
***
Meninggal kan kediaman abah, kini kita beralih pada kedua gadis yang kepergian kedua nya menjadi pusat perhatian. saat ini kedua nya tengah berada di sebuah mesion, lengakap dengan anggota black tim yang lain nya.
Saat ini seluruh anggota tengah mempersiapkan rencana penyergapan terhadap anggota mafia yang mencoba menyeludup kan barang - barang ilegal dari berbagai negara. dan kali ini penyergapan akan di lakukan secara matang, agar kejadian beberapa bulan yang lalu tidak sampai kembali terjadi.
Bang Johan sebagai kapten black tim, sangat mewanti - wanti para anggota nya agar kali ini jangan sampai lengah. karna sedikit saja melakukan kesalahan maka keselamatan dan nyawa pun akan melayang.
" Bang, jadi benar kalo target eneng, mengarah pada target black tim selama ini ?." Khalifah bertanya pada Johan.
" Hhhmmm ... tapi abang khawatir neng, khawatir jika target mengetahui indentitas kalian berdua." ujar bang Johan pada Khalifah dan Jenny.
" Abang tenang saja, kita sudah antisipasi terlebih dahulu. jadi insya Allah semua aman terkendali. " Khalifah berujar pada bang Johan, agar tidak terlalu mencemaskan diri nya.
" Okey kalo begitu, kita akan beraksi nanti malam pukul 00.00 malam. karna menurut informasi, barang akan sampai dermaga sekitar pukul 02.00 dini hari." ujar bang Johan memberikan intruksi pada seluruh anggota nya.
" Yes sir ..! " dengan serempak dan tegas seluruh anggota menjawab perintah dari sang kapten.
" Baik lah, kerjakan tugas kalian dengan baik. dan ingat ..! selalu waspada dan berhati - hati. apa ada yang ingin di tanya kan ?." bang Johan memberi kesempatan pada anggota yang ingin bertanya jika ada yang kurang jelas.
" Intrupsi kapten." kali ini Jenny mengangkat tangan nya.
" katakan jenn .. " bang Johan mempersilahkan pada Jenny.
" Boleh kaga, kalo gue nagih janji pada seseorang kapten ?." pertanyaan Jenny justru membuat seluruh anggota black tim bingung.
" Janji apa yang kamu maksud Jenn.?." kali ini Khalifah yang membuka suara nya, bertanya pada Jenny.
" Janji seseorang yang ingin beli' in gue baju muslimah satu butik, setelah gue benar jadi ustadzah." ujar Jenny dengan santai. akan tetapi, kedua mata nya kini di arah kan nya pada sosok pria yang langsung tertegun dengan perkataan Jenny.
Mendengar apa yang di kata kan Jenny barusan, membuat para pria anggota black tim pun langsung mengarahkan padangan nya pada Jenny. dan kini baru lah para pria itu menyadari penampilan Jenny saat ini.
Jenny yang saat ini tengah berpenampilan tertutup, dengan memakai setelan yang menutupi seluruh tubuh nya lengkap dengan jilbab yang menutupi seluruh rambut indah nya. setelan yang selama ini justru selalu Jenny hindari. karna selama ini, jenny selalu beranggapan memakai setelan yang serba tertutup pasti sangat lah gerah. satu hal yang pasti, saat ini Jenny telah resmi menjadi seorang mualaf, memeluk islam sebagai tuntunan dalam hidup nya.
__ADS_1
" lo beneran sudah jadi ustadzah Jenn ? lo kaga lagi boongin gue kan Jenn ? siapa tau aja, entar gue beli'in baju muslimah buat lo, terus bakal lo jadi kan bisnis tuch baju. " ujar Benny yang masih belum mempercayai apa yang di kata oleh Jenny.
" Ehh .. punuk onta, lo jangan sekate - sekate ye .. lo kira dompet gue miskin, sampe baju pemberian aja bakal gue jadiin bisnis. asal lo tau, harta gue kaga bakal habis tujuh turunan. dan asal lo tau, gue saat ini lagi nyelametin lo, dari janji yang lo kasih buat gue, agar kelak di akhirat lo selamat dari yang nama nya utang." ujar Jenny menjelas kan pada rekan nya itu.
" Lo jangan ngadi - ngadi Jenn, masa perkara janji aja sampe ke bawa ke akhirat segala sich. emang tau dari mana lo, perkara yang begituan." kali ini Robbet membuka suara nya. karna diri nya memang tak percaya dengan semua perkataan Jenny.
" Ehh.. pe'a, gue tau lah karna gue lagi belajar. lo kata gue kaga belajar begituan, sorry gue udah naik level bro .. jadi sekarang sudut pandang kita udah beda. gue jelasin juga lo belum tentu ngerti, karna lo masih belum ngebuka hati." ujar Jenny pada Robbet dengan nada yang santai.
" Wah .. kalo gini cerita nya, cepetan lo tepatin janji lo ben .. bahaya entar kalo lo ko'it. entar di akhirat lo bakal di tanggih sama Jenyy. kali ini justru Anton yang membuka suara nya, dengan nada mengejek ke arah Benny.
" Lah .. gimana gue dapetin butik itu sekarang. gini aja dech Jenn, gue transfer lo sekarang, terus lo cari butik yang lo mau. kalo masih kurang transferan dari gue, lo tinggal bilang aja ama gue, entar gue bakal transfer lagi kekurangan nya. gimana ? ngeri juga gue, kalo udah bawa - bawa akhirat." ujar Benny bergedik ngeri, setelah mendengar perkataan dari Jenny.
" Okey, no problem." ujar Jenny setuju dengan ide dari Benny.
Tak berapa lama " ting." suaran note tifikasi di ponsel Jenny berbunyi, dan tertera saldo yang di kirimkan Benny ke no rekening Jenny sebesar 500 juta Rupian. melihat itu Jenny tersenyum dengan mengacungkam jempol nya pada Benny. sedang yang lain hanya menghela nafas saat melihat apa yang Jenny lakukan saat ini.
" Okey , sekarang pergi lah beristirahat, karna dalam beberapa jam lagi kita akan meluncur." kembali bang Johan memberikan intruksi pada seluruh anggota nya.
**
Menit demi menit pun kini telah berganti menjadi jam, dan tak terasa kini jam telah menunjukan pukul 00.00 tengah malam. saat ini di ruang tengah mesion telah berkumpul seluruh anggota dari black tim yang akan menjalankan sebuah misi penyergapan.
Seluruh anggota telah bersiap dengan penampilan nya, lengkap dengan senjata dan peralatan nya masing - masing sesui dengan tugas yang di berikan pada mereka.
dan tak lelah nya, bang Johan sebagai kapten tim selalu mengingatkan agar anggota nya selalu waspada dan berhati - hati.
" Ready ?." ujar bang Johan pada anggota black tim.
" Yes sir ".
"Okey, let's go .."
Setelah mengatakan itu, seluruh anggota pun langsung membubarkan diri. menuju arah depan mesion, dan memasuki kendaraan nya masing - masing untuk menjalan kan misi.
__ADS_1
sekitar satu jam perjalanan seluruh anggota telah sampai pada tempat yang di jadikan target penyergapan kali ini.
Kini seluruh anggota black tim telah berpencar mengambil posisi serta tugas masing - masing sesuai intruksi yang di berika. jika saat ini Johan, Jenny dan Robbet sebagai eksekusi. maka Khalifah, Tonny dan William sebagai pelindung ketiga nya. sedangkan Benny tentu saja mengawasi, karna Benny akan bertugas menghack seluruh cctv serta keamanan yang ada pada musuh.
Seluruh anggota kini telah terhubung dengan menggunakan aerpieece yang telah terpasang di telingan masing - masing anggota. dan kini mereka pun telah berada pada posisi nya masing - masing. bersiap untuk melakukan eksekusi terhadap target.
Hampir satu jam mereka menunggu, kini mulai terlihat pergerakan dari musuh yang hampir mendekati dermaga pelabuhan. karna saat ini sebuah kapal pun hampir merapat di dermaga, beberapa kendaraan pun kini telah terlihat mendekati pelabuhan. sesaat setelah kendaraan itu berhenti, dan keluarlah dari beberapa kendaraan itu para pria bertubuh kekar dengan setelan serba hitam, lengkap dengan senjata yang di miliki nya.
" Ready gaes." Ujar bang Johan berbisik pada anggota nya melalui aerpieece.
" Yes sir." serempak jawaban seluruh anggota.
Tidak berapa lama kapal pun kini telah merapat pada dermaga, dan terlihat para pria bersetelan serba hitam itu kini langsung bersiap dan melakukan aksi nya.
Baru saja Johan dan para anggota akan beraksi. akan tetapi dari kejauhan seperti ada keanehan pada para musuh. karna terlihat dari gerak gerik musuh, bahwa saat ini mereka seperti sedang bersiaga. setelah tadi salah satu musuh mendapatkan sebuah informasi melalui telpon.
" Keluar johan .. !! gue tau lo di sini dengan para tikus got itu. " ujar salah satu pria yang menggunakan setelan hoodie berwarna hitam, dan menggunakan topi yang sedikit menutupi wajah nya.
" Brengsek .. kita di jebak." ujar bang Johan, dengan nada yang sangat kesal. diri nya masih pada posisi nya tanpa berniat untuk keluar.
" Okey, kalo lo kaga mau keluar. maka, jangan salah kan gue, kalo salah satu kepala anggota lo tembus dengan peluru yang gue tembakan." ujar nya , dengan memberi intruksi pada salah satu pria untuk menjalan kan perintah nya.
Dan benar saja tidak lama sejak pria itu mengatakan ancaman nya pada bang Johan, kini mucul pria dengan beberapa memar di wajah nya, dan darah yang keluar dari sudut bibir nya yang pecah. dan dengan berjalan tertatih - tatih mendekati pria bersetelan hoondie itu.
" Bruk .. " tendangan keras di berikan pada nya saat diri nya mendekati pria itu.
" Lo lihat Johan ... !! siapa yang bakal mampus, kalo lo tetap jadi pengecut ." ujar nya yang siap mengongkang senjata nya.
Seluruh anggota black tim pun langsung melihat ke arah depan. dan saat melihat pria yang di todong kan senjata adalah ..
Deg
***
__ADS_1