
***
Setelah pembicaraan sore tadi selesai, saat ini bunda tengah sibuk menghubungi seluruh keluarga yang ada di kalimantan, khusus nya sang suami dan anak - anak bunda. diri nya meminta semua keluarga untuk datang ke kota B saat ini juga.
Akhirnya waktu yang di tentukan abah pun kini telah tiba. tepat ba'da isya kini keluarga telah berkumpul di ruang tamu. saat ini keluarga tengah menanti kedatang seorang pria yang dalam waktu dekat akan menjadi keluarga inti dari Al- fariz.
" Assalamualaikum ..." dari luar terdengar suara salam dari seorang pria.
" Wa'alaikumus salam .. " jawaban salam serempak pun terdengar dari dalam rumah abah.
Setelah mendapat kan jawaban salam, terlihat seorang pria yang mengenakan setelan koko dan sarung serta tak lupa peci di kepala nya, kini tengah berjalan berlahan menuju ruang tamu di rumah abah. dengan kepala yang menunduk, Reyhan masih belum menyadari jika saat ini keluarga besar abah dan Al- fariz telah berkumpul di ruangan itu.
" Duduk lah jang. " ujar abah pada Reyhan saat di lihatnya Reyhan hanya berdiri dan menundukan kepala nya.
" Baaa ...ik bah ." Reyhan hampir tak mampu mengeluarkan perkataan nya , saat kini diri nya telah menyadari keadaan di ruang tamu abah.
Deg
Deg
Deg
Rayhen sungguh sangat terkejut, karna saat ini seluruh keluarga abah telah berkumpul. bukan hanya itu saja, diri nya sungguh tak percaya saat melihat ummi Khadijah yang saat ini tengah tersenyum pada nya. Reyhan mulai binggung apa yang sebenarnya akan terjadi saat ini.
Dengan perlahan Reyhan mulai mendekati abah saat abah menepuk kursi di samping nya, memberi isyarat pada Reyhan untuk duduk di samping abah. dengan penuh hormat Reyhan pun berjalan dengan membungkuk kan badan nya untuk mendekati abah.
" Bagai mana jang, sudah siap mendengarkan keputusan abah." ujar abah pada Reyhan, saat Reyhan telah selesai menyalami anggota keluarga abah yang hadir dan duduk dengan sangat sopan di samping abah.
" Insya Allah bah, ujang siap." dengan nada yang sangat sopan Reyhan memberikan jawaban nya pada abah.
" Baik lah kalo ujang sudah siap. apa ujang kenal siapa yang ada di sebelah abah saat ini ?." ujar abah dengan menujuk seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan dan gagah, yang saat ini tengah duduk di samping abah dan tengah tersenyum pada nya.
" Tidak bah." ujar Reyhan yang memang tidak mengenal ayah Fariz. Reyhan memang mengenal keluarga Al- fariz, tapi hanya sebatas mengetahui seperti apa keluarga Al - fariz. akan tetapi, Reyhan belum mengenal secara personal dari anggota keluarga Al - fariz.
" Dia adalah Muhammad Al - fariz ayah kandung dari Nur Khalifah putri al - fariz." ujar abah yang memperkenalkan ayah Fariz pada Reyhan, abah pun tak lupa untuk mengenalkan satu persatu dari keluarga Al - Fariz pada nya.
Deg
Jantung Reyhan kembali berdegup kencang saat abah mengenalkan ayah dari gadis yang akan di perkenalkan pada nya. ini lah sosok pengusaha dermawan yang telah memberikan kesempatan pada Reyhan untuk mengenyam pendidikan, bahkan hingga diri nya mendapatkan gelar S2 nya.
Sungguh saat ini Reyhan tak mampu berkata - kata lagi, diri nya justru semakin malu dan semakin menundukan kepala nya. rasa rendah diri pun kini kembali mencuat dalam diri Reyhan, pantas kah diri nya yang hanya seorang anak yatim dan anak dari penjual kue keliling di perkenalkan dengan keluarga pemilik serta pengasuh pesantren.
Keluarga yang melihat Reyhan menundukan kepala nya pun hanya tersenyum, tak terkecuali abah. abah yang memang mengenal sosok Reyhan sejak usia 10 tahun pun, sudah mengetahui seperti apa sosok pemuda yang ada di samping nya saat ini.
__ADS_1
" Kenapa diam jang ?." ujar abah dengan memegang bahu Reyhan.
" Bah .. apa tidak sebaik nya mencari yang lebih pantas saja dari pada ujang ? ujang bukan berniat menolak hanya saja ....
Belum sempat Reyhan melanjutkan kata - kata nya, bunda langsung memotong perkataan Reyhan.
" Tak ada yang lebih pantas selain nak Reyhan, bunda percaya nak Reyhan mampu menjadi imam, sekaligus menjadi seorang suami yang baik untuk putri bunda. jadi, bunda mohon nak, tolong bimbing putri bunda menuju syurga nya Allah. terima kekurangan dan kelebihan putri bunda, serta bahagiakan putri bunda." kali ini dengan suara yang sangat lembut bunda berkata pada Reyhan.
" Apa yang di katakan istri saya memang benar, tolong jaga dan didik putri kami. saya yakin nak Reyhan pasti bisa melakukan nya. " kali ini ayah Fariz membuka suara nya.
" Ujang dengar sendiri kan, kalo kedua orang tua eneng telah memilih ujang untuk menjadi suami dari putri nya. dan keputusan abah, abah juga meminta ujang untuk menjadi suami dari keponakan abah saat ini juga." dengan senyuman yang tak pernah pudar dari bibir abah, yang menandakan bahwa abah sangat berharap, bahwa Reyhan menerima perjodohan ini.
" Sekarang bah.?" ujar Reyhan dengan terkejut dan langsung memandang ke arah abah.
" Iya sekarang." abah berujar dengan santai.
" Tapi bah, ujang tak memiliki mahar untuk di berikan pada calon istri Reyhan. dan apakah calon istri Reyhan bersedia menerima Reyhan ?." kali Reyhan kembali menundukan kepala nya.
" Insya Allah, eneng sudah menerima ujang sebagai calon suami nya. dan eneng juga yang meminta, jika ujang menerima perjodohan ini, maka eneng meminta di nikahkan saat ini juga." ujar abah memberi tahukan pada Reyhan tentang permintaan Khalifah.
" Apa yang di katakan a'a Asep benar nak Reyhan, putri bunda sudah menerima nak Reyhan sebagai calon suami nya. dan putri bunda juga berpesan, jika nak Reyhan menerima perjodohan ini, maka putri bunda menginginkan pernikahan nya saat ini juga. dan untuk mahar, putri bunda hanya menginginkan hal yang tak memberatkan nak Reyhan saat ini. dan apa pun itu, putri bunda akan menerima nya." kembali bunda membuka suara nya, dan menjelaskan keinginan Khalifah.
" Ujang sudah dengar sendiri kan. jadi sekarang abah memutuskan kalo ijab qobul ujang akan di laksanakan saat ini juga." ujar abah.
" Bismillah .. ujang bersedia bah, dan insya Allah ujang akan menjaga amanah yang di berikan pada ujang." ujar Reyhan.
" Allhamdulilah .." kini penghuni rumah pun serentak mengucapkan syukur, setelah mendengar perkataan Reyhan.
" Baiklah, silahkan dek Fariz." abah pun langsung mempersilahkan ayah Fariz untuk berganti posisi dengan diri nya, yang saat ini duduk berdampingan dengan Reyhan.
" Baik a'.." ujar ayah Fariz dengan beranjak dari tempat duduk nya.
Sedangkan Reyhan dengan perlahan mengeluarkan sesuatu dari saku koko nya, serta meletakan nya di atas meja.
" Ini mahar yang hanya mampu Reyhan berikan pada putri bapak. dan maaf, saya belum bisa memberikan yang lebih dari pada ini." ujar nya dengan meletakan lembaran uang dua ratus ribu sebagai mahar pernikahan nya saat ini.
" Allhamdulilah .. ini saja sudah cukup. dan insya Allah, putri saya akan menerima nya dengan senang hati. dan satu hal yang perlu nak Reyhan tahu, bahwa saat ini putri ayah sedang berada di paris. diri nya tengah menjalankan tugas nya sebagai seorang dokter militer. dan mungkin untuk beberapa waktu ke depan, nak Reyhan baru bisa bertemu dengan istri." ujar ayah dengan tersenyum pada Reyhan.
" Sabar bro .. kamu bisa belajar dulu dari para senior sebelum bini datang." kali ini si abang gesrek lah yang berujar.
" Abang suruh belajar dengan siapa bang ?." kali ini Fadil lah yang menimpali perkataan bang Rizky.
" Yang pasti nya bukan sama a'a Fadil, karna status a'a masih jones." kali ini bang Rizky mulai meledek Fadil.
__ADS_1
" Dengar bang, jomlo itu pilihan. lagian a'a juga lagi berusaha lewat jalur langit ini." Fadil pun tak ingin kalah.
" Pasti si gadis tarsan itu kan, yang a'a Fadil usahain lewat jalur langit ? wahh ... kasihan Jenny kalo dapat jodoh nya a'a Fadil." ujar bang Rizky.
" Kasihan kenapa bang ?." kali ini teteh Fatimah membuka suara nya.
" Iya kasihan lah, a'a Fadil dapat jodoh Jenny pasti berkah, sedang Jenny dapat jodoh a'a Fadil itu musibah." ujar bang Rizky dengan santai.
Mendengar ledekan dari adik sepupu nya itu Fadil langsung memicingkan mata nya pada Rizky. sedang para penghuni rumah yang lain hanya tersenyum melihat tingkah kedua nya.
" Sudah .. sudah .. ini kapan mulai ijab qobul nya, kalo masih debat terus." ujar abah saat melihat reaksi sang putra yang ingin kembali membuka suara nya.
Setelah mendengar perkataan abah, kini seluruh penghuni rumah kembali hening. dan kini tatapan mereka pun hanya menatap satu arah, yaitu ke arah Reyhan yang justru saat ini tengah gugup. bang Rizky pun kini mendekat dan duduk di samping Reyhan serta memberikan sebuah kertas.
" Jangan sampai salah baca nama adek abang, entar kalo salah baca bisa berabekan. engga nikah - nikah tuch si gadis yang belum cukup umur." ujar bang Rizky santai.
" Banggggg ...." ujar bunda yang mulai geram dengan tingkah sang putra.
" He .. he .. he .. canda bun ." dengan cengengesan bang Rizky berujar pada bunda.
Sedang Reyhan hanya tersenyum simpul dengan tingkah dari abang calon istri nya itu, diri nya tak menyangka bahwa keluarga Al- fariz sangat lah humoris.
" Ayo jang .. jabatangan calon mertua mu, karna beliu yang akan menikah kan putri nya langsung dengan ujang." kembali abah berujar pada Reyhan.
Mendengar itu Reyhan pun langsung menjabatangan ayah Fariz, walau pun saat ini diri nya tengah gugup. sedangkan ayah Fariz kini tengah siap untuk menikah kan sang putri dengan pria yang ada di hadapan nya saat ini.
" Saudara Muhammad Reyhan bin Didin saputra, aku nikahkan dan aku kawinkan kan engkau dengan putri kandung ku, Nur khalifah putri Al - fariz binti muhammad Al - fariz dengan mahar uang sebesar dua ratus ribu rupiah di bayar tunai.."
" Saya terima nikah dan kawin nya Nur khalifah putri Al- fariz binti muhammad Al - fariz dengan mahar tersebut di bayar tunai .."
" Sah ..."
Terdengar kata sah yang menandakan kan bahwa saat ini Reyhan telah sah menjadi seorang suami. saat ini Reyhan masih tertegun dengan kenyataan, bahwa diri nya kini mendadak menjadi seorang suami dari putri keluarga Al - fariz.
Itu lah jodoh yang datang tak pernah di duga, karna jodoh akan datang di waktu yang tepat.
Jodoh itu unik, seringkali yang di kejar - kejar menjauh, yang tak sengaja mendekat.
Yang awal nya sudah pasti menjadi ragu, yang awal nya ragu bisa menjadi pasti.
Yang selalu di impikan tak berujung pada pernikahan, dan yang tak pernah di fikirkan justru bersanding di pelaminan.
Maka, jodoh itu bukan seberapa lama kamu mengenal nya. akan tetapi, seberapa yakin kau pada Nya. seberapa sabar kau menunggu nya, seberapa ikhlas saat kau gagal mendapatkan nya, lalu Allah gantikan dengan yang terbaik yang telah di siapkan oleh Nya.
__ADS_1
***