Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Kedatangan Gus Fahmi


__ADS_3

***


Tak terasa sebulan sudah Khalifah dan Jenny tinggal di rumah yang di miliki Khalifah di area pesantren. jika saat ini Khalifah kembali di sibuk kan dengan tugas nya sebagai dokter militer di pusat kesehatan daerah yang ada di kota B, lain hal nya dengan Jenny, diri nya saat ini benar - benar mempelajari islam dengan di dampingi Arum. walaupun diri nya belum memeluk islam, akan tetapi jika ada waktu diri nya akan berusaha untuk menghadiri setiap pengajian yang di adakan di area pesantren.


Dan sudah sebulan pula sejak penolakan yang di lakukan gus Fahmi pada Khalifah, hingga saat ini masih belum ada tanda - tanda pembicaraan mengenai perjodohan dan amanah yang akan di jalan kan oleh Arum. abah pun tidak pernah membicarakan nya, entah lah apa yang ada di pikiran abah saat ini. keluarga gus Fahmi pun tak pernah menghubungi atau pun datang secara langsung, setelah terjadi nya peristiwa penolakan malam itu.


Sebenar nya Khalifah tak pernah mempermasalah kan hal itu, diri nya pun telah menemui sang uwa agar masalah yang terjadi pada diri nya, jangan sampai mempengaruhi amanah aki. Khalifah juga mengatakan pada sang uwa, bahwa diri nya saat ini baik - baik saja. Khalifah hanya tidak ingin uwa Asep merasa bersalah pada nya, hanya karna penolakan gus Fahmi pada Khalifah.


" Assalamualaikum ..." Khalifah memberi salam saat akan memasuki rumah nya.


" wa' alaikumus salam ... baru pulang miss ?." Jenny pun membalas salam Khalifah.


" Hmmm ..."


Dengan berjalan ke arah dapur untuk mengambil air dari dari kulkas dan memilih duduk di meja makan untuk meminum nya. melihat itu Jennya pun mengikuti nya dari belakang dan duduk berhadapan dengan Khalifah.


" Miss ... gue udah mutusi, kalo gue fix masuk islam. gue ngerasa tenang dan nyaman setelah gue tau banyak tentang islam, dan gue ngerasa selama di sini, gue bener - bener di hormati sebagai cewek."


Akhirnya Jenny pun memutuskan untuk memeluk agama islam sebagai pegangan sekaligus penuntun hidup nya. setelah hampir 28 tahun tak pernah mengenal siapa yang menciptakan diri nya ke dunia. selama ini hidup Jenny hanya berdasar kan keinginan nya saja. sejak mengenal Khalifah lah diri nya banyak mengetahui bahwa diri nya hidup karna ada yang menciptakan, bukan hanya karna ke dua orang tua nya saja yang menghadirkan diri nya ke dunia. karna kuasa Allah lah diri nya hadir di rahim sang mama, dan karna kehendak Allah lah diri nya lahir ke dunia.


" Allhamdulilah ya Allah ..." Khalifah bangkit dari duduk nya dan langsung memeluk Jenny, memeluk teman, yang bentar lagi akan menjadi saudari nya dalam seiman.


" Kapan rencana nya kamu akan bersyahadat ?." setelah melerai pelukan nya Khalifah bertanya pada Jenny.


" Kapan miss ada waktu ?." bukan menjawab pertanyaan Khalifah, diri nya justru balik bertanya.


" Kenapa ?."


" Gue pengen miss yang menyaksikan syahadat yang gue ucap kan, saksi sejarah perubahan dalam hidup gue." Jenny mengatakan keinginan nya pada Khalifah.


Khalifah yang mendengar pun langsung tersenyum, diri nya mengerti posisi Jenny saat ini. jauh dari keluarga bahkan hidup tanpa perhatian dan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tua nya. membuat Jenny membutuh kan seseorang yang benar - benar menyayangi nya.

__ADS_1


" Kapan pun itu, aku siap untuk menyaksikan sejarah perubahan dalam hidup mu. dan mulai saat ini, aku adalah teteh mu Jenn. bukan atasan yang selalu kamu panggil miss." kembali Khalifah memeluk tubuh Jenny dengan erat.


" Apa benar miss mau jadi kakak untuk ku ?." ujar Jenny yang langsung menatap wajah Khalifah, seperti tak percaya akan perkataan yang Khalifah katakan barusan.


" Hmmm ..." dengan seyuman tulus dan anggukan kepala yang di berikan Khalifah membuat Jenny tak bisa lagi menahan tangis nya.


" Hik ...hik ... terima kasih miss ... hik .. hik .. terima kasih sudah mau menjadi kakak untuk ku ..hik .. hik .. " Jenny sudah tak mampu lagi untuk berkata - kata, hanya kata terima kasih serta tangisan lah yang mampu keluar dari bibir nya.


Bagi Jenny kebahagian nya saat ini sungguh tak bisa di ukir dengan kata - kata apa pun. selama ini, Jenny tak pernah mendapatkan senyuman tulus dari sang mama, jangan kan untuk tersenyum bahkan untuk bertemu saja sangat lah sulit. Jenny memang hidup dengan bergelimang harta, penuh dengan kemewahan yang di berikan ke dua orang tua nya. akan tetapi yang Jenny butuh kan selama ini adalah kasih sayang kedua orang tua nya bukan materi.


Di saat Jenny sedang merasak bahagia di pelukan Khalifah, tiba - tiba saja dari arah pintu utama terdengar seseorang mengucap kan salam.


" Assalamuaikum ... bidadari surga, gadis tarsan, a'a Fadil datang ..." suara lengkingan dari Fadil pun terdengar jelas di telinga ke dua gadis penghuni rumah.


Mendengar suara dari Fadil kedua nya langsung melerai pelukan nya,


" Cih ... ngapain ustad gesrek itu datang kemari ?." ujar Jenny yang langsung berdiri dari duduk nya.


" Entah lah, lah .. kamu mau ke mana ?." ujar Khalifah yang bingung saat Jenny justru masuk ke kamar nya, bukan berniat untuk membuka kan pintu utama.


" Iss .. udah kaya kucing sama tikus saja kalian berdua, pakai main ngumpet segala lagi. entar jodoh baru nyaho ..." ujar Khalifah menggoda Jenny. dengan berjalan ke arah pintu depan untuk membukan pintu.


" Iiiyuh ... bakal mandi kembang tujuh rupa gue, kalo sampe ustad gesrek itu jadi laki gue." ujar Jenny dari dalam kamar, saat mendengar godaan dari Khalifah.


Khalifah yang mendengar perkataan Jenny hanya tersenyum dengan menggelengkan kepala nya. entah kenapa, sejak Jenny di juluki dengan gadis tarsan oleh Fadil. ke dua nya tak pernah akur, ada saja perdebatan dan pertengkaran jika kedua nya bertemu.


" wa'alaikumus salam ... " setelah pintu terbuka, Khalifah menjawab salam dari Fadil.


" Ada apa a'a ?."


Bukan nya menjawab, Fadil justru cilingak - celinguk memperhatikan ke arah dalam rumah, seperti sedang mencari sesuatu.

__ADS_1


" A'a mau cari Jenny ya ? orang nya ada di dalam." ujar Khalifah yang seperti nya mengerti dengan gerak - gerik yang di perlihatkan si a'a.


" Ehh ... engga kok, ngapain juga cari'in gadis tarsan itu. neng .. kenapa eneng bisa berteman dengan gadis tarsan itu ? asal eneng tau saja, gadis tarsan itu selalu mengancam a'a, bahwa diri nya akan membuat lubang di kepala a'a dengan senjata yang di miliki nya. dia itu sungguh seperti mafia saja." ujar Fadil yang bergedik ngeri jika ingat Jenny mengacam diri nya dengan senjata.


Fadil memang telah mengetahui, di saat terjadi nya penolakan gus Fahmi, gadis bercadar yang menodongkan senjata ke arah diri nya ada Jenny. itu sebab nya ada perasaan takut yang di rasakan oleh Fadil saat berdekatan dengan Jenny.


Mendengar pengaduan yang di sampaikan sang a'a membuat Khalifah tersenyum, diri nya melihat sedikit ketakutan pada raut wajah Fadil, saat Jenny berhasil menakuti nya dengan senjata. Khalifah tau seperti apa Jenny, itu mengapa diri nya hanya tersenyum mendengar pengaduan sang a'a.


" A'a tenang saja, Jenny tidak akan berbuat yang aneh - aneh. dan ada keperluan apa a'a datang kemari ?." ujar Khalifah bertanya tujuan sang a'a datang ke rumah nya.


" Asstagfirullah ... jadi lupa kan, gara - gara si gadis tarsan ini. a'a cuma mau bilang kalo eneng di suruh abah untuk datang ke rumah. karna ba'da isya insya Allah gus Fahmi akan datang ke rumah." fadil pun menyampaikan tujuan nya datang menemui sang adik.


" Terus apa hubungan nya sama eneng ?." Khalifah merasa bingung apa hubungan diri nya dengan kedatangan gus fahmi. bukan kah gus Fahmi telah menolak nya.


" A'a tidak tau neng, yang jelas abah meminta eneng untuk datang nanti malam ba'da isya."


" Baik lah, insya Allah ba'da isya eneng akan datang." Khalifah memang sangat menghormati sang uwa, itu sebab nya diri nya tak kuasa untuk menolak permintaan sang uwa.


" Baik lah kalo begitu, a'a permisi dulu. karna a'a akan kembali ke pesantren, dan sebelum gadis tarsan mafia itu keluar dengan membawa senjata nya, untuk membuat lubang di kepala a'a." ujar Fadil pada Khalifah.


" Ehh..ustad gesrek .. ! gue tau lo ngomongin gue dari tadi. lo benaran mau.. " belum sempat Jenny meneruskan kata - kata nya.


" Assalamualikum neng ... " ujar Fadil dengan berlari dari hadapan Khalifah dengan secepat kilat.


" Iss ... gitu aja udah kabur."


" Lagian kenapa juga mesti ngancam pakai senjata segala sich ?."


" He .. he .. he .. gue suka lihat wajah ketakutan ustad gesrek, wajah nya imut kalo lagi takut." ujar Jenny dengan terkekeh.


" Awas .. jadi laki beneran lo .." ujar Khalifah dengan berlalu pergi menuju ke arah kamar nya yang berada di lantai dua.

__ADS_1


Mendengar godaan yang di lontarkan Khalifah, Jenny hanya mengerucutkan bibir nya dan ikut berlalu masuk ke kamar nya. sedang kan Khalifah masih merasa bingung dengan kedatangan gus Fahmi, bukan tentang kedatangan nya. akan tetapi permintaan sang uwa yang mengingin kan diri nya hadir lah, yang menjadikan Khalifah bingung.


***


__ADS_2