
***
Di kawasan pesantren lebih tepat nya di kediaman Khalifah, hari ini jam telah menunjukan pukul 22.00 malam. terdengar suara deru mesin mobil berhenti tepat di depan rumah minimalis berlantai dua itu.
" Cklek."
" Bruk."
Suara pintu mobil terbuka dan tertutup kembali, keluarlah sosok wanita berseragam dari dalam mobil, dengan langkah gontai diri nya berjalan menuju pintu rumah.
" Cklek " bunyi pintu rumah yang terbuka dari dalam, dan saat ini di depan nya telah berdiri sosok pria tampan dengan memamerkan senyuman nya yang menawan.
" Assalamualikum .." ujar Khalifah mengucapkan salam sambil meraih tangan pria yang ada di depan nya saat ini, dan mencium punggung tangan nya dengan takzim.
" Wa'alaikumus salam ..."
" Mas sudah makan malam belum ? dan kenapa belum tidur ?."
" Iya, mas sudah makan. kalo untuk tidur, mas sengaja nunggu'in eneng dulu. neng udah makan belum ?." dengan meraih tangan sang istri berjalan masuk ke dalam rumah beriringan.
" Udah, tadi sebelum operasi yang kedua eneng sempat makan dulu. kenapa engga tidur duluan ? kan eneng udah bilang kalo mas tidur aja duluan. lagian eneng bawa kunci rumah cadangan, jadi mas engga perlu bukain pintu buat eneng." dengan mengikuti langkah ustadz Reyhan Khalifah berujar.
" Mas engga bisa tidur kalo eneng belum datang, mas khawatir sama neng." memang terlihat jelas pada raut wajah suami nya itu, bahwa saat ini diri nya benar - benar khawatir.
" Mas, dari dulu cita - cita eneng memang pengen jadi dokter bedah, dan allhamdulilah, eneng udah jadi dokter. tapi sekarang ini eneng punya cita - cita yang lain, cita - cita ngebahagian kamu."
Cup
Kecupan singkat pun mendarat di pipi ustadz Reyhan, dan setelah memberi kecupan di pipi Khalifah segera berlari menuju tangga. sedang ustadz Reyhan sempat terpaku dengan kecupan sang istri.
" Neng kenapa lari ?." setelah sadar istri nya itu telah menaiki tangga.
" Neng mau mandi masss ... " dengan terus berlari menuju kamar.
" Ya Allah .. " dengan menggelengkan kepala nya ustadz Reyhan mengikuti langkah sang istri menuju lantai dua di mana letak kamar kedua nya berada.
Saat tiba di kamar ustadz Reyhan sudah tidak menemukan istri nya, hanya terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. yang menandakan saat ini istri imut nya itu tengah mandi.
Sekitar lima belas menit, pintu kamar mandi pun terbuka. Khalifah keluar dengan memakai piama tidur berbahan satin yang kali ini cukup seksi dan terbuka.
Melihat pintu kamar mandi terbuka, perhatian ustadz Reyhan pun teralihkan. setelah melihat piama yang di kenakan istri nya itu, membuat ustadz Reyhan shock bahkan buku yang ada di tangan nya pun langsung terjatuh begitu saja. karna apa yang di kenakan sang istri saat ini, sungguh sangat menggoda iman.
" Asstagfirullah ... ! neng itu aurat ke buka ke mana - mana." dengan membalikan tubuh nya membelakangi sang istri.
Tidak heran jika ustadz Reyhan terlihat shock dengan penampakan Khalifah yang seperti gadis tarzan. karna sendari kecil ustadz Reyhan memang hidup di lingkungan pesantren, bahkan saat di kairo diri nya belum pernah menemukan penampakan seperti itu.
Selama ini ustadz Reyhan memang selalu menjaga pandangan nya, bahkan di saat diri nya menjamah sang istri saja, ustad Reyhan pun belum berani memandang seluruh tubuh sang istri.
" Heh ... "
__ADS_1
Melihat tingkah suami nya itu, membuat Khalifah mengerutkan kening nya bingung. bahkan diri nya sempat melihat ke sekeliling kamar, memastikan apa yang salah dengan diri nya.
" Mas, pintu sama tirai kaca nya udah ketutup rapat. emang aurat eneng kebuka kemana ?." setelah beberapa saat terdiam, diri nya semakin bingung dengan perkataan sang suami. apa lagi saat ini ustadz Reyhan masih membelakangi diri nya.
Mendengar perkataan istri nya itu, membuat kesadaran ustadz Reyhan kembali. saat ini ustadz Reyhan mulai menyadari bahwa di kamar ini hanya ada diri nya dan sang istri. diri nya tentu saja sudah halal jika memandang wanita yang saat ini berpenampilan seperti tarsan.
" Mas ... " kali ini Khalifah mendekat ke arah suami nya itu, yang tengah duduk di tempat tidur.
" Ehem .. iiiya .." dengan berlahan ustadz Reyhan mengambil buku yang sempat terjatuh di lantai, sebagai pengalihan kegugupan nya saat ini.
" Mas kenapa sich ?." ada nada kesal pada pertanyaan yang di ajukan Khalifah pada suami nya itu.
Mendengar pertanyaan sang istri yang bernada kesal, membuat ustadz Reyhan menghembuskan nafas nya. dan berlahan ustadz Reyhan menatap wajah sang istri saat ini, walau pun dengan degup jantung yang hampir copot dari tempat nya.
" Mmmaaf neng, mas engga ada maksud apa - apa. hanya saja, mas belum terbiasa melihat eneng mengenakan pakaian seperti ini." dengan menahan nafas nya ustadz Rayhan berujar pada Khalifah. bahkan arah pandangan nya hanya tertuju pada wajah sang istri.
Mendengar perkataan sang suami membuat Khalifah langsung tersenyum lebar, apa lagi saat ini raut wajah sang suami memerah. dan tanpa berkata, Khalifah justru memeluk suami nya itu.
" Eneng istri mas, apa yang ada pada diri eneng sudah halal untuk mas. jadi mulai saat ini, biasakan untuk melihat eneng seperti ini jika hanya kita berdua dalam kamar. karna mulai saat ini eneng akan menjadi wanita penggoda ..."
" Asstagfirullah ... neng ngomong apa sich ..! dosa neng ..! " kali ini justru ustadz Reyhan terlihat kesal dengan perkataan istri nya itu. bahkan ustadz Reyhan melerai pelukan nya dari sang istri.
" Ehh .. kok dosa ? bukan nya dapat pahala ya .."
" Ya jelas dosa ..! masa iya jadi wanita penggoda engga dosa." masih dengan nada yang kesal, ustadz Reyhan berujar.
" Ada kok wanita penggoda yang engga dosa."
" Kalo yang di goda suami sendiri seperti ini ..."
Cup
Kecupan singkat kali ini justru mendarat di bibir ustadz Reyhan.
" Pasti dapat pahala kan ustadz ?." Khalifah kembali berujar pada suami nya itu dengan tersenyum.
" Ehem ... iya, kita bobo neng, udah malam. eneng juga pasti cape habis operasi. " untuk menghilangkan rasa gugup nya, ustadz Reyhan mengalihkan pembicaraan nya.
Mendengar perkataan sang suami, Khalifah pun segera membenarkan posisi nya untuk berbaring di tempat tidur. karna apa yang di katakan sang suami saat ini memang lah benar, jika seluruh tubuh nya sangat lah lelah. bagaimana tidak, dalam waktu satu hari Khalifah melakukan dua kali tindakan operasi pada pasien.
" Boleh peluk ?." setelah kedua nya berbaring di tampat tidur, Khalifah kembali berujar.
Tanpa banyak kata, ustadz Reyhan pun langsung memeluk tubuh sang istri dan memberikan kecupan di kening Khalifah.
" Tidur lah .."
" Hhhmm .." dengan memejamkan kedua mata nya.
Tak perlu waktu lama untuk Khalifah masuk kedunia mimpi, hanya membutuhkan waktu kurang dari sepuluh menit dengkuran halus telah terdengar di telinga ustadz Reyhan. lain hal nya dengan pria yang saat ini memeluk tubuh nya itu, justru saat ini diri nya tak mampu memejamkan kedua mata nya.
__ADS_1
Bagai mana tidak, baju yang di kenakan sang istri sungguh membuat keimanan nya menipis. apa lagi piama itu memperlihatkan dengan sangat jelas lengkuk tubuh bahkan dada sang istri.
' Ya Allah ... si eneng memang benar - benar sukses menjadi wanita penggoda malam ini.' ustadz Reyhan bermonolog dalam hati, dengan terus mengalihkan arah pandangan nya pada yang lain.
Semakin diri nya mengalihkan arah pandangan nya, semakin kuat pula magnet dalam diri istri nya itu menarik agar menjadi pusat pandangan nya.
' Bodo amat lah .. halal ini mah ..' dan kali ini pandangan nya pun langsung berpusat pada seluruh tubuh sang istri.
Detik berganti menit dan menit berganti jam, tak terasa waktu berlalu dengan cepat suara Azan subuh pun kini telah terdengar dari mesjid pesantren.
" Eehhh ... udah subuh, cepet banget yah. ini kenapa badan kok tambah lemes, masa iya cuma gara - gara tindakan operasi kemaren, bikin badan pegel semua." ujar Khalifah yang mencoba untuk bangkit dari tidur nya dengan melakukan sedikit peregangan pada otot tubuh nya.
Sedangkan dari dalam kamar mandi saat ini terdengar suara gemericik air, yang menandakan sang suami tengah berada di kamar mandi. tak lama berselang pintu kamar mandi pun terbuka, dan keluarlah sosok pria yang telah sah menjadi suami nya itu dengan setelan koko lengkap dengan sarung yang menepel pada tubuh nya.
" Udah bangun neng ?." dengan berjalan mendekati sang istri di tempat tidur.
" Iya , tapi badan eneng cape banget. lemes lagi, aduhhh ..."
Tanpa ingin berajak dari tempat tidur Khalifah berujar pada sang suami yang menghampiri nya, dan dengan masih bersandar santai pada sandaran tempat tidur.
" Cape benget ya .. mau mas pijat ?." ujar ustadz Reyhan menawarkan diri.
" Ehh .. engga usah mas, lagian mas kan mau ke mesjid."
" Udah engga apa - apa. sini mas pijat, hari ini mas sholat di rumah saja." dengan berlahan menarik tubuh sang istri agar membelakangi diri nya.
Tanpa bisa menolak, akhirnya Khalifah pun menuruti kemauan suami nya itu. kini Khalifah mulai merasakan pijatan sang suami yang membuat nya terasa nyaman, bahkan rasa kaku pada leher dan bahu nya pun secara berlahan mulai rileks kembali.
Setelah hampir dua puluh menit, Khalifah pun menghentikan pijatan suami nya itu, saat merasakan badan nya mulai enakan. apa lagi iqomah telah terdengar sejak tadi, takut jika waktu subuh akan berakhir.
" Mas, makasih ya ... eneng mau mandi dulu."
Dengan berlahan Khalifah beranjak dari tempat tidur. baru saja beberapa langkah, suami nya itu membuka suara nya.
" Neng .. mandi junub yah." ujar ustadz Reyhan dengan menundukan kepala nya malu.
Bagaimana tidak malu, semalam tanpa izin dari sang istri, diri nya sukses menjadi pencuri. dan itu semua akibat wanita penggoda yang ada di pelukan nya semalam, iman nya langsung hancur lebur bak serpihan kaca.
" Maksud mas ?."
Mendengar perkataan suami nya itu membuat Khalifah bingung. bagaimana bisa suami nya menyuruh nya mandi junub, sedang diri nya tidak merasa dalam keadaan junub.
" Mas udah jadi pencuri semalam." masih dengan menundukan kepala nya.
" Pencuri gimana ? mas kalo ngomong yang jelas ihh ... "
" Jika eneng sukses menjadi wanita penggoda semalam, maka mas juga sukses menjadi pencuri itu ..." dengan menunjuk ke arah tubuh sang istri.
Melihat arah tunjukan suami nya itu, seketika Khalifah langsung sadar dengan apa yang di maksud suami nya itu. apalagi perihal mandi junub, otak cerdas nya langsung menangkap apa yang di lakukan suami nya itu semalam pada diri nya.
__ADS_1
Hanya saja, bagai mana bisa diri nya tak sadar jika suami nya semalam telah menggauli nya. apa lagi selama ini Khalifah sangat terlatih untuk tetap menjaga kesadaran nya di situasi apa pun. dan kali ini, ustadz brondong nya itu, mampu menjadi pencuri ulung tanpa di sadari nya.
***