
***
Di pagi yang cerah, dan setelah menunaikan ibadah sholat subuh, Khalifah pun langsung beranjak dari kamar menuju dapur untuk menyiapkan sarapan diri nya dengan sang suami. setelah selesai memasak, Khalifah pun langsung menata masakan nya di atas meja makan. di tengah kesibukan nya, terdengar salam dari arah pintu utama.
" Assalamualikum ..."
" Wa'alaukumus salam .."
Dengan menenteng dua tas ransel ustadz Reyhan mendekat ke arah istri nya yang tengah menata masakan nya di meja makan. saat diri nya mendekat, Khalifah pun langsung menyambut uluran tangan suami nya itu, dan mencium punggung tangan ustadz Reyhan dengan takzim. serta tak lupa pula kecupan di kening, ustadz Reyhan berikan pada sang istri.
" Sarapan dulu mas, entar biar eneng aja yang bereskan barang - barang nya." dengan membawakan piring kosong yang di letakan nya di atas meja makan.
" Iya, wah ... kaya nya enak nich." dengan melihat hidangan yang telah di siapkanoleh istri nya itu.
Kini di atas meja makan telah terhidang ayam goreng, tempe dan tahu goreng, serta tak lupa sambal terasi buatan sang bunda yang selalu menjadi menu favorite Khalifah. sambal terasi yang menjadi teman setia nya makan itu, selalu bunda kirimkan pada nya dari kalimantan.
" Maaf ya mas, kalo makanan nya kurang berkenan. cuma ini yang bisa eneng hidangkan untuk sarapan pagi ini." ada rasa bersalah dalam diri nya pada suami nya itu, bahkan dengan menuangkan air ke dalam gelas sang suami.
Mendengar perkataan istri nya ustadz Reyhan tersenyum, istri nya itu tidak tahu saja seperti apa keadaan keluarga nya. bahkan saat kecil ustadz Reyhan pernah mengganjal perut nya yang kosong hanya dengan rebusan singkong. karna saat itu keadaan ekonomi keluarga ustadz Reyhan memang sangat memprihatinkan.
" Justru ini adalah makanan termewah menurut mas neng, karna eneng mungkin tidak tau seperti apa kondisi keluarga mas. bahkan dulu mas sering berpuasa hanya karna memang tak ada makanan untuk di makan. singkong rebus merupakan menu tiap hari yang tak pernah terlewatkan, sedang untuk nasi, kami hanya mampu memakan nya sehari satu kali saja. itu sebab nya ketika pertama kali bunda menginginkan mas menjadi pendamping eneng, mas sangat terkejut. mas merasa tak pantas bersanding dengan dengan putri dari keluarga terpandang seperti eneng. akan tetapi, abah menyakinkan mas, bahwa ini adalah jodoh yang telah Allah persiapkan untuk mas." dengan memandang lekat kearah wajah sang istri yang kini duduk di hadapan nya.
"Terimakasih telah menerima mas menjadi suami eneng, dan mau menerima segala kekurangan mas." ustadz Reyhan kembali berujar.
Sedangkan kan Khalifah saat ini justru terdiam, bahkan padangan nya saat ini sangat sulit untuk di artikan ustadz Reyhan. entah apa yang di fikirkan oleh sang istri saat ini, apa lagi di tengah keterdiaman sang istri sesaat setelah mendengar perkataan ustadz Reyhan.
" Neng ada apa ? apa eneng menyesal menikah dengan mas, setelah mengetahui kondisi keluarga mas ?." entah mengapa ustadz Reyhan takut jika sang istri akan kecewa apa lagi menyesal setelah mengetahui kondisi keluarga nya.
" Mas tau engga ada banyak hal di dunia yang engga bisa di hitung. contoh nya, bintang di langit, pasir di pantai, ikan di laut. tapi ada satu juga yang engga bisa di hitung yaitu rasa cinta ku pada mu." kini mulai lah gombalan sang istri muncul.
Mendengar perkataan sang istri ustadz Reyhan langsung tersenyum, entah mengapa gombalan sang istri mampu mengilangkan rasa khawatir nya.
" Mas .. eneng tau kalo kita engga seumuran, tapi satu hal yang harus mas tau, kalo eneng pengen seumur hidup dengan mas Reyhan." kali ini dengan senyuman yang sangat manis di berikan nya pada sang suami.
" Ya Allah .. bisa diabetes mas kalo tiap hari liat senyum eneng kaya gitu." tak dapat di pungkiri, setiap Khalifah mengeluarkan gombalan nya ustadz Reyhan pasti langsung tersipu malu.
" Mas, eneng mau tanya. yang tadi malam masih perih engga ?." ( nah lho .. engga kebalik neng 😁).
" Eehh ... " ustadz Reyhan kembali salah tingkah saat mendengar pertanyaan sang istri. bahkan terlihat ustadz Reyhan sampai menundukan kepala nya, saking tak kuat manahan malu.
__ADS_1
" Mas, eneng tanya. kok malah nunduk sich." Khalifah pun bingung dengan tingkah suami nya itu, diri nya sempat berfikir apa yang salah dengan pertanyaan nya itu.
" Neng mas lapar, boleh mas makan." ujar ustadz Reyhan yang ingin menghindar dari pertanyaan sang istri.
" Iya, ayo kita makan." ujar Khalifah mempersilahkan makan.
' Mas Reyhan kenapa yah ? masa cuma di tanya perih ato engga luka di punggung nya sampai malu. luka nya karna eneng juga, masa yang malu malah mas Reyhan sich.' Khalifah membatin.
Kedua nya pun kini sarapan dengan tenang dan tanpa mengeluarkan suara, hanya dentingan sendok yang saling beradu dengan piring lah yang terdengar. hingga sarapan itu selesai kedua nya kemudian beranjak dari tempat duduk dan membersihkan serta membereskan sisa - sisa makanan kedua nya.
" Mas, nanti eneng izin ke tugas ya .. mungkin sore baru pulang. engga apa - apa kan ?." ujar Khalifah yang meminta izin pada suami nya itu, untuk kembali bertugas.
" Iya engga apa - apa neng, hati - hati di jalan. mas juga mau ke kampus hari ini, ada jadwal ngajar." masih dengan membantu sang istri mencuci piring.
Setelah menyelesaikan tugas rumah yang di kerjakan bersama - sama, kini kedua nya pun harus bersiap untuk menjalan kan tugas nya dari profesi nya masing - masing.
**
Siang kini telah berganti dengan malam, di sebuah mesion mewah kini telah berkumpul beberapa orang di meja makan. dan salah satu di antara nya adalah Jenny, diri nya saat ini tengah mengikuti acara makan malam keluarga di mesion.
Tak ada percakapan yang terjadi di meja makan, yang ada hanyalah suara dentingan sendok dan piring yang terdengar di telinga mereka. setelah menyelesaikan makan malam, kini seluruh keluarga tengah berkumpul di ruang tengah.
" Ehem .. bagaimana dengan pekerjaan mu Jenn ?." kali ini tuan Alex membuka suara nya.
" Apakah tak ada rencana untuk menikah Jenn ? ingat .. ! berapa usia mu saat ini ?." kembali tuan Alex berucap pada putri nya itu.
Mendengar perkataan sang daddy justru membuat Jenny tersenyum kecut. diri nya sudah dapat menduga tentang rencana makan malam hari ini.
" Maksud daddy ?." masih dengan berpura - pura bodoh.
" Menikah lah, daddy akan memperkenal kan mu dengan anak rekan bisnis daddy." ujar tuan Alex dengan santai.
" Ohh ... menikah, baik lah Jenny akan menikah tapi bukan dengan lelaki pilihan daddy." ujar Jenny dengan santai.
" Apa maksud mu ? apa kamu sudah memiliki kekasih ?." kali ini sang mommy lah yang membuka suara nya.
Baru saja Jenny akan menjawab pertanyaan sang mommy, terdengar dari suara deru mesin mobil yang berhenti di depan masion keluarga Alexander.
" Maaf tuan, di depan ada tamu." ujar salah satu art kediaman Alexander.
__ADS_1
" Siapa bi ?." mommy pun langsung bertanya pada pembantu nya itu.
" Tidak tau nyonya, kata nya mau cari tuan." kembali art itu berujar.
" Baiklah kalo begitu, tolong bikin kan minum untuk tamunya bi." ujar mommy berucap pada art nya itu.
" Baik nyonya." dengan menunduk sopan, art itu langsung pergi menuju arah dapur untuk membuat kan minum.
Sedangkan daddy Alex kini telah beranjak dari duduk menuju ruang tamu.
" Selamat malam tuan Alex, maaf kalo kedatangan saya kemari tanpa pemberitahuan sebelum nya." ujar tamu tersebut sambil bersalaman dengan dady Alex.
" Wah .. ada angin apa tuan Dion datang kekediaman keluarga Alex. silahkan duduk tuan Dion." ujar daddy dengan membalas salam dari tamu nya yang bernama Dion.
" Maaf tuan Alex, kedatangan saya kemari ingin membicarakan kelanjutan tentang perjodohan kedua anak kita. dan kebetulan ini anak saya yang baru saja kembali dari luar negeri." dengan memperkenalkan putra nya pada Alex.
" Selamat malam om, kenalkan nama saya Regan om." dengan menyalami Alex, Regan memperkenal kan diri nya serta dengan senyum yang manis.
" Ohh .. jadi ini putra tuan Dion ?." tuan Alex berujar.
" Iya om." masih dengan tersenyum serta anggukan kepala.
Setelah acara saling sapa, Alex segera memanggil sang istri beserta putri nya Jenny yang ada di ruang tengah, untuk berkumpul dengan nya di ruang tamu. dan saat ini di sini lah Jenny berada, di ruang tamu dan duduk santai di sofa single.
Sedangkan Regan sejak kedatangn Jenny ke ruang tamu, diri nya selalu curi - curi pandang ke arah Jenny. tak dapat di pungkiri jika kecantikan Jenny memanglah di atas rata - rata.
" Jenny, ini Regan pria yang akan daddy kenalkan pada mu." ujar daddy mencoba memperkenalkan kedua nya saat ini.
Mendengar perkataan tuan Alex, Regan pun berdiri dan langsung mendekat ke arah Jenny untuk bersalaman tanda perkenalan ke dua nya. dan setelah bersalaman Regan pun kembali ke tempat duduk nya.
"Bagaimana nak Regan ? apa nak Regan bersedia menerima perjodohan kali ini ?." kali ini daddy Alex kembali berucap.
" Iya om, say ..." belum sempat Regan melanjutkan kata - kata nya, tapi Jenny langsung menyela.
" Maaf, tapi Jenny yang keberatan dengan perjodohan ini. karna Jenny tidak ingin memberikan bebani pada orang lain, dengan menanggung tanggung jawab atas kehamilan Jenny saat ini. dad .. biarkan Jenny melahirkan dan membesarkan anak yang ada dalam kandungan jenny saat ini."
Deg
Deg
__ADS_1
Mendengar pengakuan Jenny membuat semua penghuni rumah shock. entah apa yang di fikirkan ke empat orang itu, bahkan mommy langsung lemas tak berdaya. setelah mendengar pengakuan putri nya.
***