
***
Setelah sesampai nya di base camp Khalifah langsung masuk ke dalam kamar yang di sediakan khusus untuk diri nya selama bertugas. tidak ingin menunda lebih lama lagi Khalifah segera membersihkan diri yang di rasakan nya sudah tidak nyaman, karna sejak pagi Khalifah memang tidak sempat membersihkan diri kecuali membasuh muka dan sikat gigi.
Setelah selesai dengan ritual mandi, Khalifah pun segera menunaikan sholat zuhur karna waktu telah menunjukan pukul dua siang hari. setelah menunai kan sholat, zikir, dan di akhiri dengan do'a. masih dengan menggunakan mukena Khalifah termenung, bahkan perasaan yang selama ini sudah mulai menghilang kini kembali di rasa kan nya.
Ya Allah ada apa dengan perasaan dan fikiran hambah, kenapa hamba memikirkan seseorang yang seharus nya tidak boleh hamba fikir kan ampuni hamba Ya Allah lindungi lah hamba dari godaan syetan yang bermain - main dengan perasaan hamba tuntunlah hamba agar selalu menjalankan perintah mu dan menjauhi segala larangan mu.
Khalifah kembali teringat sesosok pria yang baru saja tadi pagi sempat di hubunginya untuk meminta bantuan.
flashback ***
Pagi tadi setelah selesai melakukan tindakan operasi pada pasien Khalifah langsung menunaikan sholat subuh. Khalifah memang sempat bingung dengan kondisi pasien nya yang memang harus segera mendapatkan observasi lanjutan pasca operasi ke rumah sakit.
Khalifah sempat ragu untuk meminta bantuan seseorang yang selama ini benar - benar di hindarinya. siapa lagi kalo bukan sang atasan muhammad Fahri (35), seorang perwira dengan pangkat kapten sekaligus seorang dokter ahli bedah.
Entah sudah beberapa kali Khalifah menghidupkan dan mematikan benda pipih yang ada di genggaman nya karna ragu dan gugup, dan akhirnya.
" Tut ... tut ... tut .. " nada sambung pada ponsel berbunyi dan tak menunggu lama. " hallo Assalamualaikum ?. " sapa seseorang di seberang telepon.
"wa'alaikumus sallam .. mohon maaf pak, kalo saya mengganggu aktifitas pagi bapak. " ujar Khalifah dengan suara yang sedikit gugup karna memang diri nya tidak pernah menghubungi sang atasan secara pribadi melalui ponsel.
Selama ini Khalifah memang selalu menghindar dan kalau pun terjadi komunikasi itu hanya terjadi di tempat mereka bertugas saja. " maaf pak, apa saya boleh meminta bantuan anda ?. " ujar Khalifah menambahkan.
Hening sejenak tak ada jawaban dari sang atasan hingga. " maaf pak, apa bapak masih mendengarkan saya ?." ujar Khalifah karna tak ada tanda - tanda bahwa sang atasan akan membantu nya atau tidak.
" Astaghfirullah .. maaf saya hanya sempat bingung. iya, anda ingin meminta batuan apa pada saya ?.ujar sang atasan dengan nada tegas layak nya seorang atasan pada bawahan.
" Begini pak, ... bla ... bla ... bla .. " Khalifah menjelaskan tentang kejadian semalam dan keadaan pasien nya saat ini, semua Khalifah jelaskan secara detail dan jelas. intinya Khalifah meminta bantuan pada sang atasan untuk dapat segera membawa pasien nya ke rumah sakit melalui jalur udara. dan itu langsung di sanggupi oleh sang atasan.
Flashback off ***
Mungkin ada yang bertanya ada hubungan apa Khalifah dengan sang atasan hingga mampu membuat seorang Khalifah menjadi gugup ?.
__ADS_1
Mungkin jawaban itu ada pada masa lalu Khalifah, masa lalu yang akan menjadi rahasia untuk seorang Nur Khalifah Putri al - fariz.
* Enam tahun yang lalu *
tepat pada usia Khalifah yang ke 25 tahun, saat itu Khalifah telah bertugas di tahun ke tiga nya sebagai prajurit dan juga sebagai dokter umum. Khalifah di tugas langsung di salah satu rumah sakit militer yang ada di salah satu kota, selama masa bertugas Khalifah selalu aktif mengikuti beberapa pelatihan dan seminar. kecerdasan yang di miliki Khalifah tentu menjadi pusat perhatian dan daya tarik kaum adam, dengan di tunjang wajah yang cantik dan imut serta penampilan yang tertutup tentu menjadi nilai yang plus - plus di mata pria.
Tapi bagi seorang Khalifah belum ada satu pun pria selama ini yang dapat menggetarkan hati nya yang dingin. Khalifah yang memiliki kepribadian yang kaku, cuek , yang selalu serius sehingga tidak mudah untuk Khalifah berintraksi dengan orang lain jadi sudah pasti Khalifah tidak banyak memiliki teman.
" Subhanallah .. ya Allah kok aku deg - deg kan yach .. denger suara azan. " Khalifah bergumam pada saat ingin menunaikan sholat zuhur di mesjid rumah sakit tempat nya bertugas.
" kenapa dok ?. " tanya seorang perawat wanita yang datang bersama Khalifah untuk melakukan sholat.
" Ahh tidak papa, hanya saja suara azan ini kaya asing di telinga saya. " ujar Khalifah karna suara yang di dengar nya berbeda dari hari - hari biasa nya.
" Ohh, maksud dokter suara yang azan ini. ya jelas beda dok, ini kan suara nya dokter Fahri spealis bedah yang kebetulan baru dua minggu di tugas kan di rumah sakit ini juga. kebetulan kan dokter Khalifah ada pelatihan jadi engga tau. " ujar sang perawat menjelas kan.
" Ohh, patas saya engga tau. " ujar Khalifah singkat.
Mereka pun langsung masuk ke mesjid untuk malakukan sholat zuhur. entah kenapa sejak saat itu setiap kali mendengar suara azan yang sama maka jantung Khalifah akan berpacu sangat cepat.
Hampir satu bulan Khalifah selalu mendengar kan suara yang sama dan semakin hari perasaan yang Khalifah rasakan pun semakin tumbuh. sebenarnya khalifah
takut akan perasaan yang di rasakan nya saat ini, maka untuk menekan perasaan nya Khalifah selalu menghindar.
Setiap satu jam sebelum azan zuhur di kumandangkan, Khalifah akan keluar rumah sakit untuk mencari mesjid yang lumayan jauh, agar diri nya tidak sampai mendengarkan suara yang di kagumi nya itu. hingga pada suatu hari saat azan zuhur hampir tiba, dengan terburu - buru Khalifah ingin meninggal kan rumah sakit. saat di parkiran,
" Assalamualaikum dokter Khalifah, kenapa kelihatan nya terburu - buru ? anda ingin pergi ke mana dok ?. " seseorang menyapa Khalifah.
Deg ... deg ... jantung Khalifah langsung berdebar. ya suara ini suara yang hampir dua minggu lebih selalu di hindari nya suara yang membuat nya takut, takut akan dosa. " wa'alaikumus sallam, saya hanya ada keperluan di luar ." ujar Khalifah yang hanya mampu menunduk kan kepala nya dan tidak berani memandang sosok pria yang menyapa nya.
" Ohh, apa dokter tidak sebaik nya sholat terlebih dahulu di mesjid karna lima menit lagi azan. maaf kalo saya lancang, karna biasa nya saya sering melihat dokter Khalifah selalu berada di mesjid bahkan sebelum azan di kumandang kan. dan entah kenapa sudah hampir dua minggu lebih saya tidak pernah melihat dokter lagi di mesjid ?." ujar sosok pria yang masih berdiri di samping Khalifah dengan jarak dua meter.
" Maaf dok, saya permisi saya buru - buru soalnya. assalamualaikum ... " ujar Khalifah yang tak mau berlama - lama lagi karna jantung nya tak bisa di kondisikan. Khalifah pun segera pergi tanpa memandang seseorang yang justru dari tadi selalu memperhatikan nya.
__ADS_1
Satu bulan setelah pertemuan di parkiraran rumah sakit. satu bulan pula tak ada yang berubah dari Khalifah yang selalu keluar dari rumah sakit saat sebelum azan di kumandangkan. dan satu bulan pula Khalifah tidak pernah bertemu lagi dengan seseorang yang di kagumi nya dalam diam.
" Assalamu alaikum dok .. " ujar salah satu perawat yang dulu sering bersama Khalifah melakukan sholat bersama di mesjid. " dok , saya mendapat amanah dari seseorang kalo dokter nanti di tunggu di mesjid ba'da zuhur ." ujar perawat itu menambah kan.
" Ada apa ? dan siapa yang ingin bertemu dengan saya ? ." ujar Khallifah bingung siapa yang akan menemui nya.
" Saya juga kurang tau dok, siapa dan ada apa ? soal nya tadi yang kasih amanah untuk saya itu pak mamat dan saya juga di minta untuk menemani dokter nanti. ' ujar perawat itu menjelaskan.
" Baik lah kalo gitu, nanti kamu temani saya ba'da zuhur. " ujar Khalifah.
Karna ada pertemuan yang meminta nya bertemu di mesjid maka Khalifah memutuskan kali ini untuk sholat berjamaah di mesjid rumah sakit. dan setelah selesai sholat zuhur Khalifah tidak langsung keluar dari mesjid, karna diri nya menunggu seseorang yang ingin bertemu dengan nya.
Betapa terkejutnya Khalifah saat mengetahui bahwa yang ingin bertemu dengan nya adalah dokter Fahri. saat ini dokter Fahri yang di temani oleh pak Mamat, dan Khalifah sendiri di temani oleh perawat mira.
Khalifah kembali terkejut saat dokter Fahri mengatakan tujuannya, yang meminta bertemu dengan Khalifah adalah untuk mengkhitbah Khalifah. apa bila Khalifah menyetujui maka dokter Fahri akan langsung datang ke rumah Khalifah bersama keluarga.
" Beri saya waktu tiga hari untuk berfikir, di hari yang ke tiga, saya akan menjawab nya di sini, di waktu yang sama seperti saat ini. " ujar Khalifah meminta waktu untuk diri nya berfikir tentang apa jawaban yang akan di berikan nya pada dokter Fahri.
" Baiklah, saya akan tunggu jawaban dari dokter Khalifah, seperti yang sudah dokter janji kan pada saya. " ujar dokter Fahri memberi waktu.
Hari berganti hari tepat di hari ini adalah hari ke tiga di mana Khalifah akan menjawab khitbah dari dokter Fahri. dan di sini lah
Khalifah berada di mesjid yang sama dan di waktu yang sama seperti yang di janjikan nya pada dokter Fahri.
Setelah hampir 30 menit menunggu dokter Fahri belum muncul juga, bahkan sampai satu jam lebih dokter Fahri pun tidak terlihat batang hidung nya. hingga membuat Khalifah memutuskan besok saja untuk memberikan jawaban nya. karna Khalifah mengira mungkin dokter Fahri sibuk hingga tak bisa menemui nya.
Sudah hampir seminggu Khalifah menunggu dokter Fahri di tempat dan di waktu yang sama untuk menepati janji nya memberi jawaban. namun orang yang di tunggu nya tidak pernah di terlihat. bahkan di rumah sakit pun Khalifah tidak pernah melihat dokter Fahri.
Tepat di hari ke sepuluh Khalifah mendapatkan sebuah undangan yang ternyata adalah undangan pernikahan dokter Fahri. kecewa itu yang di rasa kan Khalifah, tapi Khalifah sadar karna mungkin Fahri bukan lah jodoh nya. maka Khalifah pasrah atas kehendak Allah karna jodoh dan maut adalah kehendak dan kuasa dari Allah.
Setelah kejadian itu Khalifah tidak pernah bertemu lagi dengan Fahri bahkan satu hari sebelum pernikahan Fahri di gelar Khalifah justru mendapatkan tugas ke perbatasan selama satu tahun.
Setelah kembali Khalifah justru melanjutkan pendidikan kedokteran nya menjadi spealis bedah, dan sejak saat itu Khalifah benar - benar hanya fokus pada pendidikan serta karir nya.
__ADS_1
Khalifah sebenar nya berharap tidak pernah bertemu lagi dengan Fahri. Khalifah hanya takut perasaan yang di pendam nya selama ini akan kembali muncul apa bila bertemu. tapi justru Allah berkehendak lain tepat saat Khalifah berhasil bergabung bersama kopasus ( komando pasukan khusus), Khalifah justru di pertemukan kembali dengan dokter Fahri yang sekarang justru menjadi kapten sekaligus atasan nya.
***