ini.
Mendengar perkataan pria di hadapan nya, membuat abah tersenyum.
" Maaf sebelum nya tuan, jika tuan bertanya pada saya tentang apa yang terjadi pada nak Jenny, bukankah seharus nya tuan sendiri yang lebih tau tentang putri anda. karna tuan adalah ayah dari nak Jenny, lalu bagaimana bisa anda bertanya pada saya." dengan tersenyum abah berkata pada tuan Alex.
__ADS_1
Mendengar perkataan abah, membuat tuan Alex terdiam di tempat. bagaimana diri mengetahui keadaan putri nya, jika selama ini diri nya saja selalu di sibukan dengan bisnis nya.
" Tuan, nak Jenny memang pernah menjadi santri di sini untuk belajar agama, dan bahkan nak Jenny memutuskan untuk masuk agama islam itu semua murni atas keinginan diri nya sendiri. tanpa ada paksaan atau ancaman dari siapa pun. dan selama di sini saya berani menjamin, jika tak ada satu pria mana pun yang berani mendekati atau bahkan sampai melecehkan nak Jenny. karna di sini, kami selalu mengajarkan bagaimana batasan - batasan antara pria dan wanita yang bukan mahrom, dan kami di sini juga mengajarkan bagaimana seorang pria memuliakan, melindungi, bahkan menghormati seorang wanita. jadi insya Allah, nak Jenny masih keadaan suci selama berada di sini." ujar abah Asep menjelaskan pada tuan Alex.
" Tapi Jenny mengaku pada saya jika dia sedang hamil. bahkan Jenny berani mempermalukan saya di depan rekan bisnis saya, karna dirinya dengan begitu santai mengaku sedang hamil." kini terlihat jelas tuan Alex mulai emosi.
" Apa nak Jenny mengatakan langsung bahwa putra saya yang menghamili nya ?." abah Asep langsung memberikan pertanyaan langsung pada tuan Alex.
" Tapi Jenny tidak menyangkal saat saya bertanya bahwa pria yang menghamili nya adalah salah satu pria yang ada di pesantren ini. karna selama ini saya diam - diam selalu mengawasi putri saya. dan saya beberapa kali melihat melalui vidio kebersamaan kedua nya yang di kirimkan oleh seseorang yang saya perintahkan untuk mengawasi Jenny." ujar tuan Alex.
" Maaf tuan Alex, saya tidak bermaksud untuk membela putra saya. hanya saja, saya tau seperti apa putra saya. jangankan untuk menyentuh wanita, memandang wanita yang bukan mahrom saja, putra saya tak akan berani. karna pengawasan manusia tidak lah sebanding jika dengan pengawasan Allah. bukankah nak Jenny saja masih belum mengakui secara langsung, siapa yang menghamili nya bukan ? sebaik nya kita bisa bicarakan hal ini dengan kepala dingin dan tidak terbawa emosi. kalau memang benar terbukti, putra saya telah melecehkan nak Jenny, maka saya sendiri yang akan menghukum cambuk putra saya, dan saya juga akan langsung menyeret nya ke penjara." kali ini dengan nada yang cukup tegas abah berujar pada tuan Alex, hingga langsung membuat tuan Alex terdiam seketika.
Kini tuan Alex kembali terdiam dengan perkataan pria yang sangat - sangat berwibawa di depan nya. bahkan tuan Alex saja merasa sungkan jika menaikan nada bicara nya dengan abah. apa lagi dengan perkataan abah Asep yang akan menghukum dan memenjarakan sang putra, jika memang terbukti telah melakukan tindakan pelecehan pada putri nya Jenny.
**
Saat ini Khalifah harus menjadikan tubuh nya sebagai pelampiasan amarah Jenny. akan sangat berbahaya, jika Jenny melampiaskan amarah nya dengan orang yang tak mampu mengimbangi kekuatan dan keahlian bela diri nya. karna sudah dapat di pasti kan, nyawa orang tersebut akan melayang.
Inilah sisip gelap dari para anggota Black tim, karna setiap anggota nya harus siap menjadi samsak untuk meredakan amarah patner nya. jika ada yang bertanya mengapa hal itu bisa terjadi ? jawaban nya adalah setiap anggota nya telah beri suntikan sejenis serum ke tubuh masing - masing anggota Black tim.
Sebuah serum yang mampu mengendalikan kekuatan fisik dan denyut jantung seseorang.
akan tetapi, serum yang di suntikan pada tubuh para anggota Black tim akan sangat mempengaruhi emosi. jika emosi yang di miliki anggota nya melebihi batas wajar, maka mereka harus melampiaskan nya hingga emosi itu mereda.
Karna jika tidak, denyut jantung yang terpompa pada tubuh tidak akan stabil dan aliran darah pada otak pun akan terhambat. hal itu tentu saja akan sangat membahayakan, bahkan kemungkinan nyawa pun akan melayang. itu sebab nya setiap anggota Black tim harus bisa mengendalikan emosi pada diri mereka.
Sebenar nya ada cara lain, selain melampiaskan amarah nya dengan cara adu jotos. yaitu dengan cara berendam pada air es, agar suhu panas pada tubuh akan cepat menurun. akan tetapi, saat ini Khalifah tak memiliki waktu untuk menyiapkan nya. hingga membuat tubuh nya yang menjadi pelampiasan. setidak nya diri nya masih cukup mampu mengimbangi kekuatan dari Jenny.
__ADS_1
Bug
Bug
" Bruk .."
Kini tubuh Jenny pun ambruk setelah diri nya berhasil memberikan beberapa pukulan pada tubuh Khalifah.
" Bruk .."
Melihat tubuh Jenny yang ambruk, maka tak lama tubuh Khalifah pun ikut ambruk di samping tubuh Jenny. saat ini dengan kesadaran yang hampir menipis kedua nya masih berusaha untuk mengatur nafas nya.
" Maaf teh ..." dengan suara yang lirih Jenny mengatakan nya pada Khalifah, sebelum kesadaran nya benar - benar hilang.
Sedangkan Khalifah, masih sempat mengambil ponsel nya yang berada di saku celana nya, untuk menghubungi suami nya.
" Tut .. tut .. tut .." suara nada penghubung mulai terdengar.
" Assalamualaikum neng .. eneng engga apa - apa kan ? mas khawatir neng. " Terdengar suara dari ustadz Reyhan. yang saat ini sangat mengkhawatirkan keadaan sang istri.
" Wa'alaikumus salam .. mas Reyhan, bisa minta tolong, tolong hubungi pihak medis dari klinik untuk segera ke gudang sekarang." ujar Khalifah, di saat pandangan nya yang mulai buram.
Deg
Mendengar sang istri yang membutuhkan tenaga medis membuat ustadz Reyhan semakin khawatir, apa lagi saat ini suara yang di keluarkan sang istri sangat lah lirih bahkan hampir tak terdengar. entah apa yang terjadi pada sang istri saat ini.
***
__ADS_1