Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Bab 79


__ADS_3

***


Tak terasa kini sang surya pun telah kembali ke peraduan, hanya meninggalkan kesunyian dan dingin nya malam yang mulai menyapa. begitu pula yang kini tengah di rasakan oleh ustadz Reyhan, dirinya harus rela jika malam - malam berikut nya hanya bertemankan kesunyian. karna saat ini sang istri harus meninggalkan nya untuk menjalankan tugas yang di emban sang istri.


Sejak sore sepulang mengajar di pesantren, sang istri memang langsung memberikan tahukan tentang tugas sekaligus kepergian sang istri nya malam ini. tentu saja sebagai seorang suami dirinya harus mengizinkan kepergian sang istri walaupun terasa berat. karna inilah tanggung jawab sang istri sebagai abdi Negara. walaupun hingga saat ini ustadz Reyhan sendiri tak mengetahui tentang tugas apa yang akan di lakukan sang istri.


" Semua keperluan eneng udah siapkan? engga ada yang tertinggal kan ? jangan lupa obat - obatan nya di bawa, jaga kesehatan di sana, jaga diri baik - baik, jangan lupa sholat, dan jangan lupa kasih kabar buat mas ." ujar ustadz Reyhan, dengan menatap sang istri dengan nanar.


Entah berapa kali ustadz Reyhan mengatakan kalimat yang sama sejak dirinya mengetahui tentang keberangkatan tugas sang istri yang terkesan mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sedangkan Khalifah sendiri yang saat ini tengah bersiap dengan tas ransel nya hanya mampu tersenyum.


" Insya Allah eneng akan jaga diri baik - baik, mas Reyhan juga di sini jaga diri baik - baik, dan jangan lupa doa kan eneng." ujar Khalifah dengan memeluk erat tubuh sang suami.


Ingin rasa nya ustadz Reyhan mendekap tubuh sang istri lebih lama dan tak mengizikan nya pergi, akan tetapi diri sadar bahwa inilah resiko diri nya sebagai suami dari seorang abdi Negara yang harus di tinggalkan dalam masa bertugas.


Tak terasa butiran bening dari kedua sudut mata nya pun menetes di bahu sang istri, perasaan Khawatir pada sang istri justru mampu membuat perasaan nya membuncah. ketakutan pada sang istri justru membuat diri nya dilema, takut jika terjadi sesuatu dengan sang istri saat bertugas, dan takut jika sang istri dalam kondisi yang tidak baik - baik saja.


" Berjanjilah sama mas kalo eneng akan kembali dengan selamat, sebagaimana eneng saat ini pergi, maka mas minta saat kembali nanti eneng dalam keadaan yang sama." dengan mengecup kening sang istri, dan menyaluran segala perasaan yang di rasakan nya saat ini.


" Insya Allah mas, doa kan eneng agar selalu dalam perlindungan Allah. selama eneng pergi kesetian mas Reyhan yang eneng inginkan dan doa tulus mas Reyhan yang eneng butuhkan. selama itu mas Reyhan lakukan, insya Allah tunggu eneng, karna eneng akan kembali." kali ini Khalifah menatap kedua mata sang suami dengan tatapan yang sangat dalam.


Cup


Cup


Cup


Melihat tatapan sang istri ustadz Reyhan mengecup seluruh wajah sang istri tanpa terkecuali, kecupan dengan derai air mata yang menandakan dirinya pasti akan melakukan apa pun yang di katakan sang istri tanpa sang istri meminta pada nya.


Jika di dalam kamar saat ini sepasang suami istri saling berpelukan dan saling menguatkan, maka di ruang tamu pun kini telah berkumpul keluarga yang akan ikut melepaskan kepergian seorang anak, seorang adik, sekaligus seorang kakak bagi keluarga.

__ADS_1


Cklek


tak


tak


Terdengar pintu kamar terbuka dan suara langkah sepatu pada anak tangga, dan kini kedatangan sepasang suami istri itu telah di tunggu kedatangan nya oleh keluarga yang sejak tadi menunggu di ruang tamu.


" Neng .."


Kali ini abah Asep sang uwa lah yang langsung membuka suara nya pada sang keponakan yang sangat di sayangi nya itu. rasa sayang nya tak pernah berbeda dengan putri kandung nya sendiri, bahkan Khalifah merupakan kebanggaan tersendiri bagi diri nya.


Dan tanpa banyak kata Khalifah pun langsung mendekati sang uwa dan langsung menyalami sang uwa sekaligus memeluk erat tubuh sang uwa yang sama telah di anggap sebagai seorang ayah bagi nya.


" Doa uwa selalu menyertai eneng, jaga diri baik - baik, dan selalu tegakan sholat sebagai tihang nya agama, jangan pernah ragu untuk melakukan kebenaran dan mencegah kemungkaran. selama itu eneng lakukan, maka jangan pernah ragu dengan perlindungan Allah." ujar abah Asep memberi nasehat pada sang keponakan.


Setelah mengatakan hal itu, kini Khalifah pun langsung menuju ummi Halimah setelah melerai pelukannya pada uwa Asep dan melakukan hal yang sama pada ummi Halimah.


" Doa terbaik uwa selalu uwa panjatkan untuk eneng, ingat ! sholat adalah kewajiban kita sebagai umat muslim, dan jangan pernah lalai akan hal itu. dan ingat ! jangan pernah menzolimi diri sendiri, tubuh yang eneng gunakan saat ini mempunyai hak nya masing - masing, yang tentu mempunyai kapasitas yang terbatas. jangan pernah memaksakan sesuatu pada diri eneng jika itu memang sudah tak mampu, eneng pahamkan maksud uwa ?." dengan membelai sayang kepala sang keponakan ummi Halimah pun memberikan nasehat yang sama penting dengan sang suami.


" Insya Allah eneng faham uwa, dan Insya Allah eneng akan ingat pesan uwa." kali ini dengan mencium kedua pipi sang uwa dengan sayang.


Setelah semua keluarga memberikan berbagai nasehat dan petuah pada Khalifah kini saat nya Khalifah untuk pergi. diri nya memang tak mengizinkan siapa pun untuk mengantarkan kepergian nya kali ini, dengan alasan bahwa diri nya akan pergi dengan rekan nya.


Di antara keluarga hanya Jenny lah yang mengetahui jika saat ini sang teteh tengah menjalankan tugas bukan sebagai Abdi Negara, melainkan sebagai agen rahasia. dan akan menjalankan sebuah misi yang tentu saja nyawa lah sebagai taruhan dari misi yang akan di jalankan nya.


Sebagai sesama agen rahasia Jenny tentu telah memahami semua nya tanpa harus di jelaskan, hanya saja untuk misi kali ini ada kecemasan dan kekhawatiran tersendiri bagi Jenny.


Sore tadi setelah mengetahui sang teteh mendapatkan misi. Jenny langsung menghubungi anggota Black tim yang lain. dan dari seluruh anggota Black tim hanya sang kapten dan miss lah yang mengetahui tentang misi kali ini.

__ADS_1


Tentu saja sebagai anggota Black tim Jenny merasa aneh kali ini. karna selama dibentuk nya Black tim mereka akan selalu bersatu dan bersama dalam menjalankan misi yang di berikan tanpa meninggalkan anggota yang lain nya. dan kalaupun mereka tak ikut serta dalam menjalankan misi, tapi setidak nya mereka akan tahu misi apa yang di jalankan oleh para anggota Black tim.


"Teh .."


Kali ini Jenny pun langsung berlari mendekati sang teteh, dan tanpa aba - aba Jenny pun langsung memeluk erat tubuh sang teteh. kedua nya kini telah berada di sebelah taxi yang akan membawa Khalifah pergi. entahlah kali ini Jenny merasa ada ketakutan tersendiri dalam diri nya. sebuah ketakutan yang tak mampu untuk diri nya ungkapan.


" Kembali lah dengan selamat."


Hanya kalimat itulah yang mampu Jenny ucapkan saat ini dan tanpa melepaskan pelukan nya. diri nya merasa bahwa saat ini seolah otak nya kosong tak mampu merangakai kata - kata bahkan tak mampu berbuat apa.


Mendengar perkataan Jenny, Khalifah tentu saja hanya tersenyum. diri nya tau bahwa misi kali ini tentu tidak lah mudah bagi diri nya. apa lagi saat ini, diri nya telah memiliki seseorang yang begitu berarti dalam hidup nya, seseorang yang mampu menjadi separuh nafas dan jiwa nya selain keluarga.


" Jadilah wanita sholehah yang mampu manjadi pilar teguh dalam agama dan keluarga. serta segera lah urus pengunduran diri mu dari keanggotaan Black tim. Teteh titip keluarga teteh, jaga mereka untuk teteh.


Mendengar perkataan sang teteh, membuat Jenny semakin mengeratkan pelukan nya. dan tanpa di duga perkataan sang teteh mampu membuat kedua sudut mata nya menjadi basah. dirinya seolah merasa bahwa kalimat yang di sampaikan sang teteh menjadi sebuah wasiat untuk dirinya.


" Jenny akan berusaha menjadi wanita sholehah, tapi jangan pernah bebankan keluarga teteh pada Jenny, karna mereka adalah beban teteh. jadi kembali lah dengan selamat."


" Hmmm ..."


Setelah mengurai pelukan nya dan tersenyum pada Jenny, kini Khalifah pun membuka pintu taxi yang akan membawa nya pergi. akan tetapi sebelum diri masuk ke dalam taxi, Khalifah menyempatkan kembali untuk melihat keluarga nya satu persatu, dan kini tatapan nya pun jatuh pada wajah tampan nan teduh milik sang suami.


' I Love You '


Sebuah kalimat tanpa suara dan hanya gerakan bibir saja yang Khalifah perlihatkan pada sang suami saat kedua nya bertatapan. dan tentu saja gerakan itu langsung di fahami sang suami dengan anggukan dan di balas dengan senyuman manis ala ustadz Reyhan.


Kini dengan perlahan mobil yang membawa sang istri pun melaju semakin menjauh hingga tak terlihat lagi. kini hanya waktu yang mampu menjawab kapan kedua nya akan kembali bertemu, kembali dalam merajut kasih dan kembali dalam merajut asa bingkai keluarga. hanya Allah lah yang tau ...


***

__ADS_1


__ADS_2