
***
Sesaat setelah sambungan telpon di matikan justru sang uwa masih termenung di tempat. uwa Asep masih memikirkan tentang permintaan Khalifah untuk tidak memberi tahukan masalah proses Khitbah dengan orang tua nya, dan Khalifah yang terkesan terburu - buru mematikan ponsel sebelum uwa nya selesai menjawab salam.
Sebenar nya bukan masalah, Khalifah mematikan ponsel nya secara terburu - buru akan tatapi percakapan sebelum nya lah yang menjadikan uwa sedikit tidak tenang. uwa Halimah mendekat karna merasa aneh dengan raut wajah sang suami.
" Abah ada apa ? kok ummi perhatikan abah kaya tidak tenang ? apa ini masalah eneng ? apa eneng menolak perjodohan nya ? kalo eneng nolak berarti Arum donk yang menggantikan eneng ? terus kalo Arum yang menggantikan eneng bagai mana dengan janji abah dengan almarhum mang Agus ?. " ujar ummi Khalimah bertanya pada sang suami , bak seorang wartawan dan tanpa jeda.
Mendengar pertanyaan sang istri yang tanpa jeda abah hanya tersenyum. " ummi ini udah kaya wartawan saja, pertanyaan nya udah kaya rel kereta api, ... he ... he ... he ... " kekehan abah di akhir perkataan nya dan kemudian terdiam untuk berapa saat.
" Iya ini memang tentang eneng, tapi bukan masalah perjodohan. karna eneng baru saja memberi tahu abah, bahwa eneng menerima amanah dari aki, sekaligus menerima perjodohan dan Khitbah dari gus Fahmi. " ujar abah memberi tahu sang istri tapi terlihat jelas raut wajah sang suami masih ada kekuatiran.
" Allhamdulilah ..terus kenapa muka abah terlihat kuatir ?. " ujar ummi Halimah yang terlihat bingung.
" Huuhh .. " abah pun menghela nafas nya yang terasa berat entah apa yang di rasa kan nya saat ini diri nya pun bingung.
" Tadi eneng meminta abah untuk merahasiakan tentang proses Khitbah si eneng dari kedua orang tua nya. eneng bilang, akan membicarakan nya dengan kedua orang tua nya setelah proses khitbah. tapi sebenarnya, bukan itu yang membuat abah sedikit kuatir. akan tetapi, sebelum eneng menutup telpon nya dengan abah. abah mendengar ada seseorang yang berbicara dengan eneng, walau pun tidak begitu jelas. tapi kata - kata mafia dan senjata, sangat terdengar jelas di telinga abah. entah mengapa ummi, abah merasa kuatir dengan eneng. abah takut terjadi apa dengan nya. " ujar abah memberitahukan kegalauan nya kepada sang istri, abah berharap dengan menceritakan nya dengan sang istri rasa kuatir itu akan hilang.
" Ya Allah abah ... " ummi Halimah terlihat shock mendengar apa yang di katakan suami nya, mungkin diri nya tidak mengerti kata mafia akan tetapi jika senjata ummi Halimah jelas faham.
" Tapi ... tunggu dulu abah, bukan nya si eneng memang perwira TNI yaa ? kalo senjata itu yang buat ngedor itu kan bah ?. " sambil memperagakan tangan nya seperti pistol yang akan menembak.
" Terus apa salah nya kalo eneng bawa senjata ? bukan nya tentara sama kaya polisi ya bah bawa pistol ?. " ujar sang istri bertanya pada suami nya. dan ini lah kesalahan abah menceritakan sesuatu pada ummi Halimah yang istri nya itu bahkan tidak mengerti sama sekali.
" Iya ummi, memang engga ada salah nya kalo masalah senjata nya. bahkan abah juga tahu, kalo eneng mahir dalam menebak. bahkan jauh sebelum eneng masuk militer. di sini yang abah kawatirkan itu mafia nya ummi. "
Belum selesai abah menjelas kan ummi Halimah langsung menyela, " apa bah lumpia ?. " sambil mengerutkan dahi bingung apa hubungan nya antara lumpia dan senjata, betul - betul aneh menurut ummi Halimah.
" Ya Allah ummi, bukan lumpia ummi tapi MAFIA ." abah langsung menekan kan kata pada mafia.
" Mafia ... memang nya mafia itu sejenis makan atau apa bah ? ummi baru dengar kata - kata seperti itu. " masih dalam mode bingung karna memang ummi Halimah belum pernah mendengar kata mafia sebelum nya.
" Mafia itu penjahat kelas kakap ummi, kejahatan mereka sudah tidak di ragukan lagi. dari obat - obatan terlarang , prostitusi , persenjataan, pokok nya penjahat VVIV ummi. abah juga jadi bingung menjelaskan nya. " dan benar saja saat ini kekuatiran abah sedikit hilang.
__ADS_1
Tetapi justru diri nya di buat bingung dengan sang istri. melihat ummi Halimah yang masih terlihat bingung, abah langsung berdiri dari tempat duduk . " sudah lah ummi tidak usah memikirkan itu, ummi akan pusing sendiri nanti. karna ummi tak akan mampu mencerna nya ". abah pun langsung berjalan masuk menuju kamar. sedang kan ummi Halimah yang dalam keadaan bingung, segera mengikuti sang suami memasuki kamar.
Sedangkan di lain tempat, seseorang yang tengah di kuatir sang uwa saat ini tengah berada di sebuah gedung bersama dengan kedua rekan nya. jika ada yang mengira Khalifah saat ini sedang berada di gedung latihan atau olah raga maka itu salah besar. karna saat ini Khalifah sedang berada di gedung yang di gunakan sebagai kasino dan bar. tidak terbayang bukan jika seorang Khalifah mampu memasuki tempat seperti itu. ets ... jangan salah karna Khalifah saat ini sedang menjalan kan tugas nya.
Bersama kedua rekan nya Khalifah memasuki sebuah kasino di pulau B. dengan setelan berwarna senada tetapi dengan gaya yang berbeda, jika rekan wanita Khalifah memilih menggunakan outfit yang terkesan seksi, berbeda dengan rekan pria nya yang lebih memilih setelan formal, sedang Khalifah sendiri menggunakan setelan hoodie kedodoran plus kerudung sport, dan sepatu kets dengan warna senada yaitu sama - sama berwarna hitam.
Tiba di dalam gedung ketiga nya langsung berpencar. sebelum berpencar,
" Aku suka pekerjaan sampingan ini, tapi sayang si kakek tua itu melarang untuk resigh. " ujar rekan wanita nya sambil berjalan dan lebih memilih ruangan bar. dan Khalifah tanpa merespon apa pun berjalan memilih untuk memasuki ruangan kasino.
Sedang kan teman pria nya lebih memilih untuk menyewa kamar yang di sedia kan untuk para tamu yang datang ke tempat itu, dengan membawa seorang wanita yang di sewa nya.
" Aku juga menyukai nya. " ujar rekan pria nya.
" Ehh, tempe busuk lo jangan main enak - enak yaa .. awas aja lo ..!! " ujar si wanita pada rekan pria nya, saat sekilas dirinya melihat rekan nya tersebut memasuki sebuah kamar dengan ditemani seorang wanita seksi.
Ketiga nya memang telah terhubung dengan menggunakan earpiece. earpiece yang di gunakan Khalifah dan rekan wanita nya berupa anting agar tidak terlihat mencurigakan, sedang untuk rekan pria nya di letak kan di belakang daun telinga agar tidak terlihat.
" Yey, donat suka - suka gue lah. selama perkerjaan gue beres engga masalah kan ? benar kan ustazah ?. " si tempe busuk pun mencari pembelaan pada Khalifah.
" Donat, perhatiakan pria berjas hitam dengan dasi corak batik, dia menuju bar. " Khalifah kembali mengintrupsi.
" Yes, he is coming here. " ujar rekan wanita nya sambil memperhatikan target.
" Keep watching ." masih Khalifah memberi intruksi.
" Yes, miss. " ujar rekan wanita nya.
Ketiga nya kembali terdiam, tak ada pembicaraan lanjutan karna ke tiga nya kini benar - benar sedang fokus pada tugas masing - masing. hingga di menit ke lima belas.
" yes , clear miss. " ujar si rekan pria nya.
" Okey , now. " Khalifah langsung memberi perintah saat mendengar rekan pria nya berkata.
__ADS_1
Mendengar perintah dari Khalifah ketiga nya langsung bergerak. jika si wanita beraksi dengan mengalihkan terget nya maka rekan pria nya mengawasi melalui cctv gedung yang sudah hack melalui ponsel. dan Khalifah sendiri memasuki restricted area.
Dengan segala kemampuan Khalifah serta arahan dari rekan pria nya, diri nya berhasil memasuki ruangan tersebut tanpa membunyikan alaram yang dipasang. alat berjenis sensor tubuh akan mengidentifikasi suhu pada tubuh seseorang, dan apa bila jika ada orang tidak di kenal memasuki ruangan tersebut maka dengan otomatis alaram yang terpasang pada ruang tersebut akan berbunyi. karna alaram tersebut memang di kendalikan sepenuh nya oleh cctv yang terpasang secara tersembunyi.
" Miss ... sebelah kiri ." ujar si pria mengarah kan sambil melihat ponsel di tangan nya.
" Miss, seseorang masuk. " khalifah yang mendengar pun langsung bersembunyi di bawah meja.
Benar saja seorang pria masuk ke dalam ruangan untuk mengecek ke dalam ruangan. entah apa yang di lakukan pria itu, setelah hampir lima belas menit pria itu pun keluar. dan Khalifah pun keluar dari persembunyian nya, Khalifah langsung mendekati meja yang ada di dalam ruang tersebut. yang di tuju Khalifah bukan meja tapi benda yang berada di atas meja. kali ini Khalifah bertindak sebagai pencuri data dari leptop yang ada di ruangan tersebut. semua data berhasil di copy pada flashdick yang di bawa nya.
" Yes ... let's go. " ujar Khalifah setelah berhasil melancarkan aksinya. Khalifah pun segera keluar, akan tetapi saat akan melangkah keluar terdengar seseorang mendekat ke arah nya.
" Who are you ?. " dengan tatapan nyalang lelaki tersebut memindai seluruh penampilan Khalifah dari atas hingga bawa.
" Apa yang kamu lakukan di tempat ini ?. " belum Khalifah menjawab pria itu kembali bertanya dengan tatapan yang sama.
" Anda sendiri siapa ?. " dengan menampilkan wajah polos nya Khalifah seolah - olah tak bersalah.
Melihat wajah Khalifah yang terlihat imut dan polos, pria itu sempat terdiam sesaat namun tatapan nya pada Khalifah tetap tidak berubah.
"Apa yang kamu lakukan di sini ? " kembali pria itu mengintrogasi Khalifah.
" Saya sedang mencari kekasih saya, kata nya dia sedang bersama wanita di salah satu kamar di tempat ini. " masih dengan menampilkan wajah lugu dan polos.
Sungguh akting yang bagus dan tentu di tunjang dengan wajah yang imut, karna orang tak akan menyangka Khalifah seorang wanita dewasa. jika di lihat dari wajah Khalifah yang terlihat imut, maka orang akan mengira diri nya gadis belasan.
Tak lama dari arah berlawanan seorang pria bersetelan formal datang dengan tergesa - gesa mendekati Khalifah,. " sayang ... apa yang kamu lakukan di sini ?. " ujar si pria.
Khalifah langsung menatap nyalang pada pria yang mendekati nya dan tanpa aba - aba "plak" tangan Khalifah mendarat di pipi sang pria, agar tak bersentuhan langsung dengan pipi pria itu Khalifah memasukan tangan nya sedikit ke dalam tangan baju hoodie milik nya.
" Itu hukuman untuk pria mesum seperti mu .. ! berani nya kamu bercumbu di saat sedang bekerja apa yang ada di otak mu .. ! ingat ini adalah peringatan, jika sampai hal ini terjadi lagi. bukan hanya itu yang kamu dapatkan .. !! " setelah mengatakan itu Khalifah langsung pergi dari tempat tersebut, dan di ikuti oleh pria yang di tampar nya tadi dengan kepala yang menunduk.
sedangkan untuk pria yang berdiri di samping Khalifah sejak tadi, hanya menatap bingung dengan kejadian di depan nya. yang ada di pikiran pria tersebut adalah pertengkaran sepasang kekasih.
__ADS_1
" Cihh ... dasar pria brengsek, sungguh malang nasib gadis kecil itu. " pria itu pun mengumpat dan berlalu pergi begitu saja, diri nya tidak sadar jika gadis kecil yang di kasihani nya tersebut adalah seorang pencuri ulung.
***