Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Membaik


__ADS_3

***


Sudah lima hari berlalu sejak malam na'as itu terjadi. itu berarti lima sudah Khalifah terbaring di ranjang pasien di salah satu klinik pulau B. Khalifah kini di rawat di ruang perawatan setelah sempat memasuki ruangan NICU selama dua hari. saat kondisi nya di kata stabil oleh dokter yang menangani nya maka Khalifah pun di pindahkan ke ruangan perawatan, walupun masih belum sadar kan diri.


Saat ini hanya abang sepupu nya lah yang selalu ada di samping Khalifah. semenjak Khalifah di pindahkan, diri nya bahkan tidak pernah meninggal kan ruangan perawatan. kecuali untuk sholat dan makan, sisa nya sang abang akan terus berada di ruangan tersebut untuk menemani sang adik.


Selain karna kuatir meninggal kan Khalifah sendiri, diri nya juga kuatir apa bila musuh sampai mengetahui keberadaan mereka. karna bisa saja musuh akan menyerang di saat kondisi yang tidak menguntung kan bagi kedua nya saat ini . dengan kondisi Khalifah yang belum sadarkan diri pasca operasi, dan saat ini keberadaan ke dua nya yang berada di tempat umum.


"Eeemm .." terdengar gumaman kecil keluar dari mulut Khalifah, yang menandakan bahwa diri nya akan segera sadar. mendengar hal itu sang abang pun langsung mendekat ke arah ranjang pasien. untuk memastikan pendengaran nya, apa benar sang adik sudah kembali sadar.


" Dek ... ade sudah sadar ? " karna diri nya masih belum melihat ada pergerakan pada Khalifah. dan tak berapa lama, diri nya melihat sedikit pergerakan pada kedua mata Khalifah yang masih tertutup, yang menandakan jika kedua mata itu akan segera terbuka. melihat itu diri nya pun segera berlari keluar untuk mencari dokter yang berjaga di klinik untuk meminta nya memeriksa keadaan sang adik.


Setelah berhasil bertemu dokter yang bertugas, diri nya langsung memberitahukan keadaan sang adik. mendengar itu dokter bergegas masuk ke ruang rawat Khalifa. Ketika memasuki ruang rawat, diri nya dan dokter pun di kaget kan dengan Khalifah yang sudah duduk bersandar pada ranjang pasien.


" Bagaimana keadaan nona ? apa yang anda rasa kan saat ini ?." ujar dokter itu bertanya pada Khalifah sambil mendekati ranjang pasien.


" Allhamdulilah .. saya sudah jauh lebih baik dokter, hanya mungkin kepala saja yang terasa pusing." ujar Khalifah memberitahukan kondisi yang di rasakan nya saat ini.

__ADS_1


Ketika dokter itu ingin menyingkap luka pada pinggul Khalifah. " maaf dok, bisa kah perawat saja yang memeriksa nya ? sebenar nya saya kurang nyaman jika pria yang bukan mahrom saya yang melihat dan menyentuh nya. sebenar nya saya sudah memeriksa nya dok, dan kelihatan nya luka bekas operasi nya sudah mulai mengering. " ujar Khalifah yang merasa sedikit tidak nyaman jika sampai dokter pria itu menyentuh tubuh nya dalam keadaan sadar.


Mendengar hal itu dokter itu pun hanya tersenyum, walau pun diri nya tidak beragama islam. akan tetapi diri nya sangat mengerti tantang hukum agama islam yang tidak boleh bersentuhan secara langsung dengan lawan jenis kecuali mahrom.


" Baik lah nona saya mengerti. tadi nona mengatakan luka bekas operasi, dari mana nona mengetahui bahwa itu adalah bekas operasi. " ujar sang dokter bingung. sedang kan saat Khalifah di operasi diri nya saja sudah tidak sadar kan diri. diri nya juga bingung pasien yang baru saja sadar langsung berinisiatif memeriksa luka pada diri nya, terutama pasien itu tahu bahwa luka yang ada pada tubuh nya adalah bekas sayatan pisau bedah.


" Maaf dok, adik saya adalah seorang dokter dan kebetulan juga dia seorang dokter bedah. jadi sudah pasti dia mengerti seperti apa luka bekas operasi. " abang pun langsung menjawab segala kebingungan sang dokter.


" Oh ... begitu rupa nya, pantas saja nona langsung mengerti. baik lah, karna nona seorang dokter bedah tentu nona sudah memahami apa saja dampak pasca operasi dan bagaimana cara perawatan nya. jadi, nona bisa langsung meminta perawat saja jika nanti membutuh kan bantuan. kalo begitu saya permisi dulu, selamat sore .." setelah mendapat jawaban dari pasien, sang dokter segera keluar dari ruang perawatan Khalifah.


" bang, sudah berapa lama eneng tidak sadarkan diri ? eh tunggu dulu, bagaimana bisa para musuh sampai tau keberadaan kita ?." Khalifah langsung bertanya pada sang abang.


" Kok si munafik sich bang ?." ujar Khalifah sambil mengerutkan dahi merasa bingung dengan perkataan abang nya.


" lah, terus apaan donk kalo bukan munafik. orang yang suka ngomong bo'ong, terus kalo di percaya berkhianat. karna malam itu, di mana saat abang akan kembali ke villa, ada seseorang yang sengaja menghalang - menghalangi perjalan abang. hingga saat abang sampai di villa, semua nya sudah terlambat, seperti nya mereka tahu ketidak beradaan abang di villa. " ujar abang menjelas kan kecurigaan nya.


" Maksud abang apa di tim kita ada yang bekhianat ?." dengan wajah yang begitu serius menatap sang abang.

__ADS_1


" Kalo di tim kita abang yakin dek, mereka kaga mungkin berkhianat. eneng tenang saja, abang sudah menyuruh ketiga anggota kita untuk menyelidiki masalah ini. sekarang eneng fokus dulu sama kesehatan eneng, kalo eneng udah baikan kita langsung pergi dari sini. " ujar abang yang tak ingin membebani pikiran sang adik.


Belum sempat Khalifah berbicara, dari arah luar terdengar suara ketokan pintu pada ruang rawat. " tok ... tok ... tok ... " dan setelah di persilah kan masuk. muncul lah seorang pria bertubuh kekar dengan setelan hoodie berwarna hitam.


" Ton, gimana ?." tanpa basa basi sang kapten langsung bertanya pada anggota nya.


" Miss sudah sadar ? syukurlah, bagai mana keadaan anda apakah sudah lebih baik ? .. " bukan langsung menjawab pertanyaan sang kapten, diri nya lebih memilih untuk menyapa Khalifah dan bertanya tentang kondisi nya yang saat ini sudah sadar.


" Allhamdulilah .. saya sudah lebih baik." Khalifah memberi tahukan kondisi nya.


Setelah menyapa adik dari kaptennya tersabut baru lah diri nya menjawab pertanyaan sang kapten.


"Seperti yang kita duga, ada penghianat yang sengaja membocorkan informasi keberadaan kita. dan satu lagi, musuh telah mengetahui bahwa ada anggota kita yang tertembak. mereka sudah menyebar kan anak buah untuk mencari ke rumah sakit, bandara dan dermaga." ujar pria yang di panggil Anton itu, memberitahukan seluruh informasi yang ketahui nya.


" Sit, .. bagai mana bisa secepat ini mereka menyadari nya, bukan kah kita sudah mengalihkan perhatian mereka. jika benar ada yang berkhianat gue pasti' in bajingan itu tidak akan mati dengan mudah. " ujar sang kapten dengan wajah yang memerah menahan amarah.


Diri nya juga merasa frustasi dengan keadaan yang di hadapi nya saat ini. karna melihat keadaan sang adik yang baru saja sadar beberapa jam yang lalu, sangat tidak mungkin untuk mereka pergi. akan tetapi, jika mereka tidak segera pergi cepat atau lambat musuh pasti akan menemukan keberadaan mereka. dan ini lah yang di takutkan nya sejak awal keselamatan sang adik saat ini sangat teracam.

__ADS_1


***


__ADS_2