Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Fitnah


__ADS_3

***


Setelah mandi dan melaksanakan sholat subuh berjamaah, kedua nya memilih untuk melakukan kegiatan yang berbeda. jika ustadz Reyhan memilih untuk membaca Al-qur'an. maka Khalifah lebih memilih untuk menjadi pendengar dengan merebahkan tubuh nya di sofa dan kepala yang berada di pangkuan ustadz Reyhan.


Melihat tingkah istri nya membuat ustadz Reyhan tersenyum di sela - sela bacaan nya, bahkan tangan ustadz Reyhan pun langsung membelai lembut rambut sang istri yang masih berbalut mukena.


Menjadi pendengar yang baik membuat Khalifah detik demi detik semakin hanyut ke alam mimpi, apa lagi ayat demi ayat yang di baca oleh suami nya itu di lantukan nya dengan suara yang sangat merdu.


Kini sang matahari pun mulai memunculkan sinar nya di ufuk timur, sedangkan ustadz Reyhan sendiri saat ini sedang berada di dapur untuk memasak. setelah melihat sang istri yang kembali tertidur dengan pulas di pakuan nya. ustadz Reyhan mengangkat tubuh istri nya itu ke tempat tidur, dan membiarkan sang istri untuk beristirahat kembali. apa lagi diri nya juga merasa bersalah, karna akibat ulah nya semalam membuat istri nya itu kelelahan.


" Mmm .. "


Khalifah mencoba menggeliatkan badan, saat cahaya matahari mulai mengganggu tidur nyeyak nya. dengan berlahan Khalifah mulai membuka kedua bola mata nya, dan kembali mengumpulkan kesadaran yang sempat hilang terbawa ke alam mimpi.


" Asstagfirullah .. udah jam tujuh ..! Ya Allah .. eneng belum masak untuk sarapan." dengan cepat diri nya beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan wajah nya.


Khalifah kini telah menuruni anak tangga untuk menuju ke arah dapur. akan tetapi, baru saja diri nya tiba diruang makan, kini di atas meja telah tertata dengan rapi beberapa lauk. ada bakwan jagung, ikan goreng, sayur sawi hijau, dan tak lupa sambel terasi.


Sungguh makanan sederhana yang mampu mengunggah selera. seketika itu pula Khalifah merasa bersalah, akibat diri nya tertidur maka sang suami lah pagi ini yang menyiapkan sarapan.


" Udah bangun neng ? ayo sarapan dulu ..." ujar ustadz Reyhan dari arah dapur, saat melihat sang istri yang justru termenung di meja makan.


" Maaf ya mas .. gara - gara eneng ketiduran, jadi malah mas Reyhan yang masak buat sarapan." ujar Khalifah dengan raut wajah bersalah.


Cup


" Morning kiss." ujar ustadz Reyhan yang justru memberikan sebuah kecupan pada pipi sang istri.


Mendapatkan perlakuan yang manis dari ustadz brondong nya membuat Khalifah langsung meleleh bak coklat lumer jika di panaskan.


" Mas tau engga, perasaan eneng itu sama kaya kuku dan rambut."


" Lho emang apa hubungan nya perasaan eneng sama kuku dan rambut ?." dengan meletakan gelas yang di bawa nya di meja, dan beralih menatap wajah sang istri.


" Iya, kalo kuku sama rambut di potong pasti selalu tumbuh, sama hal dengan perasaan cinta dan sayang eneng untuk mas Reyhan yang selalu tumbuh."


Cup


" Thank you my husband, thank you ustadz brondong ku, I LOVE YOU " kini dengan memeluk erat tubuh ustadz Reyhan.


Mendengar perkataan sang istri, sungguh membuat ustadz Reyhan tak mampu untuk berkata - kata. hanya tetesan air mata lah yang menandakan wujud syukur nya atas anugrah terindah yang Allah berikan pada nya.


Allah kirimkan seorang istri yang sholehah pada nya, yang menjadi pendamping hidup nya, pelengkap kekurangan nya, serta penyempurna ibadah nya.


Di saat memeluk tubuh sang suami, Khalifah justru merasakan sesuatu yang basah pada pundak nya, bahkan diri nya pun merasakan bahwa pundak sang suami bergetar.


" Mas Reyhan kenapa ?." dengan melerai pelukan nya, untuk melihat keadaan sang suami.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan istri nya ustadz Reyhan tak mampu berkata - kata, hanya sebuah kecupan di kening sang istri yang mampu ustadz Reyhan berikan saat ini. dan kembali memeluk erat tubuh sang istri, untuk menenangkan perasaan nya.


Khalifah pun hanya membalas pelukan sang suami, tanpa ingin bertanya kembali. diri nya mengerti saat ini mungkin perasaan sang suami sedang tidak baik - baik saja. oleh sebab itu Khalifah hanya mencoba untuk menjadi tempat yang nyaman untuk suami nya itu.


" kruuuk .. " bunyi peringatan dari cacing yang berada di dalam perut Khalifah, mampu membuyarkan momen romantis kedua nya.


' Ais .. sungguh cacing tak tahu sopan santun .. kenapa di saat seperti ini, malah ngasih kode sich ..!' Khalifah menggerutu di dalam hati.


" Ayo sarapan, maaf ya .. gara - gara mas, sarapan kita jadi tertunda." dengan melerai pelukan nya, dan menarik perlahan tangan sang istri untuk duduk di kursi meja makan.


" Mas, lain kali eneng akan sekolahkan cacing - cacing di perut eneng. jadi biar mereka tahu sopan santun, dan engga akan kasih kode di saat waktu yang tidak tepat." ujar Khalifah dengan mendudukan diri nya di kursi.


Mendengar perkataan Khalifah membuat ustadz Reyhan tersenyum lucu, istri imut nya ini mampu membuat diri nya kembali tersenyum.


" Emang eneng mau daftarin di mana tuch cacing - cacing di perut ?" masih dengan tersenyum, ustadz Reyhan bertanya pada sang istri.


" School international mejikom." ujar Khalifah dengan santai.


" Ha .. ha .. ha .. ha .. " untuk yang pertama kali nya, ustadz Reyhan tak mampu lagi menahan tawa nya. bahkan tawa lepas nya pun keluar begitu saja, hingga membuat perut nya kram dan kedua mata nya berair.


" Ya Allah .. ha .. ha .. Assatagfirullah .. perut mas kram neng .. ha .. ha .." ustadz Reyhan dengan susah payah menghentikan tawa nya.


Sedangkan Khalifah hanya melongo bodoh melihat suami nya yang justru saat ini tengah berusaha menghentikan tawa nya. Khalifah sendiri hanya binggung, bagian manakah dari perkataan nya yang mampu membuat suami nya itu tertawa lepas.


" Mas apa yang lucu ?" masih dengan centong nasi yang berada di tangan nya, Khalifah bartanya pada ustadz Reyhan.


Setelah ustadz Reyhan mampu menghentikan tawa nya, kini diri nya menatap wajah sang istri yang terlihat bingung dengan tingkah nya. ada perasaan malu dalam diri ustadz Reyhan saat melihat ekspresi dari istri nya, malu dan salah tingkah dengan tatapan sang istri.


Sedangkan Khalifah hanya mengikuti perkataan sang suami, kini kedua nya pun sarapan dengan di temani dentingan sendok dan piring saja. tanpa ada yang mengeluarkan suara di antara kedua nya.


**


kini waktu mulai beranjak menjadi sore hari, saat ini Khalifah baru saja pulang dari tempat diri nya bertugas sebagai dokter militer. saat melewati bagian samping ponpes, Khalifah sempat melihat dengan jelas jika di depan rumah sang uwa kini tengah terjadi keributan. bahkan Khalifah juga melihat ada banyak pria bertubuh kekar dengan setelan kemeja berwarna hitam yang mengelilingi kediaman sang uwa.


Melihat hal itu, Khalifah pun langsung menghentikan kendaraan nya, dan langsung keluar dari dalam mobil menuju kediaman uwa Asep. dari jarak beberapa meter Khalifah dapat melihat dengan jelas, bahwa saat ini aa nya ustadz Fadil tengah tergeletak tak berdaya di pangkuan ummi Halimah. sedangkan sang Uwa, aa Ahmad, dan ustadz Reyhan tengah mencoba untuk berbicara.


" Alah ... mana ada penjahat yang mau mengaku. dan kau pria bajingan !! berani - berani kau menghamili putri ku ..!"


Bug


" Aahh .."


" Ya Allah ..!!


" Asstagfirullah .. !!"


Suara rintihan ustadz Fadil dan suara istigfar menyebut nama Allah serempak terdengar, ketika sebuah tendangan kembali di layangkan dan tepat mengenai tubuh ustadz Fadil yang ada di dekapan sang ummi.

__ADS_1


" Uhuk .. uhuk .. demi Allah, ini fitnah. saya tidak pernah menghamili putri anda, dan saya juga tidak mengenal putri anda siapa ?."


Meski dengan menahan sakit, ustadz Fadil jelas tak terima jika diri nya di fitnah. jangankan menghamili, bersentuhan fisik secara sengaja saja dengan yang bukan mahrom, Fadil tak pernah.


Saat ini sebenar nya para santri dan para pengajar bisa saja melawan. akan tetapi, abah Asep meminta untuk tidak ada satu pun yang boleh ikut campur dalam masalah keluarga nya saat ini. diri nya tidak ingin melibatkan pengajar atau pun santri dalam masalah keluarga nya.


" Dasar pria brengsek ..! berani sekali kamu mengatakan tidak mengenal putri ku ! setelah kau meniduri nya ..!" dengan amarah yang menggebu, pria itu langsung menodongkan sebuah pistol ke arah ustadz Fadil.


" Kalo seperti ini, apa kau masih tidak ingin mengakui semua perbuatan bejat mu ?."


" klik " bunyi ongkangan pada pistol yang tepat di arahkan pada jantung ustadz Fadil.


" Asstafirullah .. sabar pak. tak bisakah kita bicara baik - baik ?" ujar uwa Asep yang masih berusaha berbicara dengan tenang pada pria yang saat ini menodongkan pistol nya ke arah putra nya.


" Iya pak, kalo memang benar terbukti adik saya yang menghamili putri bapak. maka saya sendiri yang akan menyeret adik saya ke kantor polisi." kini ustafz Ahmad menimpali perkataan sang abi.


" Begini saja pak, bapak panggilkan saja dulu putri bapak kemari. setelah itu berikan bukti - bukti yang akurat, jika benar ustadz Fadil ayah dari anak yang di kandung putri bapak." tidak ingin tinggal diam, ustadz Reyhan pun ikut membantu. bahkan diri nya sempat terkena bogem mentah dari pria di depan nya saat ini, saat akan membantu ustadz Fadil.


" Tak perlu banyak bicara ..! karna gara - gara pria brengsek ini. putri ku mampu membuat malu keluarga besar Alexander." masih dengan tatapan amarah dan dengan todongan pistol ke arah ustadz Fadil.


" Tak."


Hanya satu kali sentakan saja, kini pistol yang ada di tangan pria itu telah berpindah tangan.


" Brengsek, siapa kamu ? berani - berani nya ikut campur urusan ku ..!" kini tatapan nyalang pun telah teralihkan pada sosok wanita cantik yang ada di hadapan nya saat ini.


" Brak ".


Dengan sangat santai Khalifah membuang senjata yang ada di tangan nya ke samping.


" Tak perlu tau saya siapa. yang jelas, saya tidak suka jika ketenangan saya terusik." masih dengan santai Khalifah berujar.


" Ha .. ha .. ha.. gadis bau kencur seperti mu, ingin coba - coba bermain - main dengan


Alex. apa kamu tau siapa saya ? saya adalah Alex morren pemilik perusahaan Alexsander group. bahkan dalam waktu dua puluh empat jam saya mampu meratakan pondok pesantren ini menjadi rata dengan tanah." ujar nya dengan angkuh.


" Lakukan ..! jika anda mampu meratakan pondok pesantren ini dalam waktu dua puluh empat jam. maka saya akan menghancurkan perusahaan Alexander group dengan waktu satu jam." kali ini tatapan tajam langsung Khalifah arahkan pada pria arogan di hadapan nya saat ini.


Tuan Alex yang melihat tatapan wanita di hadapan nya saat ini, justru mengingatkan nya pada tatapan Jenny putri nya semalam. akan tetapi, tatapan wanita di hadapan nya saat ini lebih terlihat mematikan. karna jelas terlihat bahwa wanita di hadapan nya saat ini bukan hanya mengancam nya. tapi justru sedang memperingatkan nya, dan hal ini justru sangat berbahaya dari pada sekedar ancaman.


" Pergi lah .. karna apa yang anda tuduhkan saat ini adalah sebuah fitnah. jadi, sebelum kesabaran saya habis, maka pergilah secepat nya dari tempat ini." ujar Khalifah yang justru berlalu dengan santai di hadapan tuan Alex begitu saja.


Dor


" Aahh ..."


" Allahu akbar..."

__ADS_1


" Asstagfirullah ..."


***


__ADS_2